Dalam Penjara Cintamu

Dalam Penjara Cintamu
part 22


__ADS_3

pagi ini lisa ditemani oma sedang berada di taman rumah sakit,taman yang begitu indah,rumput yang kehijauan,dengan tanaman hias kucai mini,dipangkas dan ditata sangat rapi,sungguh sangat indah.



mereka terlihat sangat dekat,oma yang biasanya di mansion sendiri,berbicara seperlunya dengan pelayan,sekarang lebih antusias mengobrol dengan lisa,bahkan oma yang lebih banyak bicara,apa lagi oma melihat perut lisa yang sudah sedikit membesar karena hamil bayi kembar,meski tidak terlalu,tapi oma begitu senang dan banyak tersenyum,tetapi wibawanya tetap terlihat.


perawat yang menemani lisa berdiri setia tak jauh dari mereka.


"oma bersyukur,kalau leon selalu kemari menemani kamu,bahkan tanpa di suruh,sepertinya dia sudah mulai peduli denganmu,oma tau kamu wanita baik hati."ucap oma dengan senyum


"mungkin selama disini,kamu melihat leon selalu dingin dan datar,tidak pernah tersenyum,itu memang sudah sifatnya,persis seperti ayahnya,tapi dibalik sikapnya,dia sangat baik dan penyayang,"hmm,oma menghela nafas sejenak,"mungkin takdir saja yang belum pertemukan dia dengan gadis yang tepat,yang mampu merubahnya,oma berharap kamu bisa merubah hidupnya,meski oma tau pernikahan ini bukan kehendak kalian,tapi pernikahan kalian akan sakral di mata tuhan dan agama."lanjut oma lagi sambil melihat tanaman di depan mereka


lisa hanya tersenyum kecut,dengan kata-kata oma,dia merasa miris bagaimana kalau oma tau cucunya sendiri yang menginginkan pernikahan ini diatas kertas.


"lisa tidak janji oma,tapi lisa akan mencoba jadi istri yang baik untuk leon"kata lisa


dengan perasaan kacau,lisa memanggil nyonya besar dengan sebutan oma,karena atas perintah oma sendiri.


"ya,oma juga mengharapkan seperti itu,semoga leon bisa kembali lagi seperti yang dulu,sebelum kematian orang tuanya".kata oma dengan raut wajah tiba-tiba sedih.


"kalau boleh tau apa yang terjadi dengan tuan dan nyonya oma."tanya lisa hati-hati.

__ADS_1


"oma belum bisa memberitahunya,jika leon betul-betul menerima kamu dalam hidupnya,dia akan mulai terbuka denganmu"


"ia oma,maafkan lisa kalau banyak bertanya"


"tidak apa-apa,oma juga senang"


tiba-tiba asisten nyonya besar datang dengan terburu-buru.


"permisi nyonya" sapa pa omar,oma dan lisa langsung menoleh.oma mengerutkan dahinya melihat wajah pa omar yang nampak gelisah.


"ada apa"


"maaf nyonya tapi ada yang harus saya sampaikan",oma mengerti sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan.


oma menatap lisa yang hanya senyum saja.


"oma akan pergi,kamu jangan terlalu lama di luar yah,tidak baik untuk janin di dalam perutmu"


lisa hanya mengangguk "ia oma"


oma melirik para perawat"kalian tolong jaga calon menantu cucuku,jangan biarkan dia kelelahan karena berdiri terlalu lama,secepatnya ajak ke dalam."

__ADS_1


"baik nyonya"perawat membungkuk


setelah berkata seperti itu,oma langsung pergi disusul asistennya,menuju parkiran mobil


"kita langsung ke mansion saja"


"siap nyonya".setelah oma masuk ke dalam mobil,pa omar langsung putar arah kembali mansion.


setelah kepergian oma,lisa masih berdiri di dekat taman,sambil memandang keindahan taman di depannya,para perawat segera berjalan kearahnya


" bu lisa sebaiknya kita masuk kedalam"


"apa bisa sebentar saja,aku masih ingin disini"kata lisa tanpa melihat perawat itu.


"baiklah,tapi sebaiknya ibu duduk saja yah"


dia membimbing lisa ke tempat duduk di taman itu.


lisa langsung tersenyum,senyum yang begitu menawan,pancaran sinar matanya betul-betul mewakili perasaanya,lisa tidak ingin terbebani dengan kata-kata oma tadi.


dia hanya pasrah,mengikuti takdir kemana akan membawanya,para perawat medis itu sampai pangling melihat senyum lisa,ternyata di balik wajah sedihnya selama ini,tersimpan senyum yang sangat cantik secantik orangnya.

__ADS_1


"bu lisa sepertinya anda sangat senang hari ini"karena lisa sudah terbiasa dengan perawat disini jadi mereka terlihat sangat akrab.


__ADS_2