Dark Kingdom

Dark Kingdom
Ketegangan ulahnya


__ADS_3

Nikalos menatap Karan yang menatap Abigail lekat "Apa yang tengah mereka bicarakan?" benak Karan. Dia menggoyangkan gelas yang berisi cairan anggur merah.


Crang!!


Gelas di tangan Nikalos terjatuh, membuat cairan merah berserak sembarang. Suara yang nyaring membuat semua tatapan tertuju ke arah Nikalos.


"Aw" Desis seorang gadis yang terduduk di lantai.


Nikalos menatap nya datar, tatapannya seakan ingin membunuh gadis itu.


Gadis itu merintih, bahkan air matanya hendak jatuh.


"Anda tidak apa nona?"  Nikalos mengulurkan tangannya, berupaya menahan amarah. Jelas gadis itu yang menyenggolnya, sekarang dia seakan menjadi korban.


Terselip senyuman kecil di bibir Raisa. Hal ini yang dia mau membuat target nya menatap kearahnya, dengan begitu dia tak akan berpaling karena mengingatnya dalam kejadian ini. Raisa diam terduduk, seakan takut.


"Nona?" panggil lirih Nikalos.


Raisa tetap diam, dia mendongak menatap Nikalos. Jantungnya berdetak hebat, dari dekat Nikalos begitu tampan membuat hatinya meleleh. Dia sampai bingung ingin berkata apa, saking herannya menatap pria tampan yang sangat berbeda dari kebanyakan pria Lumenia.


"Hey!! kau apa yang kau lakukan pada kakak ku!!"  Pria itu langsung mendorong Nikalos kasar dan langsung menghampiri Raisa.


Nikalos menatap pria yang mendorongnya kasar, dia membenahi kerahnya yang di sentuh pria itu.


Tepatnya dia masih anak-anak mungkin usianya baru 15 tahun~ Riam Papelia anak kedua dari keluarga Papelia.


Jelas sekali Nikalos tampak marah, dia merasa tak satupun orang Lumenia yang pantas menyentuhnya, dalam diri Nikalos berkecambuk keinginan untuk memotong kedua tangan anak kecil itu.


Nikalos memang pria yang tak pandang bulu, dia sangat suka memusnahkan orang yang mengganggunya, dia kejam namun terbungkus oleh wajah rupawanya dan senyum manis bibirnya.


"Untuk adikku aku akan menahannya" Nikalos beradu dengan egonya yang kasar. Terlebih setelah ini dia berniat berdansa dengan Abigail, tapi kekacauan ini membuat jasnya terkena nona. Ini sangat mengganggu nya.

__ADS_1


Raisa mengigit bibirnya "Kenapa bocah ini menganggu" Benaknya kesal.


Melihat gaun kakak nya yang terkena noda wine, membuat Riam semakin marah.


"Ternyata isu yang selama ini terdengar benar, orang-orang dari Dark kingdom kasar. Begitu keji, sesuai dengan kerajaan nya yang penuh dengan kegelapan!!" tekan Riam sembari menunjuk-nunjuk ke arah Nikalos.


Nikalos memiringkan wajahnya "Mungkinkah kamu tidak diajarkan sopan santun nak, baik nya cari tahu dulu dalam satu kasus siapa yang bersalah!" Ucap santai Nikalos, meski amarahnya memuncak tapi dia masih mampu terlihat tenang.


Nikalos menatap Raisa lekat "Benarkan nona!! " Pertegas Nikalos.


Raisa menunduk, tak berani menatap Nikalos. Dalam hal ini dia memang bersalah, kemunculan adik nya tidak masuk kedalam rencana nya. Kemunculan adik nya memperburuk suasana membuat heboh seluruh ruangan, semua tatapan tertuju padanya sekarang. Padahal niat awalnya hanya menarik perhatian Nikalos bukan semua orang.


"Jangan menekan kakak ku, kau menakuti nya" Riam beranjak, dia menghampiri Nikalos menatap nya tajam.


"Bahkan kau sangat buruk, kau orang jahat" Riam menatap Nikalos, dia sibuk memandanginya. Dia hendak mengejek fisik Nikalos, tapi tak ada kekurangan dalam diri Nikalos, dia itu tampan "bagaimana bisa, harusnya dark kingdom berisi orang-orang buruk rupa!!" Pekik nya lantang.


Terjadi ketegangan di sini, pasalnya dengan ucapan Riam membuat kesatria Dark kingdom yang juga datang langsung mengerubungi mereka bertiga Nikalos, Raisa, dan Riam. Ucapan Riam seakan menyalakan api. Ketegangan semakin berlanjut dimana kesatria Lumenia saling berhadapan dengan kesatria Dark kingdom.


Abigail mengamati situasi dari jauh, sumber masalah di Sana adalah kakak nya dan gadis Lumenia. Tak percaya hal ini terjadi, citra Dark kingdom akan buruk jika Nikalos benar membuat masalah pada gadis itu. Namun, itu tidak mungkin. Kakak nya bukan pria gegabah yang mencari masalah di tempat musuh, dia tahu tempat.


"Hai nak, ucapan mu membuat ketegangan. Yeah, tanyakan saja pada kakak mu. Aku bahkan tak menyenggolnya, aku sibuk mengamati tarian dansa adikku, saking indahnya tarian adik dan adik ipar membuat ku tak bisa mengalihkan pandangan" Jelas Nikalos.


Nikalos mengepal jemarinya kuat, dia dengan mulutnya sendiri menyebut Karan yang musuh dalam pertempuran sebagai adik ipar, rasanya dia ingin muntah.


Riam menoleh menatap kakak nya yang terdiam "Apa itu benar kak" Riam sedikit berteriak.


Raisa bergetar takut, situasi menjadi rumit. Raisa berdiri dengan lunglai menghampiri Nikalos "Maafkan saya yang menyenggol anda lebih dulu, hanya saja saya sedikit syok tadi" Jelas Raisa. Para kesatria mengerubunginya bagaimana mungkin Raisa bisa berbelit, salah berucap maka nyawanya akan melayang.


Nikalos tersenyum kecut, matanya memberi isyarat bahwa dia tidak melakukan apa-apa "Saya disini tamu tidak berniat bergaduh"


Panglima Rahan Tenerife beserta pasukan sudah bersiap jikalau Dark kingdom memang bersiap untuk mengacau di acara penting hari ini.

__ADS_1


Karan melewati kerumunan, tangannya menggenggam tangan Abigail. Dia menghampiri Nikalos, dia menepuk pundak Nikalos pelan.


"Kalian dengar Putra mahkota Nikalos tak bersalah, tak ada kekacauan yang mereka buat. Jadi Rahan tarik kesatria mu, aku tidak meminta mereka menyudutkan kakak ipar ku!!" Perintah tegas Karan.


"Siap yang mulia! " Ucap lantang panglima Rahan.


"Mundur, kembali!" Perintah panglima Rahan.


Nikalos melirik panglimanya Zuel Baro. Zuel mengangguk menarik kesatria nya untuk tidak awas dan tidak ikut campur.


"Maaf atas kehebohan yang terjadi saya tidak bermaksud" Raisa semakin bergetar takut, air matanya menetes. Di samping itu dia juga harus menahan malu karena ulah nya sendiri.


"Tidak apa, kembalilah nona. Saya rasa anda tidak mungkin berada di sini dengan tampilan seperti itu" Ketus Nikalos dengan penuh penekanan.


"Terimakasih" Raisa menunduk menghadap Raja dan Ratunya, bermaksud memohon izin untuk kembali.


"Pergi lah" Ucap Karan.


Raisa menarik lengan adik nya kasar, dia keluar dari ruangan dengan cepat "ini karena kamu bodoh" bisik Raisa penuh emosi pada adik nya.


"Kakak kenapa, urusan aku dengan pria itu belum selesai" Gerutu Riam.


Raisa mencubit lengan adik nya "Diam bodoh" Tekannya "Jangan memperkeruh dan semakin mempermalukan ku"


"Maaf atas kegaduhan yang terjadi" Nikalos sedikit membungkuk sebagai bentuk permintaan maaf nya.


"Itu bukan salah anda" Karan menolak maaf Nikalos "Kegaduhan itu dibuat oleh rakyat saya yang hanya mementingkan urusan pribadinya. Maaf, sebagai tamu terhormat Lumenia anda malah merasa di lecehkan saya akan memberi hukuman tegas pada orang yang berani menyentuh tamu saya. Orang yang menganggu dan tak mampu bertanggung jawab, harus di pertegas" Jelas Karan dengan tegas.


Nikalos menyeringai "Anda berhasil membuat saya sedikit mempercayai perkataan anda. Saya menunggu kabar anda memberi hukuman pada orang yang berani menyenggol Saya. Pasalnya disini Saya bukan tamu baik ataupun orang baik, melepaskan orang yang berani menganggu Saya itu bukan putra mahkota Dark kingdom. Saya akan menghancurkan siapapun yang macam-macam. Mulut memang memaafkan tetapi tindakan di belakang kita tidak tahu, jadi tetap awas jika tak mampu menjaga lidah yang berbisa" Nikalos mengatakan itu sembari tersenyum dengan gagah.


Orang-orang bergidik mendengar peryataan Nikalos yang halus namun berduri tajam, bahkan dia mengatakan kalimat itu dengan wajah tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2