Cucu Untuk Kakek

Cucu Untuk Kakek
Bab 4


__ADS_3

Selama perjalanan pulang dari rumah sakit. Antony dan Istrinya sibuk membicarakan permintaan ayah mereka.


“Pa, Ma, apakah Marsha harus menikah? Marsha masih pengen kuliah, dan Marsha pengen menikah dengan pria yang Marsha cintai.” Ucap Marsha ikut nimbrung obrolan orang tua mereka.


“Tapi permintaan Kakek, kamu tahu kan permintaan Kakek itu mutlak ga bisa dibantah. Dan lagi Erick anaknya baik kok, Papa yakin dia bisa menjaga kamu dan keluarga kalian nanti.”


“Ah Papa.. Marsha beneran belum siap Pa.” Rengek Marsha.


“Mau gimana lagi Sha, tanggal pernikahan pun udah di putuskan. Jalani aja dulu ya. Kalau kamu nanti ga kuat, ya kalian bercerai aja.” Ucap Antony.


“Huss.. Papa, ngawur kalau ngomong. Perceraian dilarang oleh agama Pa.” Tegur Rachel. Antony diam saja sambil merasa bersalah.


“Udah Sha, kita percaya sama Kakek, Erick bisa membahagiakan kamu. Kamu hanya perlu menumbuhkan rasa cinta kamu ke Erick.” Lanjut Rachel.


Marsha tidak berkomentar lagi, percuma juga. Intinya dia tetap akan menikah dengan Erick. Tanggal pernikahan sudah di tentukan. Satu bulan dari sekarang mereka akan menikah. Karena kondisi Johan yang ditakutkan akan kembali menurun. Ini permintaan terakhir Johan jadi sebisa mungkin semua orang akan mengabulkannya walaupum harus mengorbankan kebahagiaan seorsng gadis berusia 19th.


Marsha sudah kembali lagi ke kampusnya setelah melewati weekend yang menekan jiwanya.


Seharian kemarin dia hanya di kamar, meratapi nasibnya. Menyalahkan Tuhan kenapa menciptakan dirinya sebagai wanita. Kalau sebagai pria kan enak, dia tidak perlu masuk dalam perjodohan ini dan bisa menikahi seseorang yang dia cintai.

__ADS_1


Ketiga teman Marsha belum menampakkan batang hidungnya. Merasa bingung mau apa, Marsha mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang.


Marsha :


[Halo cal, uda di kampuskah?]


Lima menit menunggu dan belum ada balasan. Akhirnya Marsha membuka Instagramnya dan menscroll beberapa gambar. Marsha sangat menyukai fashion . Dia sangat menjaga penampilannya dari atas sampai bawah. Dan shopping adalah kewajiban yang harus dia lakukan setiap bulan. Baik secara online ataupun offline.


Calvin Irlando :


[Halo.. aku lagi di perpustakaan.]


Setelah beberapa menit Calvin membalas. Rupanya cowok itu sedang di perpustakaan. Dengan riang Marsha mengambil tas LV kesayangannya dan langsung menghampiri Calvin di perpustakaan kampus.


“Halo Cal..” sapa Marsha setengah berbisik ketika telah sampai di perpustakaan dan melihat Calvin sedang duduk sambil membaca buku.


Calvin mendongakkan kepalanya, dan senyum tersungging ketika dia melihat wajah cantik Marsha ada di hadapannya. Buat seorang Calvin yang minder dengan fisiknya, ini adalah sebuah penerimaan ketika ada seorang gadis secantik Marsha mau mendekatinya. Karena sejak kecil Calvin selalu di bully karena postur tubuhnya yang sedikit gendut dan matanya yang sipit.


Tanpa di minta Marsha langsung duduk di sebelah Calvin. Calvin membenarkan posisi kacamatanya karena dia sedikit gugup

__ADS_1


“Lagi baca buku apa?” tanya Marsha.


“Ini aku baca buku sejarah orang purba.”


“wah, lu suka neliti orang purba ya?” tanya Marsha, Calvin mengangguk. Baru Calvin ingin bercerita tiba-tiba seseorang menarik lengan Marsha.


Marsha langsung menoleh ke sampingnya dan melihat Erick sudah berdiri di sampingnya dengan tatapan tajam, setajam silet.


“Ikut gue.” Ucap Erick dingin. Tangannya masih mencengkeram lengan Marsha sampai membuat gadis itu meringis kesakitan. Marsha belum sempat berpamitan dengan Calvin, tenaga Erick lebih besar daripada dia yang hanya seorang wanita, walaupun dia pemegang sabuk hitam.


“Lepasin!” teriak Marsha menepis tangan Erick ketika mereka telah keluar dari perpustakaan. “Apaan sih loe?!”


“Sha, lu tuh calon istri gue. Jadi lu harus jaga sikap lu. Seenaknya aja duduk sama cowok lain!” ucap Erick dia berusaha menahan nadanya untuk tidak marah. Padahal sekarang dia sedang terbakar dengan api cemburu.


“calon istri? Gue ga sudi jadi istri loe! Itu kan kemauan kakek loe, bukan gue! Dan lagi gue sama Calvin ga ada hubungan apa-apa, dan loe juga ga ada urusannya sama gue!”


“Gue ada urusan sama lu Sha, gue calon suami lu. Dan gue berhak tahu semua urusan lu!”


Marsha diam saja, dia menahan amarah. Ingin rasanya dia menampar Erick.

__ADS_1


“Mulai hari ini lu ga boleh deket sama Calvin lagi. Atau gue bakal bilang ke bokap untuk mempercepat tanggal pernikahan kita.” Erick langsung meninggalkan Marsha setelah mengucapkan ancamannya. Marsha hanya bisa mendengus kesal.


Kenapa sih gue harus di jodohin sama cowok gila, kutu kupret, jangkrik kayak Ericckkkkk... umpat Marsha dalam hatinya.


__ADS_2