
" stttt"
Ibu menghentikan pelukanku dan juga menghentikan suaraku yang baru saja kukeluarkan.
" kenapa kamu menangis cit?"
" gapapa ko bu citra cuma ngerasa senang aja"
Akhirnya setelah kehilangan keluarga aku mendapat keluarga baru meskipun aku tau ini semua akan terasa berbeda dan akan sedikit canggung
" yasudah ini sudah larut malam, lebih baik kamu pergi ke kamar kamu. Danil antarkan citra ke kamarnya"
Danil mengangguk dan tersenyum pada kami
Langkah kakiku dan danil perlahan menapaki anak tangga yang harus kami lalui.
Aku merasa sangat canggung dan malu berada disini apalagi ketika melihat sekeliling yang tentunya seperti bukan tempat yang pantas untuk kutinggali.
" nah ini kamar kamu sekarang"
" aku pergi dulu"
Tegas danil padaku
" tunggu dulu nil, ada yang ingin aku tanyakan"
Danil menoleh kearahku untuk menatap diriku yang sudah menghentikannya
" apa? Kamu ingin bertanya apa?"
" aaa.. Tidak deh tidak jadi aku akan pergi tidur dulu"
" yasudah selamat malam, cepatlah tidur besok jangan sampai terlambat bangun karena kamu masih begadang"
" okey siap"
Aku yang masih terus berdiri di ambang pintu kamar ini untuk melihat tubuh danil menghilang dari pandangku.
Tubuh ini memasuki kamar dan langsung mengunci pintunya, mataku terpana melihat tempat tidur yang sangat mengesankan bagiku dan warna dinding kamar yang mengingatkanku tentang permintaan kecilku
*flashback
" pak aku ingin kamarku memiliki warna juga seperti milik naifa, warnanya sangat cerah dan pasti nyamuk nyamuk di kamarnya juga ikut kagum melihatnya"
Bapak dan ibu tertawa bersama mendengar ucapanku
" kamu ingin kamar kamu berwarna apa sayang?"
" biru bu, tapi kalo warna pink bagus juga kan ya bu?"
" tentu saja nak, nanti pasti bapak kamu akan membelikan apapun yang putri kesayangannya ini mau."
Ucap ibu kepadaku, saat itu kami berada di ruang tengah bersama sama menonton televisi yang saat ini sudah dijual karen harus menutupi hutang.
" hufftt setidaknya masih ada sisa kenangan manis antara aku dan kedua orang tuaku yang masih melekat"
Aku menarik selimut lembut yang berada tepat diujung kakiku
" semoga saja ini adalah awal yang baik bagiku dan akan berakhir pula dengan yang baik baik"
Aku mulai memejamkan kedua kelopak mataku hingga akhirnya aku memasuki dunia bunga tidur.
*dipagi hari
__ADS_1
Sayup sayup suara aktifitas diluar kamar membuat otakku segera sadar untuk segera bangun, rumah yang kutinggalin bukan lagi rumah orang tuaku jadi aku harus lebih bekerja ekstra
Aku langsung buru buru menuju kamar mandi dan mengguyur tubuh ini untuk membersihkan kotoran kotoran yang sudah menempel dari kemarin
Dengan memakai sehelai handuk yang sudah ada didalam kamar mandi aku baru menyadari kalau aku tidak membawa seragam sekolahku ataupun sekedar baju ganti
" duh aku pakai apa ya? Masa aku pakai baju semalam? Pasti uda bau apek karena kehujanan dan kering begitu saja di tubuhku"
Ditengah aku sedang mondar mandir ditengah kamar suara ketukan pintu membuatku kaget
" duh gimana ini pakai apa ya?"
Dan akhirnya mataku tertuju pada hamparan selimut yang semalam menjadikan tubuh ini semakin terlelap
" cit buka dulu pintunya, ibu mau nganterin sesuatu"
Ternyata suara itu berasal dari ibu, lantas aku segera membuka pintu itu
" maaf ya bu citra lama buka pintunya"
Karena hanya menggunakan selimut untuk menutipi tubuh ini aku hanya membuka separuh dari pintu biasanya terbuka lebar dan bersembunyi dibalik pintu
" kamu kenapa bersembunyi kaya gitu?"
" maaf bu anu citra masih belum pakai pakaian citra, soalnya citra baru aja selesai mandi"
Ya sedikit berbohong mungkin tak apa mana mungkin aku mengatakan hal yang sejujurnya kalau aku malah bingung untuk memakai apa sekarang.
" oh yaudah ini ibu cuma mau ngasih ini ke kamu"
Sebanyak tiga buah paperbag ibu serahkan kepadaku
" ini apa bu?"
" itu seragam sekolah sama dua pasang baju ganti dan juga baju tidur, jadi kamu bisa ganti pakaian sekarang"
" ma-makasih ya bu"
" gausa selalu ngucapin makasih gitu dong, udah kamu cepat cepat bersiap sana dan kalau udah kamu bisa turun kebawah untuk sarapan dan berangkat sekolah dengan danil"
Ucap ibu padaku
" iya bu citra akan segera bersiap siap dan turun kebawah"
Aku kembali menutup pintu kamar ketika ibu sudah mulai menjauhi kamarku
" aku beruntung sekali bisa bertemu perempuan sebaik dia, andai aja ibuku bisa seperti ibunya danil pasti aku akan menjadi anak perempuan yang paling bahagia didunia ini"
Dengan melirik jam alrm yang berada di atas meja hatiku tak terlalu khawatir karena bisa saja terlambat seperti waktu itu.
Meskipun sudah beberapa hari ujian berlangsung baru beberapa mapel saja yang aku ikuti karena terlalu banyak halangan.
Setelah semuanya selesai aku menuju lantai bawah dan bergegas pergi kearah meja makan
Sekejap aku hanya bisa terdiam melihat meja oval yang mewah ini. Bagaimana aku bisa duduk ditempat se bagus ini dan bagaimana jika makananku jatuh dan mengotori meja yang mahal ini
" ayo cit kita sarapan dulu"
Ucap danil padaku, sebuah piring berisikan nasi dan juga ayam bakar dengan sambal yang menyengat membuat diri ini seperti semakin tak tau diri
Karena aku takut untuk mengotori meja ini ku putuskan untuk membawa piring makananku ke lantai untuk duduk disana
" loh mau dibawa kemana cit?"
__ADS_1
Tanya ibu padaku disela sela ia masih menikmati makanannya
" anu citra makan dibawah aja ya bu"
" kenapa? Kamu gasuka makan dimeja ini? Kalau mau kamu bisa duduk diruang tamu aja"
Hedeh apa yang ibu danil fikirkan bagaimana bisa aku akan makan disana
" ngga bu bukan itu kok"
" terus apa"
Danil yang juga keheranan melihat tingkahku akhirnya juga menatapku dengan penuh pertanyaan dimatanya.
" citra takut makannya berantakan nanti malah ngotorin meja makannya bu"
" haduh kamu cit udah gausa mikirin itu nanti pasti ada yang bersihin kok"
Ucap danil menenangkanku
" nah bener tuh kata danil udah jangan fikirkan itu, lebih baik kamu segera menyelesaikan sarapan kamu supaya tidak lambat berangkat sekolah"
Aku duduk tepat didepan danil dan segera menyelesaikan makan pagiku
" ayok cit kita berangkat "
" eh eh eh tunggu tunggu kalian akan diantarkan oleh supir saja, kamu danil jangan berani berani untuk mengendarai motor kamu lagi. Kamu itu masih dibawah umur tidak boleh seperti itu"
Danil yang tadinya sudah berlari menuju motor yang sudah ia siapkan akhirnya kembali menemui ibunya.
" aghhh kenapa ibu selalu mengatakan itu aku ini udah pandai mengendarai motor bu, ibu gausah terlalu mikirin danil kaya gitu"
" tapi dan, ini itu demi kebaikan kamu nak, ibu cuma takut dan khawatir aja"
danil mendecik dan pergi masuk kedalam mobil yang akan mengantarkan kami.
" ibu citra berangkat dulu ya"
Setelah menyalimi ibu danil aku langsung pergi memasuki mobil
" kamu kenapa nil?"
Danil tak menjawab pertanyaanku dan hanya diam saja didalam mobil.
Sebelum mobil ini sampai disekolah danil meminta supirnya menghentikan mobil ini
" kenapa kita berhenti disini nil?"
" kamu turun disini aja, aku ingin pergi kesekolah tanpa rasa malu"
" baiklah jika itu yang kamu inginkan"
Aku berusaha membuka pintu mobil tapi sekali lagi karena jarang atau bahkan hampir tidak pernah membuka pintu mobil aku menjadi kesulitan untuk membukanya.
Danil berusaha meraih pintu dan membantuku membukakannya.
" makasih nil"
" maaf cit aku tidak mau kalau teman temanku akan menertawakanku jika aku pergi bersamamu, jadi aku minta tolong ketika kita bertemu di sekolah anggap saja kita tidak kenal okey"
" baik nil"
Aku segera menuruni mobil dan berjalan menyusuri jalan menuju sekolah
__ADS_1
" aku tau kamu tidak bermaksud mengusirku nil, dan semua ini juga pasti demi kebaikanku juga"