Dahlia Hitam

Dahlia Hitam
23


__ADS_3

Malam ini adalah malam


yang spesial bagi Angela karena ayahnya, Raja Ommar, akan kembali dari negri


sebelah malam ini. Angela mungkin sudah dewasa namun sifat dan perilaku nya


masih saja seperti anak kecil. Lean Ommar,kakak Angela yang terkenal akan ke


ketusannya serta rambut putih yang panjangnya di sisi lain bersikap biasa saja,


dia sudah sering ditinggal ayahnya pasa saat kecil. Sayangnya, Angela, adik


Lean, yang berbanding terbalik dengan kakaknya, baik hati dan ceria, belum


pernah menikmati kasih sayang ibu, ibu mereka meninggal saat melahirkan Angela,


karena itu Lean sangat membenci Angela.


            Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, namun tidak ada


tanda tanda Raja Ommar akan kembali. Angela bertanya kepada Lean,”Kak, kapan


ayah akan kembali? Aku sudah tidak sabar ingin melihat oleh olehnya”. Lean diam


saja, dalam otaknya dia berpikir bagaimana bisa Angela yang sudah dewasa bisa


memiliki pemikiran seperti anak kecil, dia tambah kesal pada malam itu. Angela


yang juga kesal karena tidak diharukan oleh kakaknya pun pergi, mencari Robert,


Guru Angela dan sahabat Raja Ommar.


            Robert adalah pria yang tampan dan terkenal di kalangan


kerajaan, rambut nya yang indah berwarna cokelat yang setengah turun dan


kemampuan sihir nya membuat nya menjadi buah bibir di Kerajaan Ommar. “Paman,


paman, kapan ayah kembali? Ini sudah sangat larut” tanya sang putri. Robert


hanya bisa tersenyum dan berakata “Maaf Putri Anggela, aku rasa ayah mu akan


pulang terlambat, lebih baik tuan putri tidur dulu, kita takan tau Raja kapan


pulangnya”. Muka Angela langsung terlihat kesal, tidak biasanya ayahnya pulang


selarut ini. Angela pun memiliki ide untuk mengisi kebosanannya menunggu, dia


tetap bersikukuh untuk tidak tidur sampai oleh oleh nya sampai.


            Angela memutuskan meminta Robert untuk mengajari nya


sihir, walaupun Angela sudah dewasa namun dia hanya bisa menguasai sihir


penyembuh.”Paman Robert, umm...bisakah kau mengajari aku sihir penyembuh yang


lebih hebat?” pinta sang putri dengan malu. Sihir penyembuh adalah sihir yang


jarang diminati dan termasuk sihir untuk golongan pelayan, Lean selalu berkata


seperti itu oleh karna itu Anggela sedikit malu untuk meminta, memang sangat


tidak masuk akal. “Apakah tuan putri ingin menjadi penjaga Angelus?” tanya


Robert berusaha untuk mengetahui.”Tentu saja tidak, karena aku yang akan


menjadi pewaris takhta, namun aku sangat ingin bisa menguasai sihir penyembuh.


Saat aku menyembuhkan orang ada perasaan di hatiku yang tidak bisa kujelaskan,


rasanya sangat senang” balas Anggela dengan semangat, Robert pun demikian, dia


terlihat bersemangat dan bahagia masih ada orang yang ingin menguasai sihir


kuno itu”. Baiklah akan kuajarkan tuan putri, namun tidak sekarang, ini sudah


terlalu larut. Angela sudah tidak memiliki kekuataan untuk mengelak lagi.


            Baru saat Angela ingin meninggalkan Robert, tiba tiba


terdengar teriakan dari luar kerjaan, bel pertanda bahaya berbunyi. Robert yang


kaget langsung menyuruh Anggela pergi ke ruang bawah tanah,”Tuan putri! Cepat


pergilah ke ruang bawah tanah, anda akan aman di sana, bawa juga Putri Lean!


Cepat! Aku akan pergi ke depan”, “Baik!” balas Angela tanggap. Angela langsung


lari menuju ruang utama, berteriak mencari Lean, “Kakak! Kakak kemarilah, kita


harus kabur!, kau ada di mana!?” Namun semua usaha Angela gagal, tidak ada


tanda tanda di mana Lean berada. Angela yang panik memutuskan bahwa Lean sudah


pergi ke tempat lain.


            Angela segera pergi ke ruang bawah tanah, istana yang


sepi membuat Angela ketakutan, dia belum pernah menghadapi sesuatu yang seperti


ini, dia bahkan tidak tau apa yang terjadi di depan. Pintu rahasia ruang bawah


tanah sudah terlihat, Angela mempercepat geraknya. Segera nya ditekan tombol


khusus yang membuka pintu nya, pintu yang disamarkan dengan rak buku, sehingga


tidak akan ada yang tau jika itu adalah sebuah pintu.


            Robert di sisi lain terkejut karena yang menyerang tidak


lain adalah Raja Gloria, sang raja kegelapan dan aliansi Kerajaan Ommar. Pria


yang tidak terlalu tinggi, dengan luka goresan di mata sebelah kanan. Lonceng


pun terus dibunyikan untuk membangunkan yang lain, para penduduk sedang


berusaha diusingkan. Robert berusaha tenang, dia sudah sering berurusan dalam


perang, “Semua!!! Prioritaskan penduduk, bagi kelompok sihir cahaya silahkan


ikuti aku, yang lain bantulah penduduk!” perintah dari sang tangan kanan Raja


langsung diikuti.


            Sesaat setalah perintah Robert diserukan, semua pasukan


dari kerajaan Gloria menyerbu. “Serang! Persembahkan apa yang kau miliki!”,


“Lucynirus!” serangan cahaya ditujukan kepada para Gloria. Serangan element


cahaya memang lemah, namun akan kuat jika digunakan di malam hari, kesempatan


menang kerajaan Ommar sangatlah besar. Tanpa pikir panjang para kesatria Gloria


menggunakan sihir pelindung, “Sanx!”, Robert tak bisa berkata apa apa. Sihir


cahaya dipatahkan begitu saja. Keputusasaan tergambar di mukanya, namun Robert


tidak bisa menyerah begitu saja, Raja Ommar menitipkan kerajaan ini pada


Robert, dia harus bisa menjaganya, bahkan jika nyawa taruhannya.


            Perang terus berlanjut, kesempatan kerajaan Ommar untuk


menang sangatlah kecil, mereka bahkan sudah dikepung, beberapa bagian kerajaan


sudah terbakar api. Semua kekuataan sudah mereka kerahkan namun tetap saja,


keabsenan panglima perang yang pergi bersama Raja Ommar tidak bisa diisi oleh


Robert sendiri. “Tuan Robert! Apa perintah anda? Keadaan kita sudah terdesak!”,


Robert hanya punya satu pilihan saat ini,”Tinggalkan tempat ini! Pastikan


penduduk serta Angela dan Lean selamat, Tuan Putri tidak boleh jatuh ke tangan


musuh, aku akan menahan tempat ini sendiri!”, “Namun Tuan!” penolakan pasukan


yang khawatir akan Robert terus terusan menolak rencana ini, mereka bersikukuh


akan tetap bersama Tuannya. “Tidak, ini adalah keputusan ku, jagalah Angela dan


Lean untuknya sampai Raja Ommar kembali!”, “Sekarang pergilah!”. Robert

__ADS_1


langsung menggunakan sihir tertinggi, sihir kebangkitan. “Surgerinus!”, para


tentara nya langsung pergi meninggalkan Robert, namun Robert tidak sendiri,


Robert membangkitkan para tentara yang kalah menjadi hidup kembali!


            Sihir Surgerinus adalah sihir terlarang serta sihir kuno


yang hanya sedikit orang yang bisa menggunakannya, sihir yang bisa membuat


orang mati hidup kembali. Robert tidak berniat menyerang mereka, Robert hanya


ingin seisi kerajaan bisa kabur, Robert hanya mengulur waktu.


            Namun Raja Gloria tidak sebodoh itu, dia tau bahwa Robert


adalah ahli perang, pastinya dia sedang mengulur waktu untuk sang putri dan


penduduk. Gloria menyerukan perintah, “Tinggalkan pria itu dan kejarlah Sang


putri! Target utama kita adalah sang pewaris takhta, biar aku yang mengurus


dia”. Melihat Raja Gloria yang turun sendiri ke medan perang dan pasukannya


pergi, Robert tau rencana nya sudah diketahui oleh sang Raja Gloria. Dia hanya


bisa beraharap bahwa yang lain bisa kabur lebih dulu. Tentu saja walaupun


Robert adalah ahli perang kekuataan seorang raja tidak akan bisa menyamai


kekuatan nya, bahkan dengan seluruh kekuatan pasukan orang mati. Robert kalah


telak


            Angela yang berada di hutan setelah kabur dari ruang


bawah tanah bertemu dengan pasukan serta penduduk yang lain, melihat Lean


menghilang Angela sepertinya sudah tau apa yang sudah terjadi. Angela tau ini


bukan lah waktu nya udah menangis, dia adalah pemimpin sementara kerajaan


sampai ia sadar bahwa Robert tidak bersama mereka. “Di mana paman Robert!!?,


dia mana dia!?” tanya Angela dengan panik. Para pasukan bilang bahwa ini adalah


rencana terbaik dengan mengorbankan Robert untuk membawa kabur seisi kerajaan.


Angela yang marah kemudian langsung berlari kembali ke kerajaan sambil berkata,


“Ini adalah perintah ku! Bawalah penduduk ke kota Lazarus, aku akan membawa


paman kembali!”. Para pasukan yang tidak bisa menolak hanya bisa menuruti


perintah sang putri. Maka bergegaslah mereka berpisah.


            Angela berlari sebisa mungkin, dia terus berharap bahwa


dia bisa menyelamatkan Robert. Dia terus menyerukan nama Robert di kepala nya,


berusaha tetap yakin bahwa dia sampai tepat waktu. Sihir penyembuh yang biasa


saja tidak mungkin bisa menyembuhkan Robert namun sebagai pemilik takhta Putri


Angela bisa menggunakan sihir Pelindung kelas atas.


Robert


yang hampir mati tetap berusaha berdiri, berharap dia mengulur waktu yang


banyak. Namun dia mendegar suara yang tidak asing, hanya senyum yang terukir di


muka yang penuh darah itu,”Kau memang seperti ayah mu, Angela”, “Sanxirus!


Paxirus!” Menggunakan dua sihir sekaligus bukanlah hal mudah bagi orang biasa,


bahkan Angela tidak bisa, namun dia tidak peduli akan konsekuensi nya, saat ini


dia hanya bisa berharap dia bisa menyelamatkan Robert. Sihir pelindung


dikeluarkan. Robert yang mendapat kekuatan dari sang putri langsung berdiri dan


bergerak secepat cahaya, Robert memang cepat apalagi ditambah sihir penyembuh.


Gloria hanya bisa tersenyum sinis, dan berkata”Kau tidak selemah kakak mu,


            Berlari tanpa henti, terus berlari, terus dan terus,


Angela hanya ingin kabur, walaupun Robert sudah disembuhkan, sihir lemah tidak


akan terlalu berarti bagi serangan sekelas raja. Tidak berarti Angela merupakan


kakaknya, Lean, namun saat ini dia berusaha menyelamatkan yang bisa


diselamatkan. Dia terus berpikir mengapa Raja Gloria menghianati perjanjian


sakral antara kerjaan Ommar dan kerajaan Gloria, perjanjian yang berhasil


memersatukan tanah Angelus. Perdamaian itu hancur hari ini, dan itu hampir


membunuh seisi kerajaan.


            Kerajaan Ommar tumbang. Berlari melarikan diri ke Kota


Lazarus, kota kelahiran Rafaela, Ibu Lean dan Angela. Mereka semua kelelahan,


lapar, serta putus asa bagaimana membangun kembali kerajaan ini. Keabsenan para


panglima serta pemimpin mereka. Tanda-tanda pengejaran dari kerajaan Gloria


sudah tidak terlihat. Kesehatan Robert yang belum terlalu pulih membuat harapan


rakyat ommar yang semakin memadam. Hari itu, hari di mana keputusasaan


bergelora di hati setiap rakyat ommar, juga menjadi hari di mana sepercik api


harapan tumbuh di hati sang putri, di mana kebenaran baru akan terungkap, di


mana hancurnya sang pertama dan bangkitnya yang kedua. Harapan baru akan tumbuh


di tanah di mana sang penghianat bangkit kembali.


            Hari yang baru menanti para kesatria dan rakyar Ommar.


Sudah 1 bulan lamanya sejak perang, sudah 1 bulan lamanya sejak hilangnya Lean.


Dalam waktu 1 bulan pun Angela sudah berubah, bukan putri kecil yang suka


merengek, melaikan seorang pemimpin baru bagi Ommar. Tidak ada pelantikan


disebabkan oleh suara rakyat yang menginginkan sang ratu untuk langsung


memimpin mereka, Robert pun menjadi tangan kanan Angela. Hari ini adalah hari


mereka memasuki Kota Lazarus, selama 1 bulan perjalanan. Kota Lazarus adalah


aliansi Ommar, beberapa pasukan Ommar berada di Lazarus, Angela hanya berharap


mereka tidak terlamat sebelum Raja Gloria menyerang tanah Lazarus.


            Pemandangan yang indah mereka jumpai, tanah hijau, tanah


yang sangat subur. Lazarus adalah kota yang makmur di bawah kekuasaan Raja


Ommar, namun, Angela takut bahwa ini adalah saat terakhir pemandangan seperti


ini bisa dilihatnya. Angela langsung disabut oleh semua rakyat serta pasukan.


“Aku ingin bertemu dengan gubenur Actus, siapkan pertemuan kami” perintah dari


sang putri,”Baiklah, Putri Angela!”, perintah tersebut dijawab tegas oleh para


prajurit.


            Gubenur Actus adalah wakil ayah Angela di Lazarus,


gubernur yang dulunya adalah panglima hebat, ia terkenal akan kemampuan


pedangnya, sampai akhirnya ia memutuskan menjadi gubenur Lazarus setelah Raja


Ommar mengeluarkan perintah. Actus awalnya hanyalah seorang anak janda yang


bakat nya kemudian ditemukan oleh Raja Ommar. Actus bisa dibilang masih sangat

__ADS_1


muda, umurnya hanya 20 tahun ketimbang umur Robert yang sudah hampir 30. “Ah,


kau sudah datang yang mulia, aku sudah mendengar kabar mengenai penyerangan di


Angelus. Aku sudah mengerim beberapa pasukan mencari pasukan anda, namun mereka


kembali tanpa berjumpa dengan yang mulia, aku menduga bahwa yang mulia


mengambil jalur lain sehingga tidak bertemu pasukan Gloria, maafkan aku”,


sambutan dari sang gubenur kepada Angela, Angela yang  belum terbiasa diperlakukan seperti ayahnya


ini membuatnya sedikit mereasa tidak enak, “Tak usah terlalu formal paman


Actus, yang terpenting adalah kami datang dengan selamat. Lagi pula kedatangan


ku ke sini adalah memang untuk menyembuhkan diri dan membuat rencana baru,


namun aku memiliki tujuan lain”, Angela menjelaskan mengenai rencananya dengan


serius kepada Actus, “Dengan pergantian kekuasaan ke tangan ku, aku berniat


menghancurkan Ommar”, ekspresi terkejut lah yang terukir di muka Actus,”Apa


maksud anda yang mulia?”, Angela kembali menjelaskan,”Rencana ini belum akan kulaksanakan,


aku membutuhkan waktu untuk berlatih sihir dan melatih diri menjadi Ratu yang


baik, namun, aku sudah berdiskusi dengan paman Robert, bahwa tidak akan ada


lagi Kerjaan Ommar, dengan hancurnya Kerajaan Ommar maka kita bisa memperluas


cakupan wilayah kita, dengan cara membentuk aliansi dengan raja lain lalu


bersatu menyerang Raja Gloria yang semena-mena. Aku tau ini kedengarannya gila,


namun paman harus percaya. Tanah Angelus akan menjadi milik kita, kita akan


mempersatukannya kembali!”, jelas Angela dengan semangat, Actus bingung apa


yang harus ia katakan, menghancurkan Ommar akan mempersulit keadaan, namun jika


rencana ini dilakukan saat keadaan Ommar pulih maka rencana ini akan


menguntungkan, namun kita belum tau jika Raja masih hidup atau sudah tiada.


Keadaan ini membuat Actus hanya bisa percaya pada pemimpin baru nya,”Baiklah,


rencana ini akan dieksekusikan, namun tidak sekarang, kita harus memperbaiki


keadaan kita terlebih dahulu yang mulia, lalu, kita sebut apa kerajaan baru


kita?” pertanyaan yang Angela sangat nantikan akhirnya ditanyakan Actus, dengan


semangat Angela menjawab,”Kerajaan Angelus”.


            Pengeksekusian rencana besar Angela pun dilakuakan,


pembangunan dilakukan di mana mana, rakyat pun mulai dibertahukan soal rencana


ini, tidak ada nya penolakan, semua setuju pada rencana ini, karena mungkin


hanya ini harapan mereka agar bisa kembali ke tanah mereka. Para prajurit dari


Angelus masih terluka, beberapa bahkan ada yang koma, dan buruknya mereka yang


menguasai sihir penyembuh hanya sedikit jumlahnya. Beberapa pasukan Lazarus pun


dikirim ke beberapa wilayah dengan harapan menemukan Raja Ommar dan Lean, namun


seberapa keras usaha mereka pun, itu semua hanya sia sia saja.


            Sang tangan kanan Angela, Robert Zafr masih terkapar


lemah di istana Lazarus. Namun bisa dilihat senyum pada wajanya, seakan akan


dia bisa melihat adanya harapan pada keadaan yang buruk ini. “Kau baik-baik


saja paman? Aku sudah memberitau paman Actus mengenai rencana kita, aku harap


ini berjalan sesuai rencana.”, tanya Angela dengan lembut, seperti menganggap


Robert adalah ayahnya,” Mohon Robert saja yang mulia. Kita memang hanya bisa


berharap rencana ini berhasil, namun apa yang mulia pikir Raja Ommar akan


setuju?” pinta Robert untuk tidak memanggil nya dengan sebutan paman, Angela


pun akhirnya sadar bahwa memang akan lebih enak untuk berkesan seperti Ratu


pada semestinya. “Baiklah Robert, hahahaha aku tidak akan terbiasa dengan ini


namun akan ku coba” Angela masih belum terbiasa bersikap formal seperti ini,


“Soal ayah dan kakak, memang aku rasa bahwa mereka tidak akan setuju, namun


jika ayah harus memilih antara merebut tanah kita kembali atau menetap


selamanya di Lazarus pasti ayah akan memilih rencana ini” jelas Angela. “Kau


sudah menjadi bijak dalam kurun waktu yang cepat rupanya, yang mulia Anglea.”,


balas Robert. Dengan ini semua sempurna di mata penduduk Ommar.


            Disisi lain, di Kerajaan Gloria, sang raja sedang


bersenang-senang atas penaklukkannya. Tanah Angelus sudah menjadi miliknya,


namun kehilangan Angela membuat kesenangan nya kurang sempurna, walaupun dia


tau bahwa Angela berada di Kota Lazarus, namun jika menyerang Lazarus sekarang


pasti akan berbahaya mengingat ada Actus di sana. Saat di mana Gloria dan Ommar


adalah musuh dan belum ada perjanjian perdamaian, Actus pernah hampir membunuh


Gloria, bakat pedangnya lah yang membuat Gloria berpikir pikir terlebih dahulu


untuk menyerang Lazarus. Lagipula keadaan kerajaan Gloria sudah lebih dari


cukup, Gloria juga takut jika para raja lain mengetahui hal ini, akan muncul


perang baru.


            Kerjaan Gloria sedang dalam keadaan terbaik nya selama


beberapa tahun terakhir ini. Bagaimana tidak mereka berhasil mengambil alih


kerajaan terbesar di Kota Angelus. Para pasukan Gloria pun bisa menikmati


makanan yang enak, hasil jarahan ternak Kerajaan Ommar. Namun hal serupa tidak


dialami juga oleh penduduk dan tentara Ommar yang tertangkap. Mereka disiksa


tanpa tujuan, hanya demi memuaskan kesenangan sang raja kegelapan, Gloria.


Tangan kanan Raja Gloria, Nicorus Oblivium. Pria berambut hitam dengan mata


sebelah kiri nya yang buta itu tampak tidak terlalu senang akan kemenangan


rajanya, bukannya dia tidak mendukung Raja Gloria, namun karena


ketidakberhasilan menangkap Angela, serta kehancuran ini sudah sangat parah,


Nicorus takut jika berita sampai tersebar ke kerajaan yang lain, walaupun


Kerajaan Gloria sudah bisa dibilang kuat namun jika sampai kerajaan yang lain


berpihak pada Angela maka bisa selesai sudah hari-hari indah milik Gloria.


Namun tampaknya Nicorus menyadari seseorang mengawasi nya sedang


berpikir,”Sedang apa kau di sana penghianat? Rindu pada adikmu?” sindiran


Nicorus yang ditujukan pada orang itu, orang yang berada di kegelapan Kerajaan


Gloria,”Panggil aku dengan sopan, aku bisa saja membunuh mu Nicorus, jangan


pikir kau bisa bersikap kasar kepadaku!”balas nya dengan tidak senang,”Baiklah.


Apa yang kau lakukan Tuan Putri Lean Ommar?”tanya Nicorus kepada sang putri,


kakak dari Angela. Lean hanya pergi, dia seperti ingin berbicara sesuatu namun

__ADS_1


tidak bisa mengatakannya. Nicorus tampak tidak menyukai nya, sangat tidak


menyukai Lean.


__ADS_2