
"kamu tahu,aku sangat suka dengan pemandangan indah seperti ini,seperti melihat perjalanan kehidupan kita,seluas mata memandang,kamu dapat menemukan jati diri kamu,sesulit apapun kehidupan kita,pasti ada jalan yang begitu banyak,dan akan menemukan titik terang,seperti taman ini,indah dan begitu luas".
"bu lisa sepertinya tahu banyak tentang kata-kata pujangga yah"kata perawat itu tersenyum.
"sedikit,terkadang kehidupan yang membuat kita ingin mempelajari sesuatu yang kita tidak tahu."
mereka terus mengobrol,dan tak sadar ada sepasang mata yang melihat mereka dari jauh,hari ini entah kenapa leon ingin kerumah sakit lebih awal,ketika tiba di rumah sakit leon melihat lisa yang berbicara sambil tersenyum.
sejak pertama kali leon datang ke rumah sakit ini,dia selalu melihat lisa menangis diam-diam,tapi hari ini dia melihat senyum dari wanita yang akan dinikahinya ini sangat cantik.
dia sangat berbeda dengan alexa
alexa adalah sosok cantik dan seksi
namun berbeda dengan lisa yang memiliki kecantikan alami yang membuat damai.leon mengakui itu,meski selama ini hati dan pikirannya selalu bertentangan,leon melangkahkan kakinya ke arah lisa
__ADS_1
"ekhemm"leon berdeham,mengagetkan lisa dan para perawat medis itu,mereka langsung terkejut"halo pak Presdir" sapa para perawat membungkuk.
lisa tercengang,dan hanya tersenyum samar, ini belum waktunya makan siang,tapi kenapa dia sudah disini.
leon yang melihat wajah lisa,seketika menyirat emosi yang tidak bisa di lihat orang.
"kamu jangan terlalu lama di luar,aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan bayi di dalam perutmu" setelah berkata seperti itu leon langsung masuk kedalam rumah sakit,menuju ruangan dokter,karena ada yang harus dia bicarakan. melewati lisa yang terbengong.perawat langsung berbisik ke lisa dengan semangat.
"pa Presdir sangat perhatian dengan ibu yah"
sesaat kemudian seorang dokter wanita datang "bu lisa,waktunya pemeriksaan yah"kata dokter pribadi keluarga ibrahem itu.
lisa mengangguk,dan langsung masuk kedalam menuju ruangannya ,diikuti para medisnya ,memang selama di rumah sakit ini dia harus melakukan pemeriksaan rutin
lisa hanya sendiri dengan dokter,mereka langsung masuk kedalam ruang pemeriksaan dia terkejut karena ada leon juga,apa leon akan menemaninya,?lisa tidak menyangka leon akan menemaninya periksa saat ini,sedang leon hanya memasang muka datarnya
__ADS_1
"mari bu silahkan berbaring".lisa mengangguk ragu,dia merasa canggung karena leon juga ada di ruangan ini,
setelah lisa berbaring dokter langsung mengangkat baju lisa untuk memasang gel di perutnya.leon menelan ludah melihat perut lisa yang putih bersih,sedang lisa mukanya memerah menahan malu.
"lihatlah tuan, nona,mungkin belum terlihat dengan jelas ini masih terlihat seperti bola kecil,dan ada dua"
leon tersadar dari fantasi liarnya dan melihat ke arah monitor,leon mengerutkan dahinya,menatap layar monitor tanpa berkedip
"mana bayinya dokter,kenapa hanya kelihatan seperti kecebong kecil" leon tidak bisa menahan rasa penasarannya,bahkan pertanyaanya tidak disaring, melupakan sikap arrogannya,
"ekhem" leon langsung tersadar dan memasang wajah datarnya, dokter ingin tertawa,tapi ia tahan,sepertinya tuan muda belum mengerti tentang kehamilan.
"benar tuan,janin akan terbentuk,ketika sudah memasuki usia 4 minggu"kata dokter menjelaskan.
leon merasakan perasaan yang aneh ketika melihat layar monitor,apakah itu anaknya,mendadak kalimat itu langsung muncul di pikiran leon.
__ADS_1