
lisa menangis dalam pelukan lili,setelah menceritakan semua yang terjadi padanya hari ini,satu-satunya sahabat yang perduli padanya,dia menangis,sejadi-jadinya,menyesali semua yang terjadi,cintanya,masa depannya seakan takkan sanggup dia gapai.
hati lili perih,melihat kondisi sahabatnya seperti ini,dengan penuh perhatian dia memeluk lisa,memberikan ketenangan untuk sahabatnya ini,lili sangat marah dia ingin mencari laki-laki yang sudah merusak sahabatnya seperti ini,ingin memaki-maki orang itu.
"aku mengerti lis,apa yang terjadi,kamu harus kuat dan sabar yah,aku yakin lis,suatu saat nanti kamu bahagia".kata lili dengan sedih,lili ikutan menangis.bahkan tangisan nya langsung histeris.
lisa melepaskan pelukannya,dan menghapus air matanya,dia melihat lili,wajahnya yang tadi sedih seketika tersenyum,lisa hampir tertawa,melihat lili menangis sampai meraung-raung.
seketika tangisan histeris lili berhenti,memandang lisa dengan bingung.
"kamu kenapa sih,kok tersenyum,aku lagi sedih tau"
" tidak,aku hanya bingung kenapa kamu menangis sampai sehisteris itu,kamu lucu yah," lisa gemas dengan tingkah lili
mereka akhirnya tertawa dan berpelukan bersama.lisa sejenak melupakan kesedihannya.
pendek yahπππ
...**********π¦...
tiga minggu berlalu,lisa masih di rumah lili,dia sudah menyerahkan surat resignnya kepada lili untuk diberikan kepada kepala bagian administrasi,dia butuh ketenangan untuk beberapa minggu ke depan,dan mencari pekerjaaan lain,lili yang awalnya menolak,akhirnya mengerti,dan menerima keputusan lisa.
lisa ijin pada orang tua lili dan berterima kasih pada mereka karena sudah menerimanya sementara,dia ingin pulang ke rumah,mereka akhirnya mengijinkan.
__ADS_1
setelah diijinkan lisa akhirnya langsung mempersiapkan tasnya,dia keluar dan segera mencari taksi.
lisa sudah dalam taksi menuju ke rumahnya dia merindukan ibunya,tanpa memberikan kabar,ibunya pasti mencarinya,lisa yakin beberapa hari kemarin ibunya menjadi sasaran kemarahan neneknya.
awalnya lisa berfikir,setidaknya dia bisa mencari ketenangan di rumah, tapi khayalan tak seindah ekspetasi,saat membuka pintu lisa sudah disodorkan dengan pemandangan yang begitu pilu.
" pelacur sepertimu,hanya bisa melahirkan anak pelacur," padahal ibunya lisa bukan pelacur
"lihatlah putrimu yang kamu banggakan ini,masih muda tapi sudah jual diri"! kata nenek lisa sambil memaki-maki ibunya dan melempar foto ke wajahnya.
ibunda lisa bersujud dilantai,sedari tadi,karena terlalu lama menunduk wajahnya terluka,dahinya memar
"ibu" ,lisa berlari ke arah ibunya,dia melempar tasnya ke sembarang arah,berlutut dihadapan sang nenek.
nenek memandang lisa dengan tatapan merendah,kemudian mengambil foto yang berserakan, dan melemparnya dengan kuat ke wajah lisa.
"kamu,dasar anak tidak tahu diri,masih berani kamu tanya apa hah,kesalahan terbesar ibumu adalah melahirkan anak haram sepertimu".
nenek memandang lisa dan ibunya dengan jijik,
" kalian tau ,hari ini seseorang mengirim foto-foto ini langsung ke rumah,dia bilang kalau kamu masuk ke club,mabuk-mabukan dan masuk ke kamar pria asing,dasar kamu anak kotor,benar-benar mencemari nama baik keluarga."
muka lisa pucat pasi mendengar perkataan neneknya,dia memungut foto dilantai dan melihatnya dengan tangan gemetar,seketika melemparnya jauh.
__ADS_1
apa,? kenapa,? kenapa bisa foto-foto ini disini
dan bisa sampai ke neneknya.
lisa mendongak
"nenek" lisa membuka suara ingin mengatakan sesuatu kepada nenek,namun dia kembali menelan kata-katanya,percuma menjelaskan semuanya kepada sang nenek toh,memang yang difoto itu adalah dia .
"ibu".ibu lisa ingin menjelaskan sesuatu,tapi sebelum itu terjadi nenek sudah memotongnya .
"kamu,siapa yang mengijinkan kamu bicara hah,kamu ingin membela anakmu yang kotor ini,menunjuk lisa," dasar kalian ibu dan anak sama-sama pembawa sial," nenek terus memaki-maki mereka.
nenek mengambil cangkir yang berisi teh panas iatas meja dan melemparnya ke ibu lisa.
" PRAAnGg"
cangkir pecah dan berserakan di lantai ,air panas mengenai punggung lisa menembus ke kulitnya,dia meringis sambil memeluk ibunya menghalangi dari lemparan cangkir itu,ibu melepaskan pelukannya,memandang lisa dengan mata memerah.
"apa sakit nak"?
lisa menggeleng kepalanya,rasa sakit ini tidak sebanding dengan siksaan yang ibunya terima selama ini.
.....πππnext yah
__ADS_1