Citra

Citra
bagian 17


__ADS_3

" kenapa kita berhenti disini nil?"


" kamu turun disini aja, aku ingin pergi kesekolah tanpa rasa malu"


" baiklah jika itu yang kamu inginkan"


Aku berusaha membuka pintu mobil tapi sekali lagi karena jarang atau bahkan hampir tidak pernah membuka pintu mobil aku menjadi kesulitan untuk membukanya.


Danil berusaha meraih pintu dan membantuku membukakannya.


" makasih nil"


" maaf cit aku tidak mau kalau teman temanku akan menertawakanku jika aku pergi bersamamu, jadi aku minta tolong ketika kita bertemu di sekolah anggap saja kita tidak kenal okey"


" baik nil"


Aku segera menuruni mobil dan berjalan menyusuri jalan menuju sekolah


" aku tau kamu tidak bermaksud mengusirku nil, dan semua ini juga pasti demi kebaikanku juga"


Sesampainya sekolah segerombolan siswa menghampiri diriku, apalagi yang akan mereka lakukan


" wei cewe jelek, ngapain lu masih sekolah disini"


Salah seorang dari mereka mulai membuka pembicaraan


" iya juga ya, ngapain dia ada sisekolah ini. Buat malu sekolah kita aja gasi?"


" yaiyalah gimana gamalu coba kalo ada cewe yang udah buruk rupa miskin lagi "


Mereka terus mencaci makiku secara bergiliran tanpa ampun


" wait wait, tunggu kawan kawan"


" ada apa bos?"

__ADS_1


" ada yang pake seragam sama sepatu baru nih"


Mereka mulai melirik satu sama lain ke arahku, kali ini aku memang memakai seragam dan sepatu milik danil. Karena aku tak punya pilihan lain.


" taukan kita harus ngelakuin apa?"


Mereka mulai mendekatiku satu persatu menginjak sepatu yang pastinya kakiku juga merasa sakit. Aku ingin melawan tapi aku hanya bisa tertunduk dengan wajah tertutup rambut yang tergerai karena air mata ini keluar dengan sendirinya dan menutup kedua telingaku berharap aku tidak bisa mendengar teriakan teriakan jahat yang keluar dari mulut mereka.


" udah cukup, kalian jahat! Kalian jahat!" sudah tak bisa lagi kutahan


Ntah rasa sakit kakiku atau rasa sakit hatiku yang semakin parah lukanya.


Kulangkahkan kaki ini menuju kelas dam menundukkan kepala yang kutaruh diatas meja, menatapi sepatu danil yang sudah kotor dan beberapa sisinya terdapat sedikit robekan


" maaf nil, aku tidak bisa menjaganya"


Air mataku terus saja membasahi wajahku tak seorangpun yang berada dalam kelasku menghampiri diriku untuk sekedar basa basi saja.


Namun beberapa suara sudah kutangkap dengan pasti bertanya tanya dari mulut kemulut apa yang sedang kulakukan dan kenapa aku menangis.


" eh kalian jangan sampai berani temenan sama dia, karena satu sekolah ini itu udah kaya benci banget dan mau jadi musuh dia"


Mendengar perkataannya hatiku semakin terluka mendengarnya, apalagi yang akan aku lakukan hingga semua orang disekolah ini membenciku.


" emang kenapa dia bisa dibenci sampai kaya gini? Bukannya dia diem aja ya? Kaya polos polos gitu masa udah banyak yang benci aja?"


Beberapa orang mulai menanyakan hal yang muncul didalam fikiranku. Hingga akhirnya kompor panas yang tadinya sudah selesai bicara kini terdengar angkat bicara lagi.


" iya karena dia pernah menginjak sepatu kak sita, taukan kak sita yang cantik itu? Pas dia nginjak sepatunya itu bukannya dia minta maaf dia malah kabur aja udah kaya orang gapunya salah apa apa"


Aku yang mendengar apa yang menjadi alasan aku dibenci dan dibully adalah karena kejadian waktu itu


Padahal setelah aku mengingat ingat aku sudah meminta maaf karena kesalahanku itu. Tapi malah kak sita yang tidak menjawab permintaan maafku


" astaga tuhan apalagi ini, aku cape banget malahan"

__ADS_1


Sepertinya kelas kami akan memasuki jam kosong, karena sudah beberapa menit berlalu guru pelajaran kami belum juga masuk.


" eh eh eh liat liat ganteng banget kan? Dia itu incaran kak sita tau"


" loh bukannya dia adik kelasnya kak sita masa dia mau sama berondong sih"


Masa masa smp yang sudah penuh dengan drama dan percintaan monyet yang terus terusan bergerak bebas


" eh ga juga sih katanya si danil itu bakal langsung pindah ke kelas 8 karena ya dia pinter"


" wih hebat banget ya pantes aja si kak sita naksir sama dia"


" ya iya dong siap si yang ganaksir sama dia? Dia itu udah ganteng, suaranya oke, folowers ignya juga udah puluhan ribu. Kalo aku si mau mau aja kalo nembak dia duluan"


Ucap kompor panas yang semakin menjadi jadi


Danil, dia akan menjadi kakak kelasku? Pantas saja dia mengucapkan akan menjadi calon ketua osis, karena biasanya masa jabatan osis diisi dengan kelas 8.


" tapi siapa aku bagi danil? Aku hanya kucing jelek yang dikasihani oleh manusia yang merasa iba melihat penampilanku"


Karena tidak ada guru yang masuk untuk menggantikan guru pelajaran lebih baik aku tidur saja daripada harus terus mendongakkan kepala hanya untuk mendapat perlakuan yang buruk lagi


Hingga akhirnya mataku kembali terbuka, perlahan mataku menangkap sepasang sepatu yang masih saja kupandangi karena sudah tak lagi indah seperti tadi pagi.


" woi citra! Ayo bangun! Kamu mau sekolah apa mau tidur terus"


Seseorang membangunkan diriku dengan menggoyang goyangkan meja dengan cara menendang meja yang sedang kutiduri.


" kak sita?"


Untuk apa dia datang menemuiku, apa karena masalah sepatunya yang tak sengaja kuinjak itu?


" a- ada apa ya kak?"


Tanyaku gelagapan pada kak sita yang memasang wajah tak ramah dan suara ketus

__ADS_1


" lu itu bisa sadar diri gasi! Nih temen gua ada yang lihat kalau lo turun dari mobil danil! Emangnya lo siapa? Sampe sampe berani ngedeketin pacar gua?"


__ADS_2