Dark Kingdom

Dark Kingdom
kecaman


__ADS_3

Setelah kejadian yang menimpa Abigail, penjagaan di sekitar Abigail semakin di perketat. Desas-desus mulai bermunculan banyak yang berasumsi bahwa Abigail adalah target pembunuhan. Ada pula yang berasumsi itu orang dalam kingdom. Bahkan sangat mungkin suaminya menargetkan dirinya. Tapi Abigail tak percaya itu, sangat beresiko jika benar Karan menargetkan nya. Tidak mungkin bertindak ceroboh dan terang-terangan.


Abigail sangat tenang, dia bahkan tak terguncang dengan kejadian yang menimpa nya.


Sayang sekali tubuh pria itu hancur, hal itu menyulitkan untuk menemukan dalang dan maksud dari penyerangan itu.


Abigail duduk dengan menikmati tehnya di dalam kamar seorang diri. Pikirannya sibuk dengan kemungkinan terburuk.


Burung gagak dan sebuah surat terikat di kaki nya. Tak mungkin hal ini tidak di ketahui oleh Ayah dan kakaknya. Meski telah terjadi perdamaian tetap saja, masing-masing memiliki mata-mata mereka untuk mengawasi segala pergerakan kingdom lain. Itu untuk meminimalisir penyerangan berencana. Abigail membuka jendela membiarkan burung itu masuk, di raihnya surat itu. Tertulis:


"Aku tidak suka dengan kabar yang ku dengar. Pulanglah Abigail. Aku tak ingin mendengar kau mati di kerajaan musuh dengan sia-sia. Ku pikir lebih terhormat jika kita mati dengan bertempur. Jika perang terjadi lagi bukan masalah. Kali ini Aku yakin kemenangan di pihak kita." •°•Nikalos Basilio


Abigail terkekeh "Kau menghawatirkan ku?"


Kakaknya tak pandai berucap manis, tapi dia sosok yang baik. Walau ucapannya terkadang keras dan sarkas, sama halnya dengan Ayah nya yang kaku.


Abigail membalas surat itu "Aku Ratu Lumenia sekarang, tak mungkin Aku kembali. Perdamaian akan tetap berlanjut, tenang saja Aku di sini baik-baik saja. Tak Ada satupun yang mampu menyentuhku. Kau tau aku bukan orang yang lembut kakak!!"•°• Abigail Darshena Basilio


Abigail mengikat surat itu di kaki burung gagak, tak lupa memberi sihir agar tak sembarang orang membaca surat nya.


"Pergilah, katakan pada kakakku jangan menghawatirkan ku" Abigail melepaskan burung itu, tak lupa dia tersenyum manis.


..........


"Bagaimana penyusup itu bisa masuk dan menyerang Ratu" Tekan Karan pada panglima kesatria penjaga, Aulus Damara.


"Maaf kan Saya yang mulia, saya lengah" Jawab nya hati-hati.


"Lengah?" Karan mendongak menatap Aulus dengan marah.


Aulus tak berani menatap wajah Karan dia menunduk.


Karan mengacak kasar rambut nya "Kali ini saja saya mentolerir, jika sampai ini terulang kau tau akibatnya nya!" tekan Karan, suasana menjadi mencekam.


"Saya mengerti" Jawab Aulus berusaha tenang.


Pasalnya dengan cepat Raja Dark Kingdom, Coridan Basilio ayah dari Abigail memberinya peringatan, dengan surat yang baru Karan terima:


"Jika perdamaian ini berjalan dengan tak semestinya dan anda membuat putriku menderita, pasukan akan saya kerahkan ke wilayah anda dan Saya tak akan peduli dengan perjanjian itu. Perang akan kembali berlanjut, putriku akan Saya bawa paksa kembali. Dia bukan hanya putriku, dia juga terdaftar sebagai rakyat ku. Camkan itu, jangan bermain-main dengan kami. Jika sedikit saja goresan terdapat pada putriku, maka saat itu aku tidak peduli lagi dengan perjanjian itu!! Karena disini kau memulai dulu, tak mampu menjaganya!!"•°• Coridan Basilio


Karan memukul mejanya kencang "Ini tak bisa di biarkan, perdamaian harus tetap berlanjut"

__ADS_1


Sejauh ini dia sudah muak, dia lelah terus menerus berada di medan perang. Darah dan darah, setiap hari tak hentinya melihat darah yang menghiasi medan pertempuran. Banyak kematian di depannya, orang tak bersalah yang dia bunuh, jeritan dari orang-orang yang dia bunuh selalu menghantuinya. Tangisan, tangisan selalu membayangi setiap langkah Karan, rasanya dia begitu merasa bersalah.


Dia mengingat ucapan mendiang Ayahnya "Dark Kingdom mereka semakin kuat, jika kita terus bertempur mungkin saja kita yang kalah. Maka perdamaian itu harus terjadi, agar derajat Lumenia tidak merosot dan kematian berkurang"


"Jadi Abigail adalah putri tercintanya, Aku hanya perlu bersikap baik pada nya. Ya, Abigail juga berkata kita hanya perlu bersikap hangat, dia rasanya juga mengharapkan perdamaian ini" gumam Karan, tatapannya begitu tajam, dan rasanya dia cukup prustasi mengurus kingdomnya seorang diri, dia yang pewaris tunggal dan banyak kerabatnya yang telah wafat dia cukup kewalahan. Terlebih banyak bangsawan disekitaran nya yang dia tak percayai.


...


Abigail begitu bosan berdiam terlalu lama di dalam kamar, itu bukan dirinya yang tak melakukan apa-apa.


"Syafa aku ingin keluar" Abigail beranjak dari duduknya, dia tampak serius.


"Yang mulia anda mau kemana?" Syafa berdiri di depan Abigail menghalangi. Sebelum mengetahui jelas kemana Abigail pergi, jika hal buruk terjadi pada Ratunya maka dia tak akan hidup lagi.


Abigail tampak berpikir keras "Aku juga tidak tahu!" Abigail menatap Syafa dalam, berharap dia tau tempat untuk dikunjungi.


Seketika menjadi hening, syafa tak menyangka orang seperti Abigail bisa melucu yang tak lucu.


"Apa anda begitu jenuh? " Tanya Syafa memastikan.


"Apa raut wajahku kurang menyakinkan?!" tekan Abigail.


"Yang mulia bagaimana?! bagaimana jika kita pergi ke taman Flos? "


"Kemanapun itu asal jangan berdiam di dalam kamar sepanjang hari!! " Abigail berjalan keluar, diikuti Syafa dengan panik.


Taman yang cantik, tumbuh berbagai bunga yang berwarna terang. Tak satupun terdapat bunga yang berwarna hitam atau gelap.


"Kebencian yang tampak dengan jelas" gumam Abigail.


Mereka berdua berjalan menyusuri taman. Syafa sibuk berceloteh, menjelaskan semuanya mengenai taman ini. Kemarin Syafa melewati mengenalkan taman ini, dia tak ingat.


"Nah, yang mulia ini adalah taman kesukaan mendiang Ratu. Mendiang Ibu dari yang mulia Karan, beliau sangat suka menghabiskan waktu di sini" Jelasnya.


"Jika anda berjalan berbelok ke arah kanan maka akan terdapat tempat singgah anda bisa beristirahat di Sana" Celoteh Syafa lagi.


"Tempat nya sangat cantik dan-" Syafa menghentikan ucapan nya.


Terdapat dua kesatria penjaga berdiri dengan gagah tepat di depan mereka.


"Salam yang mulia Ratu"sapa sopan Kedua kesatria.

__ADS_1


Abigail mengangguk pelan.


"Kenapa kamu berhenti Syafa, lanjutkan" Suruhnya, Abigail kembali berjalan, melewati kedua kesatria itu.


"Mohon maaf yang mulia"


Abigail menghentikan langkahnya.


"Saya hanya bisa sampai sini. Hanya keluarga kerajaan yang boleh masuk lebih dalam" Jelas Syafa.


"Kembali lah" Ucap Abigail, dia kembali berjalan.


"Baik, saya akan menunggu anda kembali" Syafa menunduk berbalik kembali.


Taman Flos adalah taman yang hanya boleh di masuki oleh keluarga kerajaan, pihak luar tak akan pernah di izinin masuk siapapun itu. Syafa mengetahui terdapat tempat singgah karena banyak yang mengatakan hal itu, dia sendiri tak tahu seperti apa tempat singgah itu, dia hanya membayangkan dengan menatap ujung dari tempat singgah yang tampak dari kejauhan.


Abigail berjalan dengan pelan sembari mengamati, dia tak akan bertanya kenapa pihak luar tak boleh masuk. Setiap kingdom memiliki rahasia nya sendiri yang hanya boleh dikonsumsi oleh pihak keluarga.


Benar sekali di depan Abigail terdapat tempat singgah yang cantik, tampak sangat terawat. Di sana Karan tampak bersedih, tangannya memetik sebuah bunga yang baru mekar.


Abigail berbalik tak ingin menganggu, rasanya dia melakukan kesalahan karena masuk seenaknya.


"Kemari"ucap Karan sembari menoleh ke arah Abigail.


Abigail menghentikan langkahnya, tak mungkin Karan tak mengetahui kehadirannya.


"Maafkan saya" Ucap sopan Abigail.


"Untuk apa?" Karan meletakan bunga yang dia petik di meja.


"Saya melihat sesuatu yang tak sepantasnya Saya lihat" Abigail menunduk pelan.


"Kesatria di luar tak melarang mu, berarti kamu memiliki hak untuk melihat tempat ini" Karan berjalan mendekati Abigail.


"Jangan menunduk seperti kamu seorang bawahan, kita disini sama" Karan menyentuh dagu Abigail, membuat mereka saling bersitatap.


"Saya mengerti" Abigail menatap Karan dalam.


"Kita sama-sama saling di butuhkan!" tekan Abigail.


Karan menyeringai, melepas sentuhannya mereka saling menatap cukup lama tanpa sepatah kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2