Dahlia Hitam

Dahlia Hitam
24


__ADS_3

Sudah saatnya pelatihan


Angela dilaksanakan, jika dia berniat untuk mengambil kembali tanah


kelahirannya maka dia harus menjadi kuat. Angela beruntung dia memiliki dua


guru yang hebat, Robert Zafr yang memiliki sihir terkuat di kerajaan Ommar dan


Actus Scaverus yang memiliki bakat pedang terbaik di Lazarus, kedua pengawal


Raja Ommar yang baru tersebut harus benar-benar memastikan bahwa Angela bisa


menjadi kuat. Waktu mereka masih banyak, sangat banyak. Saat ini pembangunan


sedang dilakukan di mana-mana untuk memperbaiki kekacauan, banyak penduduk


pengungsian yang tinggal di jalan, keadaan di Kota Lazarus tidak terkendali.


            “Tuan Putri anda siap?” tanya Robert siap untuk memulai


latihan, Actus sudah menunggu di lapangan,”Tentu saja, ayo Robert” mereka pun


bergegas ke lapangan. Angela saat ini hanya bisa menggunakan sihir pelindung


dan penyembuh saja, namun karena ada darah raja di tubuhnya Angela memiliki


kelebihan khusus yaitu menggunakan dua sihir sekaligus, di usia nya yang muda


hal itu adalah hal yang sangat luar biasa, jika Robert bisa menggali potensi


nya mungkin saja Angela bisa menggunakan semua sihir sekaligus.


            Sesampai nya mereka di lapangan untuk berlatih Actus


sudah menunggu mereka, “Anda sudah siap Tuan Putri?” pertanyaan yang sama


dengan Robert, Angela pun tertawa sedikit dan menjawab,”Robert sudah bertanya


itu, dan serius, aku belum terbiasa dipanggil seperti ini hahahaha, jadi


kumohon panggil aku Angela saja” pinta Angela yang sudah dari kemarin-kemarin


terus diminta nya pada Robert, hanya saja sikap Robert yang keras kepala dan


terlalu patuh pada hukum membuat nya tetap memanggil nya dengan sebutan Tuan


Putri Angela, namun tampaknya Actus mengerti,”Haa... apaboleh buat, putri kita


tidak ingin dipanggil dengan formal Robert, lagi pula ini adalah perintah


bukankah begitu Robert? Hahaha” Actus yang membela Angela membuat Robert tidak


memiliki pilihan lain, “Baiklah-baiklah mari kita mulai latihan nya Angela”


Terlihat senyum puas di muka Angela, dia tidak pernah suka diperlakukan berbeda


dengan orang lain oleh karena itu dia lebih memilih dipanggil dengan namanya


saja.


            “Pertama sebelum kita memulai aku ingin kau memilih apa


yang ingin kau pelajari, Angela di dunia ini ada tiga senjata utama yang


digunakan orang baik orang jahat maupun orang baik, tiga senjata itu awalnya


diciptakan oleh penyihir, dan dua kesatria yang kuat pada zaman ber ribu ribu


tahun yang lalu.” Jelas Actus. Robert pun melanjutkan, “Kau dulu bilang pada ku


ingin menjadi penjaga bukan?”. Angela menjawab,”Benar, aku ingin menjadi


penjaga sekaligus raja, aku ingin fokus mempelajari sihir pelindung dan sihir


penyembuh, tidak menutup kemungkinan aku tidak ingin mempelajari sihir lain.


Tidak pernah ada raja yang menguasai sihir penyembuh sampai tingkat terakhir,”


lanjur Angela,”Aku ingin menjadi yang pertama, ayah pernah bilang sihir


penyembuh dengan tingkat terakhir akan bisa membuka sihir yang baru.” Seketika


Robert terlihat terkejut, bagaimana tidak, karena yang dibicarakan oleh Angela


adalah sihir terlarang, tidak ada yang bisa menguasai sihir penyembuh tingkat


terakhir dikarenakan kesulitannya, dan memang benar jika Angela bisa membuka


tingkat terkahir sihir penyembuh maka bisa saja Angela langsung menguasai sihir


lainnya, “Kau tau bukan bahwa menguasai sihir penyembuh tingkat akhir bukanlah


perkara mudah? Aku pun tidak terlalu bisa, tapi percayalah jika kau bisa


Angela.” Jawaban optimis dari Robert membuat perasaan Angela tenang, dia percaya


bahwa suatu saat nanti dia bisa kembali ke Kota Angelus.


            Latihan dimulai, Angela bertapa terus menerus, sementara


Robert berusaha membantu Angela untuk berfokus dengan menggunakan sihir


pelindung agar pikiran nya tidak kemana-mana, sementara Actus sedang pergi ke


perkustaan mencari buku mengenai sihir waktu, Actus sering membaca buku jadi


mencari buku mengenai sihir waktu pasti akan mudah. Buku mengenai sihir


dipisahkan dari buku lain, terutama buku mengenai sihir-sihir yang kuat. Sihir


waktu adalah sihir yang akan terbuka ketika sihir penyembuh tingkat akhir sudah


dikuasai, kegunaan nya sangat menakutkan namun memiliki resiko tinggi. Waktu


menjadi mainan di tangan penyihir yang menhuasai sihir waktu, membalikan,


memajukan, serta mengubah masa lalu adalah hal mudah, namun jika salah


digunakan bisa saja sihir ini melenyapkan kenyataan sang pengguna.


            Kembali ke lapangan. Angela dan Robert masih saja


berlatih, namun kali ini tampaknya ada sesuatu yang menggangu Angela, Robert


merasakan roh Angela seperti meninggalkan tubuhnya, sesuatu yang tidak bisa


dijelaskan oleh robert. “Angela bangun! Lawan lah itu!!!” teriak Robert yang


sampai terdengar oleh Actus. Actus pun langsung berlari ke arah lapangan, dia


berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk. “Apa yang terjadi pada Angela!?”


tanya Actus panik, “Astaga aku tidak bisa menjelaskan nya, roh nya seperti


meninggalkan tubuhnya” jelas Robert, “Clamor, itu adalah sihir clamor, sihir


pemanggil, hal seperti itu hanya bisa dilakukan bagi yang memiliki ikatan


darah, tenanglah Robert, ini bukanlah hal buruk, aku harap.” Jelas Actus


berusaha menenangkan Robert.


            “Angela apakah kau bisa mendengarku, Angela? Kumohon


jawab lah aku”, secara spontan Angela mengenal suara itu, itu adalah suara

__ADS_1


ayahnya!, “Ayah!!! Di mana kau!? Komohon tunjukan lah dirimu, aku sedang


mencari mu kemana-mana,” teriak Angela dengan harapan bisa menemukan ayah nya


kali ini. “Angela dengarkan ayah. Ayah tidak bisa terlalu lama berbicara, sihir


ini menguras tenaga ayah terlalu bamyak, kondisi ayah sedang kritis, ayah


sedang berada di---“, “Astaga ayah!!!”, Angela langsung kembali ke hadapan


Robert dan Actus lagi, tanpa pikir panjang Angela langsung menjelaskan apa yang


baru saja dia dengar.


            Suatu kegelapan Angela rasakan sangat kuat saat dia


berhubungan dengan ayahnya, dia tidak bisa menjelaskan apa itu kepada Robert


dan Actus, karena Angela sendiri tidak tau bagaimana ia bisa berbicara dengan


ayahnya. “Kau mungkin kebingungan, namun setau ku itu adalah sihir Clamor,


sihir yang memungkinkan pengguna nya untuk menghubungi orang yang sangat jauh,


sihir ini berbahaya karena menghabiskan ernegi dengan sangat cepat, apalagi...


ayah mu sedang sekarat.”Jelas Actus terlihat khawatir. Angela tampaknya


meneteskan air mata, dia panik, bahkan lebih dari itu, dia tidak pernah melihat


ayahnya se sakit itu sebelumnya.”Kita harus mencarinya, Actus, Robert kumohon


bantu aku” pinta Angela, “Aku mengerti Angela, namun kita juga harus mengetahui


di mana posisi nya, saat ini mencari karena hanya berdasarkan perasaan hanya akan


membawa kehancuran bagi kita,” Actus berusaha menjelaskan kepada Angela yang


kemudian disetujui oleh Robert,”Ya, Actus benar Angela, kita tidak bisa


langsung mengirim pasukan ke sana.”


            Hari itu semua terlihat menjadi kacau, latihan yang tidak


terlaksana dengan baik, serta pengelihatan Angela akan ayahnya. Pikiran Angela


pun menjadi kacau hari itu, dia sangat ingin bertemu ayahnya, apalagi setelah


mengetahui bahwa Raja Ommar sedang berada dikondisi sekarat dan keadaan


kakaknya yang tidak diketahui di mana. Namun Angela tidak putus asa, Angela


sadar dia adalah pemimpin baru untuk Ommar, jika dia terlihat sedih, maka hal


itu juga akan memberikan efek kepada rakyat. Angela yakin dengan bantuan Robert


dan Actus dia bisa menemukan ayahnya. “Aku berjanji pada mu ayah, bersama


Robert dan Actus, kami akan menemukan mu, kau juga kakak, kami akan mencari mu.


Aku akan berusaha. Aku janji.”


            Dua hari setelah kejadian itu, Angela, Robert, dan Actus


berusaha mencari cara untuk menemukan raja mereka. Mereka berusaha sangat


keras, seluruh buku di perkustakaan sudah hampir dibaca semua, namun tidak


satupun cara diketahui. Satu-satu nya petunjuk yang diketahui mereka hanyalah


bahwa raja mereka dalam keadaan keritis dan berada di tempat yang penuh akan


kekuataan kegelapan. Banyak sekali tempat yang seperti itu di sini, sempat


beberapa kali rasa putus asa berusaha mengoyahkan semangat mereka.


kemarilah!” Teriak Actus, yang seketika memberikan semangat kepada semua orang


di ruangan itu. “Apa yang kau temukan Actus?” tanya Robert. “Kemarilah dan


lihat buku ini, buku sihir pencari, sihir yang terlupakan” jawab Actus. Robert


dan Angela langsung bergegas ke tempat Actus, wajah mereka dipenuhi harapan


bahwa akhirnya Raja Ommar bisa ditemukan. Harapan mereka bergantung pada sihir


yang ditemukan oleh Actus. Sihir pencari, sihir yang sudah hampir dilupakan


bertahun-tahun karena guna nya yang tidak terlalu penting. Sihir ini biasa


dipakai oleh para pelayan pada masa lampau untuk menemukan barang yang hilang


atau digunakan oleh pembunuh bayaran untuk menemukan target mereka dengan


mudah.


            “Sihir pencari katamu, tidak kusangka arsip nya masih ada


sampai sekarang” Robert yang tidak percaya jika sihir setua itu masih ada


nampak kebingunggan, “Sihir pencari? Sihir apa itu?” tanya Angela, karena


Angela masih muda, serta tidak terlalu menguasai sihir dia tidak tau mengenai


sejarah sihir. Dia terlalu dimanjakan oleh ayahnya, karena Raja Ommar yakin


bahwa umur Angela terlalu muda untuk mengenal sihir, namun Raja Ommar sendiri


sudah memberikan takhta selanjutnya untuk Angela bukan Lean, jadi susah pasti,


suatu saat nanti Angela akan diajari. “Itu adalah sihir yang kurang populer,


bahkan pada masa lampau orang yang menggunakan nya hanya sedikit, kita


beruntung Actus adalah salah satu orang yang bisa menggunakannya.”Jelas Robert.


Mereka semua seketika langsung membaca kalimat2 yang sudah ditandai oleh Actus,


“Kalian harus tau bahwa aku juga tidak yakin jika ini akan berhasil atau tidak,


kemungkinan nya sangatlah kecil.” Jelas Actus yang membuat Angela semakin


khawatir akan ayahnya.


            Mereka semua pun pergi ke aula besar, tempat yang biasa


nya digunakan untuk percobaan sihir. Buku tersebut diletakan di samping Actus.


Actus yang terlihat sedikit lupa akan mantra untuk menggunakannya mulai membuka-buka


halaman buku itu. Actus terlihat tidak terlalu percaya diri, sedangkan Robert


dan Angela terlihat menaruh banyak harapan pada percobaan kali ini, bagaimana


pun sang Raja harus ditemukan secepatnya. “Baiklah. Haa... mari kita coba,”


Actus sedang bersiap mengucapkan mantra nya,” Indagis!.” Setelah mantra terucap


seleruh ruangan mulai terselimuti oleh cahaya biru. “A-apa ini!?” tanya Angela


panik, “Jangan panik Angela, ini adalah sihir pencari itu sendiri,” jelas


Robert berusaha membuat sang putri tenang, ini adalah kali pertama Angela


melihat sihir seperti ini, sungguh aneh namun indah di saat bersamaan.

__ADS_1


 


 


            Cahaya yang mula nya biru mulai berubah menjadi kehitaman,


namun berubah lagi menjadi biru, dan berubah lagi menjadi hitam. Keadaan ini


membuat Actus bingung, selama dia menggunakan sihir ini di masa lalu hal


seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. “Actus apa yang terjadi? Kenapa


aura nya berubah-rubah” tanya Robert yang tampak bingung dan khawatir.


“Entahlah, ini sangat aneh, rasanya seperti sesuatu yang sangat kuat berusaha


menghalangi kita”, jelas Actus menebak keadaan ini.


            “Apa mungkin ini ada kaitan


nya dengan Raja Gloria, mengingat dia adalah pengguna element kegelapan terkuat


yang pernah kuketahui.” Tanya Angela yang memberikan ide kepada Actus dan


Robert. Jika memang yang dipikirkan Angela benar, maka ini akan menjadi hal


mengerikan. Keadaan sudah cukup parah, apalagi kekalahan kerjaan Ommar kepada


kerajaan Gloria sudah membuktikan perbedaan kekuatan kedua pihak tersebut. Jika


Angela membuat keputusan yang gegabah maka kini tidak ada harapan untuk kerjaan


Ommar untuk bangkit.


            Angela semakin yakin jika ayah nya berada di kerjaan


Gloria, apalagi saat pertemuan mereka dengan bantuan sihir beberapa waktu lalu,


suasa yang mencekam dan aura-aura kegelapan sangatlah terasa. Walaupun memiliki


banyak firasat, Angela juga enggan untuk mengambil keputusan untuk memata-matai


kerajaan Gloria. Kepentingan rakyat saat ini adalah prioritas utama nya.


            “Aku rasa aku akan menyesal membuat keputusan ini. Ini


adalah perintah ku, kita lupakan soal masalah ini untuk sementara. Lebih baik


saat ini kita fokus pada pemulihan kerajaan, pencarian akan ayah dan kakak ku


kita tunda.” Pernyataan Angela yang membuat Actus dan Robert terkejut. “Jika


ini perintah sang raja kurasa kami tak bisa membantah, kau menakjubkan, sungguh


sangat, mementingkan kepentingan rakyat mu adalah keputusan yang bijak


Angela!.” Angela merasa berat hari berkata demikian, dia tetap merasa sedih dan


marah pada diri nya sendiri. Andai dia kuat hal ini tidak akan pernah terjadi.


Dia mungkin tidak terlihat menangis di luar, namun jiwa nya sedang menangisi


dirinya, Angela menyalahkan diri nya atas kejadian ini.


            Keesokan hari nya, seusai Angela selesai berlatih bersama


Actus dan Robert, Angela memulai rencana besarnya. Pertama yang dia mulai


adalah lewat sektor ekonomi. Angela berusaha untuk menguasai perekonomian di


kota Lazarus. Tanah lazarus bukanlah tanah yang kaya akan sumber daya alam,


namun dengan kemampuan rakyat Ommar, mereka bisa membuat tanah ini menjadi


tanah yang bermanfaat. Saat para Ommar sudah menguasai sumber daya alam di Kota


Lazarus maka mereka akan menjual nya dengan harga mahal kepada beberapa kerjaan


kecil, Angela tau hal ini bukanlah hal baik, dan sama halnya menjajah tanah


ini, namun mereka tidak memiliki pilihan lain. Ketika hubungan Ommar dengan


kerajaan lain sudah semakin dekat, Angela kemudian berniat untuk mempersatukan


kerajaan-kerajaan di tanah Lazarus menjadi satu kerajaan. Ini memang bukanlah


hal mudah, namun hal ini sudah mulai dilakukan, usaha-usaha kecil yang akan


menjadi cikal bakal dari rencana ini sudah mulai dilakukan, di bawah


kepemimpinan Angela.


            Ketua dari tim sumber daya alam baru Ommar adalah tuan


Frux Lurtuntus, pria tinggi dengan kumis tebal, kadang saat Angela masih sangat


kecil dia sering takut ketika melihat tuan Frux karena kumis nya yang terlalu


tebal. Namun saat ini rasa hormat lah yang ada di hati tuan Frux kepada sang


putri. Angela merombak ulang seluruh ketua tim kerajaan Ommar, hal ini dimaksud


agar tercipta perbedaan pada kerjaan Ommar yang baru. “Bagaimana dengan kerja


tim mu pada hari ini Frux?” tanya Angela kepada tuan Frux, “Semua baik-baik


saja, malahan kita mendapatkan kemajuan tuan putri, kita berhasil menguasai


sumber daya di berbagai daerah saat ini, keberuntungan berpihak kepada kita.”


Jawab Frux dengan percaya diri, yang kemudian dijawab dengan anggukan serta


senyum lega dari Angela. Semua berjalan sesuai rencana.


            Di kerjaan Gloria hal serupa juga terjadi, semua berjalan


sesuai rencana, bahkan tindakan mereka untuk tidak menyerbu kota Lazarus. Pada


hari yang sama juga Lean Ommar diangkat menjadi ketua tim divisi penyerang


Gloria. Keadaan semakin menjadi menjadi menyebalkan bagi Nicorus, jika begini


bisa saja posisi nya digantikan oleh Lean. Kerajaan Gloria memiliki rencana


untuk menyerbu kota Lazarus tidak lama lagi, dan kali ini bukan Raja Gloria


yang akan turun langsung melainkan Nicorus dan Lean lah yang akan menyerang


kerjaan adik nya. Para tahanan Ommar juga sudah mulai menderita kelapran, para


tentara Gloria tidak ada yang memperlakukan mereka dengan baik. Bahkan ada satu


dari salah satu panglima perang yang ditahan oleh Gloria yang akan dijadikan


nya sebagai salah satu umpan dalam penyerangan nya nanti. Rencana Gloria untuk


mendapatkan milik nya akan menjadi semakin dekat. Sementara itu, terjadi


pergolakan di hati Lean, walaupun dia percaya jika hal yang dia lakukan ini


benar, namun tetap saja dia tetap merasa jika menyerang kerjaan adiknya akan


sulit baginya. Hari itu ditutup dengan dua saudara yang sedang bingung akan


pilihannya.

__ADS_1


Bab


5


__ADS_2