Dalam Penjara Cintamu

Dalam Penjara Cintamu
part 40 sekertaris leon


__ADS_3

keesokan harinya,di perusahaan leonal


lisa sedang berada diruangan leon,dean sedang membantunya menjelaskan bagaimana menjadi sekertaris leonal,jangan tanyakan seperti apa perasaan lisa sekarang,dia hanya mampu mengatakan ia dan aku paham.


sedangkan pemilik ruangan itu sedang asik memeriksa beberapa dokumen sebelum pertemuan,hanya matanya sesekali melirik asisten dan istrinya.


"mungkin seperti itu nona,selebihnya anda hanya akan berdiri disamping tuan leon,mencatat semua informasi selama rapat berlangsung"jelas dean dia berusaha agar tidak terlalu dekat dengan nona muda karena lirikan dari bosnya seakan menusuk sampai kejantungnya.


"baik aku mengerti"


drt drt dean melirik ponselnya yang berdering,dan langsung mengangkatnya.


"ya kamu persiapkan semuanya kita akan kesana 5 menit lagi" sahut dean ketika panggilannya terhubung,setelah berkata seperti itu pada sekertarisnya,dean langsung mematikan ponselnya.


"tuan perwakilan dari perusahaan korea dan amerika telah datang,mereka sudah menunggu kita di ruang meeting"ucap dean


"ok kita ke ruang rapat sekarang juga"leonal bangkit dari singgah sananya sambil memegang file berwarna merah,lalu menatap lisa.


"ambil ini,dan ikutlah keruang meeting,kamu pasti sudah mengerti kan dengan apa yang dijelaskan dean barusan"


lisa menganggukan kepalanya,lalu mengambil dokumen itu"ia,aku memahaminya".


leonal langsung tersenyum tipis"good,gadis pintar"


sepertinya nama non alexa benar-sudah tersinggir dari hati tuan leon"batin dean,dia sedikit terkejut melihat senyum dari leonal.


lisa menghela napas dengan berat,kini dia sudah berdamai dengan hatinya,dan berusaha menerima pekerjaannya sebagai sekertaris,setelah semua beban ini terlepas,dia akan pergi dari kehidupan yang penuh penekanan ini,lisa langsung mengambil dokumennya dan bersiap.


"mari silahkan nona tuan"


leonal langsung keluar dari ruangannya,diikuti dean dan lisa,mereka segera menuju ruang pertemuan.


tak lama dean membuka pintunya setelah mereka sudah tiba.


melihat kedatangan leonal semua berdiri dan menyambutnya dengan hormat.

__ADS_1


"selamat pagi pak leon"


leonal masuk keruangan itu dengan tatapan dingin,lisa mengikuti langkah leonal dan mereka langsung duduk ditempat yang sudah disediakan asistennya.


dean menutup pintunya dan segera bergabung dengan para pemegang saham,dia duduk disamping sekertaris barunya,kursi mereka paling ujung,sengaja diatur oleh sekertaris itu.


semua mata langsung tertuju pada lisa,apalagi lisa yang memakai baju dres t shirt dengan cardingan,jadi perutnya sedikit tercetak,membuat mereka bertanya-tanya,sedang lisa hanya duduk dengan tenang disamping leonal tanpa mempedulikan tatapan aneh semua orang.


"sebaiknya meeting ini kita mulai" kata leonal menekan suaranya dan langsung menyadarkan situasi.


"maafkan kami pa leon,baiklah mari kita mulai rapat ini" ucap salah seorang direktur perwakilan dari amerika.


"ok langsung ke intinya" kata leon


dia membuka filenya dan menjelaskan rincian kerjasama antara dua perusahaan,setelah itu dilanjutkan dengan yang lain.


sedang lisa mencatat dengan tenang semua pont-point pentingnya,tanpa melirik kanan kirinya.


setelah itu mereka memberikan file-filenya kepada leonal,leon menerimanya dan langsung memberikannya pada lisa


"kenapa memberikannya padaku,apa yang harus aku lakukan"tanya lisa pelan agar yang lain tidak mendengar,ekspresinya antara cemberut dan bingung.


leonal tidak sanggup melihat tatapan itu,dan langsung memalingkan wajahnya,sekarang setiap pandangan dari wajah sendu lisa mampu meneduhkan hatinya.


tapi lagi-lagi leonal mencoba menepis pikiran itu,tidak ingin terpesona dengan lisa,dia tidak ingin terjebak dengan permainannya sendiri,dia menjawab pertanyaan lisa dengan datar namun bernada tekanan.


"periksa setiap detil file itu,dan tunjukan padaku jika memang ada kekeliruan dan kesalahan,bukannya dean sudah menjelaskannya padamu kan"


mendengar apa yang dikatakan leon,lisa mengerti dan mulai memeriksanya.


pada saat ini seseorang yang duduk disamping dean menatap lisa sedari tadi dengan tatapan membunuh,karena lisa dia dibantai habis-habisan oleh kakaknya,karena lisa akhirnya mau tidak mau terpaksa menjadi sekertaris dean,pria yang dimusuhinya sejak dulu.


"jaga matamu,atau kamu bisa saja akan ditendang dari sini oleh tuan leon"ucap dean dengan nada penuh ancaman.


wanita itu langsung melotot pada dean.

__ADS_1


"ciih,kamu pikir aku takut denganmu,ingat jika bukan karena aku,kamu dan kakakmu yang serakah itu sudah mendekam dibalik jeruji besi" lanjut dean lagi,tanpa melihat wanita disampingnya.


wanita itu langsung menyadari akan apa yang dikatakan leon,pria ini selalu saja mengungkit hal itu,dia menanggapi dengan pelan"ok aku minta maaf,puas kau"


tapi dean tak menggubris,dan hanya duduk melihat semua yang didalam ruangan,mereka nampak tegang menunggu keputusan dari leon.


lisa membuka suara setelah memeriksa file-file itu,dia menarik napas pelan lalu menghembuskannya,dan mulai berbicara


"aku rasa semua file-file ini tidak ada masalah mungkin perlu diperbaiki jika misalkan....


lisa menjelaskan semuanya secara detil setiap file-filenya,para dewan direksi menatap lisa dengan kagum seakan terpesona,bagaimana tidak,baju yang dipakai lisa membuatnya sangat ideal meski sedang hamil,bibirnya yang ranum terus berbicara dengan pelan dengan mata teduhnya yamg mampu menghipnotis beberapa saat,serta rambutnya yang digeraikan melambai dengan indah,sungguh sangat cantik.


"ekhem" leon berdehem dengan keras,mukanya sudah berubah panas membara melihat semua orang menatap lisa dengan intens.


seketika mereka dibuat terkejut dan pucat,sungguh tatapan leonal sangat mengerikan,tetapi mereka juga bingung,apa pak leon punya hubungan spesial dengan wanita itu? kekasih gelapnya atau?karena tatapan leon membuat mereka menciut seketika.


lisa masih menjelaskan tanpa mempedulikan apapun,leon seketika berkata dengan dingin.


"aku sudah mengerti,tidak usah dijelaskan lagi"


"baik jika begitu" kata lisa dan langsung duduk kembali,sama sekali tidak menyadari lirikan maut dari leonal.


beberapa menit kemudian rapat pun akhirnya selesai,mereka dengan senang menjabat tangan leon


"pak leon kami sangat senang bekerja sama dengan anda,semoga dengan bergabungnya tiga perusahaan,kita akan menjadu partner kerja yang baik" kata direktur dari korea


"ia pak leon ini merupakan keberuntungan untuk kami karena perusahaan anda begitu terkenal,kami begitu berterimah kasih atas kerja sama ini,tapi kalau boleh tau siapa wanita disamping anda tuan,dia begitu cerdas,apa dia sekertaris anda atau?"direktur dari amerika begitu penasaran dengan sosok wanita disamping leonal.


"dia itu istri saya"jawab leon dalam hatinya,entah kenapa kata itu sangat berat dia ucapkan.


"dia sekertaris saya"


lisa tersenyum mendengarnya,dia sudah menduga,pasti ini kalimat itu yang keluar dari mulut leon,dia mana mau mengakuinya sebagai istri,statusnya hanya istri diatas kertas.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜arigatoo semuanya,katakan jika cerita ini membosankan yah,mungkin aku tidak akan melnjtkan lagi deh,jika menurut kalian tidak bosan, rupanya aku harus belajar lagi ๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2