
kehadiran alexa benar-benar membuat leonal muak,kenapa disaat moodnya tidak baik justru alexa malah mempekeruh suasana.
dia kembali mendudukan punggung di singgah sananya dengan kasar,dan menyandar di kursinya,emosinya mereda disaat wajah cantik itu kembali hadir.
"lisa"gumam leonal,dia merutuki dirinya karena terus terusan mengingat istrinya,beberapa dokumen di depan mejanya di biarkan begitu saja.
tiba-tiba bunyi sepatu seseorang masuk ke dalam ruangannya.
leonal yang sedang memejamkan matanya menggeram marah,dia mengertakan giginya,berpikir alexa kembali masuk.
"apa kehadiranku mengganggumu"
leonal tercengang dengan suara itu,suara lembut yang begitu mendayu,suara yang saat-saat ini sangat familiar,yang begitu membuat pikirannya porak-poranda.
tidak mungkin
mana mungkin dia datang,leon menggeleng kepalanya,berusaha menepis pikirannya.
"yah sepertinya kau tidak ingin diganggu padahal oma sudah menyuruhku membawa makan siang untukmu"
leonal seketika membuka matanya,matanya melotot sempurna melihat sosok cantik yang terus hadir di pikirannya,sekarang sedang berdiri didepan meja memakai dres yang kerap kali di pakai oleh istri seorang sultan,rambut panjang dengan wajah putih bersihnya membuat leonal hampir gila,dia seketika bangkit dari kursinya.
lisa sedang berdiri menatap leonal dengan cemas,sambil menenteng kotak makanan mewah.
"kau,kenapa kau disini"tanya leonal masih dengan keterjutannya.
jangan sampai dia masih berilusi.
"aku membawa makan siang untukmu"jawab lisa.
"tapi sepertinya kamu sedang sibuk,sebaiknya aku pulang saja,maaf sudah mengangganggumu,mungkin aku datang disaat yang tidak tepat"ucap lisa dengan sedikit cemberut,dia memutar tubuhnya hendak pergi dari hadapan leonal,namun dengan cepat leon menarik pelan tangannya.
"siapa yang menyuruhmu pulang,kemarilah letakan itu di atas meja kita makan bersama"ajak leonal,menuntun lisa kearah ruang makan pribadinya.
dia tidak menyangka ternyata istrinya benaran datang ke kantornya,leon berpikir dia hanya mengkhayal saja.
lisa hanya membiarkan leon menarik tangannya,tadi ketika di mansion oma menyarankan agar dia membawa makan siang untuk leonal,agar hubungan keduanya semakin baik,meskipun dia sempat menolak tapi mau tidak mau dengan terpaksa dia menuruti permintaan oma,setidaknya leon berbaik hati karena mereka akan berkunjung ke kontrakan ibunya.
beberapa pelayan membantunya bersiap,menyiapkan baju dan bekal makan siang,lalu diantar supir ke kantor leonal.
ketika masuk ruangan leon langkahnya sangat berat dia harap-harap cemas melihat leonal sepertinya sedang sibuk tidak ingin di ganggu.
jujur saja ketika leonal membuka matanya dan melotot padanya lisa seketika mengagumi mata itu mata elang yang mampu menyihir siapapun.
"letakan makananya disana"_unjuk leonal,setelah mereka telah di ruang makan pribadinya,seperti sebuah labirin namun lumayan besar,semua isinya sangat lengkap,tapi sepertinya jarang digunakan.
lisa tercengang,dia baru mengetahui ternyata ruangan leonal begitu sangat besar dan luas,banyak ruang yang tidak diketahuinya.
dia meletakan makanannya diatas meja dan membukanya.
"kau belum makan siang kan"tanya lisa memastikan.
__ADS_1
"jika aku sudah makan siang,berarti aku tidak perlu menahanmu di sini"ucapnya datar,sembari duduk di kursi ruangan itu.
"baiklah,aku membuatkanmu makanan eropa sesuai seleramu,aku tidak tahu kamu suka atau tidak"lisa meletakannya di depan leonal,namun leon sama sekali tidak melihat makananya matanya hanya berfokus ke istrinya,yang terlihat begitu cantik.
"dam it,dia sangat cantik"gumam leon dalam hatinya.
lisa menatap kearah leonal,hingga mata keduanya bertemu,leon tercekat menatap mata teduh milik lisa,sangat bersinar seperti danau yang tenang dan bersih sampai ke dasar,bibirnya yang bulat dan berisi terlihat kemerahan seperti buah cerry,yang selalu membuatnya ingin mencicipinya dan sering hilang kendali,hatinya seperti ingin melompat dengan gila.
"kau ingin minum sesuatu"tanya lisa memutuskan tatapan mereka.
"buatkan aku vanila latte"
"tapi ini sudah siang,sebaiknya kamu tidak perlu minum kopi tidak baik untuk kesehatan"
"siapa yang menyuruhmu bicara,cepat buatkan tidak perlu membantahku"perintah tegas leon
"baik"
lisa mengehembuskan napas pelan dan langsung menuju dapur,terlihat seperti tempat-tempat di bar,begitu banyak minuman yang tersedia,dia menggeleng kepalanya,entah sekaya apa leonal ini.
"sudah ku buatkan kemarilah dan makan"ajak lisa sambil meletakan minuman diatas meja
"aku tidak menyuruhmu meletakan minuman itu disana,bawa kesini"
"apa?memangnya apa bedanya,tanganmu kan panjang,kamu bisa mengambilnya dari situ"
"aku tidak mau,aku bilang bawa kesini"ucap leonal dengan tajam,dia kesal mendengar lisa berani mengatainya.
leon mengambilnya dan mencicipinya,dia seketika berdiri dari kursinya.
"bhuuurrr"dia menyemburkan minuman itu
"hei kau ingin membunuhku,kenapa minuman ini panas sekali"tanya leon dengan suara keras,dia meletakan kopi itu dengan kesal.
"salah sendiri kenapa kamu tidak meniupnya terlebih dahulu"ucap lisa dengan enteng,merasa tidak bersala sama sekali
"kau"kata leon dengan menggeram kesal
"buatkan kembali,seharusnya kamu menggunakan air dengan suhu 80 derajat Celcius"
"apa"lisa melototkan matanya"tapi bagaimana bisa suhunya seperti itu,bagaimana aku bisa mengukurnya,itu sangat tidak masuk akal"tanya lisa protes
"tidak perlu protes,seharusnya tugasmu menjadi seorang istri dan sekertaris bisa memahami semua keinginanku"lagi-lagi kata-kata bos artogan yang begitu tidak masuk akal
"lalu bagaimana dengan minuman ini"ucap lisa dengan nada bicara yang sudah jengkel.
"buang itu dan buat yang baru"
dengan kesal dia mengambil cangkir itu dan membuat yang baru,untung saja letak dapur leonal yang strategis,sehingga memudakannya yang sedang hamil.
dia mendidihkan air panas,setelah itu membuatkan kopinya lalu mendiamkannya selama beberapa saat setelah suhunya menurutnya pas,dia membawanya kembali ke leon yang sedang duduk sambil membaca majalah.
__ADS_1
"aku sudah membuatkannya untukmu,suhunya sudah 80 derajat"
leon mengangkat sudut bibirnya lalu meletakan majalah itu di tempatnya,dia mendekat ke arah istrinya.
"benarkah,apa kau sudah menambahkan gula"
"ah"lisa baru teringat dia lupa memberi gula
"tapi kau tadi tidak mengatakan menaruh gula di minumannya"
"apa kau ingin meracuni suamimu dengan minuman yang pahit"
lisa begitu kesal,sejak kapan leon mengakuinya menjadi suaminya.
"baiklah-baiklah aku akan mengambilnya untukmu,kamu ingin berapa banyak,dua balak gula atau tiga"katanya ketus
leon melotot
"kau ingin membuatku terkena penyakit gula,bawa kembali minumannya dan tambahin gulanya"
"tidak,baik tunggulah disini"lisa mengambil minuman kembali ke dapur.
leon tersenyum puas melihat dia berhasil mengerjai lisa,yang selalu membuat pikirannya kacau saharian
setelah menambahkan gulanya yang menurut lisa sudah sesuai dia membawanya kembali kepada leon.
"aku sudah menambahkan gulanya,sesuai perintahmu"dia meletakan minuman itu didepan leonal.
leonal dengan gaya arrogannya meraih cangkir kopi itu kearah bibir seksinya dan mencicipinya,lisa dengan hati was-was melototi leonal,ingin menunggu responnya,seperti menunggu busur panah yang akan melesat kearah sasaran.
leon meneguknya lagi dan lagi,leon mengerutkan dahinya membuat lisa merasakan hal buruk lagi akan terjadi,dia sudah menebak sesuatu.
astaga kenapa tingkah leonal hari ini sangat aneh dan banyak maunya,jika dia tahu seperti ini dia tidak akan ke kantor,apa leon sedang mengerjainya?,apa dia tidak sadar kalau dirinya tengah hamil?
tanya lisa beruntun dalam benaknya
"apa sudah pas"tanya lisa memastikan
"lumayan manis"
"lumayan?bukannya itu sangat manis"tanya lisa tidak percaya bahkan tadi dia menambah gulanya sedikit banyak.
leon tersenyum jahat"kau tidak percaya?kemarilah dan silahkan di rasakan"leonal menarik lengan lisa dan meraih pundaknya mendekat kearahnya,lisa terkejut tubuhnya sedikit tidak seimbang,tangannya bertumpu pada meja berusaha menahan keseimbangan tubuhnya,leon dengan sigap langsung mendudukan lisa di pangkuannya.
"eh"lisa masih terkejut bukan main,kenapa leon membuatnya dalam posisi Seperti ini,dia menatap leon dengan wajah memerah,sebelum lisa membuka mulut leon terlebih dahulu meraih tengkuknya,bibir hangat itu menempel di bibirnya,dengan tangan leonal berada pada leher lisa,lidahnya uang lihai mengetuk bibir lisa,membuat mata lisa melotot sempurna,dengan spontan lisa langsung membuka mulutnya,aroma kopi langsung tercium kuat,leon menyalurkan kopi melalui lidahnya,lisa tanpa sadar menerimanya dan menelannya.
manis
sangat manis.
hai semuanya selamat membaca,besok baru lanjut semoga kalian suka.
__ADS_1
sarangee😍