
lu pun pergi dari ruang itu
beberapa menit
"ahh membosankan" ucap an hoa
an hoa pun memlompat dari sofa ada memuju kemeja kerja dan duduk disana
tiba tiba ada suara ketukan "tok...tok...tok..." "ceo lu saya masuk" ucap wanita itu yang ternyata seketaris lu yang bernama sui
pada saat sui itu masuk dia melihat seorang anak kecil "siapa kamu anak sialan" ucap sui
tiba tiba an hoa melihat sui itu dengan tatapan pembunuhan sui itu pun yang melihat itu gemetar "sui dia anak kecil jadi jangan gemetar " batin sui
"kenapa kamu melihat ku seperti itu" ucap sui
"kamu saja gemetar sok berani" ucap an hoa
"apa kamu anak sialan" ucap sui kesal dan memgakat an hoa
"kamu akan diecat" ucap an hoa
"hahah emang kamu siapa nya ceo lu" ucap sui
"aku calon istri kakak lu" ucap an hoa
"hahhh jangan terlalu memhayal kamu masih kecil" ucap sui
tiba tiba seorang lelaki membuka pintu yang ternyata lu "kakak kamu sangat lama membaka pintunya" ucap an hoa
__ADS_1
"hahha kami ini aku sudah bersembunyi dengan baik tapi kamu bisa mememukanku" ucap lu
"pak saya akan memgatar anak ini keluar" ucap sui
"kamu kenapa kamu nembawa calon istri ku" ucap lu
"apa, gak mungkin pak dia masih kecil biar bersama ku saja" ucap sui
"aku bilang lepaskan dia dan kamu aku pecat" ucap lu
"apa pak gak pak jangan begini pak dia itu anak kecil" ucap sui
lu pun memanggil keamanan kantorkan keamanan kantoran pun tiba dan membawa sui pergi dari kantor tersebut
"akirnya kamu memgaku juga😌" ucap lu dengan sombong
"apa sih aku bilang begitu supaya kamu bisa bantu aku" ucap an hoa
"kamu mau hadia" ucap lu
"iya😊🐶" ucap lu yang memgoyang kan ekor anjing nya
an hoa memberi isyarat (kamu memdekatlah) lu pun memgendong an hoa
an hoa pun memcium pipi lu "cup😗 ini hadia untuk mu"
"lu kenapa wajah mu memerah apa kamu sakit" ucap an hoa yang memgengang wajah lu
"tidak apa baik baik saja, kamu jangan begitu lagi kamu memgerti" ucap lu yang membalik mukanya
__ADS_1
"waktu aku melihat satu cewe memcium pipi cowonya, cowonya tersenyum tapi kakak lu gak tersenyum emm apa aku akan memcoba memcium bibir lu😕" ucap an hoa polos
"gak boleh" ucap lu tambah memambah wajahnya memerah
tiba tiba an hoa memcium bibir lu "apa ini, aku dimana, aku siapa😳" batin lu
"bibir anak ini sangat lembut, 😫ahh kenapa aku begini tahan tahan lu tahan dia masih kecil " batin lu yang memahan napsunya
"gak aku gak kuat lagi " batin lu
lu pun memasukkan l*dihnya kemulut an hoa, an hoa pun terkejut apa yang dilakukan lu tapi sayang an hoa tak tau apa yang dia lakukan an hoa pun memiru apa yang dilakukan lu dan mereka memutup mata beberapa menit "aku gak bisa napas lagi lebih baik aku dorang kakak lu " batin an hoa pun dorong badan lu itu
"umm" suara an hoa yang kehabiskan napas dan muka an hoa yang memerah
"hah maaf an hoa, seharusnya aku gak memcium kamu😔" ucap lu
"tidak apa apa kakak" ucap an hoa
"mungkin kakak lu suka dengan menciuman yang tadi " an hoa pun cium lu dan memasuki lidah an hoa kedalam mulut lu dan memutup matanya
lu yang memyadar itu pun memasuk lidah nya kedalam mulut an hoa dan memutup mata lu
lu pun melepas ciuman dan memcium tubuh an hoa
"umm!!" tubuh an hoa gemetar
ku pun membawa tubuh an hoa kesofa dan memyobek baju an hoa dan memcium leher an hoa
beberapa jam kemudian mereka pun tertidur karena kecapean
__ADS_1
bersambung...
maaf jika cerita nya gak seru seru😊