Dalam Penjara Cintamu

Dalam Penjara Cintamu
part 46 pose menantang


__ADS_3

ditempat yang sama perusahaan leonal.


lili sedang serius membuat beberapa agenda kantor,dokumen didepan mejanya lumayan.


kaki lucas tidak tahan untuk melangkah kearah lili,dia sejak tadi menatap lili dari jauh


"ehem"


lili langsung terlonjak.


"astaga jantungku"kata lili sambil memegang jantungnya,dia langsung menatap pria yang mengagetkannya.


seketika wajahnya berubah tidak suka,lucas memang ganteng,tapi akhir-akhir ini dia sangat menyebalkan dan sering mengganggunya.


lili sudah mengetahui kasusnya dan lisa malam itu dari salah seorang teman kantornya dan dia telah berterimah kasih karena lucas telah membantunya pulang malam itu,kalau tidak dia menjadi santapan pria hidung belang.


tapi semakin lama tingkah lucas terlihat nyebelin,dan sering meledeknya.


lili hanya menatap sinis lucas


"ada apa kau kesini lagi"tanya lili sinis


lucas hanya tersenyum tipis,dia semakin gemas dengan tingkah lili.


"kau sedang apa,apa itu sangat merepotkan"tanya lucas,dia menyandar di tembok samping meja kerja lili,melipat kedua tangannya.


"ya apa kau tidak lihat,sana pergi,kau sangat mengganggu kalau tidak aku akan menumpuk dokumen ini di wajahmu,kamu pikir mudah apa mengerjakan semua ini"jawab lili dengan ketus,dia meletakan pena diatas tumpukan dokumen itu dengan kesal.


"baiklah kemarikan file itu biar aku yang membantumu"kata lucas,dia menuju kursi dekat dengan meja lili dan duduk disampingnya.


"kau serius,kau tidak berbohong kan"tanya lili terkejut,matanya hampir keluar karena posisi dia dan lucas lumayan dekat.


"sudah jangan banyak bertanya,perhatikan saja agar kau jangan terlalu lelet"lanjut lucas dengan meledek sambil mengambil posisi dekat dengan komputernya lili,dia tersenyum tipis ketika melirik lili yang mukanya merah.

__ADS_1


lili dengan malu-malu akhirnya membiarkan lucas membantunya.


kembali ke mansion


lisa masih melihat handphone di tangannya dengan serius dia begitu cemas dan tidak mengetahui sepasang mata yang menatapnya.


karena kecemasannya terlalu berlebihan wajahnya terlihat agak pucat,dan seketika perutnya bergejolak dia merasa mual,tapi dia berusaha menahannya,lisa masih terlihat tidak tenang sebelum menghubungi ibunya.


sedang leonal keluar dari walk in closet dengan memakai baju santai yang dipilih istrinya,dia melihat sang istri masih dengan kemeja putih miliknya dan sama sekali tidak berniat beranjak dari sofa,dan itu sungguh mengganggu.


jakungnya terlihat naik turun,entah kenapa gaya duduk lisa seperti sedang berpose dengan begitu seksinya dan itu terlihat sangat menantang dimatanya.


"apa dia sengaja ingin mengujiku,baiklah mari kita lihat"batinnya berguman


dia langsung tersenyum menyeringai dan berjalan ke arah istrinya.


lalu menundukan setengah tubuhnya kedua tangannya langsung mengimpit tubuh lisa disofa mengukung tubuh menggoda lisa dalam jarak yang begitu dekat.


lisa terlonjak kaget,hp ditangannya terjatuh,dan mungkin saja sudah hancur di lantai,dia seketika mendongakan kepalanya,mata sendu yang tadi terlihat cemas,seketika melolot,dia sangat terkejut melihat leonal sudah didepan matanya.


wajahnya dan leonal hanya berjarak beberapa senti saja,lisa seperti tercekat,menatap pahatan yang begitu sempurna di depannya


pria yang begitu tampan tanpa celah dan nyaris sempurna,yang sekarang sudah menjadi suaminya,pria yang begitu dingin dan arrogan,yang begitu tajir melintir membuatnya sangat berkuasa,dan pria yang telah membeli dirinya.


"le-on a-pa yang kau lakukan"tanya lisa terbata-bata,dia langsung memundurkan wajahnya dan mentok difosa.


dia takut menatap lama bola mata leon yang begitu tajam,takut mengagumi dan jatuh dalam pesona leonal,tidak ingin tersakiti untuk kedua kalinya lagi.


leon tersenyum kecil,senyum yang menunjukan sedikit bahaya,dia langsung mendekatkan wajahnya hingga hidung keduanya hampir menempel.


"kenapa,?kau keberatan,?kau adalah istriku,dan aku bisa melakukan apapun padamu"katanya dengan senyum menyeringai


dia meniupkan napas hangat yang berbau mint ke wajah lisa.

__ADS_1


membangkitkan getaran yang begitu menggoda,dia semakin dalam menatap wajah lisa yang terlihat cubby,kulitnya begitu putih bersih tanpa pori dan sangat halus seperti salju.


apalagi aroma tubuh lisa begitu memabukan membuat jantungnya memompa lebih cepat,seperti habis lari maraton.


padahal niat hatinya hanya ingin mengerjai lisa,tapi sepertinya dia terjebak sendiri.


bayangan malam liarnya bersama lisa sangat jelas,bagaimana mereka berbagi cairan dan bergulat dengan hebatnya di kasur.


lisa merasakan bulu kuduknya meremang,dia menahan napasnya sebaik mungkin,seperti oksigen dalam paru-parunya sudah habis,bukan karena bau mulut leon,tapi parfum leonal sangat tidak enak dicium dia benaran ingin sekali memuntahkan isi perutnya.


hari ini tingkah leonal sangat aneh


"leon apa yang terjadi denganmu,tolong minggirlah,ini sangat tidak baik,aku ingin mencari teleponku"kata lisa dengan asal,agar leon melepasnya,dia langsung membalas tatapan leonal,dia berusaha mencari celah agar keluar dari kukungan leonal.


"diamlah,kau belum menjawab pertanyaanku,kenapa kau berpakaian seperti ini,dan tidak perlu mengambil hp itu lagi,aku bisa menggantinya dengan yang lebih baik dari itu,bahkan dengan pabriknya langsung aku bisa membelikannya untukmu"kata leon dengan orroganya,dia semakin menghimpit tubuh lisa dalam kuasanya,menatap bibir ranum milik lisa,dia ingin menciumnnya sekarang juga.


wajahnya semakin didekatkan,hingga mereka nyaris berciuman.


tapi tiba-tiba lisa langsung menutup mulutnya.


"tolong awas dari sini aku tidak tahan lagi"kata lisa dengan wajah pucat


leonal langsung menurunkan sedikit egonya untuk mencium lisa,karena tersadar wajah lisa yang pucat.


"ada apa?kenapa wajahmu terlihat pucat?apa yang terjadi"tanya leon tanpa cela,terlihat sedikit cemasan.


dia memundurkan wajahnya dan ingin melepas kukukangan tangannya tapi sebelum itu terjadi.


hueeek,lisa memuntahkan isi perutnya tepat di badan leonal,semua makanan yang di makannya bersama lili keluar dan mengenai badan leonal.


leon sampai tercengang,matanya langsung terbuka lebar


"oh tidak kenapa kau memuntahkannya di badanku"

__ADS_1


__ADS_2