Dark Kingdom

Dark Kingdom
Bukit


__ADS_3

Abigail dan Karan terus menyusuri jalan pemukiman warga. Sangat terasa perbedaan saat Abigail menginjakan kaki di tempat ini, sekarang pemandangan hijau yang segar mulai memenuhi tempat-tempat.


"Oo ugh!"


Seorang nenek tak sengaja terjatuh. Abigail yang melihat itu langsung mendekat dan membantu nenek itu kembali berdiri.


Nenek itu tersenyum dengan manis "terimakasih nak" ucapnya sembari menatap Abigail lekat-lekat, dia sempat terkejut awalnya. Namun dengan cepat dia tersenyum ramah "Kau memiliki rambut hitam pekat. Kau bukan dari Lumenia?" tanyanya sembari menyentuh rambut panjang Abigail yang tergerai.


Abigail mengangguk pelan.


"kau sangat cantik" nenek itu tak henti mengelus rambut panjang Abigail "Hoo, akhirnya aku bisa menyentuh rambut dari orang Dark Kingdom. Rambut yang menarik dan asal usul yang juga menarik"


Abigail tak mengerti maksud dari kalimat nenek itu, tapi dia hanya menjawab "Anda terlalu menyanjung"


"Anak yang rendah hati. Nah, terimalah" nenek itu memberikan liontin pada Abigail.


Abigail menolak tapi nenek itu terus memaksa. Pada akhirnya Abigail menerima nya. Nenek itu berucap benda itu di berikan nya sebagai ucapan terimakasih atas bantuannya, meski Abigail tak berpikir untuk menerima imbalan atas bantuannya.


Setelahnya Abigail kembali menghampiri Karan yang hanya menatapnya.


"Maaf membuatmu menunggu" ucap Abigail namun matanya tertuju pada liontin batu safir merah dalam genggamannya. Abigail juga menoleh ke belakang, namun nenek itu sudah tak terlihat "jalannya cepat juga" benak Abigail.


"menurut mu benda ini apa mungkin memiliki semacam sihir?" Abigail menunjukan itu pada Karan, sebab Abigail tak merasakan hal aneh hanya saja dia menjadi tak tenang setelah menerima liontin ini.


Karan mengamatinya "apa nenek itu yang memberikanmu?"


Abigail mengangguk.

__ADS_1


"tidak terasa aliran sihir didalam nya, ini hanya liontin biasa" jawab Karan setelah memastikan liontin itu sungguh benda biasa.


"Hey, kejar kuda itu!!" teriak seseorang yang terdengar panik.


Secara bersamaan Karan dan Abigail menoleh ke sumber suara. Rupanya seekor kuda terlepas dan mengamuk. Kuda itu berlarian menghampiri kearah mereka. Dengan cepat Karan menarik tali kendali kuda dan Abigail menggunakan sihir pengikatnya Religare untuk menghentikan gerak kuda itu.


Karan menyentuh kuda itu lembut, dia menyalurkan mananya. Dan kuda itu seketika menjadi tenang untuk pertama kalinya Abigail melihat sihir semacam itu.


Pemilik kuda itu buru-buru menunduk berucap maaf, dan terimakasih karena telah membantu menghentikan kuda nya yang mengamuk. Pemilik nya juga terlihat lega karena Raja dan Ratunya tak terluka. Kericuhan itu membuat para kesatria bergegas melingkari Raja dan Ratu mereka. Para kesatria bersikap waspada dengan pedang yang mereka keluarkan.


Amukan kuda itu jika mengenai orang biasa bisa mencelakai dan menghancurkan banyak rumah-rumah. Abigail juga terlihat lega mereka berhasil menghentikan kuda itu dan menghentikan kerugian yang akan menimpa perekonomian Lumenia.


Karan menatap tajam kesatria nya, yang lagi-lagi melakukan keteledoran dalam bertugas. Terlebih Abigail untuk sekian kalinya terkena musibah. Meski Abigail bukan orang lemah dan mampu menjaga dirinya. Dengan ketidak becus para kesatria nya memperlihatkan betapa lemahnya kesatria Lumenia. Karan merasa malu juga gagal.


"terlambat dan kalian terus tak becus!!" ucap Karan dengan mengeratkan giginya kuat.


Para kesatria itu hanya terdiam.


"Karan" ucap Abigail menyela, membuat pandangan tertuju pada nya.


"Aku ingin menunggang kuda" ucap Abigail.


Karan sempat bingung saat mendengar kalimat Abigail, kemudian Karan menjawab "Baiklah Aku akan ikut dengan mu" Karan menaiki kuda lebih dulu.


"Aku pinjam kudamu" ucap Karan pada pemilik kuda


Pemilik nya dengan senang hati meminjamkan kuda nya.

__ADS_1


"ulurkan tanganmu" pinta Karan.


Bagi Abigail dia tak butuh bantuan semacam ini hanya untuk menaiki kuda. Namun, demi terlihat hubungan mereka baik Abigail menyambut uluran tangan Karan. Mereka lantas menunggangi kuda bersama.


Para kesatria menatap haru Abigail dan berterimakasih karena telah membantu mereka terlepas dari kemarahan Rajanya.


Abigail sebenarnya tak mengerti mengapa para kesatria menatapnya dengan berbinar. Abigail tak ada niatan untuk menyelamatkan mereka dari amukan Karan, dia hanya harus menunggang kuda menuju bukit yang mengarah ke goa Mortuus yang letaknya cukup dekat dengan gunung Atra.


Abigail merasa ada yang tidak beres dengan segel bayang wanita keji yang membunuh ribuan manusia berpuluh tahun lalu. Abigail mengetahuinya karena mendengar saat kecil Ayah dan kakaknya membicarakannya, mereka tak pernah membahas hal itu bersama dengan dirinya. Entah apa alasannya, lalu karena Abigail anak yang penasaran saat pertama kali dia bertugas di gunung puncak Atra. Abigail sempat mencari Goa itu dan berhasil menemukan. Di Sana terdapat batu yang berisi tulisan yang Abigail tak mengerti. Abigail sangat yakin bahwa tulisan itu adalah penyegel untuk wanita itu. Sekarang Abigail hanya ingin memastikan apakah segel itu masih bekerja atau segel nya telah berhasil dihancurkan.


Mereka sampai ke bukit, dari sana mereka bisa melihat hutan Xanax yang menjadi pembatasan kedua kingdom. Juga gunung-gunung tinggi.


Karan menatap Abigail yang terlihat menatap hutan Xanax dengan ekspresi penuh kerinduan. Karan berpikir Abigail ingin kembali ke kediamannya.


"Aku tau bahwa disini kamu merasa tak aman. Mungkin karena beberapa insiden belakangan ini. Terlebih pelaku yang menggunakan Hominem belum ditemukan dan lagi kau di hadapkan dengan situasi tadi" Karan memecah keheningan dengan rasa bersalah.


"Apa yang anda katakan" jawab Abigail "Hal-hal semacam itu sudah sering terjadi, nyawa yang kapan saja bisa melayang. Aku tak memikirkan itu"


"Aku ingin pergi ke goa Mortuus ada suatu hal yang harus aku pasti kan" kata Abigail


Karan mengernyit, dia pikir Abigail merindukan Kingdom dan keluarga. Karan pikir alasan Abigail meminta diantar kesini agar bisa melihat perbatasan kingdom nya.


"Aku tak bisa menggunakan teleportasi karena sebelumnya Aku telah menggunakannya dengan jumlah besar. Dan butuh waktu lama untuk bisa menggunakannya lagi" jelas Abigail.


"Aku juga bisa pergi sendiri. Seorang Raja tak bisa meninggalkan kingdom nya dalam waktu lama"


Tapi kuda kembali bergerak dan perlahan cepat. Rupanya Karan tak berniat membiarkan Abigail pergi sendirian. Membiarkan Abigail pergi sendiri dan jika hal buruk terjadi dan Abigail tak kembali maka itu akan jauh lebih buruk. Lagi pula ini tak akan lama.

__ADS_1


"Sangat beresiko anda meninggalkan kingdom tanpa pemberitahuan" ucap Abigail datar "dan anda dengan mudahnya memilih pergi bersamaku. Bisa saja aku merencanakan sesuatu dan saat kembali kingdom mu telah hancur!!"


"Aku tau kau tak seperti itu" jawab Karan.


__ADS_2