Cucu Untuk Kakek

Cucu Untuk Kakek
Bab 5


__ADS_3

Erick melangkah dengan kesal. Dia benar-benar cemburu. Hanya Erick yang menyetujui pernikahan mereka tanpa ada argumen. Seharian waktu itu Marsha yang paling menentang, tapi Erick diam saja. Karena memang inilah keinginannya. Dia begitu mencintai Marsha sejak pertama kali mereka bertemu.


Flashback ON


“Marsha kenalin ini Erick, Erick anaknya tante Anita sama Om Febry, cucunya Kakek Johan. Cepat kamu beri salam.” Ucap Rachel meminta putrinya untuk mengulurkan tangan kecilnya.


“marsha..” ucapnya sambil tersenyum lebar memperlihatkan gigi depannya yang ompong.


Erick menahan tawanya melihat Marsha yang ompong itu. “Erick.” Jawabnya menyambut tangan Marsha.


Setelah berkenalan Rachel meminta kedua anak itu untuk bermain bersama. Mereka menurut dan langsung pergi ke taman belakang rumah Marsha. Sedangkan ibu mereka ngobrol santai di ruang keluarga.


“Kita main masak-masakan mau? Aku jadi istrinya kamu jadi suamiku.” Ajak Marsha. Dia mengeluarkan semua jenis mainan yang ada di sekotak container kecil miliknya. Dan yang pasti itu mainan anak perempuan semua.


“Boleh. Karena aku jadi suami kamu. Aku minta di masakin nasi goreng.” Ucap Erick.


“Oke. Tunggu sebentar ya suamiku.” Marsha mengambil alat masak yang terbuat dari bahan plastik itu, di taruhnya di kompor kecil yang juga sama-sama mainan. Dia mengambil kertas kosong, mengguntingnya kecil-kecil dan membuatnya seperti itu adalah nasi.


Erick memperhatikan Marsha yang sedang memasak. Memasak bohongan tentu saja. Hanya kertas kecil-kecil yang di potong dan dianggap sebagai nasi.


“Ini sudah jadi nasi gorengnya suamiku.” Ucap Marsha sambil memberikan sepiring penuh kertas ke hadapan Erick. Erick bertingkah sedang memakan masakan itu.


“Uhh.. ini apa? Rasanya ga enak banget.” Teriak Erick sambil melempar piring ke atas meja kecil sehingga semua mainan yang di atasnya berserakan. Niatnya Erick hanya bercanda, dia terlalu sering melihat sinetron yang di tonton Mamanya tiap malam.


Marsha menatap Erick sedikit kaget. Matanya memerah dan bibirnya bergetar. Erick memandang Marsha tanpa rasa bersalah.


“Huaaa.. Mamaaa..” teriak Marsha, dia langsung berlari masuk menghampiri Rachel yang masih ada di ruang keluarga.


“Sayang, kenapa nangis?” tanya Rachel.


“Lho kenapa nangis? Kamu apain Erick?” tanya Anita juga kepada Erick yang mengikuti Marsha.


“Kita Cuma mainan Ma, terus Marsha tiba-tiba nangis.” Jawab Erick.


“Dia jahat Ma. Erick bilang masakan Marsha ga enak. Huaaa.. hiks hikss..” isakan Marsha semakin keras. Membuat kedua wanita itu geleng-geleng kepala.


“erick ayo minta maaf sama Marsha.” Perintah Anita.


“Tapi Ma, Erick kan Cuma bercanda..”


“Erick...” ucap Anita penuh penekanan sambil menatap tegas mata anaknya. Erick tidak bisa berkutik. Dia menghampiri Marsha dan mengulurkan tangannya.


“sha, tuh Erick minta maaf, ayo di maafin..” ucap Rachel melepaskan pelukan Marsha. Marsha membalikkan tubuhnya yang sedaritadi berada di pelukan Rachel. Dia mengulurkan tangannya sambil sesenggukan.


“Aku minta maaf.” Ucap erick. Marsha membalas dengan anggukan.


 Setelah itu Marsha memilih masuk ke dalam kamarnya dan bermain sendiri, sedangkan Erick duduk bersama Anita yang masih ngobrol. Dengan rasa bersalah.


Flashback off


“Woyy! Ngelamun aja lu Rick, ati-ati kesambet lho.” Seru Kevin membuyarkan lamunan Erick.


“Eh elo Vin.”


“Lu ngelamunin apa?”


“Ga ada. Gue ngelamunin hidup gue. Kenapa gue di lahirkan kok cakep banget gitu.”


“Hoeekkk.. najis lu!” seru Kevin. Erick tertawa puas berhasil menggoda sahabatnya itu.

__ADS_1


“Gimana lu sama Rosie? Ada perkembangan apa?” mendengar pertanyaan Erick, wajah Kevin langsung memerah.


“gue di terima.” Ucapnya pelan.


Erick langsung memukul punggung Kevin cukup keras. “Selamat ya Bro akhirnya lu melepas status jomblo kembang lu. Hahaha.”


Kevin menepuk punggungnya yang linu karena pukulan Erick. “Sial lu! Sakit punggung gue, kasar amat sih.”


Erick tertawa terbahak-bahak melihat penderitaan Kevin. Dia menyeka air matanya yang keluar saking bahagianya.


“Eh Rosie dateng.” Ucap Kevin. Betul saja, Rosie dan teman-temannya berjalan mendekat dan so pasti ada Marsha di situ. Tapi Marsha di belakang Rosie.


“Hey beb.” Panggil Rosie.


“Hey juga..” jawab Kevin malu-malu.


Erick menatap Marsha yang masih memalingkan wajahnya.


“Gue udah jadian lho sama Kevin.” Ucap Rosie yang langsung membuat wajah Kevin makin merah.


“Whatss?! Lu jadian sama cowok mesum ini.” Ucap marsha asal jeplak.


“enak aja gue ga mesum ya Sha.”


“Siapa bilang? Gue pernah lihat loe sama loe (nunjuk Erick) lihat bokep di kelas. Emang itu ga mesum?” ucap Marsha bar-bar.


“Ya kan Cuma lihat Sha, gue ga pernah lakuin kok.” Kevin membela diri.


“Iya belum ada targetnya soalnya. Awas aja ya kalian, kalau sampai gue denger “sha sorry gue hamil” orang pertama yang gue habisin elu..!” Marsha menunjuk Kevin dengan telunjuknya. Membuat Kevin dan Erick menelan ludahnya berat.


“Ih Sha, jangan gitu dong doanya. Lu doain biar kita awet sampe kakek nenek. Kok doanya gue hamil sih.” Ucap Rosie


“Gue ga doain lu hamil, gue Cuma ngancem si mesum aja nih. Biar dia ga khilaf.”


Rosie langsung memeluk lengan Kevin. Marsha hanya geleng-geleng kepala.


Baru jadian aja udah manja gitu, apalagi kalau udah lama.. batinnya.


Kezia mengajak temannya untuk pergi ke warung makan di depan kampus mereka, tapi Rosie memilih untuk stay bersama Kevin. Jadilah tiga cewek itu makan bersama di warung pecel ayam langganan mereka.


“Mbak, pecel ayamnya 3 porsi ya. Aku paha, Sha, Cha kalian apa?”


“Gue Paha juga.” Ucap marsha


“Gue Dada Kez.”


“Paha 2, Dada 1 ya mbak. Sambelnya biasa ya, yang mentah sama goreng. Minum es jeruk semua.” Ucap Kezia


“Siap non.” Ucap mbak penjual.


Marsha dan kedua temannya langsung duduk di bangku panjang yang ada dalam warung itu. Seperti biasa pertama kali yang di lakuin cewek adalah mengeluarkan ponsel mereka masing-masing. Melihat beberapa notif yang masuk ke ponsel mereka.


“Wuih lihat nih si Rosie posting foto bareng Kevin.” Icha memperlihatkan foto Rosie dan Kevin kepada kedua temannya.


“Ihh cocok mereka tuh.” Ucap Kezia senang melihat hubungan Rosie dan Kevin. Mereka PDKT cukup lama, baru sekarang akhirnya bisa jadian setelah 3 bulan.


“Sha, kita semua udah punya pacar lho. Kapan lu cari pacar?” tanya Icha. Akhirnya ketiga gadis itu meletakkan ponsel mereka dan mulai berbincang.


“cha, kamu lupa, Marsha kan ga boleh pacaran dulu sama Papanya.” Kezia membantu jawab.

__ADS_1


Marsha Cuma diam, dia bingung mau jawab apa. Dia aja sebentar lagi akan menikah dengan Erick. Yang ada bukan pacar yang Marsha punya, tapi suami.


“Pacaran enak lho Sha, ada yang merhatiin. Tiap hari ada yang nanyain kabar lu, kalau lu sakit ada yang nengokin, terus malam minggu ada yang ngajak jalan.” Goda Icha.


Marsha mendengus kesal kalau Icha sudah membuat dia baper.


“Gue ga bakal pacaran, tapi langsung nikah.” Ucap Marsha. Icha langsung tertawa mendengar ucapan Marsha.


“Lu mau nikah sama siapa Sha? Gebetan aja ga punya.” Ledek Icha.


“Sama Erick.”


Brakk!


“Eh ayam.. ayam..” ternyata mbak penjual ada di samping Icha dan kaget sampai latah mendengar gebrakan Icha.


“Maaf mbak.” Ucap Icha tidak enak hati membuat Mbak penjual kaget, dirinya saja kaget mendengar ucapan Marsha.


“Ga apa Non. Ini ya pesenannya. Selamat di nikmati.”


“Siap mbak.” Ucap Icha, setelah itu dia kembali menatap Marsha. Kezia meletakkan masing-masing pesanan ke depan dua temannya.


“Maksud loe apa?” tanya Icha lagi.


“Maksud gue, gue bakal nikah sama Erick.”


Icha tertawa semakin keras. “Lu kesambet? Apa lu gegar otak? Bukannya lu bilang ga akan pernah mau sama tuh cowok. Kenapa lu sekarang ngarep nikah sama dia?”


“Gue ga ngarep Cha. Gue dipaksa sama Kakek gue.”


Kali ini Icha dan Kezia menatap Marsha serius.


“Lho ga bercanda La?” tanya Icha.


“Emang wajah gue kelihatan bercanda?” memang wajah Marsha tampak serius dan menyedihkan.


“kamu beneran bakal nikah sama Erick Sha?” tanya Kezia dengan suara lembutnya.


“Iya Kez, bulan depan.” Jawab Marsha, kemudian dia menopang kepalanya dengan kedua tangannya.


Icha masih terdiam, dia tidak menyangka temannya itu tidak pacaran tapi langsung nikah.


“Kok bisa sih Sha?” Icha masih tidak percaya dengan ucapan Marsha. Tapi dari manik matanya tidak ada kebohongan dari tatapan Marsha. Yang ada manik itu tampak sedih.


Marsha menceritakan semua yang di ucapkan oleh kakeknya dan kakek Erick.


“Berarti loe nikah sama Erick buat punya anak, kasih cucu buat kakek loe?”


Marsha mengangguk.


“O..M..G.. nelangsa banget sih hidup loe.”


“Apa tuh nelangsa?” tanya Marsha dan Kezia bebarengan.


“Nelangsa tu kasihan amat hidup loe Sha. Tapi gue setuju sih loe sama Erick, kalian cocok. Berantem mulu, saling sayang gitu.” Goda Icha.


“Hih.. gue ga sayang sama dia, yang ada gue benci sama dia.”


“Ati-ati ya Sha, loe ngomong gitu terus, kalau loe jadi cinta mati sama Erick jangan salahin gue.”

__ADS_1


Marsha mendesis kesal. Sedangkan Kezia mengusap lembut punggung tangan Marsha, menguatkan sahabatnya itu. Kezia memang sangat care dan lembut banget. Senyumannya membuat hati Marsha sedikit damai.


“kamu pasti bisa Sha.” Ucap Kezia tanpa bersuara dengan senyuman manisnya. Marsha membalas dengan senyumannya juga.


__ADS_2