Daughter Of Word Ruler

Daughter Of Word Ruler
episode 15


__ADS_3

"baik kaisar " ucap mereka serentak


"sttt diam jangan berisik" ucap kaisar


"baik ayahanda" jawab mereka memgecilkan suara mereka


kaisar pun bergegas keaula istana dan sedangkan para pangeran bergegas masuk kedalam kamar kaisar


para pangeran pun melihat ada keranjang bayi dan mereka melihat ada seorang bayi perempuan yang berbaring diranjang dan tertidur pulas


"wahh adik sangat imut" ucap pangeran kedua


"iya benar dia sangat imut" ucap pangeran pertama


pangeran kedua pun memcubit pipi sia an xifang "ahhh sakit siapa ni yang memcupit pipi gw" batin sia an xifang kesal


"jangan memcubit pipi adik kamu tau gak yang dibilang ayah jangan ganggu adik tidur " ucap pangeran pertama


"terlambat untuk memyesal" batin sia an xifang


sia an xifiang pun mematap para pangeran dan memgeluarkan aura pembunuhnya 2% "kenapa aura adik sangat memakutkan" batin pangeran pertama yang gemetar


"kakak kenapa aku gemetar😣" ucap pangeran ketiga


"adik kita harus keluar dari kamar ini" ucap pangeran yang ketakutan


"baik kakak" ucap pangeran ketiga


mereka pun pergi dari kediaman phoenix dan memuju kediaman naga


"haha siapa suruh kalian berdua ganggu aku tidur😏" batin sia an xifang


ditempat lain kediaman naga


"kakak apa tu tadi, kenapa dikamar ayah sangat memgerikan" ucap pangeran ketiga yang masih teringat betapa memgerikan dikamar saat berada dikamar kaisar


"itu karena adik marah" ucap pangeran pertama

__ADS_1


"maksud kakak apa??" ucap pangeran kedua


"apa kamu tidak sadar pada tatapan adik itu" ucap pangeran pertama


"iya aku tau kakak emangnya kenapa" ucap pangeran polos


"iya Tuhan mengapa engkau memberikan adik yang bodoh ini dan membuat dia memjadi adikku😭" ucap pangeran frustasi


"kakak kamu sangat jahat😫" ucap pangeran ketiga sudih


"ayolah adik aku hanya bercanda😅" ucap pangeran yang berbohong


"apa benar kakak tak berbohongkan" ucap pageran ketiga


"tidak kakak tak pernah berbohong pada mu" ucap pangeran pertama berbohong


"kita harus kembali kepembahasan pertama" ucap pangeran pertama


"jadi kenapa ada aura pembunuh dikamar ayah" ucap pangeran kedua


"kakak kita harus memlaporkan hal ini kenapa ayah" ucap pangeran kedua


"iya kita harus memlaporkannya" ucap pangeran pertama


mereka pun memuju keaula istana, sesampai diaula istana mereka langsung hormat


"ayah saya ingin memyampaikan sesuatu hal yang penting" ucap pangeran pertama


"iya apa yang ingin pangeran pertama sampaikan" ucap kaisar


"ayah ini berkaitan tentang adik" ucap pangeran pertama dengan serius


"apa yang ingin kau sampaikan tentang adik" ucap kaisar


"kaisar pada saat kami ingin memjaga adik tiba tiba pangeran kedua sia xihuan memcubit pipi adik ada pada saat itu juga adik membuka matanya tapi ada yang aneh pada mata adik bukan memangis tapi adik mematap kami dengan tatapan pembunuh" ucap pangeran petama yang membuat semua yang ada diaula kebingungan


"nak mungkin kamu salah lihat bagaimana seorang bayi mematap kalian berdua dengan tatapan pembunuh" ucap kaisar yang memjelaskan

__ADS_1


"tapi ayah kakak dan aku melihatnya sendiri" ucap pangeran ketiga


"iya ayah benar mungkin kami salah memlihat" ucap pangeran pertama dan pergi dari aula tersebut diikuti dari belakang oleh pangeran kedua sia xihuan


sesampai dikediaman naga


"kakak kenapa kakak tidak memjelaskan pada ayah" ucap pangeran ketiga


"adik kamu tau tidak jika semua orang tau jika adik mematap kita dengan tatapan pembunuh pasti banyak orang yang akan memgambil adik dari kita" ucap pangeran petama


"owh begitu" ucap pangeran yang sudah tau


"adik jangan pernah memberi tau kepada siapa pun ini hanya rahasia kita" ucap pangeran


"oke aku persumpa kakak demi adik" ucap pangeran kedua


malam pun tiba dikediaman phoenix kaisar sia wangzi pun berjalan kearah keranjang bayi "putri sia an xifang kenapa kamu selalu saja tidur" ucap kaisar sia wangzi yang sedang membangunkan sia an xifang


"asih siapa lagi ni gw mau tidur pun susah " batin sia an xifang kesal


"sia an xifang bagun saatnya makan malam" ucap kaisar yang memgendong sia an xifang


sia an xifang pun bangun dan mematap kaisar dengan tatapan dinginnya


"nak saatnya kamu minum AS " ucap kaisar yang memberikan sia an xifang pada wanita itu


sia an xifang pun meminum AS dari wanita itu


"hay wanita apa saya boleh tau siapa nama mu" ucap kaisar sia wangzi


"nama saya lin" ucap wanita itu


"owh bagaimana kamu memjadi ibu asuh putri sia an xifang untuk sementara waktu, pada saat umurnya satu tahun saya akan memberikan 100 emas untuk mu" ucap kaisar sia wangzi


"baik kaisar" ucap lin


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2