
Sudah saatnya pelatihan
Angela dilaksanakan, jika dia berniat untuk mengambil kembali tanah
kelahirannya maka dia harus menjadi kuat. Angela beruntung dia memiliki dua
guru yang hebat, Robert Zafr yang memiliki sihir terkuat di kerajaan Ommar dan
Actus Scaverus yang memiliki bakat pedang terbaik di Lazarus, kedua pengawal
Raja Ommar yang baru tersebut harus benar-benar memastikan bahwa Angela bisa
menjadi kuat. Waktu mereka masih banyak, sangat banyak. Saat ini pembangunan
sedang dilakukan di mana-mana untuk memperbaiki kekacauan, banyak penduduk
pengungsian yang tinggal di jalan, keadaan di Kota Lazarus tidak terkendali.
“Tuan Putri anda siap?” tanya Robert siap untuk memulai
latihan, Actus sudah menunggu di lapangan,”Tentu saja, ayo Robert” mereka pun
bergegas ke lapangan. Angela saat ini hanya bisa menggunakan sihir pelindung
dan penyembuh saja, namun karena ada darah raja di tubuhnya Angela memiliki
kelebihan khusus yaitu menggunakan dua sihir sekaligus, di usia nya yang muda
hal itu adalah hal yang sangat luar biasa, jika Robert bisa menggali potensi
nya mungkin saja Angela bisa menggunakan semua sihir sekaligus.
Sesampai nya mereka di lapangan untuk berlatih Actus
sudah menunggu mereka, “Anda sudah siap Tuan Putri?” pertanyaan yang sama
dengan Robert, Angela pun tertawa sedikit dan menjawab,”Robert sudah bertanya
itu, dan serius, aku belum terbiasa dipanggil seperti ini hahahaha, jadi
kumohon panggil aku Angela saja” pinta Angela yang sudah dari kemarin-kemarin
terus diminta nya pada Robert, hanya saja sikap Robert yang keras kepala dan
terlalu patuh pada hukum membuat nya tetap memanggil nya dengan sebutan Tuan
Putri Angela, namun tampaknya Actus mengerti,”Haa... apaboleh buat, putri kita
tidak ingin dipanggil dengan formal Robert, lagi pula ini adalah perintah
bukankah begitu Robert? Hahaha” Actus yang membela Angela membuat Robert tidak
memiliki pilihan lain, “Baiklah-baiklah mari kita mulai latihan nya Angela”
Terlihat senyum puas di muka Angela, dia tidak pernah suka diperlakukan berbeda
dengan orang lain oleh karena itu dia lebih memilih dipanggil dengan namanya
saja.
“Pertama sebelum kita memulai aku ingin kau memilih apa
yang ingin kau pelajari, Angela di dunia ini ada tiga senjata utama yang
digunakan orang baik orang jahat maupun orang baik, tiga senjata itu awalnya
diciptakan oleh penyihir, dan dua kesatria yang kuat pada zaman ber ribu ribu
tahun yang lalu.” Jelas Actus. Robert pun melanjutkan, “Kau dulu bilang pada ku
ingin menjadi penjaga bukan?”. Angela menjawab,”Benar, aku ingin menjadi
penjaga sekaligus raja, aku ingin fokus mempelajari sihir pelindung dan sihir
penyembuh, tidak menutup kemungkinan aku tidak ingin mempelajari sihir lain.
Tidak pernah ada raja yang menguasai sihir penyembuh sampai tingkat terakhir,”
lanjur Angela,”Aku ingin menjadi yang pertama, ayah pernah bilang sihir
penyembuh dengan tingkat terakhir akan bisa membuka sihir yang baru.” Seketika
Robert terlihat terkejut, bagaimana tidak, karena yang dibicarakan oleh Angela
adalah sihir terlarang, tidak ada yang bisa menguasai sihir penyembuh tingkat
terakhir dikarenakan kesulitannya, dan memang benar jika Angela bisa membuka
tingkat terkahir sihir penyembuh maka bisa saja Angela langsung menguasai sihir
lainnya, “Kau tau bukan bahwa menguasai sihir penyembuh tingkat akhir bukanlah
perkara mudah? Aku pun tidak terlalu bisa, tapi percayalah jika kau bisa
Angela.” Jawaban optimis dari Robert membuat perasaan Angela tenang, dia percaya
bahwa suatu saat nanti dia bisa kembali ke Kota Angelus.
Latihan dimulai, Angela bertapa terus menerus, sementara
Robert berusaha membantu Angela untuk berfokus dengan menggunakan sihir
pelindung agar pikiran nya tidak kemana-mana, sementara Actus sedang pergi ke
perkustaan mencari buku mengenai sihir waktu, Actus sering membaca buku jadi
mencari buku mengenai sihir waktu pasti akan mudah. Buku mengenai sihir
dipisahkan dari buku lain, terutama buku mengenai sihir-sihir yang kuat. Sihir
waktu adalah sihir yang akan terbuka ketika sihir penyembuh tingkat akhir sudah
dikuasai, kegunaan nya sangat menakutkan namun memiliki resiko tinggi. Waktu
menjadi mainan di tangan penyihir yang menhuasai sihir waktu, membalikan,
memajukan, serta mengubah masa lalu adalah hal mudah, namun jika salah
digunakan bisa saja sihir ini melenyapkan kenyataan sang pengguna.
Kembali ke lapangan. Angela dan Robert masih saja
berlatih, namun kali ini tampaknya ada sesuatu yang menggangu Angela, Robert
merasakan roh Angela seperti meninggalkan tubuhnya, sesuatu yang tidak bisa
dijelaskan oleh robert. “Angela bangun! Lawan lah itu!!!” teriak Robert yang
sampai terdengar oleh Actus. Actus pun langsung berlari ke arah lapangan, dia
berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk. “Apa yang terjadi pada Angela!?”
tanya Actus panik, “Astaga aku tidak bisa menjelaskan nya, roh nya seperti
meninggalkan tubuhnya” jelas Robert, “Clamor, itu adalah sihir clamor, sihir
pemanggil, hal seperti itu hanya bisa dilakukan bagi yang memiliki ikatan
darah, tenanglah Robert, ini bukanlah hal buruk, aku harap.” Jelas Actus
berusaha menenangkan Robert.
“Angela apakah kau bisa mendengarku, Angela? Kumohon
jawab lah aku”, secara spontan Angela mengenal suara itu, itu adalah suara
__ADS_1
ayahnya!, “Ayah!!! Di mana kau!? Komohon tunjukan lah dirimu, aku sedang
mencari mu kemana-mana,” teriak Angela dengan harapan bisa menemukan ayah nya
kali ini. “Angela dengarkan ayah. Ayah tidak bisa terlalu lama berbicara, sihir
ini menguras tenaga ayah terlalu bamyak, kondisi ayah sedang kritis, ayah
sedang berada di---“, “Astaga ayah!!!”, Angela langsung kembali ke hadapan
Robert dan Actus lagi, tanpa pikir panjang Angela langsung menjelaskan apa yang
baru saja dia dengar.
Suatu kegelapan Angela rasakan sangat kuat saat dia
berhubungan dengan ayahnya, dia tidak bisa menjelaskan apa itu kepada Robert
dan Actus, karena Angela sendiri tidak tau bagaimana ia bisa berbicara dengan
ayahnya. “Kau mungkin kebingungan, namun setau ku itu adalah sihir Clamor,
sihir yang memungkinkan pengguna nya untuk menghubungi orang yang sangat jauh,
sihir ini berbahaya karena menghabiskan ernegi dengan sangat cepat, apalagi...
ayah mu sedang sekarat.”Jelas Actus terlihat khawatir. Angela tampaknya
meneteskan air mata, dia panik, bahkan lebih dari itu, dia tidak pernah melihat
ayahnya se sakit itu sebelumnya.”Kita harus mencarinya, Actus, Robert kumohon
bantu aku” pinta Angela, “Aku mengerti Angela, namun kita juga harus mengetahui
di mana posisi nya, saat ini mencari karena hanya berdasarkan perasaan hanya akan
membawa kehancuran bagi kita,” Actus berusaha menjelaskan kepada Angela yang
kemudian disetujui oleh Robert,”Ya, Actus benar Angela, kita tidak bisa
langsung mengirim pasukan ke sana.”
Hari itu semua terlihat menjadi kacau, latihan yang tidak
terlaksana dengan baik, serta pengelihatan Angela akan ayahnya. Pikiran Angela
pun menjadi kacau hari itu, dia sangat ingin bertemu ayahnya, apalagi setelah
mengetahui bahwa Raja Ommar sedang berada dikondisi sekarat dan keadaan
kakaknya yang tidak diketahui di mana. Namun Angela tidak putus asa, Angela
sadar dia adalah pemimpin baru untuk Ommar, jika dia terlihat sedih, maka hal
itu juga akan memberikan efek kepada rakyat. Angela yakin dengan bantuan Robert
dan Actus dia bisa menemukan ayahnya. “Aku berjanji pada mu ayah, bersama
Robert dan Actus, kami akan menemukan mu, kau juga kakak, kami akan mencari mu.
Aku akan berusaha. Aku janji.”
Dua hari setelah kejadian itu, Angela, Robert, dan Actus
berusaha mencari cara untuk menemukan raja mereka. Mereka berusaha sangat
keras, seluruh buku di perkustakaan sudah hampir dibaca semua, namun tidak
satupun cara diketahui. Satu-satu nya petunjuk yang diketahui mereka hanyalah
bahwa raja mereka dalam keadaan keritis dan berada di tempat yang penuh akan
kekuataan kegelapan. Banyak sekali tempat yang seperti itu di sini, sempat
beberapa kali rasa putus asa berusaha mengoyahkan semangat mereka.
kemarilah!” Teriak Actus, yang seketika memberikan semangat kepada semua orang
di ruangan itu. “Apa yang kau temukan Actus?” tanya Robert. “Kemarilah dan
lihat buku ini, buku sihir pencari, sihir yang terlupakan” jawab Actus. Robert
dan Angela langsung bergegas ke tempat Actus, wajah mereka dipenuhi harapan
bahwa akhirnya Raja Ommar bisa ditemukan. Harapan mereka bergantung pada sihir
yang ditemukan oleh Actus. Sihir pencari, sihir yang sudah hampir dilupakan
bertahun-tahun karena guna nya yang tidak terlalu penting. Sihir ini biasa
dipakai oleh para pelayan pada masa lampau untuk menemukan barang yang hilang
atau digunakan oleh pembunuh bayaran untuk menemukan target mereka dengan
mudah.
“Sihir pencari katamu, tidak kusangka arsip nya masih ada
sampai sekarang” Robert yang tidak percaya jika sihir setua itu masih ada
nampak kebingunggan, “Sihir pencari? Sihir apa itu?” tanya Angela, karena
Angela masih muda, serta tidak terlalu menguasai sihir dia tidak tau mengenai
sejarah sihir. Dia terlalu dimanjakan oleh ayahnya, karena Raja Ommar yakin
bahwa umur Angela terlalu muda untuk mengenal sihir, namun Raja Ommar sendiri
sudah memberikan takhta selanjutnya untuk Angela bukan Lean, jadi susah pasti,
suatu saat nanti Angela akan diajari. “Itu adalah sihir yang kurang populer,
bahkan pada masa lampau orang yang menggunakan nya hanya sedikit, kita
beruntung Actus adalah salah satu orang yang bisa menggunakannya.”Jelas Robert.
Mereka semua seketika langsung membaca kalimat2 yang sudah ditandai oleh Actus,
“Kalian harus tau bahwa aku juga tidak yakin jika ini akan berhasil atau tidak,
kemungkinan nya sangatlah kecil.” Jelas Actus yang membuat Angela semakin
khawatir akan ayahnya.
Mereka semua pun pergi ke aula besar, tempat yang biasa
nya digunakan untuk percobaan sihir. Buku tersebut diletakan di samping Actus.
Actus yang terlihat sedikit lupa akan mantra untuk menggunakannya mulai membuka-buka
halaman buku itu. Actus terlihat tidak terlalu percaya diri, sedangkan Robert
dan Angela terlihat menaruh banyak harapan pada percobaan kali ini, bagaimana
pun sang Raja harus ditemukan secepatnya. “Baiklah. Haa... mari kita coba,”
Actus sedang bersiap mengucapkan mantra nya,” Indagis!.” Setelah mantra terucap
seleruh ruangan mulai terselimuti oleh cahaya biru. “A-apa ini!?” tanya Angela
panik, “Jangan panik Angela, ini adalah sihir pencari itu sendiri,” jelas
Robert berusaha membuat sang putri tenang, ini adalah kali pertama Angela
melihat sihir seperti ini, sungguh aneh namun indah di saat bersamaan.
__ADS_1
Cahaya yang mula nya biru mulai berubah menjadi kehitaman,
namun berubah lagi menjadi biru, dan berubah lagi menjadi hitam. Keadaan ini
membuat Actus bingung, selama dia menggunakan sihir ini di masa lalu hal
seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. “Actus apa yang terjadi? Kenapa
aura nya berubah-rubah” tanya Robert yang tampak bingung dan khawatir.
“Entahlah, ini sangat aneh, rasanya seperti sesuatu yang sangat kuat berusaha
menghalangi kita”, jelas Actus menebak keadaan ini.
“Apa mungkin ini ada kaitan
nya dengan Raja Gloria, mengingat dia adalah pengguna element kegelapan terkuat
yang pernah kuketahui.” Tanya Angela yang memberikan ide kepada Actus dan
Robert. Jika memang yang dipikirkan Angela benar, maka ini akan menjadi hal
mengerikan. Keadaan sudah cukup parah, apalagi kekalahan kerjaan Ommar kepada
kerajaan Gloria sudah membuktikan perbedaan kekuatan kedua pihak tersebut. Jika
Angela membuat keputusan yang gegabah maka kini tidak ada harapan untuk kerjaan
Ommar untuk bangkit.
Angela semakin yakin jika ayah nya berada di kerjaan
Gloria, apalagi saat pertemuan mereka dengan bantuan sihir beberapa waktu lalu,
suasa yang mencekam dan aura-aura kegelapan sangatlah terasa. Walaupun memiliki
banyak firasat, Angela juga enggan untuk mengambil keputusan untuk memata-matai
kerajaan Gloria. Kepentingan rakyat saat ini adalah prioritas utama nya.
“Aku rasa aku akan menyesal membuat keputusan ini. Ini
adalah perintah ku, kita lupakan soal masalah ini untuk sementara. Lebih baik
saat ini kita fokus pada pemulihan kerajaan, pencarian akan ayah dan kakak ku
kita tunda.” Pernyataan Angela yang membuat Actus dan Robert terkejut. “Jika
ini perintah sang raja kurasa kami tak bisa membantah, kau menakjubkan, sungguh
sangat, mementingkan kepentingan rakyat mu adalah keputusan yang bijak
Angela!.” Angela merasa berat hari berkata demikian, dia tetap merasa sedih dan
marah pada diri nya sendiri. Andai dia kuat hal ini tidak akan pernah terjadi.
Dia mungkin tidak terlihat menangis di luar, namun jiwa nya sedang menangisi
dirinya, Angela menyalahkan diri nya atas kejadian ini.
Keesokan hari nya, seusai Angela selesai berlatih bersama
Actus dan Robert, Angela memulai rencana besarnya. Pertama yang dia mulai
adalah lewat sektor ekonomi. Angela berusaha untuk menguasai perekonomian di
kota Lazarus. Tanah lazarus bukanlah tanah yang kaya akan sumber daya alam,
namun dengan kemampuan rakyat Ommar, mereka bisa membuat tanah ini menjadi
tanah yang bermanfaat. Saat para Ommar sudah menguasai sumber daya alam di Kota
Lazarus maka mereka akan menjual nya dengan harga mahal kepada beberapa kerjaan
kecil, Angela tau hal ini bukanlah hal baik, dan sama halnya menjajah tanah
ini, namun mereka tidak memiliki pilihan lain. Ketika hubungan Ommar dengan
kerajaan lain sudah semakin dekat, Angela kemudian berniat untuk mempersatukan
kerajaan-kerajaan di tanah Lazarus menjadi satu kerajaan. Ini memang bukanlah
hal mudah, namun hal ini sudah mulai dilakukan, usaha-usaha kecil yang akan
menjadi cikal bakal dari rencana ini sudah mulai dilakukan, di bawah
kepemimpinan Angela.
Ketua dari tim sumber daya alam baru Ommar adalah tuan
Frux Lurtuntus, pria tinggi dengan kumis tebal, kadang saat Angela masih sangat
kecil dia sering takut ketika melihat tuan Frux karena kumis nya yang terlalu
tebal. Namun saat ini rasa hormat lah yang ada di hati tuan Frux kepada sang
putri. Angela merombak ulang seluruh ketua tim kerajaan Ommar, hal ini dimaksud
agar tercipta perbedaan pada kerjaan Ommar yang baru. “Bagaimana dengan kerja
tim mu pada hari ini Frux?” tanya Angela kepada tuan Frux, “Semua baik-baik
saja, malahan kita mendapatkan kemajuan tuan putri, kita berhasil menguasai
sumber daya di berbagai daerah saat ini, keberuntungan berpihak kepada kita.”
Jawab Frux dengan percaya diri, yang kemudian dijawab dengan anggukan serta
senyum lega dari Angela. Semua berjalan sesuai rencana.
Di kerjaan Gloria hal serupa juga terjadi, semua berjalan
sesuai rencana, bahkan tindakan mereka untuk tidak menyerbu kota Lazarus. Pada
hari yang sama juga Lean Ommar diangkat menjadi ketua tim divisi penyerang
Gloria. Keadaan semakin menjadi menjadi menyebalkan bagi Nicorus, jika begini
bisa saja posisi nya digantikan oleh Lean. Kerajaan Gloria memiliki rencana
untuk menyerbu kota Lazarus tidak lama lagi, dan kali ini bukan Raja Gloria
yang akan turun langsung melainkan Nicorus dan Lean lah yang akan menyerang
kerjaan adik nya. Para tahanan Ommar juga sudah mulai menderita kelapran, para
tentara Gloria tidak ada yang memperlakukan mereka dengan baik. Bahkan ada satu
dari salah satu panglima perang yang ditahan oleh Gloria yang akan dijadikan
nya sebagai salah satu umpan dalam penyerangan nya nanti. Rencana Gloria untuk
mendapatkan milik nya akan menjadi semakin dekat. Sementara itu, terjadi
pergolakan di hati Lean, walaupun dia percaya jika hal yang dia lakukan ini
benar, namun tetap saja dia tetap merasa jika menyerang kerjaan adiknya akan
sulit baginya. Hari itu ditutup dengan dua saudara yang sedang bingung akan
pilihannya.
__ADS_1
Bab
5