Cucu Untuk Kakek

Cucu Untuk Kakek
Bab 7


__ADS_3

Selesai dari toko pernak pernik. Erick mengajak Marsha ke tempat makan, karena perutnya udah keroncongan. Erick memilih restoran ramen sebagai tempat tujuan makannya.


Mereka memilih duduk di sudut setelah memasuki restoran itu. Pelayan restoran menghampiri mereka dan langsung memberikan menu.


“Ini menunya kak. Untuk pemesanan dan pembayaran langsung ke kasir ya.” Ucap pelayan itu.


“oke.” Jawab Erick. “lu mau pesen apa Sha?


Marsha melihat beberapa menu. “ehm.. gue mau yokohama ramen, minumnya Ocha dingin.”


Erick langsung mencatat pesanan Marsha. “ada lagi?”


“udah itu aja.”


“sip.” setelah mencatat Erick beranjak dari bangkunya dan berjalan ke kasir untuk memesankan pesanan mereka. Selesai membayar Erick kembali duduk lagi ke bangkunya.


Marsha sibuk dengan ponselnya. Sampai tak menyadari Erick yang sudah berada di depannya.


“sha, gue mau dong foto yang tadi.” ucap Erick.


“yang mana?” tanya Marsha masih tetap fokus dengan ponselnya.


“yang tadi kita foto berdua itu, gue minta.”


“oke, nyalain bluetooth loe.”


“oke.” Erick mengambil ponselnya dan langsung menyalakan bluetooth ponselnya.


“nama bluetooth loe apa?” tanya Marsha.

__ADS_1


Erick tersadar dia lupa mengganti nama bluetoothnya, saking bucinnya dengan Marsha, dia membuat nama bluetooth nya. Marsha the Bear.


“apa nih? Marsha the bear? Ini nama bluetooth loe?” tanya Marsha kini matanya menatap Erick penuh tanya.


“i-iya.” ucap Erick gugup, dia benar-benar takut Marsha bakal memakinya. Tapi dugaannya salah, Marsha tidak mengucapkan apapun. Yang ada Marsha langsung mengirimkan foto mereka kepada Erick.


“udah, terkirim kan?” tanya Marsha.


Erick mengecek ponselnya, dan di lihatnya fotonya berdua dengan Marsha sudah masuk. “udah kok, thankyou ya.” Erick langsung mengganti wallpaper ponselnya dengan foto berduanya bersama Marsha.


Malam itu mereka menikmati makan malam mereka dalam dia. Marsha sibuk dengan ponselnya, sedangkan Erick mati kebosanan karena tidak ada yang mengajak ngobrol. Sebenarnya bisa Erick bermain ponsel juga, tapi dia ingin memanfaatkan waktu berdua ini untuk mengejar hati Marsha, tapi melihat Marsha yang menutup hatinya cukup rapat, bagaimana Erick bisa membukanya. Kalau tidak dari Marsha sendiri yang membuka. Akhirnya Erick hanya melongo sambil menunggu Marsha selesai makan.


“udah belum makannya? Gue ngantuk nih, mau pulang.” ucap Erick.


“udah. Yuk pulang.” ajak Marsha.


“yah kok hujan sih. Kamu parkirnya ga di basement ya Rick?”


“iya, sapa yang tahu juga kalau bakal hujan.” ucap Erick.


Marsha mengerucutkan bibirnya. Dia paling sebal kalau hujan gini. karena tubuhnya gampang sakit kalau terkena air hujan. Sedangkan sepertinya hujannya tidak akan lama.


“gue lari ke mobil, loe tunggu di sini ya.” ucap Erick.


“ih jangan Rick, hujannya deres.” Erick tidak menghiraukan ucapan Marsha, dia langsung berlari melewati hujan yang deras menuju ke mobilnya.


Tak berapa lama, datanglah sebuah mobil sport merah tepat di depan Marsha. Erick keluar dari mobilnya sambil membawa payung. Dia menghampiri Marsha dan langsung memayungi gadis itu dan membawanya masuk ke dalam mobil.


Setelah masuk lagi ke dalam mobil, Erick langsung melajukan mobilnya. Marsha memperhatikan baju Erick yang sangat basah sehingga tubuh Erick tercap di balik bajunya.

__ADS_1


“loe basah banget lho Rick, tahu gitu kan tadi nunggu hujannya reda.” ucap Marsha.


“ga apa, Sha. Udaranya dingin, loe pake baju kebuka gitu, gue ga bawa jaket juga. Gue ga mau loe sampai sakit.” jawab Erick sambil tersenyum manis.


“loe ga kedingingan kan?” tanya Erick.


“ga kok.” jawab Marsha. Tanpa sengaja Erick mengusap pipi Marsha. Membuat gadis itu tersentak kaget, dan jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Sedangkan Erick yang tersadar langsung menarik cepat tangannya. Suasana  menjadi canggung. Keduanya masih sibuk mengatur detak jantung yang sama-sama berdebar kencang.


Erick mengantar Marsha sampai ke dalam halaman rumahnya. Karena hujan masih rintik-rintik. Erick tidak ingin Marsha sakit, karena Erick tahu betul begitu Marsha terkena hujan sedikit dia akan sakit.


“makasih ya Rick.. udah di anterin pulang.” ucap Marsha sebelum dia keluar dari mobil Erick.


“he em. Makasih juga udah di temenin jalan.” Marsha tersenyum. Dia melepaskan seatbelt  dan langung membuka pintu mobil.


Erick membuka kaca jendela mobilnya. Dia berpamitan juga dengan Rachel dan Antony yang berdiri di teras rumah menyambut kedatangan anak perempuannya.


“mari om, tante, Erick pulang dulu.” ucapnya.


“iya Rick, hati-hati ya.” jawab Antony.


“hati-hati ya Rick, titip salam buat Papa sama mama.” tambah Rachel.


“siap tante.”


Erick melajukan mobilnya dan langsung pulang ke rumahnya.


“gimana tadi jalan-jalannya?” tanya Antony menggoda anak perempuannya.


“ya gitu Pa.” jawab Lalisa tersipu malu, kemudian langsung masuk ke dalam rumah, mencoba kabur agar tidak di interogasi semakin dalam.

__ADS_1


__ADS_2