
Acara penobatan usai dengan baik, walau sedikit terjadi kericuhan. Namun, kericuhan tak selalu membawa dampak buruk, kadang kala membawa keuntungan untuk beberapa pihak. Sangat jelas kericuhan itu membuat Raja Lumenia dan putra mahkota Dark memperlihatkan kepada publik bahwa kedua kingdom tak bermusuhan lagi, dimana mereka berdua saling memanggil ipar bak begitu akrab. Itu menjadi ancaman bagi kingdom lain, jika ingin bermain-main dengan Lumenia ataupun Dark kingdom, dua kingdom yang awalnya bermusuhan akan saling membantu, artinya kedua kingdom menjadi bertambah kuat.
>>>>
Akibat ulah dari Raisa dan Riam, kepala keluarga Papelia mendapat peringatan dan hukuman keras dari Raja. Secara tegas menyatakan "Kepala keluarga Papelia, kedua anak anda membuat kericuhan dengan tamu berharga saya, Dark Kingdom. Sesuai dengan hukum kerajaan bagi yang berani menghina keluarga kerajaan mendapat hukuman 15 tahun penjara, tamu saya adalah saudaraku sekarang. Namun, tamu berharga saya tidak ingin memenjarakan kedua anak anda, dia sangat tahu mereka sangat berharga untuk anda. Jadi, setiap tahunnya keluarga Papelia harus memberi kompensasi kepada Dark kingdom sebanyak 100.000 rupel dan pada Lumenia 200.000 rupel. Jika menolak anda lebih sayang dengan uang dibanding anak anda"~ Lumenia Kingdom.
Yaka meremas kuat surat yang baru saja dia terima, rasanya dia hendak pingsan melihat jumlah kompensasi. Penegasan yang tajam disampaikan jelas dalam surat "Raisa!!! Riam!!!" pekik lantang Yaka.
Raisa dan Riam masuk keruangan kerja Ayahnya dengan pelan, mereka berdua menunduk takut.
"Apa ini?" Yaka melempar kertas yang berisi peringatan.
"Itu-" Raisa dan Riam saling memandang.
"Saya hanya membela kakak, tapi-" Riam tak melanjutkan ucapannya, saat ini didepannya amarah Ayahnya sangat menggebu.
Yaka mengerutkan kening tak menyangka kedua anaknya merusak sejarah baik keluarga Papelia "Kalian tahu kalian akan dipenjara!!" Yaka memukul kuat meja.
Raisa dan Riam tersentak takut.
"Ayah, saya tak ingin dipenjara" lirih Riam takut.
Raisa mengangguk kecil "maaf" Lirihnya.
Yaka mengerutkan keningnya, sekarang dia harus bekerja ekstra. Dia juga tak mungkin meminta agar Raja menarik surat itu, ini akan menjadi masalah besar "Tak apa, sekarang aku akan memperketat kalian agar tahu aturan dan adab. Kalian membuat kita rugi besar, 300.000 rupel aku akan membayar kompensasinya, itu bukan jumlah yang kecil dan keturunan kita akan terus membayar setiap tahunnya!!" Yaka menatap kedua anaknya tajam.
Mereka berdua bergidik, tak menyangka hal kecil mampu membuat masalah yang amat besar untuk keluarga mereka. Ini menjadi pelajaran untuk mereka berdua agar tak gegabah bertindak pada sembarang orang. Di dunia ini kita harus berhati-hati dengan orang yang memiliki kekuasaan yang melebihi kita, itu sangat berbahaya.
300.000 rupel setara dengan 79 juta.
>>>>
Hari ini Nikalos akan kembali ke Dark Kingdom, sebelum kembali dia dijamu dengan baik di Lumenia. Nikalos tampak begitu bersemangat, Dark Kingdom akan mendapat keuntungan besar setiap tahunnya dari keluarga Papelia.
__ADS_1
"Saya berniat mencabut gelar keluarga Papelia dan memberi hukuman, namun tak disangka anda menawarkan ide brilian" Karan memecah keheningan.
Nikalos meletakan sendoknya pelan, dia menatap Karan "bukankah kita harus pandai dalam melihat situasi yang tak menguntungkan menjadi peluang besar" Nikalos tersenyum kecil.
"Anda benar" Karan kembali menikmati santapannya.
Abigail tak berucap sepatah kata pun, keberadaannya sekarang maupun kemarin seakan tak ada bagi kakaknya. Perubahan sikap yang membingungkan bagi abigail. Kakaknya memang sarkas tetapi dia tak pernah tak menyapa Abigail, kakaknya selalu memperhatikannya dengan baik, tapi sekarang terasa berjarak.
"Maaf menganggu yang mulia" potong seorang pelayan.
"Seseorang tengah menunggu anda, Galen. Dia berkata saya hanya perlu meyebut nama itu" ucap sopan pelayan.
Karan tampak terkejut.
"Ini sedikit tidak sopan, disaat saya menjamu anda. Saya harap anda tak tersinggung" Karan berusaha agar tak menyinggung Nikalos.
"Saya rasa itu tidak masalah, Ratu disini" ucap Nikalos tak keberatan, sembari melirik Abigail.
Karan beranjak dari duduk, dia melirik Abigail yang di balas anggukan pelan Abigail.
Abigail tak tahan dengan suasana canggung ini "Apakah Ayah dan semuanya baik-baik saja?" Abigail memecah keheningan.
Nikalos mendongak membuat mereka saling menatap "lebih baik dari pada dulu, sekarang kita berfokus pada ekonomi dan pertahanan"
"Syukurlah" Abigail bernapas lega.
Nikalos menopang dagunya, tatapannya begitu dalam mengamati Abigail "bagaimana dengan mu?" Nikalos menatap Abigail sendu.
"Saya diperlakukan dengan baik disini" Abigail tersenyum manis, seolah dia baik-baik saja.
"Sekarang seakan anda peduli dengan saya, bagaimana dengan kemarin?" Abigail menatap kakaknya marah.
Nikalos terkekeh "Kau tetap adik kecilku"
__ADS_1
Abigail kesal "bukan jawaban itu yang saya mau!!" tekan Abigail.
"Sekarang bahkan kau berbicara formal padaku" Nikalos memiringkan wajahnya.
Ucapan itu semakin membuat Abigail marah "bukankah kakak yang duluan? seakan dari awal kita berjarak?!" Abigail menatap kakaknya menahan keras agar tak menangis, bagaimanapun dia merindukan kakaknya. Kakak yang selalu mengawasinya dalam peliknya medan perang, tanpa peduli akan keselamatannya. Kakak yang ber pura-pura tak peduli dengan nya, namun diam-diam menjaga nya. Dari awal Abigail sadar bahwa kakak nya begitu peduli padanya.
Nikalos beranjak dari duduk menghampiri Abigail, dia mengelus pucuk kepala Abigail lembut "maaf, kakak tak ingin memperlihatkan betapa sayangnya aku padamu. Adik kecil yang cengeng akan mendapat masalah dari musuh kita nanti" Jelas Nikalos.
Abigail menarik kembali air mata yang hendak terjatuh, menatap kakaknya tak percaya "aku rasa salah dengar" gumam Abigail.
"Hey, itu respon yang buruk" Nikalos menahan tawa.
Nikalos dan Abigail saling menatap, mereka tertawa bersama.
"Tak kusangka kakak orang yang pandai berucap manis, ini mengejutkan" Abigail terkekeh masih tak percaya.
Nikalos tampak berpikir "Kakak memang orang seperti ini, kurasa!! " Ucapnya ragu.
Tatapan Nikalos kembali tajam, seakan memberi peringatan.
"Sekarang kamu telah menjadi Ratu dari Lumenia, kau harus kuat dan jangan pernah memberi ampun pada orang yang berani mengganggumu, paham!!" tekan Nikalos.
Abigail mengangguk.
"Ingat, rumahku rumahmu juga. Kapanpun kamu ingin pulang pintu selalu terbuka" Nikalos tersenyum kecil.
Abigail mengangguk cepat.
"Tingkatkan kewaspadaanmu selalu, seperti saat kita di medan perang. Kita tak tahu siapa saja musuh yang bersembunyi. lemah bukan adikku!!"
"Jangan pernah ragu menghubungiku kapanpun untuk meminta bantuan, karena aku selalu di pihakmu adik kecil" Jelas Nikalos, mempertegas bahwa Abigail tak sendiri meski sekarang dia menjadi bagian Lumenia bukan Dark Kingdom lagi tapi dia tetap bagian dari Dark Kingdom kapanpun itu.
Abigail menatap kakak nya lekat, dari dulu sampai sekarang kakaknya adalah orang yang selalu memikirkan nya.
__ADS_1
Abigail memeluk kakak nya lembut "terimakasih"
Nikalos menghela napas pelan "mungkin setelah ini kita akan sulit berjumpa"