Dalam Penjara Cintamu

Dalam Penjara Cintamu
part 41 marah tidak jelas


__ADS_3

"oh yah"kata mereka dengan terkejut,tadinya mereka mengira wanita itu adalah seseorang yang spesial untuk leon,karena tatapan leonal yang mengintimidasi,ternyata hanya sekertaris,jika seperti ini mereka tidak perlu takut lagi.


"dia terlihat sangat cantik pak leon,matanya benar-benar sangat indah,sepertinya juga sedang mengandung,sayang sekali,jujur tadinya saya berpikir dia masih lajang,padahal saya sedang mencari seorang wanita untuk anak saya,dan nona lisa sepertinya cocok untuk anak saya"kata direktur dari korea dengan terang-terangan memuji lisa


leonal merasa semakin terbakar didalam hatinya,pujian itu sangat tidak enak didengar,membuat gendang telinganya hampir pecah.


lisa yang mendengarnya hanya biasa-biasa saja,dia merasa mungkin pak direktur sedang bercanda,tapi tidak untuk leon.


"pak direktur seperti yang anda lihat kalau sekertaris saya sekarang sedang mengandung,dan pastinya dia sudah menikah,jadi singkirkan pikiran anda untuk menjadikan dia sebagai menantumu" kata leon dingin.


mereka hanya menanggapi dengan senyum,tidak menyadari kalau leonal sedang marah sekarang.


dean menyadari tatapan tak bersahabat dari bosnya,dan langsung menyadarkan situasi,tidak ingin membuat suasana menjadi lebih panas.


"saya rasa sudah cukup pertanyaanya pak direktur,tuan muda tidak ingin membuang-buang waktunya"ucap dean


"ah yah,baiklah,terimah kasih untuk kerja sama ini pak leon"kata pak direktur perwakilan dari korea itu,dia mengulurkan tangannya kepada lisa,menatap wanita disamping leon dengan kagum,tanpa peduli dengan pria dingin disampingnya,bahkan mereka tidak takut lagi sekarang,bukannya leonal mengatakan hanya sebatas sekertaris kan.


"nona siapa namamu?kamu sangat cerdas sekali,kami saja tidak menyadari jika ada kekeliruan pada berkasnya,senang bertemu denganmu"


lisa tercengang beberapa detik,dan langsung membalas uluran tangan itu.


"terimah kasih,nama saya lalisa,pak direktur bisa memanggil dengan nama lisa saja"ucap lisa dengan senyum kikuk.


sekertaris dean mengumpat lisa habis-habisan didalam hatinya,hidupnya sementara berantakan,sedangkan wanita yang membuatnya susah,kini sedang dipuji-puji bahkan terlihat senyum tanpa beban.rasanya dia ingin menghabisi nyawa lisa sekarang juga.


"ok baiklah nona lisa,sampai ketemu lagi yah,kami permisi pak leon"


"hem"singkat leon

__ADS_1


para direktur serta asistennya langsung keluar dari ruangan itu,dean dan sekertarisnya ikut keluar mengantar mereka,lisa sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok wanita disamping dean.


setelah mereka keluar kini didalam ruangan itu hanya tersisa lisa dan leon.


leonal langsung menatap istrinya dengan sedikit tersulut emosi.


"besok aku tidak ingin melihatmu dengan pakian seperti ini lagi"kata leon dengan arrogan


"tapi ada apa dengan bajuku,aku merasa ini baik-baik saja"tanya lisa terkejut sekaligus bingung,dia langsung melihat baju yang dipakainya.


"aku tidak menyuruhmu untuk bertanya,ikuti saja apa yang aku katakan"


lisa semakin tidak mengerti dengan leonal,menurutnya apa yang dikatakan leon sangat aneh,perasaan baju yang dia pakai biasa saja.


"sepertinya tidak perlu,baju ini terlihat sangat nyaman,perutku sudah terlihat,aku hanya ingin leluasa bergerak,lagian baju yang dilemarimu terlewat mewah,aku meresa tidak nyaman memakainya"ucap lisa,dengan datar,dia merasa sedikit kesal dengan ucapan leon.


apalagi jika mengingat baju didalam lemari pakiannya seperti akan kepesta,mana mungkin dia akan kekantor dengan gaun.


"baiklah jika begitu,aku akan mengutus dean untuk membelikan pakain yang nyaman untukmu,aku tidak ingin baju seperti ini ada dalam lemari,kalau tidak aku akan menyuruh mereka untuk membakarnya"tatapan tajam leonal sangat menakutkan.


lisa merasa sepertinya leon sedang kerasukan,karena marah-marah tidak jelas,dia ingin menggatakan tidak perlu,akan tetapi tidak untuk sekarang,biarkan leon mengatur sesuka hatinya,baru kali ini dia melihat leon sangat marah.


"baik terserah kamu saja"


"good girl"leonal langsung tersenyum puas,setelah itu leon mengajak istrinya kembali keruangannya.


sementara itu di lantai bawah.


mendengar isu kalau lisa sekarang menjadi sekertaris presdir membuat rekan-rekan kerja lisa tidak berkutik.

__ADS_1


sepertinya tuan leon begitu peduli pada lisa,apalagi dengan scandal foto mereka,mungkin saja lisa mempunyai hubungan spesial dengan pak leon


mereka langsung terlihat murung,menyesal dengan tindakan semena-mena yang pernah melakukan pada lisa,mereka ingin mengambil seribu langkah pergi dari tempat ini.


mereka begitu takut bagaimana jika lisa melaporkan mereka pada presdir,bisa saja bukan hanya dipecat tapi juga di masukan kedalam penjara mungkin.


"jika saja aku tidak melakukan hal itu pada lisa,mungkin sekarang aku tidak setakut ini"wanita itu meremas jarinya


"benar bangat,sepertinya tidak ada gunanya kita disini lagi,bahkan maya dipecat tiba-tiba dengan tidak terhormat,entah bagaimana nasibnya sekarang"sambung temannya dengan frustasi.


wajah-wajah mereka sangat takut.


tapi tidak untuk teman-temannya maya,mereka begitu geram,karena maya dipecat tiba-tiba dari kantor,mungkin saja semua ini ada kaitannya dengan lisa,apalagi mereka sudah tau lisa sekarang sudah menjadi selertaris leonal.


niat hati mereka hanya ingin membuat nama baik lisa buruk,tapi justru membuat hati mereka semakin memburuk.


"lisa benar-benar brengsek,bisa-bisanya dia mengambil keuntungan"


saat ini,lisa melirik jam dipergelangan tangannya,sedkit lagi jam makan siang,dia ingin keluar dari ruangan leon dan menemui lili.


sejak masuk kantor tadi,dia sama sekali belum menemui lili,lisa tidak tahu seperti apa respon lili sekarang jika dia tahu,kalau dirinya sudah menikah tanpa memberitahunya.


leonal menatap lekat istrinya yang sedang asik melihat komputernya,sorot mata leonal menyirat suatu maksud yang tidak dipahami,tiba-tiba ponsel leonal berdering,ternyata oma,dia langsung mengangkatnya,leon mengerutkan kening,apa sepenting itu?


"baiklah oma,leon paham"setelah itu leonal langsung mematikan telfonnya dan menatap istrinya.


"tetaplah disini,kita akan makan siang didalam ruangan ini,oma sudah menyuruh pelayan mengantar makan siangnya"


"tapi aku ingin makan di luar dengan lili,aku sudah sangat merindukannya" pekik lisa dalam hatinya.

__ADS_1


leonal meredupkan harapan diwajahnya seketika.


"baiklah"jawab lisa dengan pasrah.


__ADS_2