Dark Kingdom

Dark Kingdom
Penobatan


__ADS_3

"Yang mulia Karan Ingnatius dan yang mulia  Abigail Darshena Ingnatius memasuki ruangan" Ucap seorang kesatria.


Abigail mengeratkan giginya kuat " Ingnatius bukan Basilio lagi" benaknya.


Mereka berdua berjalan beriringan, dengan tangan Abigail yang di gandeng Karan.


Semua mata tertuju pada mereka berdua. Pasangan bak lukisan berjalan, begitu rupawan membuat hati bergetar "Sangat serasi" bisik-bisik mulai terdengar.


Mereka berdua mendatangi Imam besar yang tengah menunggu mereka di dekat kursi penobatan. Imam besar  yang memberi kekuasaan Raja dan Ratu baru untuk melanjutkan pekerjaan pendahulunya.


Mereka berdua menghadap Imam besar, sedikit menunduk dengan sopan. Imam besar menatap mereka dalam, kedua tangan menyentuh kepala Karan dan Abigail pelan "Tak pernah terbayang hal ini akan terjadi" lirih imam besar.


Imam besar menatap Caburi yang membawa sepasang mahkota dan sebuah tongkat. Caburi adalah pendeta Agung yang ikut memberkati penobatan Raja dan Ratu.


"Raja terdahulu, Charles Ingnatius, di gantikan oleh Raja sekarang Karan Ingnatius sehingga perlindungan kingdom akan terus berlanjut tanpa terputus" Imam besar memasangkan mahkota keemasan milik Raja terdahulu pada Karan. Imam besar juga memberikan Heka pada Karan, sebuah tongkat yang melambangkan di pegangnya kekuasaan.


Imam besar beralih menatap Abigail "Perbedaan yang sangat jelas, bukan menjadi penghalang perdamaian" gumam Imam besar. Imam besar memasangkan mahkota yang di kenakan Ratu sebelumnya pada Abigail "Ratu Abigail Darshena Ingnatius akan selalu berada di samping Raja dalam suka maupun duka, semua untuk Lumenia" ucapnya lantang.


Imam besar menghadap ke arah semua yang menyaksikan penobatan, dia berkata dengan lantang dan keras "Era baru akan terjadi" 


Tepuk tangan dan sorak terdengar begitu keras.


Dengan begitu Karan dan Abigail resmi menjadi Raja dan Ratu Lumenia. Mereka berdua duduk di singgasana nya, menatap pertunjukan yang di gelar. Dan keadaan Lumenia lebih membaik dari sebelumnya, ekonomi yang terasa mulai membaik menunjukan  sekeras apa Karan sampai bisa secepat ini memperbaiki masalah keuangan kingdom nya,ini pula menunjukan bagaimana keseriusannya dalam menata kingdom dan Karan yang selalu sibuk mengurus segalanya dari pagi dan pagi. Dengan begitu dalam hal ini Abigail menyimpulkan, Karan pria yang sangat bertanggung jawab. Terlepas permasalahan dari kedua kingdom. Lalu dengan Abigail yang telah resmi menjadi ratu, dia bisa segera mengambil dan membantu tugas secara resmi demi memajukan Lumenia bersama dengan Karan.


Para tamu mulai berucap selamat, baik yang dalam negeri maupun yang dari luar negeri. Perwakilan dari masing-masing kerajaan tetangga yang memiliki hubungan baik dengan Lumenia mulai menghampiri. Monia kingdom, dan Qora Kingdom.


"Selamat atas naik tahtanya yang mulia" Ucap Dama Nora, perwakilan dari Qora Kingdom.


"Ratu anda sangat menawan" Dama melirik Abigail.


"Saya membuat banyak pria iri karena menikahinya" tekan Karan.


"Anda benar, anda sangat beruntung karena perdamaian membuat anda bertemu dengan seorang wanita cantik" Ledek Dama, dia menyeringai kecil.


Tampak sangat jelas dia memprovokasi Karan.


"Anda sangat benar, mungkin saja saya tidak bertemu dengan nya jika bukan dari perdamaian ini" Karan tersenyum lembut sembari menatap Abigail.


Abigail menatap nya datar, seakan berkata 'jangan membuatku geli dengan ucapan anda', rasanya Karan bisa menebak isi pikiran Abigail.

__ADS_1


Seketika Dama terdiam, dia tidak berhasil merusak suasana.


"Sungguh beruntung melihat penyatuan yang langka" Timpal Tail Shan, perwakilan Monia Kingdom.


Karan menatap nya tajam.


"Cahaya dan kegelapan sungguh romantis" Tail tampak Dramatis.


Karan berusaha bersabar, banyak mata memandang dia tidak bisa membunuh dua perwakilan dari dua kingdom, yang ada perang akan terjadi lagi. Namun, mulut mereka tidak memiliki filter, membuat kesal.


"Tak menyangka, perwakilan dari dua kingdom memiliki watak yang sama. Tidak sopan dan tak beretika" Abigail menatap mereka berdua dengan datar.


Membuat Karan dan kedua perwakilan dari dua Kingdom terkejut.


"Anda disini adalah perwakilan dan kami tuan rumah, sopan santun itu sangat penting, bisa saja anda berada di kandang yang berbahaya" Abigail menatap mereka berdua tajam berhasil membuat mereka berdua tak berkata.


Karan tersenyum puas "Rupanya dia sangat tegas" Karan menyentuh dagunya, menatap Abigail yang sedang berbicara tegas.


Karan menoleh menatap kedua perwakilan "Lidah yang tajam namun tidak pada tempatnya, bagai membunuh diri sendiri" Karan menyeringai.


Karan menatap mereka berdua seakan bersiap ingin membunuh "Mata, kaki, dan kepala mungkin itu tak akan menyatu lagi setelah pesta penobatan ini. Saya sangat pandai dalam menyembunyikan bangkai" Bisik Karan pada mereka berdua, suasana rasanya sangat mencekam bagi mereka berdua.


"Kami undur diri" Buru-buru mereka berdua menjauh.


Kudian dari jauh tampak rombongan Dark Kingdom memasuki ruangan Mazevo Domatio, mereka di pimpin oleh Nikalos Basilio. Nikalos datang sebagai Putra mahkota dari Dark Kingdom sekaligus kakak dari Abigail.


Nikalos menghampiri Karan dan Abigail "Mohon maaf atas keterlambatan kami yang mulia" Nikalos menunduk sopan.


Rasanya Abigail ingin berlari menghampiri kakaknya, namun dia harus sadar akan posisinya sekarang.


"Bukan masalah besar dengan datangnya anda itu sudah cukup" Jawab Karan, dia berusaha ramah.


Nikalos menatap Abigail datar "Dia tampak baik-baik saja" benak Nikalos tenang.


Nikalos memang berniat datang terlambat, dia tak memiliki keinginan untuk menyaksikan adiknya naik tahta dan menjadi Ratu Lumenia. Itu juga membuat dia dan Ayah nya cekcok. Ayahnya terus memarahi dirinya yang dengan sengaja memperlambat kedatangan. Pasalnya ini menyangkut dua perdamaian kingdom. Nikalos ingin sedikit bersikap egois, walaupun sedikit berlebihan.


Nikalos sendiri tak ingin menunjukan bahwa dia peduli pada Abigail, bisa saja nantinya Karan menggunakan Abigail sebagai kelemahan dari Dark kingdom "sungguh egois" Nikalos mengeratkan giginya kuat.


Penobatan ini tak luput dari dansa, untuk membuka Raja dan Ratu di persilahkan berdansa berdua terlebih dulu, lalu akan diikuti oleh yang lain nya.

__ADS_1


Karan dan Abigail berada ditengah-tengah para tamu, semua pandangan tertuju pada mereka.


Karan mengulurkan tangannya yang di sambut baik Abigail. Mereka berdua berdansa dengan epik membuat tamu semakin terkesima dengan mereka berdua.


Karan menatap Abigail lekat.


"Berhenti menatap!" tekan Abigail risih.


"Ketus sekali!!" Karan semakin menatap Abigail lekat-lekat.


Abigail menatap Karan, mereka saling menatap "Karan anda membuat saya semakin sulit konsentrasi" lirihnya.


Entah kenapa, di mata Karan Abigail bersikap seperti itu tampak sangat manis, dia seakan tampak manja pada nya.


"Sudah lama sekali aku tidak berdansa, jadi mungkin saja aku akan melakukan kesalahan" Ucap serius Abigail.


Karan tersentak "Tidak masalah, aku akan membantu" Jawabnya.


Abigail tersenyum kecut, tak disangka dihadapan banyak orang Karan benar-benar bersikap sangat hangat dan mempedulikan dirinya.


"Awalnya aku ingin bersaing dengan orang yang menikahi Raja, namun setelah melihat secara langsung pendampingnya, aku rasa aku tidak akan mampu bersaing" Benak Raisa Pepelia.


Raisa Papelia dia anak dari seorang Duke yang cukup berpengaruh. Siapa yang tidak tertarik saat melihat pria seperti Karan, dia memiliki kekuasaan yang tinggi, rupawan, dan kemampuan yang luar biasa.


Raisa menatap Karan dan Abigail yang tengah berdansa. Latar Abigail tidak biasa, memiliki sejarah di medan tempur dengan kemampuan yang tidak biasa "sudah lah"benak Raisa dia merasa begitu tak berdaya tertampar kenyataan.


"Hey Raisa apa kamu lihat pria di sana" tunjuk Fiorer Zaga.


Raisa menoleh menatap pria yang di tunjuk Fiorer "Dia mirip dengan Ratu" Ucap nya spontan.


"Tentu saja, dia kakaknya. Putra mahkota dari Dark Kingdom, lihat saja rambutnya, rambut itu ciri khas dari Dark kingdom" Fiorer bersemangat.


"Dia tampan" Timpal Vivian Taales, ikut bergabung.


Fiorer tersenyum manis "Apa kalian tahu dia masih lajang" Bisik nya.


"Tampan dan lajang aku tetap tidak tertarik, Dark Kingdom mengerikan" Vivian bergidik takut.


"Bukankah itu menantang" Jawab Raisa.

__ADS_1


Kedua sahabatnya menoleh ke arah Raisa cepat "kamu menganti target?" Ucap mereka bersamaan.


Raisa hanya tersenyum kecil, sembari menatap Nikalos penuh maksud.


__ADS_2