
Keesokan harinya Erick bangun dengan tubuh sangat segar. Lebih segar dari sebelumnya. Karena suasana hatinya begitu gembira. Seharian kemarin Marsha menemaninya dan mereka banyak bercerita.
Erick sangat bahagia, akhirnya dia bisa membuka sedikit hati Marsha untuk dia bisa masuk ke dalamnya.
Selesai mandi dan bersiap untuk kuliah. Erick turun ke lantai dasar dan menemui kedua orang tuanya yang sudah duduk di bangku meja makan.
“Pagi Pi, Mi..” sapa Erick.
Febry yang sedang membaca koran langsung melirik Erick dengan kaca mata bacanya yang sedikit melorot kebawah. “Pagi tuan muda. Kami kayaknya lagi seneng pagi ini.” Goda Febry
“Hahaha. Betul Pi. Kurang 3 minggu lagi ya Erick nikah? Udah ga sabar.” Ucap Erick.
Anita hanya tersenyum melihat anaknya yang sepertinya lagi kasmaran itu. Dia sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
“Non Marsha pinter masak lho nyonya.” Cerita Bi Minah ketika Anita masuk ke dalam dapur bersih.
“Oya?”
“Iya, kemarin non Marsha dateng ke sini, terus masak bubur buat tuan, buburnya enak.” Lanjut bi Minah. Anita tersenyum bangga. Tidak salah mertuanya itu memilih Marsha sebagai cucu menantunya.
Selesai sarapan Erick berpamitan dengan orang tuanya untuk berangkat kuliah.
Dia masuk ke dalam mobil sportnya dengan senyum masih mengembang di wajahnya. Menyalakan mesin mobilnya kemudian berangkat ke kampus tercintanya.
🌻🌻
Marsha sudah sampai ke kampus seperti biasa. Hari ini dia tidak berangkat bareng Nathan, dia menyetir mobil sendiri. Suasana hatinya tidak seperti Erick, Marsha masih sedikit labil. Entah kenapa pagi-pagi dia menjadi kesal lagi dengan Erick.
Masih di dalam mobilnya, Marsha mengambil ponselnya dan mengirim pesan di grup chatnya.
Marsha :
[Udah pada di kampus?]
Rosie :
[Gue lagi sama Kevin, di kost dia, nunggu dia mndi]
__ADS_1
Icha :
[Otw bosss...]
Kezia :
[Udah mau sampai Sha. Tunggu ya🤗]
Marsha :
[Oke 😁]
Marsha keluar dari mobilnya. Saat keluar dia berpapasan dengan Erick yang baru saja datang. Erick yang melihat Marsha langsung mengembangkan senyumnya. Tapi tidak dengan Marsha, dia langsung pergi menjauh.
Dengan cepat Erick keluar dari mobilnya dan langsung mengejar Marsha. Erick memegang lengan Marsha sampai membuat gadis itu berbalik dan menatap Erick.
“sha, loe kenapa? Loe marah sama gue? Gue ada salah?” tanya Erick.
“Ga, gue ga apa. Lepasin tangan loe.”
“Ya kan kemarin, gue ngerasa bersalah sama loe. Sekarang kan loe udah sehat, jadi buat apa gue harus baik lagi sama loe.” Jawab marsha dingin.
Erick melepaskan tangan Marsha dan membiarkan gadis itu pergi. Dia benar-benar merasa heran dengan sikap Marsha yang tiba-tiba menjadi dingin lagi dengannya.
“Benar-benar susah di taklukan.” Ucap Erick sambil mengusap kasar rambutnya.
Erick melangkah lagi mengejar Marsha yang berjalan sudah cukup jauh. Tapi langkahnya terhenti ketika Marsha mendekati seorang pria.
Lagi-lagi Marsha mendekati Calvin. Dan sekarang duduk di samping pria itu. Marsha yang sadar sedang di perhatikan oleh Erick hanya diam saja. Yang ada dia semakin mendekat kepada Calvin dan mengajak ngobrol pria itu.
Setelah di liriknya Erick sudah tidak ada di sekitarnya, Marsha langsung sedikit menjauhkan tubuhnya dari Calvin.
“Ehm. Sha..”
“Iya?”
“Ka-kamu nanti pulang kuliah ada wak-waktu?” tanya Calvin sedikit gagap. Dia selalu gugup ketika berhadapan dengan wanita apalagi kalau wanitanya cantik seperti Marsha.
__ADS_1
“Ga kok gue nganggur. Kenapa? Mau ngajak jalan ya?” tembak Marsha.
Calvin tersenyum malu dengan kepala yang tertunduk.
“Mau di ajak kemana nih?” tanya Marsha lagi.
“Ehm.. A-aku mau ajak ja-jalan ke mall. Mau?”
“Boleh.” Jawab Marsha sambil tersenyum.
“Oke, na-nanti selesai kuliah kita ke-ketemu di sini ya.”
“Siap boss.”
Baru ini Calvin mengajak jalan perempuan dan langsung di terima. Dia lega seenggaknya dirinya tidak di tolak lagi. Karena sejak sekolah ketika Calvin mendekati cewek, pasti cewek itu selalu kabur.
🌻🌻
Selesai kuliah Calvin sudah menunggu Marsha di depan kampus. Marsha berpamitan dengan teman-temannya dan langsung menghampiri Calvin.
“Marsha pergi sama Calvin?” tanya Rosie.
“iya tadi katanya diajak ke mall sama Calvin.” Jawab Kezia.
“Gue duga siCalvin suka sama Marsha.” Tebak Icha.
“Iya sih, Marsha kasih kode terus gimana si Calvin ga jadi suka sama dia.”
“Terus kalau gini Erick gimana dong?”
“Maksud loe Kez? Kan Marsha sama Erick ga ada hubungan apa-apa.” Tanya Rosie.
“Mereka ada hubungan Ros. Erick sama Marsha bulan depan mau married.” Jawab Icha
“hah?! Kok gue ga tahu? Dan kok bisa?” tanya Rosie tidak percaya.
“Loe sih kebanyakan pacaran, jadi ga tahu update an terbaru Marsha. Udah kita ke kantin aja, entar gue ceritain disana.” Ucap Icha. Rosie dan Kezia mengangguk kemudian berjalan ke kantin untuk makan. Sedangkan Marsha sudah menghilang bersama Calvin.
__ADS_1