Dalam Penjara Cintamu

Dalam Penjara Cintamu
part 42 beating heart


__ADS_3

"kemari dan makanlah"leon mengajak istrinya makan setelah pelayan datang dan meletakan makannya diatas meja.


"baik" lisa mendekati meja dan duduk dihadapan leon


"nyonya muda,nyonya besar juga berpesan agar anda memakan sup ginseng ini selagi masih angat"ujar salah seorang pelayan dengan sangat sopan lalu membuka penutup mangkuk porselen berisikan sup ginseng itu dan meletakannya dihadapan lisa.


lisa menelan ludah melihat banyaknya makanan eropa diatas meja,keluarga ibrahem sangat tajir melintir,tapi kenapa makanan ini rasanya sangat tidak layak dimakan!,apa mungkin pengaruh hormon kehamilannya,?


jujur saat ini lisa hanya ingin makan berdua dengan lili ditempat favorit mereka,lalu berbagi cerita bersama,apalagi ayam seblak pedas yang menggugah selera sangat nikmat,mengingatnya saja sudah membuat air liurnya hampir keluar apalagi memakannya,dari pada makanan ini sangat hambar dan tidak enak sekali,padahal kalau saja lisa tahu bahwa makanan diatas meja ini bernilai puluhan juta dan hanya ada di restoran yang paling mahal.


leon mengerutkan kening melihat istrinya hanya memandangi makanan diatas meja


"kenapa tidak dimakan?


"a-ku,aku tidak berselera makan"jawaban lisa membuat leon menyengitkan dahinya.


"kenapa tidak berselera?apa makannya kurang enak?atau apa yang ingin kamu makan?katakan saja,aku akan menyuruh mereka membawanya untukmu"kata leon dengan lembut.


"benarkah?ucap lisa dengan senang penuh sukacita,hari ini sepertinya leon kerasukan jin baik


"ia katakanlah"jawab leon sambil menatap lekat wajah istrinya yang berubah berseri,apalagi matanya seperti memancar kesenangan,membuat jantungnya seketika berdegub

__ADS_1


"benar yang mereka katakan,matanya sangat indah,apa?sepertinya ada yang salah denganku hari ini"batin leon pikiran seperti ini harus dia singkirkan tidak boleh terjadi,sepertinya dia harus kedokter memeriksa otak dan jantungnya.


"aku ingin makan ditempat favoritku,tempatnya didepan sana,tepat disamping perusahaan ini,bersama sahabatku lili"kata lisa dengan senyum penuh semangat.


"jadi maksudmu tempat makanan itu dipinggir jalan begitu,tidak,aku tidak akan mengijinkanmu,aku tidak ingin makanan yang tidak sehat masuk kedalam perutmu,penerus keluarga ibrahem harus tumbuh dengan makanan yang bersih dan sehat"ucap leon dengan nada meninggi.


"nyonya muda maaf jika saya lancang,tapi nyonya besar juga pasti marah karena kami membiarkan anda makan dipinggir jalan"pelayan wanita itu ikut menimpali


senyum diwajah lisa pudar seketika mendengar perkataan leon dan pelayan,dia sedikit kesal dengan alasan konyol mereka,dia langsung terlihat lesu,menjadi tidak semangat,padahal tadi semangatnya sudah berkobar 45.


leonal yang melihat senyum diwajah lisa redup,membuatnya tidak tega,kenapa sekarang pikirannya sangat aneh,sekarang setiap ekspresi lisa sangat berpengaruh untuknya.


"baiklah aku mengijinkanmu pergi,sebentar aku akan menghubungi dean membawa sahabatmu ke mari"leon langsung mengirim pesan untuk dean.


"tapi tuan bagaimana kalau nyonya besar marah pada kami tuan,apalagi semua makanan ini masih utuh"tanya pelayan itu dia menjadi takut jika nanti nyonya besar marah pada mereka.


"tidak apa-apa,kemari dan bereskan ini lalu pulanglah,aku juga sudah kenyang,kalian tenang saja aku akan bicara dengan oma"ujar leon dengan datar


"baiiklah tuan"mereka segera mendekat memberikan sapu tangan pada leon,leon mengambil dan mengelap tangannya.


selanjutnya mereka membereskan makanan diatas meja membungkuk dengan hormat dan langsung keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"tok tok"saat ini ketukan pintu dari luar


"masuk"pintu otomatis langsung terbuka.


asisten dean masuk dengan seorang wanita cantik.


"permisi tuan ini wanita yang anda maksud"


"hem,"leon langsung melihat istrinya"kalian pergilah"


lisa mengangguk tersenyum


sedangkan wanita disamping dean terlihat pucat,saat asisten presdir memanggilnya tadi membuatnya sangat terkejut takut jika dia membuat kesalahan,apalagi sekarang berada diruangan presdir yang tidak sembarang orang boleh masuk dan melihat langsung presdir dengan mata elangnya yang tajam itu,dia sangat takut,tapi sejurus kemudian dia langsung histeris ketika melihat lisa.


"lisa"pekik lili dengan heboh melupakan dirinya yang berdiri ditengah seorang kaisar.


"lili"ucap lisa dengan bahagia lalu mendekat dan memeluk sahabatnya


"ya ampun lis,kamu kemana aja sih,aku nelfon tapi kamu nggak pernah angkat,kamu tega bangat menghilang begitu saja"lili melepaskan pelukannya dan melihat sahabatnya,lili merasa janggal saat memeluknya tadi.


mata lili langsung melotot melihat perut lisa,tapi sebelum suara cemprengnya keluar lisa sudah memotongnya.

__ADS_1


"nanti aku jelaskan"mereka keluar dari ruangan setelah berpamitan pada leon.


__ADS_2