Dahlia Hitam

Dahlia Hitam
Episode 29


__ADS_3

Dalam kerajaan Ommar


tedapat organisasi yang bernama organisasi tournorisius. Tournorisius adalah


organisasi yang diisi oleh para dewan. Orang-orang yang rata-rata adalah orang


tua yang menjadi pembantu rakyat untuk menyampaikan aspirasi nya kepada pihak


kerajaan dan sebagai pembantu Raja atau Ratu. Mereka adalah orang-orang yang


pasti tau mengenai sejarah Ommar.


            Robert dan Actus langsung menghampiri gedung tinggi di


Lazarus tersebut. Pada saat Robert dan Actus tiba di tangga masuk mereka


bertemu dengan Angela. Mereka bingung kenapa Angela bisa berada di sini padahal


seharus nya Angela sedang berlatih bersama para prajurit yang lain. “Apa yang


kau lakukan di sini Angela? Bukan nya kau sedang berlatih?” tanya Actus tampak


bingung. “Aku sedang mencari para dewan. Ada yang mereka sembunyikan mengenai


sejarah Ommar. Lagipula apa yang kalian lakukan di sini?.” Jawaban tersebut


membuat Robert dan Actus tersenyum, mereka merasa lucu jika tujuan mereka


bertiga sama. Actus dan Robert pun tertawa.


            Robert dan Actus menjelaskan tujuan mereka datang ke


tempat para dewan kepada Angela. Mendengar jawaban tersebut Angela langsung


yakin jika siasat nya benar bahwa para dewan mengetahui sesuatu dan


menyembunyikan nya kepada Angela. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam,


menghadap kepada para dewan yang berjumlah 40 orang.


            Para dewan menggunakan pakaian bewarna kuning dengan


jubah bewarna putih dengan motif merah berupa titik-titik di jubah tersebut.


Mereka juga menggunakan topeng yang menutup setengah dari wajah mereka. Topeng


tersebut menggambarkan bahwa mereka bersikap tertutup kepada kehendak raja dan


terbuka terhadap kehendak rakyat. Topeng tersebut biasanya bergambar wajah


iblis atau bergambar manusia.


            Para dewan tersebut diketuai oleh seorang pria bernama


Catorius Nocuran. Pria tersebut berambut putih dan wajah nya sangat lah muda.


Orang yang tidak tau mungkin akan mengira jika dia berumur 20 tahun. Namun,


umur nya sudah lebih dari 100 tahun. Dia adalah teman dari Bellat Ommar. Teman


perjuangan Bellat dalam mendirikan Ommar. Dia adalah guru dari Robert Zafr.


            “Catorius, kami datang kemari dengan satu pertanyaan.


Katakan kepada kami semua apa yang kau ketahui mengenai sejarah Ommar!” suara


dari Angela tersebut terdengar hampir ke seluruh ruangan, membuat seluruh


anggota dewan melihat ke arah Angela. “Itu tidak terlihat seperti pertanyaan,


melainkan sebuah perintah dari yang mulia” jawaban dari Catorius membuat Angela


kesal, dia sudah hampir tidak kuat menahan emosi nya untuk mengetahui jawaban


yang sebenarnya. “Biar ku perjelas! Ini adalah perintah dari Putri Ommar. Nyawa


mu adalah taruhan nya Catorius.”


            Kata dari Robert tersebut langsung diikuti juga dengan


muncul nya pasukan pengawal Angela dari bayangan. Mereka muncul pada setiap


sudut bangunan dan dari setiap bayangan. Hal tersebut langsung membuat para


pengawal anggota dewan bersiap menyerang Robert dan Actus. “Berani nya kau


berniat menyerang ku” Actus yang melihat kondisi itu langsung marah. “Catorius


mari kubantu agar kondisi ini menjadi lebih mudah. Ini perintah dari ku sebagai


ratu mu! Katakan apa yang kau tau atau kau akan dianggap penghianat kerajaan!.”


Angela mengeluarkan perintah terakhirnya kepada anggota dewan.


            “Wah-wah. Maaf sudah membuat mu kesal Angela. Namun kau


tidak memiliki kemampuan untuk memerintah para dewan, itu juga berlaku bagi mu


Robert dan Actus. Kau berbeda dengan ayah mu. Masa lalu seharus nya tidak usah


diungkit kembali. Biarlah masa lalu mati dibunuh oleh waktu, jika perlu aku


yang akan membunuh nya.” Catorius menggeluarkan tongkat sihir nya, mengarkahkan


nya kepada Actus.


            Tongkat sihir Catorius bernama Reposisor. Tongkat panjang


yang diujung nya terdapat tali yang memiliki dua buah cincin bewarna putih.


“Aku tidak ingin menyakiti kalian, maka pergilah dari sini” jawaban Catorius


terhadap perintah Angela. Angela yang sudah tidak kuat menahan emosi nya pun


mendesak Catorius sekali lagi, “Ini bukanlah perintah! Ini adalah kewajiban mu


untuk menuruti perintah pemimpin mu.” Sayang nya Catorius tidak akan berbicara


apa pun, “Aku lebih memilih mati agar rahasia itu tidak jatuh ke tangan siapa


pun.” Catorius sudah membuat keputusan nya untuk memilih diam. Angela menghela


nafas muka nya terlihat kecewa.


            “Berterimakasihlah karena aku tidak mau ada masalah


internal di dalam kerajaan.” Angela langsung pergi dari ruangan tersebut,


diikuti oleh Robert dan Actus. Para pengawal Angela pun langsung menghilang


begitu saja, membuat ruangan menjadi sepi. “Apa ini tidak apa-apa Angela?”


tanya Actus. “Kita bisa mencari tau sendiri, aku tidak ingin ada kekerasan,


lagipula mereka ada benar nya, kita tidak bisa memaksa anggota dewan.” Angela


terlihat semakin dewasa di mata Robert. Dia sudah berkembang dari anak kecil


menjadi seorang pemimpin Ommar.


            Angela memikirkan sesuatu di kepala nya. Dia memang tidak


berniat untuk membuat perang kecil antara para dewan dengan diri nya. Namun,


bukan berarti Angela akan diam saja tanpa mengetahui apa yang sebenarnya


terjadi. Dia berniat untuk merealisasikan rencana besar nya lebih cepat dari


rencana awal nya. Jika Kerajaan Ommar bisa dibubarkan maka para dewan juga akan


dibubarkan, maka dengan begitu Angela bisa mengetahui rahasia yang para dewan


sembunyikan.


            “Actus aku ingin kau pergi ke Kerajaan Nadur, Neberum,


dan Oscuron. Bilang lah jika Angela, ratu dari Ommar ingin mengadakan rapat”


perintah Angela langsung membuat Actus bingung, “Bukankah ini terlalu cepat?”


tanya Actus dengan bingung. “Tidak, kita perlu melakukan ini secepat nya.”


Mendengar ratu nya sudah memberikan perintah, Actus langsung pergi, “Baiklah


Angela.” Dia langsung menyiapkan pasukan nya untuk pergi ke tiga kerajaan itu.


            “Lalu apa tugas ku?” tanya Robert, mata nya tertuju


kepada punggung Actus yang pergi meninggalkan mereka berdua. “Siapkan semua


dokumen yang kita perlukan. Kita harus sudah siap saat Actus kembali. Aku akan


pergi ke perkustakaan” jawab Angela sambil menepuk pundak Robert, “Dia akan


baik-baik saja, tiga kerajaan tersebut adalah kerajaan yang memiliki hubungan


dengan kita, jadi Actus akan baik-baik saja.” Angela langsung berjalan menuju


perkustakaan, meninggalkan Robert.


            Dahulu kala ada seorang penyihir yang sangat ditakuti di


kota Angelus. Kekuatan nya amatlah kuat, dia bisa membuat ribuan bahkan jutaan


pohon dalam waktu 1 detik. Kekuatan nya yang sangat amat kuat ternyata membuat


para raja di Angelus bersatu untuk mengalahkan nya, namun dia mengunci kekuatan


nya dan menghancurkan tubuh nya agar bersatu dengan alam. Roh dan kekuatan nya


menyebar dan menghasilkan hutan yang disebut hutan saol.


            Hutan tersebut membantu kehidupan rakyat sekitar dengan


menyediakan udara segar dan buah-buahan yang manis. Para rakyat percaya dan


menyembah raja tersebut. Raja tersebut bernama Nadur Coilorn. Dari sejak saat


itu lah terbentuk sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Nadur. Kerajaan


tersebut saat ini dipimpin oleh Lasair Coilorn. Setiap raja yang memimpin harus


menanggalkan nama keluarga nya dan mengganti nya dengan gelar Coilorn.


            Actus bersama para pasukan nya langsut disambut oleh para


penduduk. Kerajaan Ommar dulunya pernah membantu Kerajaan Nadur saat sedang


terjadi perang saudara di Kerajaan Nadur. Mereka menganggap Actus sebagai salah


satu dari para pahlawan yang berjasa bagi mereka. Beberapa penduduk bahkan


terlihat sangat bahagia saat melihat Actus datang ke kerajaan mereka.


            Actus dengan kuda nya pun sampai pada sebuah kastil yang


yang meninggi ke atas. Kastil tersebut diselimuti oleh daun, serta banyak


sekali pohon disekitar nya. Di gerbang kastil tersebut terukir sebuah tulisan


yang terbaca, “Nadur Mathair Tar.” Tulisan tersebut adalah kata terakhir yang


diucapkan oleh Nadur sesaat sebelum dia menghancurkan diri nya. Actus pun


melihat pria yang bermata hijau itu. Dia menggunakan pakaian serba hitam dengan


kera baju yang menutupi mulut nya.


            “Ada perihal apa sehingga kau datang kemari Actus?”


Lasair bertanya dengan senyum nya yang khas. “Putri Angela ingin bertemu dengan


Tuan Lasair. Ini soal rencana yang sudah sempat kami kabari waktu itu. Kami


ingin rencana tersebut bisa terwujud secepatnya” tegas Actus. “Baiklah, kami


tidak keberatan. Aku akan pergi ke Lazarus secepat yang ku bisa. Terimakasih

__ADS_1


informasi nya Actus.”


            Setelah mendengar jawaban dari Lasair, Actus langsung


pamit pergi meninggalkan kerajaan Nadur. Dia langsung melanjutkan tugas berikut


nya untuk pergi ke kerajaan Neberum. Kepergian Actus keluar dari gerbang


Kerajaan Nadur, langsung diikuti oleh kepanikan Lasair. Bagaimana tidak, Gloria


sebelum nya sudah mengancam jika kerajaan Nadur tidak diserahkan kepada Gloria,


maka Gloria akan merebut nya secara paksa.


            Namun, Lasair tidak akan pernah menghianati Ommar. Dia


berencana untuk mempersiapkan pasukan nya, jika sewaktu-waktu Gloria datang


maka mereka sudah siap. “Siapkan para pasukan, kita berada dalam kondisi


darurat perang” Lasair memerintahkan pasukan nya. Lasair kemudian duduk


kembali, berusaha menenangkan diri.


            Lasair tau tidak ada negeri di Angelus yang selamat dari


penyerangan sang kegelapan, bahkan kerajaan besar seperti Ommar. Dia tau jika


kalau Gloria menyerang Nadur hari ini maka tamat lah. Baru saja dia berpikir


seperti itu, tiba-tiba saja datang seorang pasukan menghadap ke arah Lasair.


Dia berjalan dengan tenang. Lasair tidak bisa melihat wajah nya kerena dia


menggunakan topeng.


            “Yang mengingkar janji dengan sang kegelapan, pasti akan


ditelan oleh sang kegelapan” ucap prajurit misterius tersebut. Perkataan


tersebut membuat suasana menjadi hening, para mata di ruangan tersebut tertuju


ke prajurit tersebut. “Maaf, aku lupa memperkenalkan diri, nama ku adalah


Nyorbn Oblivium. Ketua divisi perperangan Kerajaan Gloria, dan adik dari tangan


kanan Gloria, Nicorus Oblivium.” Penjelasan tersebut berhasil membuat semua


orang yang berada di ruangan tersebut ketakutan, bahkan ada yang tidak bisa


bergerak saking takutnya.


            “Mau apa kau di sini!?” tanya Lasair.  Sesudah bertanya dia langsung memunculkan


tongkat sihir nya. Tongkat tersebut berbentuk seperti tongkat biasa, dengan


warna coklat serta memiliki beberapa daun di ujung atas, layak nya pohon.


Tongkat tersebut juga sangat lah tipis, seperti ranting pohon tua. ”Naderoup!”


tongkat tersebut sekarang sudah berada di genggaman Lasair.


            “Aku tidak sangka, aku bisa melihat tongkat sihir


legendaris itu. Namun, sayang tongkat tersebut mudah dihancurkan.” Seusai


berbicara, Nyorbn membuka topeng nya. Rambut nya yang hitam terlihat sangat


mirip dengan Nicorus. Dia memiliki simbol aneh di bawah mata nya, simbol


berbentu segitiga bewarna hitam. “Bunuh semua pasukan nya, biar aku yang urus


dari sini.” Seketika para pasukan yang berada di ruangan tersebut mengeluarkan


pedang nya dan mengarahkannya kepada para penduduk dan prajurit lain.


            Situasi menjadi kacau. Tiba-tiba saja banyak pasukan yang


menyerang pasukan yang lain. “Apa yang telah kau perbuat?” tanya Lasair dengan


tenang. “Aku? Aku tidak berbuat apa-apa, jika boleh jujur, kami telah membunuh


beberapa pasukan mu dan mengganti nya dengan pasukan kami. Sehingga saat kau


berniat mengingkari janji, kami akan langsung bergerak.” Lasair tampak sangat


marah.


            “Narotyius.” Lasair memunculkan beberapa pohon dari bawah


tanah, akar-akar yang keluar menghancurkan sebagian dari bangunan tersebut.


“Matilah dan bergunalah bagi alam” pohon-pohon tadi tiba-tiba saja menjadi


hidup dan menggunakan akar nya menyerang pasukan Gloria serta menyerang Nyorbn.


Beberapa pasukan ada yang tertusuk akar, namun Nyorbn berhasil menghindar,


sementara mereka fokus menghindar, para warga berhasil keluar.


            Pasukan Gloria yang tertusuk akar tersebut kemudian


berlari menyerang Nyorbn. “Apa-apaan ini?!” Nyorbn tampak panik. “Rasakan


amarah dari alam, di mana kegelapan yang kekal tidak akan bisa menolong mu.


Kalian para pasukan ku yang berada di ruangan ini, serang lah mereka dengan


segenap kekuatan mu! Tunjukan pada dunia jika ini saat nya Nadur bangkit!”


            Melihat asap putih dari arah Kerajaan Nadur, Robert tau


bahwa misi Actus telah selesai. Namun Robert merasakan perasaan aneh. Lebih


tepatnya, lebih tepatnya perasaan yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat,


perasaan terus semakin kuat sampai seorang pasukan menemui Robert. “Tuan


Robert, ada pesan dari Nicorus, dia ingin bertemu dengan mu.” Begitu mendengar


berita itu Robert langsung turun ke penjara.


nya. “Kau merasakan nya bukan? Tebuslah kesalahan ku dan jemputlah dia Robert.


Aku tau kau pasti bisa kali ini.” Robert kemudian sadar bahwa perasaan nya


benar, dia sudah kembali. Robert tak kuasa menahan senyum nya, “Terimakasih


Nicorus.” Robert langsung berlari secepatnya ke arah kuda nya. Dan kemudian


pergi menuju Nadur.


“Rasakan


amarah dari alam, di mana kegelapan yang kekal tidak akan bisa menolong mu.


Kalian para pasukan ku yang berada di ruangan ini, serang lah mereka dengan


segenap kekuatan mu! Tunjukan pada dunia jika ini saat nya Nadur bangkit!”


sorak-sorai para prajut terdengar saat Lasair berbicara untuk menyemangati


pasukan nya. Mereka semua langsung berlari dan menyerang pasukan lain yang ada


di situ.


            “Apa yang kau perbuat pada para pasukan ku!?” tanya


Nyorbn sambil menangkis serangan pasukan nya. “Tidak ada gunanya menjelaskan


apa pun pada musuh ku. Tampak nya kau tidak segan untuk membunuh pasukan mu


ya?” Lasair memanfaat kan momen itu dan langsung mengeluarkan lebih banyak akar


menyerang pasukan Gloria yang lain. “Hentikan itu! Sanxirus!” Nyorbn berhasil


melindungi para pasukan nya dengan sihir pelindung.


            “Endurois.” Sekarang tanah yang mereka injak berubah


menjadi lumpur dan langsung menghisap mereka semua, kecuali pasukan Lasair.


“Eatnarius!” Nyorbn menggunakan sihir es nya dan membuat seluruh lumpur


tersebut menjadi beku. “Sanxirus” dia sekali lagi menyelimuti pasukan nya


dengan sihir pelindung, kemudian menghancurkan es nya itu. “Ignisious!” dia


membakar lumpur tersebut dengan api yang sangat besar.


            “Hamos! Sanxirus!” Lasair menyelimuti para pasukan nya


dengan sihir pelindung dan menggeluarkan akar dari dalam tanah tersebut, secara


cepat akar tersebut langsung terbakar. Namun, akar tersebut berhasil


menggeluarkan banyak tanah yang berisi air. Api tersebut berhasil dipadamkan


oleh Lasair. “Berhentilah bermain-main Lasair! Tunjukan kekuatan mu atau hanya


itu yang kau miliki?” Nyorbn kemudian menggeluarkan pedang nya. Pedang tersebut


bewarna silver. Bernama Babcyorus.


            “Tak ku sangka. Seorang adik dari salah satu penyihir


hebat Ommar malah menggunakan pedang.” Lasair tertawa dan kemudian mundur


secara cepat kebelakang, “Naris!” seketika tanah-tanah tersebut langsung patah,


dan patahan nya tersebut langsung menyerang Nyorbn. “Sudah kubilang berhentilah


bermain-main” Nyorbn langsung melesat ke depan dan menghancurkan tanah tersebut


dalam sekali tebas.


            Babcyorus langsung berada tepat di hidung Lasair. “Lihat


lah diri mu, raja menyedihkan yang berusaha membangkitkan rumah nya yang sudah


tenggelam. Jika kau tidak bisa melindungi pasukan mu sendiri maka kau tidak


layak menjadi pemimpin mereka!” Lasair bisa merasakan amarah Nyorbn. Dia


bingung kenapa dia bisa sangat marah, apa yang sudah terjadi di hidup nya.


“Bunuh pasukan yang lain dan bawa Lasair ke hadapan Gloria.” Seketika saat


Nyorbn baru saja ingin pergi, ada seseorang yang datang.


            “Sudah lama kita tidak bertemu, bukankah begitu Nyorbn?


Mantan wakil ketua pelindung tahkta Ommar.” Suara tersebut membuat Nyorbn


berhenti dan melihat kebelakang. “Paman Robert Zafr? Kau kah itu?” mendengar


suara Robert membuat Nyorbn kesakitan, air mata nya sampai keluar. “Siapa


Robert!? Aku tidak bisa mengingat nya! Sakit!” teriakan Nyorbn membuat Robert


langsung menghampiri nya. Namun, para pasukan nya langsung menyerang Robert.


“Punarius!” Robert langsung membekukan pasukan-pasukan tersebut.


            “Nyorbn ini aku! Paman Robert, akhirnya aku menemukan mu.


Kumohon ingat lah dan jangan pergi dari ku kali ini” Lasair merasa bingung apa


yang sebenarnya terjadi. Ingat lah dia


Nyorbn! Paman Robert! Dia adalah segala nya bagi mu! Suara tersebut terus


berdengung di telinga Nyorbn. Biarkan lah


aku masuk ke diri mu, jangan biarkan kegelapan menguasai mu! Nyorbn kali ini


percaya lah pada diri mu! Nyorbn langsung mengangkat pedang nya dan

__ADS_1


mengarahkan nya kepada Robert, “Menjauhlah!”


            “Kau pernah bilang, jika kita suatu saat harus bertarung,


kau meminta ku untuk membuat mu sadar jika kau salah. Akan ku lakukan apa pun


agar kau kembali Nyorbn!” Robert terlihat sangat sedih. Dia tak kuat menahan


air mata nya. Lasair langsung berlari ke tempat Robert, “Apa yang sebenarnya


terjadi Robert?” tanya Lasair dengan sangat kebingungan. “Lalu siapa Nyorbn?”


Lasair bertanya lagi. “Dia adalah sahabat ku. Dia ditangkap Gloria saat Nicorus


pergi dari Ommar. Dia kehilangan seluruh ingatan nya saat ini.”


            “Apa sekarang rencana mu Robert?” tanya Lasair sambil


menepuk pundak Robert. “Buat dia pingsan dan bawa dia kembali ke Lazarus, hanya


itu yang bisa kita lakukan saat ini.” Robert dan Lasair pun langsung berlari ke


arah Nyorbn. Robert mengerakan lengan nya seraya mengeluarkan lima buah pedang


yang mengarah ke muka Nyorbn. Lasair langsung menghilang dan muncul di belakang


Nyorbn. “Goatherinus!” angin yang kencang dikeluarkan oleh Lasair yang


mendorong Nyorbn ke arah pedang Robert.


            Nyorbn berhasil menggunakan sihir ilusi nya, “Palors.”


Nyorbn langsung melesat ke arah belakang Robert dan meninggalkan pedang-pedang


tersebut ke arah Lasair. “Celaka! Vertxous!” Robert membalas dengan sihir ilusi


nya. Dia memundurkan waktu ke tiga detik sebelum nya. Nyorbn sekarang kembali


ke hadapan Robert, dan lima pedang tersebut sukses menusuk punggung Nyorbn.


            Jangan kau lawan


mereka! Sadarlah siapa kau ini! Nyorbn Oblivium! Suara tersebut terus


berputar-putar di kepala Nyorbn, membuat nya merasakan sakit yang amat sakit. Pinjamkan lah tubuh mu kepada ku, Nyorbn. Nyorbn


yang tadinya terjatuh kini terbangun kembali, “Paman Robert, segel lah aku! Kau


tidak memiliki waktu lebih banyak, aku tidak bisa menahan nya lebih lama lagi!”


ucap Nyorbn dengan lantang. “Nyorbn! Kau kah itu?” tanya Robert untuk


memastikan. “Percayalah pada ku!” jawaban dari Nyorbn langsung membuat Robert


mengayunkan tangan nya dan mengeluarkan tombak yang menusuk dada Nyorbn,


membuat nya pingsan.


            Setelah Nyorbn pingsan Robert langsung membopong nya di


punggung. Dia dan Lasair langsung meninggalkan ruangan tersebut. Ketika pintu


di buka, yang mereka lihat adalah kehancuran. Tangisan dan jeritan terdengar di


mana-mana. Api berkobar-kobar di setiap rumah dan bangunan. Lasair terjatuh,


dan berlutut. “Apa yang sudah terjadi. Bagaimana bisa manusia berbuat seperti


ini” suara nya mengecil dan terdengar sangat putus asa.


            Satu hal yang Robert tau adalah bahwa Gloria bukanlah


manusia. “Lasair. Kita bisa memperbaiki ini besama. Orang yang kau sebut tadi


bukan lah manusia, Gloria tidak pantas disebut manusia.” Robert memeluk Lasair


dan kemudian membantu dia berdiri. “Para pasukan Gloria telah pergi, namun


kehancuran yang mereka tinggalkan tidak akan bisa hilang. Aku akan pergi ke


Lazarus setelah para warga ku merasa aman. Terimakasih Robert.”  Setelah mengetahui itu, Robert kemudian pergi


berjalan ke arah kuda nya. Meninggalkan hutan yang hancur itu.


 


            Setelah beranjak dari Kerajaan Nadur, Actus langsung


meneruskan misi nya ke Kerajaan Neberum. Kerajaan tersebut terletak tidak cukup


jauh dari Nadur. Kerajaan Neberum adalah salah satu dari yang sangat tertutup


dari kerajaan lain nya yang ada di kota Angelus. Namun, sejak Raja Markos


berkuasa di Neberum, dia mulai menjalin hubungan dengan Ommar.


            Kerajaan ini terletak tepat di tepi bawah bendungan besar


yang dikenal dengan nama bendungan ifor. Di atas bendungan terdapat sebuah


patung besar yang merupakan patung pedang Sperres. Pedang legendaris dari


Neberum, yang kekuatan nya bisa menyegel kekuatan apa pun yang ada di dunia.


Kerajaan Neberum bukan lah kerajaan besar, jadi tidak heran apabila mereka


tidak memiliki kastil seperti kerajaan lain.


            Raja dan para bangsawan tinggal di dalam bendungan. Tidak


ada orang lain yang mengetahui hal ini kecuali pihak warga Neberum dan Kerajaan


Ommar. Sama seperti di Nadur, Actus juga disambut meriah di Neberum.


Rakyat-rakyat Neberum sangat senang melihat Actus, walaupun ini adalah kali


pertama Actus datang kemari.


            “Ada apa hingga kau langsung datang kemari Actus?” tanya


Wilda Lorraine. Ratu Neberum. Wilda sunggulah menawan, dia selalu menggunakan


sepatu hak tinggi bahkan dalam medan perang sekalipun. Rambut nya berwarna


hitam terurai sampai pinggang, mata nya bagaikan langit yang cerah. Tidak heran


Actus langsung jatuh cinta pada saat pertama kali melihat nya di Ommar pada


masa lalu.


            “Putri Angela berpesan untuk mengadakan rapat secepatnya


di Ommar. Rencana penggabungan harus segera dilaksanakan. Anda, Raja Lasair,


dan Putri Valda, akan diundang ke Lazarus untuk rapat ini.” Actus langsung


berdiri dan bertatapan dengan Wilda. “Menarik. Biar aku yang mengurus Valda.


Aku dan dia adalah sahabat, jadi kami akan pergi bersama, kau bisa pulang


Actus.” Wilda kemudian berdiri dan menghampiri Actus dan kemudian menjabat tangan


nya.


            “Kau terlihat tampan hari ini Actus” ucap Wilda. Actus


langsung terkejut mendengar hal tersebut, muka nya langsung merah, sementara


Wilda malah tertawa. “Sampai kapan kau mau menyembunyikan perasaan mu Actus.”


Actus tambah terkejut saat tau bahwa ternyata Wilda sudah tau perasaan nya. “Ku


rasa aku memang buruk dalam hal ini, namun ada hal yang lebih penting dari


perasaan saat ini, yaitu perang di Angelus Wilda.” Actus berhenti memanggil


putri kepada Wilda.


            “Aku kan sudah bilang jika aku lebih suka kau panggil aku


Wilda saja. Kau benar Actus, saat ini dunia sedang tidak damai, kita harus


bekerja sama untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik lagi.”


Wilda kemudian tersenyum kepada Actus. Wilda pun langsung pergi dari situ dan


memberi sinyal kepada Actus untuk mengikuti nya ke suatu ruangan.


            Ruangan tersebut sangatlah remang, cahaya yang masuk


sangatlah sedikit. Dan di tengah ruangan terdapat sebuah pedang yang bercahaya.


“Apakah itu pedang Sperres, sangat indah.” Actus terkagum-kagum pada bentuk


pedang Sperres. Pedang tersebut berwarna merah di bagian tepi pedang dan


berwarna hitam di bagian tengah. “Ini adalah pedang Sperres, seumur hidup ku


aku hanya pernah menggunakan nya sekali, dan aku ingin kau menggunakan nya


nanti pada saat peperangan.


            Mendengar hal tersebut tentu membuat Actus bingung,


kenapa Wilda ingin menyerahkan pedang Sperres kepada Actus. “Wilda apa maksud


mu? Itu adalah pedang sakral Kerajaan Neberum, aku bukanlah bagian dari


Neberum.” Pertanyaan Actus langsung dijawab oleh Wilda, “Aku tidak cukup kuat


untuk menggunakan nya, salah satu alasan mengapa kami kalah di perang pada


waktu itu adalah pedang ini menyerap energi ku terlalu banyak. Aku percaya jika


kau bisa menggunakan nya.”


            “Ku rasa itu bukanlah ide yang buruk. Cepat atau lambat


perang itu pasti akan terjadi. Gloria sangatlah rakus akan wilayah, dia pasti


akan menyerang Ommar dan aku tidak akan membiarkan hal yang sama terulang


lagi.” Wajah serius Actus bisa sangat jelas dilihat oleh Wilda, membuatnya


menjadi tersenyum, dia mengetahui bahwa jika di dunia ini masih ada orang-orang


kuat yang masih membela kebenaran.


            “Semoga kebenaran menemukan cahaya.” Kalimat tersebut


sontak membuat Actus kaget, itu adalah kalimat yang sudah lama sekali tidak


didengarnya. “Sudah berapa tahun aku tidak mendengar kata itu. Kau benar,


semoga kebenaran menemukan cahaya.” Mereka berdua tersenyum dan bergandengan


tangan sambil menandai hari yang semakin gelap.


            “Aku pamit dulu Wilda. Kami semua akan menunggu mu di


Kota Lazarus.” Actus melambaikan tangan nya seraya pergi bersama dengan kuda


nya. “Hati-hati Actus!” teriak Wilda yang tidak terdengar oleh Actus. Wilda pun


kembali ke dalam ruangan nya. Dia mulai menyusun-nyusun berkas-berkas untuk


besok. Dia berniat bertemu dengan Valda esok hari. Dia sangat tidak sabar


bertemu dengan Valda. Mereka berdua sudah lama tidak bertemu dikarenakan


kesibukan kedua kerajaan.


            “Pengawal, siapkan pasukan ku, besok pagi-pagi sekali


kita berangkat ke Kerajaan Oscuron. Suruh yang lain tidur lebih awal, aku ingin


tidur dan tolong rapikan dokumen yang ada di meja ku.” Dengan sigap pengawal

__ADS_1


pribadi Wilda langsung merapikan dokumen-dokumen tersebut dan membawa nya pergi


ke perkustakaan, membiarkan putri tidur.


__ADS_2