
jiska tidak sadar kalau calon suaminya sudah keluar,sedang nenek maharani dalam sekejab mata sudah tak mempedulikan jiska dan calon suaminya,tatapannya hanya terfokus pada mahar pemberian dari oma liana.
oma hanya tersenyum sinis
"kelahiran generasi ke 4 keluarga ibrahem adalah peristiwa yang sangat besar,jadi saya sudah membuka rekening,dan sudah saya serahkan kepada pengacara,jika anak dalam kandungan lisa lahir dengan aman,semua akan kami berikan tanpa ada yang kurang sedikitpun,dan ini adalah uang tunai senilai 300 jt,silahkan diterima dulu,kalau kurang katakan saja"
seseorang dari belakang maju dan meletakkan sebuah kotak kecil di atas meja tepat didepan nenek maharani,lalu membuka dan mengeluarkan isinya.
kali ini bukan hanya terkejut tapi nenek maharani langsung tersenyum bagaikan bunga yang bermekaran,melihat tumpukan uang tunai didepan matanya.
"baik,baik,anda begitu murah hati,kalau begitu saya terima yah," nenek memegangnya dengan hati berbunga-bunga.
jiska baru sadar kalau calon suaminya sudah tak ada,dia langsung keluar dari sana dengan emosi,karena oma sama sekali tidak menggubris keberadaannya,jika bukan karena banyak orang didalam sana,dia akan merebut calon suaminya lisa sekarang juga,dia betul-betul sangat iri lisa mendapatkan pria yang memiliki segalanya,bahkan tidak ada yang kurang sedikitpun,sangat membuatnya emosi membara.
"lisa sialan,beraninya dia menyita perhatian semua orang" ucapnya kesal.
calon suaminya jiska telah menunggunya dalam mobil,dia langsung masuk kedalam mobil Lexus itu,dengan hati-hati mereka langsung keluar dari sana,jangan sampai menyenggol salah satu mobil mewah disamping kanan kiri mereka,kalau tergores sedikit saja,bahkan dengan nyawa pun tak sanggup membayarnya.
mereka sangat malu,wanita yang sempat di anggap remeh ternyata calon menantu keluarga kaya raya,jiska dan calon suaminya merasa tertampar.
saat ini didalam oma liana sedang mendiskusikan dengan serius pernikahan cucunya dengan nenek maharani.
"ibu lisa,ada yang ingin ditambahkan?" ucap oma dengan senyum menatap ibu lisa.
nenek maharani dengan cepat memotong.
"eh,tidak,dia tidak akan mengatakan apapun,dia tidak ada hak untuk menjawab,pernikahan ini biar saya yang atur,dia hanya akan terima hasilnya,benar kan rina" nenek melihat ibu lisa dengan tajam.
buliran air mata jatuh di pipi ibu lisa,dia hanya mengangguk dengan takut.
"be nar nyonya,biar mertua saya yang mengaturnya" kata ibu dengan gugup
__ADS_1
ibu lisa yang sedari awal berdiri mendengarkan semuanya,tapi sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.dia sangat sedih,seolah-olah lisa bukan anaknya.
oma liana hanya mengangkat sudut bibirnya.
"baiklah jika begitu,kita langsung tentukan tanggal pernikahannya"
lisa yang melihat ibunya menangis sangat sedih,ketika sudah berhadapan dengan nenek maharani,dia dan ibu tak pernah dianggap,mereka seolah seperti debu yang transparan.bahkan ketika dia akan menikah ibu sama sekali tidak diijinkan untuk mengatur pernikahannya.
leon melihat lisa yang wajahnya tiba-tiba pucat,dia merasa sedikit tidak tega.
lisa menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan dia ingin mengatakan sesuatu kepada leon.dia menatap leon dan berkata.
"le on" ucap lisa dengan kaku,leon melihatnya dengan serius
"ada apa,apa kamu merasa sakit" tanya leon dengan biasa saja,tapi dalam hatinya tersimpan sedikit rasa khawatir.
"tidak,apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan nama saja"
"baik,leon kamu baru pertama ke desa kan, aku akan menemanimu jalan-jalan dan mengenalkanmu dengan suasana disini" dia menatap leon penuh harap.
leon melihat wajah lisa yang memohon padanya,seperti anak kucing yang minta dikasihani,begitu menggemaskan.
"baik" lisa langsung lega,dan mereka langsung berdiri
"oma kami akan jalan-jalan sebentar"ucap leon berpamitan.
"ia pergilah jalan-jalan,tapi jangan biarkan lisa sampai terlalu lelah"
"ia lisa,kamu ajaklah calon suamimu jalan-jalan,biar disini kami yang urus"
lisa mengangguk "baik"
__ADS_1
dia dan leon langsung meninggalkan ruangan bersama menuju taman belakang,dengan leon yang didepan dan lisa yang di belakang.
kemanapun mereka berjalan pasti ada pengawal yang mengikuti dari belakang.
"ada apa? apa yang ingin kamu katakan? katakan saja disini" leon menyipitkan mata elangnya.
lisa melihat begitu banyak yang membuntuti mereka dari belakang.
"ikutlah ke kamar,disini sedikit tidak nyaman"
lisa bermaksud menyuruh leon ke kemarnya,karena tidak enak ada yang mendengar percakapan mereka,namun salah diartikan oleh leon.
"apa kamu tidak salah ingin di kamar,ck kamu benar-benar berani yah membawa seorang laki-laki dikamar,katakan padaku apa sebelumnya kamu pernah mengajak kekasihmu di kamar" kata leon dengan tajam,mendengar lisa ingin mengajaknyan ke kamar.auranya sudah berubah 180 derajat,siap menumpahkan lahar panasnya jika benar apa yang dia pikirkan benar.
dia tidak mau sesuatu yang sudah menjadi miliknya disentuh orang lain.
lisa geram,mendengar ucapan leon yang tak bermakna,dia jadi ikut kesal dengan ekspresi leon yang berubah jahat.
"aku bukan wanita seperti itu,hanya wanita murahan yang membawa laki-laki asing masuk ke kamarnya" ucap lisa dingin
seketika leon langsung lega mendengarnya.
"baguslah ayo kita ke kamar" dia langsung berjalan melewati lisa begitu saja,lisa jadi dibuat melongo.dia langsung mengikuti leon.
saat memasuki kamar,leon terkejut dengan suasana kamar lisa yang kecil dan sederhana tapi begitu sangat rapi,dan bersih,hanya ada satu set kursi dan meja juga lampu tidur,diatas meja ada sebuah foto gadis kecil yang tersenyum manis memegang boneka kecil,leon menatap lama foto itu dan langsung berpaling.
lisa mengambil segelas air dan memberikannya pada leon.
"kalian tidak perlu memberikan uang sebanyak itu,biarpun kalian memberikan uang sebanyak itu,tapi aku tidak akan mendapatkan sepeserpun"
leon tersenyum jahat.
__ADS_1
"uang keluarga kami tidak mudah dapatkan, setelah kita menikah dan kamu melahirkan anak ini,barulah semua uang itu masuk ke rekeningmu,tentu saja kamu akan berikan uang itu ke siapapun itu terserah kamu"