
Malam ini adalah malam
yang spesial bagi Angela karena ayahnya, Raja Ommar, akan kembali dari negri
sebelah malam ini. Angela mungkin sudah dewasa namun sifat dan perilaku nya
masih saja seperti anak kecil. Lean Ommar,kakak Angela yang terkenal akan ke
ketusannya serta rambut putih yang panjangnya di sisi lain bersikap biasa saja,
dia sudah sering ditinggal ayahnya pasa saat kecil. Sayangnya, Angela, adik
Lean, yang berbanding terbalik dengan kakaknya, baik hati dan ceria, belum
pernah menikmati kasih sayang ibu, ibu mereka meninggal saat melahirkan Angela,
karena itu Lean sangat membenci Angela.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, namun tidak ada
tanda tanda Raja Ommar akan kembali. Angela bertanya kepada Lean,”Kak, kapan
ayah akan kembali? Aku sudah tidak sabar ingin melihat oleh olehnya”. Lean diam
saja, dalam otaknya dia berpikir bagaimana bisa Angela yang sudah dewasa bisa
memiliki pemikiran seperti anak kecil, dia tambah kesal pada malam itu. Angela
yang juga kesal karena tidak diharukan oleh kakaknya pun pergi, mencari Robert,
Guru Angela dan sahabat Raja Ommar.
Robert adalah pria yang tampan dan terkenal di kalangan
kerajaan, rambut nya yang indah berwarna cokelat yang setengah turun dan
kemampuan sihir nya membuat nya menjadi buah bibir di Kerajaan Ommar. “Paman,
paman, kapan ayah kembali? Ini sudah sangat larut” tanya sang putri. Robert
hanya bisa tersenyum dan berakata “Maaf Putri Anggela, aku rasa ayah mu akan
pulang terlambat, lebih baik tuan putri tidur dulu, kita takan tau Raja kapan
pulangnya”. Muka Angela langsung terlihat kesal, tidak biasanya ayahnya pulang
selarut ini. Angela pun memiliki ide untuk mengisi kebosanannya menunggu, dia
tetap bersikukuh untuk tidak tidur sampai oleh oleh nya sampai.
Angela memutuskan meminta Robert untuk mengajari nya
sihir, walaupun Angela sudah dewasa namun dia hanya bisa menguasai sihir
penyembuh.”Paman Robert, umm...bisakah kau mengajari aku sihir penyembuh yang
lebih hebat?” pinta sang putri dengan malu. Sihir penyembuh adalah sihir yang
jarang diminati dan termasuk sihir untuk golongan pelayan, Lean selalu berkata
seperti itu oleh karna itu Anggela sedikit malu untuk meminta, memang sangat
tidak masuk akal. “Apakah tuan putri ingin menjadi penjaga Angelus?” tanya
Robert berusaha untuk mengetahui.”Tentu saja tidak, karena aku yang akan
menjadi pewaris takhta, namun aku sangat ingin bisa menguasai sihir penyembuh.
Saat aku menyembuhkan orang ada perasaan di hatiku yang tidak bisa kujelaskan,
rasanya sangat senang” balas Anggela dengan semangat, Robert pun demikian, dia
terlihat bersemangat dan bahagia masih ada orang yang ingin menguasai sihir
kuno itu”. Baiklah akan kuajarkan tuan putri, namun tidak sekarang, ini sudah
terlalu larut. Angela sudah tidak memiliki kekuataan untuk mengelak lagi.
Baru saat Angela ingin meninggalkan Robert, tiba tiba
terdengar teriakan dari luar kerjaan, bel pertanda bahaya berbunyi. Robert yang
kaget langsung menyuruh Anggela pergi ke ruang bawah tanah,”Tuan putri! Cepat
pergilah ke ruang bawah tanah, anda akan aman di sana, bawa juga Putri Lean!
Cepat! Aku akan pergi ke depan”, “Baik!” balas Angela tanggap. Angela langsung
lari menuju ruang utama, berteriak mencari Lean, “Kakak! Kakak kemarilah, kita
harus kabur!, kau ada di mana!?” Namun semua usaha Angela gagal, tidak ada
tanda tanda di mana Lean berada. Angela yang panik memutuskan bahwa Lean sudah
pergi ke tempat lain.
Angela segera pergi ke ruang bawah tanah, istana yang
sepi membuat Angela ketakutan, dia belum pernah menghadapi sesuatu yang seperti
ini, dia bahkan tidak tau apa yang terjadi di depan. Pintu rahasia ruang bawah
tanah sudah terlihat, Angela mempercepat geraknya. Segera nya ditekan tombol
khusus yang membuka pintu nya, pintu yang disamarkan dengan rak buku, sehingga
tidak akan ada yang tau jika itu adalah sebuah pintu.
Robert di sisi lain terkejut karena yang menyerang tidak
lain adalah Raja Gloria, sang raja kegelapan dan aliansi Kerajaan Ommar. Pria
yang tidak terlalu tinggi, dengan luka goresan di mata sebelah kanan. Lonceng
pun terus dibunyikan untuk membangunkan yang lain, para penduduk sedang
berusaha diusingkan. Robert berusaha tenang, dia sudah sering berurusan dalam
perang, “Semua!!! Prioritaskan penduduk, bagi kelompok sihir cahaya silahkan
ikuti aku, yang lain bantulah penduduk!” perintah dari sang tangan kanan Raja
langsung diikuti.
Sesaat setalah perintah Robert diserukan, semua pasukan
dari kerajaan Gloria menyerbu. “Serang! Persembahkan apa yang kau miliki!”,
“Lucynirus!” serangan cahaya ditujukan kepada para Gloria. Serangan element
cahaya memang lemah, namun akan kuat jika digunakan di malam hari, kesempatan
menang kerajaan Ommar sangatlah besar. Tanpa pikir panjang para kesatria Gloria
menggunakan sihir pelindung, “Sanx!”, Robert tak bisa berkata apa apa. Sihir
cahaya dipatahkan begitu saja. Keputusasaan tergambar di mukanya, namun Robert
tidak bisa menyerah begitu saja, Raja Ommar menitipkan kerajaan ini pada
Robert, dia harus bisa menjaganya, bahkan jika nyawa taruhannya.
Perang terus berlanjut, kesempatan kerajaan Ommar untuk
menang sangatlah kecil, mereka bahkan sudah dikepung, beberapa bagian kerajaan
sudah terbakar api. Semua kekuataan sudah mereka kerahkan namun tetap saja,
keabsenan panglima perang yang pergi bersama Raja Ommar tidak bisa diisi oleh
Robert sendiri. “Tuan Robert! Apa perintah anda? Keadaan kita sudah terdesak!”,
Robert hanya punya satu pilihan saat ini,”Tinggalkan tempat ini! Pastikan
penduduk serta Angela dan Lean selamat, Tuan Putri tidak boleh jatuh ke tangan
musuh, aku akan menahan tempat ini sendiri!”, “Namun Tuan!” penolakan pasukan
yang khawatir akan Robert terus terusan menolak rencana ini, mereka bersikukuh
akan tetap bersama Tuannya. “Tidak, ini adalah keputusan ku, jagalah Angela dan
Lean untuknya sampai Raja Ommar kembali!”, “Sekarang pergilah!”. Robert
__ADS_1
langsung menggunakan sihir tertinggi, sihir kebangkitan. “Surgerinus!”, para
tentara nya langsung pergi meninggalkan Robert, namun Robert tidak sendiri,
Robert membangkitkan para tentara yang kalah menjadi hidup kembali!
Sihir Surgerinus adalah sihir terlarang serta sihir kuno
yang hanya sedikit orang yang bisa menggunakannya, sihir yang bisa membuat
orang mati hidup kembali. Robert tidak berniat menyerang mereka, Robert hanya
ingin seisi kerajaan bisa kabur, Robert hanya mengulur waktu.
Namun Raja Gloria tidak sebodoh itu, dia tau bahwa Robert
adalah ahli perang, pastinya dia sedang mengulur waktu untuk sang putri dan
penduduk. Gloria menyerukan perintah, “Tinggalkan pria itu dan kejarlah Sang
putri! Target utama kita adalah sang pewaris takhta, biar aku yang mengurus
dia”. Melihat Raja Gloria yang turun sendiri ke medan perang dan pasukannya
pergi, Robert tau rencana nya sudah diketahui oleh sang Raja Gloria. Dia hanya
bisa beraharap bahwa yang lain bisa kabur lebih dulu. Tentu saja walaupun
Robert adalah ahli perang kekuataan seorang raja tidak akan bisa menyamai
kekuatan nya, bahkan dengan seluruh kekuatan pasukan orang mati. Robert kalah
telak
Angela yang berada di hutan setelah kabur dari ruang
bawah tanah bertemu dengan pasukan serta penduduk yang lain, melihat Lean
menghilang Angela sepertinya sudah tau apa yang sudah terjadi. Angela tau ini
bukan lah waktu nya udah menangis, dia adalah pemimpin sementara kerajaan
sampai ia sadar bahwa Robert tidak bersama mereka. “Di mana paman Robert!!?,
dia mana dia!?” tanya Angela dengan panik. Para pasukan bilang bahwa ini adalah
rencana terbaik dengan mengorbankan Robert untuk membawa kabur seisi kerajaan.
Angela yang marah kemudian langsung berlari kembali ke kerajaan sambil berkata,
“Ini adalah perintah ku! Bawalah penduduk ke kota Lazarus, aku akan membawa
paman kembali!”. Para pasukan yang tidak bisa menolak hanya bisa menuruti
perintah sang putri. Maka bergegaslah mereka berpisah.
Angela berlari sebisa mungkin, dia terus berharap bahwa
dia bisa menyelamatkan Robert. Dia terus menyerukan nama Robert di kepala nya,
berusaha tetap yakin bahwa dia sampai tepat waktu. Sihir penyembuh yang biasa
saja tidak mungkin bisa menyembuhkan Robert namun sebagai pemilik takhta Putri
Angela bisa menggunakan sihir Pelindung kelas atas.
Robert
yang hampir mati tetap berusaha berdiri, berharap dia mengulur waktu yang
banyak. Namun dia mendegar suara yang tidak asing, hanya senyum yang terukir di
muka yang penuh darah itu,”Kau memang seperti ayah mu, Angela”, “Sanxirus!
Paxirus!” Menggunakan dua sihir sekaligus bukanlah hal mudah bagi orang biasa,
bahkan Angela tidak bisa, namun dia tidak peduli akan konsekuensi nya, saat ini
dia hanya bisa berharap dia bisa menyelamatkan Robert. Sihir pelindung
dikeluarkan. Robert yang mendapat kekuatan dari sang putri langsung berdiri dan
bergerak secepat cahaya, Robert memang cepat apalagi ditambah sihir penyembuh.
Gloria hanya bisa tersenyum sinis, dan berkata”Kau tidak selemah kakak mu,
Berlari tanpa henti, terus berlari, terus dan terus,
Angela hanya ingin kabur, walaupun Robert sudah disembuhkan, sihir lemah tidak
akan terlalu berarti bagi serangan sekelas raja. Tidak berarti Angela merupakan
kakaknya, Lean, namun saat ini dia berusaha menyelamatkan yang bisa
diselamatkan. Dia terus berpikir mengapa Raja Gloria menghianati perjanjian
sakral antara kerjaan Ommar dan kerajaan Gloria, perjanjian yang berhasil
memersatukan tanah Angelus. Perdamaian itu hancur hari ini, dan itu hampir
membunuh seisi kerajaan.
Kerajaan Ommar tumbang. Berlari melarikan diri ke Kota
Lazarus, kota kelahiran Rafaela, Ibu Lean dan Angela. Mereka semua kelelahan,
lapar, serta putus asa bagaimana membangun kembali kerajaan ini. Keabsenan para
panglima serta pemimpin mereka. Tanda-tanda pengejaran dari kerajaan Gloria
sudah tidak terlihat. Kesehatan Robert yang belum terlalu pulih membuat harapan
rakyat ommar yang semakin memadam. Hari itu, hari di mana keputusasaan
bergelora di hati setiap rakyat ommar, juga menjadi hari di mana sepercik api
harapan tumbuh di hati sang putri, di mana kebenaran baru akan terungkap, di
mana hancurnya sang pertama dan bangkitnya yang kedua. Harapan baru akan tumbuh
di tanah di mana sang penghianat bangkit kembali.
Hari yang baru menanti para kesatria dan rakyar Ommar.
Sudah 1 bulan lamanya sejak perang, sudah 1 bulan lamanya sejak hilangnya Lean.
Dalam waktu 1 bulan pun Angela sudah berubah, bukan putri kecil yang suka
merengek, melaikan seorang pemimpin baru bagi Ommar. Tidak ada pelantikan
disebabkan oleh suara rakyat yang menginginkan sang ratu untuk langsung
memimpin mereka, Robert pun menjadi tangan kanan Angela. Hari ini adalah hari
mereka memasuki Kota Lazarus, selama 1 bulan perjalanan. Kota Lazarus adalah
aliansi Ommar, beberapa pasukan Ommar berada di Lazarus, Angela hanya berharap
mereka tidak terlamat sebelum Raja Gloria menyerang tanah Lazarus.
Pemandangan yang indah mereka jumpai, tanah hijau, tanah
yang sangat subur. Lazarus adalah kota yang makmur di bawah kekuasaan Raja
Ommar, namun, Angela takut bahwa ini adalah saat terakhir pemandangan seperti
ini bisa dilihatnya. Angela langsung disabut oleh semua rakyat serta pasukan.
“Aku ingin bertemu dengan gubenur Actus, siapkan pertemuan kami” perintah dari
sang putri,”Baiklah, Putri Angela!”, perintah tersebut dijawab tegas oleh para
prajurit.
Gubenur Actus adalah wakil ayah Angela di Lazarus,
gubernur yang dulunya adalah panglima hebat, ia terkenal akan kemampuan
pedangnya, sampai akhirnya ia memutuskan menjadi gubenur Lazarus setelah Raja
Ommar mengeluarkan perintah. Actus awalnya hanyalah seorang anak janda yang
bakat nya kemudian ditemukan oleh Raja Ommar. Actus bisa dibilang masih sangat
__ADS_1
muda, umurnya hanya 20 tahun ketimbang umur Robert yang sudah hampir 30. “Ah,
kau sudah datang yang mulia, aku sudah mendengar kabar mengenai penyerangan di
Angelus. Aku sudah mengerim beberapa pasukan mencari pasukan anda, namun mereka
kembali tanpa berjumpa dengan yang mulia, aku menduga bahwa yang mulia
mengambil jalur lain sehingga tidak bertemu pasukan Gloria, maafkan aku”,
sambutan dari sang gubenur kepada Angela, Angela yang belum terbiasa diperlakukan seperti ayahnya
ini membuatnya sedikit mereasa tidak enak, “Tak usah terlalu formal paman
Actus, yang terpenting adalah kami datang dengan selamat. Lagi pula kedatangan
ku ke sini adalah memang untuk menyembuhkan diri dan membuat rencana baru,
namun aku memiliki tujuan lain”, Angela menjelaskan mengenai rencananya dengan
serius kepada Actus, “Dengan pergantian kekuasaan ke tangan ku, aku berniat
menghancurkan Ommar”, ekspresi terkejut lah yang terukir di muka Actus,”Apa
maksud anda yang mulia?”, Angela kembali menjelaskan,”Rencana ini belum akan kulaksanakan,
aku membutuhkan waktu untuk berlatih sihir dan melatih diri menjadi Ratu yang
baik, namun, aku sudah berdiskusi dengan paman Robert, bahwa tidak akan ada
lagi Kerjaan Ommar, dengan hancurnya Kerajaan Ommar maka kita bisa memperluas
cakupan wilayah kita, dengan cara membentuk aliansi dengan raja lain lalu
bersatu menyerang Raja Gloria yang semena-mena. Aku tau ini kedengarannya gila,
namun paman harus percaya. Tanah Angelus akan menjadi milik kita, kita akan
mempersatukannya kembali!”, jelas Angela dengan semangat, Actus bingung apa
yang harus ia katakan, menghancurkan Ommar akan mempersulit keadaan, namun jika
rencana ini dilakukan saat keadaan Ommar pulih maka rencana ini akan
menguntungkan, namun kita belum tau jika Raja masih hidup atau sudah tiada.
Keadaan ini membuat Actus hanya bisa percaya pada pemimpin baru nya,”Baiklah,
rencana ini akan dieksekusikan, namun tidak sekarang, kita harus memperbaiki
keadaan kita terlebih dahulu yang mulia, lalu, kita sebut apa kerajaan baru
kita?” pertanyaan yang Angela sangat nantikan akhirnya ditanyakan Actus, dengan
semangat Angela menjawab,”Kerajaan Angelus”.
Pengeksekusian rencana besar Angela pun dilakuakan,
pembangunan dilakukan di mana mana, rakyat pun mulai dibertahukan soal rencana
ini, tidak ada nya penolakan, semua setuju pada rencana ini, karena mungkin
hanya ini harapan mereka agar bisa kembali ke tanah mereka. Para prajurit dari
Angelus masih terluka, beberapa bahkan ada yang koma, dan buruknya mereka yang
menguasai sihir penyembuh hanya sedikit jumlahnya. Beberapa pasukan Lazarus pun
dikirim ke beberapa wilayah dengan harapan menemukan Raja Ommar dan Lean, namun
seberapa keras usaha mereka pun, itu semua hanya sia sia saja.
Sang tangan kanan Angela, Robert Zafr masih terkapar
lemah di istana Lazarus. Namun bisa dilihat senyum pada wajanya, seakan akan
dia bisa melihat adanya harapan pada keadaan yang buruk ini. “Kau baik-baik
saja paman? Aku sudah memberitau paman Actus mengenai rencana kita, aku harap
ini berjalan sesuai rencana.”, tanya Angela dengan lembut, seperti menganggap
Robert adalah ayahnya,” Mohon Robert saja yang mulia. Kita memang hanya bisa
berharap rencana ini berhasil, namun apa yang mulia pikir Raja Ommar akan
setuju?” pinta Robert untuk tidak memanggil nya dengan sebutan paman, Angela
pun akhirnya sadar bahwa memang akan lebih enak untuk berkesan seperti Ratu
pada semestinya. “Baiklah Robert, hahahaha aku tidak akan terbiasa dengan ini
namun akan ku coba” Angela masih belum terbiasa bersikap formal seperti ini,
“Soal ayah dan kakak, memang aku rasa bahwa mereka tidak akan setuju, namun
jika ayah harus memilih antara merebut tanah kita kembali atau menetap
selamanya di Lazarus pasti ayah akan memilih rencana ini” jelas Angela. “Kau
sudah menjadi bijak dalam kurun waktu yang cepat rupanya, yang mulia Anglea.”,
balas Robert. Dengan ini semua sempurna di mata penduduk Ommar.
Disisi lain, di Kerajaan Gloria, sang raja sedang
bersenang-senang atas penaklukkannya. Tanah Angelus sudah menjadi miliknya,
namun kehilangan Angela membuat kesenangan nya kurang sempurna, walaupun dia
tau bahwa Angela berada di Kota Lazarus, namun jika menyerang Lazarus sekarang
pasti akan berbahaya mengingat ada Actus di sana. Saat di mana Gloria dan Ommar
adalah musuh dan belum ada perjanjian perdamaian, Actus pernah hampir membunuh
Gloria, bakat pedangnya lah yang membuat Gloria berpikir pikir terlebih dahulu
untuk menyerang Lazarus. Lagipula keadaan kerajaan Gloria sudah lebih dari
cukup, Gloria juga takut jika para raja lain mengetahui hal ini, akan muncul
perang baru.
Kerjaan Gloria sedang dalam keadaan terbaik nya selama
beberapa tahun terakhir ini. Bagaimana tidak mereka berhasil mengambil alih
kerajaan terbesar di Kota Angelus. Para pasukan Gloria pun bisa menikmati
makanan yang enak, hasil jarahan ternak Kerajaan Ommar. Namun hal serupa tidak
dialami juga oleh penduduk dan tentara Ommar yang tertangkap. Mereka disiksa
tanpa tujuan, hanya demi memuaskan kesenangan sang raja kegelapan, Gloria.
Tangan kanan Raja Gloria, Nicorus Oblivium. Pria berambut hitam dengan mata
sebelah kiri nya yang buta itu tampak tidak terlalu senang akan kemenangan
rajanya, bukannya dia tidak mendukung Raja Gloria, namun karena
ketidakberhasilan menangkap Angela, serta kehancuran ini sudah sangat parah,
Nicorus takut jika berita sampai tersebar ke kerajaan yang lain, walaupun
Kerajaan Gloria sudah bisa dibilang kuat namun jika sampai kerajaan yang lain
berpihak pada Angela maka bisa selesai sudah hari-hari indah milik Gloria.
Namun tampaknya Nicorus menyadari seseorang mengawasi nya sedang
berpikir,”Sedang apa kau di sana penghianat? Rindu pada adikmu?” sindiran
Nicorus yang ditujukan pada orang itu, orang yang berada di kegelapan Kerajaan
Gloria,”Panggil aku dengan sopan, aku bisa saja membunuh mu Nicorus, jangan
pikir kau bisa bersikap kasar kepadaku!”balas nya dengan tidak senang,”Baiklah.
Apa yang kau lakukan Tuan Putri Lean Ommar?”tanya Nicorus kepada sang putri,
kakak dari Angela. Lean hanya pergi, dia seperti ingin berbicara sesuatu namun
__ADS_1
tidak bisa mengatakannya. Nicorus tampak tidak menyukai nya, sangat tidak
menyukai Lean.