Dark Kingdom

Dark Kingdom
Galen dan bayangan


__ADS_3

Di ruangan seseorang tengah menunggu Karan. Rambut cokelat dengan wajah yang penuh luka dan badan yang begitu kekar.


"Kau sudah datang Karan" Ucap pria itu memecah keheningan.


Karan berjalan cepat, seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat "kau masih hidup Galen?!"


Doeng!!


Rasanya palu besar memukul kepala Galen.


"Kau menyapaku dengan tak sopan" Galen terkekeh.


"Panggil aku paman" Galen memukul kepala Karan kasar.


Galen Carol dia adalah paman Karan, adik Ibu nya. Sebelum terjadi nya perdamaian, kerajaan kehilangan kontak dengan Galen. Banyak yang berasumsi bahwa Galen sudah meninggal. Galen sendiri panglima kepercayaan Karan. Tak di sangka sekarang Galen muncul dengan keadaan baik-baik saja.


"Ku dengar kau sudah menikah?" Galen menatap Karan lekat.


Karan mengangguk "itu benar, karena hal itu perdamaian tercipta"


Galen memukul kencang kepala Karan "Bodoh!!" Pekik lantang Galen.


"Paman?" Karan menatap paman nya tak percaya.


Galen menghela napas "Kau membiarkan hidupmu hancur tanpa merasa kan cinta sesungguhnya" Galen menatap keponakannya Iba.


"Cih, kau sendiri sama. Kau bahkan belum pernah berkencan di umur mu yang menginjak 42" Umpat Karan kesal.


Paman nya terdiam tak bisa berkata. Ucapan Karan tepat sasaran, di usianya sekarang dia bahkan belum menikah.


"Kita berlayar dalam peperangan yang lama. Perlukah cinta itu? yang kita butuhkan hanya kemenangan" tegas Karan.


Galen tertawa kencang "kau benar. Bagaimana jika kau memiliki istri lain" Sarannya.


Sorot mata Karan tajam, suasana menjadi mencengkam "sungguh Aku pura-pura tak mendengarnya"


"Namun, tak mungkin kau mencampur sesuatu buruk dalam keturunan mu!!" Suara Galen meninggi.

__ADS_1


Karan menatap paman nya sinis "hentikan, kau seperti orang lain!!" tekan Karan.


Galen tersenyum getir "Aku hanya ingin membuat suasana lebih hidup dan memberi saran yang tak buruk"


Karan memukul meja kencang "Saran mu akan semakin memperburuk perdamaian yang tengah berlangsung, memiliki istri lain sama saja membunuh  diri sendiri. Kau pikir Dark kingdom akan terima jika kau bermain-main dengan perasaan putrinya!!" teriaknya lantang.


"Ketika kau meminangnya menjadi istri maka pihak keluarga istri tak berhak ikut campur" Ucap Galen serius.


Karan menatap Galen tajam "hentikan ocehan mu yang tak jelas itu" Karan berusaha bersabar agar emosinya tak semakin tersulut.


"Cerita kan kenapa kau selamat?" Karan mengacak rambutnya kasar. Karan melirik Galen dia mengamati nya serius.


Galen tampak serius "Setelah bertempur dengan pasukan Dark kingdom kami terdesak, pasukan kalah telak. Aku menarik mundur semua pasukan saat itu, namun pasukan Dark Kingdom tak melepaskan kami. Kami terpaksa terus melawan, sampai akhirnya semua terbunuh. Aku terluka dengan sangat parah, saat itu Aku memiliki keberuntungan bisa melarikan diri. Tak Ada pilihan Aku memilih sembunyi di dalam goa yang letaknya cukup jauh dari tempat pertempuran. Di Sana Aku pingsan beberapa hari dan beruntung nya Aku di bantu oleh seseorang wanita" Jelas nya.


"Baik lah kau selamat sudah membuat ku lega" Karan bangkit dari duduk nya.


Galen ikut beranjak "Aku belum selesai bercerita" tukasnya.


"Aku dengar kan! " Karan kembali duduk.


"Dia wanita cantik yang Aku jumpai, dia tak pernah tersenyum selama membantu pemulihan ku. Hanya ucapan nya membuat ku terngiang 'untaian putus kembali terikat akan terlahir monster kuat yang meluluhlantahkan dunia, di atas kepemimpinannya. Semua bersorak untuk nya tapi tak jelas terlihat  bahagia atau kesedihan?.'


"Aku mengerti hal yang kau khawatir kan, itu tak berarti apapun. Kembalilah dan terimakasih karena masih hidup" Karan beranjak meninggalkan Galen.


Galen menatap punggung Karan yang kian menjauh.


Bayang hitam melingkar di sekitar Galen "Galen Ku, jika mereka berdua memiliki anak. Maka kau akan melihat Dunia ini hancur" Bisik bayangan hitam berbentuk wanita cantik di telinga Galen.


Galen mengangguk, dia memiliki rencana.


"Awasi Galen, Aku merasa Ada yang tak beres dengan nya" Perintah Karan pada kesatria bayangan nya.


Kesatria itu mengangguk, bergegas melaksanakan tugasnya.


Karan mengepal jemarinya kuat "dia orang yang berbeda"


Pasalnya Galen pria kaku nan dingin. Dia tak pernah banyak bicara, sepatah dua patah, dan anggukan kecil itu cara Galen untuk berkomunikasi dengan orang-orang. Galen juga bukan pria yang suka ikut campur urusan orang, dia tak pernah mengomentari keputusan Karan apapun itu, karena Galen selalu mempercayai Karan untuk menciptakan kedamaian.

__ADS_1


Karan bergegas menghampiri Abigail dan Nikalos. Karan bergabung untuk melihat kepergian Nikalos kembali ke Kingdom nya. Ini merupakan adab sebagai seorang raja.


"Terimakasih atas jamuannya yang mulia" Ucap sopan Nikalos sembari melirik Abigail.


Karan mengangguk.


Nikalos beserta rombongan nya mulai berjalan menjauh.


"Hati-hati" gumam Abigail menatap rombongan Nikalos yang mulai tak tampak.


"Istriku, mulai saat ini kau harus ber hati-hati" Ucap Karan.


Abigail tersentak "apa hal buruk terjadi?"


"Aku rasa sesuatu yang buruk kian mendekat" Karan menatap langit.


"Semakin hari anda memperlakukan saya dengan baik" Abigail mendengus.


Karan mengulurkan tangannya "itu hal yang memang harus anda dapatkan"


Abigail menatap Karan datar, dia menerima uluran tangan Karan. Mereka berdua berjalan masuk. Abigail mengira hal ini agar mereka terlihat mesra di depan orang-orang. Mengingat Karan yang sebenarnya sangat menjaga jarak dengannya saat di kamar.


"""


Nikalos dan rombongan berjalan semakin jauh. Mereka berhenti tepat di depan goa yang tampak menyeramkan. Nikalos masuk ke dalam, dia memperhatikan seisi goa dengan seksama "benar, tak salah yang Aku rasakan itu" Nikalos mengepal jemari kuat.


Saat Karan beranjak meninggalkannya dengan Abigail karena seseorang tengah menunggunya, saat itu Nikalos merasakan hawa mencekam di sekitar.


Nikalos kembali ke rombongan, melanjutkan perjalanannya.


Goa itu bernama Mortuus. Goa yang menyegel bayang wanita keji yang membunuh ribuan manusia berpuluh tahun lalu, hanya untuk dijadikan kelinci kemarahannya.


Wanita itu tak memiliki asal yang jelas, namun orang-orang menganggap bahwa wanita keji itu berasal dari keturunan Dark, hanya karena wanita itu mampu menggunakan sihir kegelapan. Wanita itu penyebab rumor buruk mengenai keturunan Dark. Hal itu membuat Keturunan Cahaya saat itu berencana menghancurkan seluruh Keturunan Dark. Membuat perpecahan dan berakhir tercipta nya dua kerajaan dengan sejarah perang yang tak pernah berhenti.


Walaupun tetua keturunan Dark telah menyegel wanita keji itu. Keturunan Cahaya tetap yakin, bahwa akan muncul keturunan Dark yang menyerupai wanita keji itu, menjadi penghancur dunia membuat penderitaan tak berujung.


Cerita mengenai wanita keji mulai tengelam, namun bagi Nikalos putra mahkota dari Dark kingdom selalu di beritahu oleh sang Ayah mengenai cerita legendary itu. Sang Ayah sangat yakin bahwa suatu saat segel akan terlepas dan wanita itu akan membuat kericuhan, sebagai bentuk tak terima dirinya di segel dalam waktu lama.

__ADS_1


Nikalos dan Ayah nya orang yang mampu mempelajari segel tetua yang melegenda itu.


__ADS_2