
14 February, the day..
Hari yang ditunggu para sepasang kekasih pun tiba. Karena hari ini spesial, maka sekolah Marsha menetapkan untuk menyelesaikan jam pelajaran sampai istirahat pertama. Sisanya para siswa di bebaskan untuk menikmati hari Valentine. Beberapa kelas membuat acara mereka ada yang dengan bertukar kado, membuat pesta makan-makan kecil di dalam kelas, dan lain-lain.
Kelas Marsha memilih untuk mengadakan makan-makan di kelas, sambil menikmati film romantis. Romeo and juliet jadi film pilihan mereka. Untuk di tonton di hari penuh kasih sayang ini.
Setelah dua jam pelajaran di gunakan untuk bercengkerama bersama teman-teman sekelas. para siswa di bebaskan untuk bersenang-senang di luar kelas, dan memberikan kado-kado untuk seseorang yang mereka sukai.
Marsha dan ketiga temannya masih di dalam kelas. Mereka masih sibuk menyiapkan beberapa cokelat untuk di bagi. Tak sampai lama, beberapa cowok mulai datang ke dalam kelas Marsha dan langsung menghapiri meja Marsha. Tanpa banyak bicara mereka langsung meletakkan cokelat dengan berbagai merk ke atas meja Marsha.
Icha dan Rosie saling menatap sambil mulut mereka mencebik. Udah jadi hal biasa di hari Valentine gini melihat Marsha mendapat banyak cokelat. Gitu-gitu dia punya banyak penggemar rahasia. Walaupun Icha dan Rosie juga dapat, tapi tetap tidak sebanyak Marsha. Marsha sudah berasa panen cokelat ketika hari Valentine.
“seperti biasa, kalian mau yang mana, ambil aja.” ucap Marsha. Icha dan Rosie langsung tersenyum cerah dan langsung mengambil cokelat yang mereka inginkan. Kezia hanya diam saja sambil tersenyum, dia tidak begitu suka dengan cokelat.
__ADS_1
“ehm. Gue mau ke suatu tempat dulu ya. Mau kasih ini. (sambil menunjukkan sekotak barang)” ucap Marsha.
“apaan tuh Sha?” tanya Rosie penasaran.
“rahasia. Nanti kalau visi gue berhasil, gue kasih tahu kalian.” jawab Marsha tersenyum manis. Kemudian dia keluar dari kelasnya dan langsung pergi ke tempat tujuannya, kelas XI IPS 2.
Senyum terus mengembang dari wajahnya. Beberapa siswa cowok menyapanya, karena suasana hatinya sedang happy dia menyapa ramah siswa itu. Biasanya buat tersenyum aja ogah.
Ketika dia sampai ke depan pintu kelas dan hampir masuk, langkahnya terhenti. Marsha memundurkan kembali tubuhnya dan mengintip dari balik pintu. Matanya melihat seorang pria dan wanita sedang berdiri berhadapan.
“apa jawabanmu? Kamu mau jadi pacarku?” tanya gadis berambut lurus kepada pria di depannya. Pria itu mengangguk dan tersenyum sambil membelai rambut gadis itu.
“terus Marsha gimana?” tanya gadis itu lagi. Mendengar namanya disebut Marsha langsung memasang telinga.
__ADS_1
“aku ga anggep dia siapa-siapa kok. Dia cuma anak perempuan rekan kerja Papi aja. Aku emang suka isengin dia, tapi aku ga ada rasa apa-apa sama dia. Enak aja ngiseningin dia. Hahaha. Polos gitu anaknya.” jawab pria itu.
Mendengar ucapan pria itu, mata Marsha berasa panas, seketika dadanya menjadi sesak.
“ya udah, aku lega deh kalau gitu. Aku ga mau kamu isengin dia terus. Aku cemburu Rick.” ucap gadis yang bernama Valeria itu.
“ga kok, aku janji setelah ini aku akan menjaga jarak sama dia. Dan lagi aku ga mungkin suka sama dia Val, dia manja banget dan galak. Aku suka kamu yang dewasa, dan lembut.” Valeria tersenyum mendengar ucapan Erick.
Marsha yang mendengar itu semua mencoba menahan amarahnya, ingin sekali dia melempar roti yang ada di tangannya ini langsung ke wajah Erick. Tapi dia tidak mau melakukannya. Marsha pergi menjauh dari kelas Erick. Dengan langkah cepat Marsha mendekati tempat sampah dan langsung membuat kotak hitam berpita pink itu.
Dia menahan air matanya, dia tidak mau menangis saat ini. Dia tidak mau meratapi nasibnya walaupun hatinya terasa sangat sesak. Sejak saat itulah Marsha memilih mengunci hatinya dari pria yang bernama Erick. Dan dia membuang kunci itu jauh-jauh agar tidak ada yang bisa membukanya. Tidak pernah terbesit dalam pikirannya kalau Erick akan berbicara seperti itu di belakang.
Sejak hari itu, ketika Erick mendekat dan menjahilinya, Marsha akan menatap Erick dengan tatapan sangat dingin. Dan semua yang di lakukan Erick akan membuat dia murka.
__ADS_1