
Di kampusnya ada seorang cowok yang membuat Marsha jatuh hati dengannya. Namanya Calvin Irlando, dia seusia dengan Marsha dan mereka beberapa kali satu kelas karena mengambil mata kuliah dengan jam yang sama.
Calvin Irlando adalah mahasiswa terpintar di angkatan Marsha. Wajahnya tidak begitu tampan, lebih ke arah kutu buku. Karena dia memakai kaca mata. Tapi entah kenapa Marsha sangat menyukainya. Sosoknya pendiam dan tidak banyak bicara tapi ketika sudah bicara suaranya begitu lembut dan mendamaikan, menurut Marsha ya.
“Kenapa dia imut banget ya.” Ucap Marsha pada Rosie yang duduk di sebelahnya. Rosie mengikuti arah mata Marsha memandang.
“Wew.. Imut darimana Sha? Lu tuh cakep tapi seleranya beda banget sama diri lu.”
“Gue ga lihat cowok dari wajah Ros, gue lihat hati.” Ucap Marsha sambil memegang dadanya dan membuat ekspresi wajah sok bijak.
Rosie hanya geleng-geleng melihat sahabatnya itu. Dia benar-benar heran, cewek secantik Marsha bisa suka dengan cowok yang istilahnya kurang begitu tampan. Ketiga sahabat Marsha lebih mendukung Marsha dengan Erick, tapi sepertinya nama Erick sudah di blacklist oleh Marsha.
“andai gue boleh pacaran, udah gue deketin tuh si Calvin.” Ucap Marsha lagi dengan mata masih memandang Calvin yang sedang membaca bukunya.
__ADS_1
Di bangku lain seorang cowok sedang memandang Marsha. Siapa lagi kalau bukan Erick. Walau usia Erick lebih tua 1 th dari Marsha, tapi dia satu angkatan dengan Marsha. Karena mereka masuk kuliah bersamaan dan mengambil jurusan yang sama.
Erick tahu kalau Marsha menyukai Calvin. Sejak awal masuk kuliah. Walaupun tidak dengar langsung dari Marsha. Tapi melihat ekspresi Marsha ketika melihat Calvin, Erick sudah bisa memastikan kalau Marsha menyukai cowok itu.
“Lihatin gadis lu bro?” tanya Kevin sohib karib Erick dari jaman bayi.
Erick Cuma diam, kemudian dia menggeser badannya dan langsung melihat ke jendela disampingnya. Berbeda dengan Marsha, Erick menyimpan perasaan kepada Marsha begitu lama. Bahkan dia rela menunda kuliahnya 1 tahun hanya demi bisa bertemu dan satu kelas dengan gadis itu. Tapi Marsha tidak pernah tahu kalau Erick menyukainya, karena dari sikap Erick yang selalu iseng jika bertemu Marsha. Semakin Erick iseng, semakin Marsha membencinya.
Selesai mata kuliah.
Icha tidak sengaja memperhatikan Erick yang sedang memandang Marsha dengan tatapan tidak suka, dan memilih pergi setelahnya. Icha hanya menyimpannya dalam hati apa yang barusan dia lihat.
marsha menghampiri Calvin yang sedang keluar dari ruang dosen.
__ADS_1
“Hey Cal.” Sapa Marsha.
Calvin sedikit terkejut melihat Marsha yang sudah di hadapannya.
“Ehm. Gue mau tanya tugas tadi dong. Lu ada waktu?” tanya Marsha.
Calvin hanya mengangguk dan tersenyum sangat tipis, bahkan tidak terlihat dia sedang tersenyum atau tidak.
Mereka memilih duduk di depan fakultas. Beberapa mata memandang cukup sinis. Bagaimana tidak, Marsha yang cantik dengan penampilannya yang begitu modis, berjalan bersama Calvin yang cupu dan tubuhnya yang sedikit gemuk. Sungguh pemandangan yang aneh dan ajaib.
marsha mengeluarkan buku tugasnya, di ikuti oleh Calvin. Calvin mulai menerangkan beberapa soal yang Marsha tanyakan. Dia menjelaskan dengan sedikit gugup, karena baru ini dia dekat dengan Marsha.
“Gimana kamu udah paham?” tanya Calvin.
__ADS_1
marsha mengangguk.” Akhirnya gue paham juga. Tadi diterangin sama Pak Roy gue bingung banget. Hihihi. Makasih ya Cal.” Ucap Marsha dengan tersenyum sangat manis, membuat Calvin tersihir. Sejak hari itu Calvin menyukai Marsha.