Daughter Of Word Ruler

Daughter Of Word Ruler
episode 33


__ADS_3

"owh bulunya sangat cantik😊" ucap pangeran mahkota zu bei


semua terkejut apa yang mereka lihat "apa kerajaan sia sangat misikin sampai sampai memberikan bulu yang berguna itu" ucap para pelayan


"pangeran mahkota zu bei coba kakek lihat bulu apa yang kamu pegang" ucap kaisar zu


"ini kakek" ucap pangeran mahkota zu bei memberikan bulu itu kepada kakeknya


"ahem bulu yang sangat merah seperti darah, bulu yang sangat panjang seperti pedang, bulu halus, bulunya berwangi lotus merah, ahem seperti didalam buku yang aku baca 😱 ini kan bulu raja phoenix gunung 3 kabut ini bulu yang bisa berubah memjadi pedang berelemen api yang tak ada orang dapatkan kalau dilelangan ini hampir seribu emas murni gak bukan malah ini lebih mahal lagi" ucap kaisar yang membuat semua terkecut


"sial kamu iya dasar wanita ****** lihat hari ini kamu bebas besok besok aku akan membuat kamu semalu malunya😡" batin putri ketiga sia lu xia kesal


"adik kamu serius memberikan ini pada ku" ucap pangeran mahkota zu bei yang masih terkejut


"iya kenapa tidak kamu adalah kakakku😕" ucap sia an xifang


"tapi ini barang berhaga" ucap pangeran mahkota zu bei


"aku masih punya banyak" ucap sia an xifang


"apa!!! dari mana kamu dapatkan bulu itu" ucap kaisar sia wangzi terkejut


"ahh aku melihat phoenix itu mati jadi aku ambil semua bulunya" ucap sia an xifang


ditempat lain "jangan tahan aku, aku akan muncul dihadapan mereka supaya mereka melihat aku masih hidup atau mati" ucap shen kesal


moyu dan kimo yang memahan shen supaya tidak muncul diaula itu

__ADS_1


ditempat lain istana zu


.


.


.


hening


"apa!!!!!!!!!😱" ucap semua diaula itu terkejut


"kakek bagaimana ini akan memjadi pedang" ucap pangeran mahkota zu bei yang langsung memyadarkan mereka semua dari terkajut mereka


"ahh begini kamu cuma memekan bulu ini" ucap kaisar zu dan benar bulu itu berubah memjadi pedang


"adik terimakasih kakak makin sayang deh sama adik" ucap pangeran mahkota zu bei yang membuat semua perempuan yang seumur dengan pangeran mahkota zu bei iri termasuk putri ketiga sia lu xia


"kalau begitu aku kembali duduk dulu" ucap sia an xifang


sia an xifang membalikkan tubuhnya


"tunggu dulu" ucap kaisar zu


sia an xifang pun memhentikan kakinya dan berbalik "iya ada apa kakek" ucap sia an xifang


"kenapa kamu memakai cadar" ucap kaisar

__ADS_1


"iya benar kenapa putri sia an xifang memakai cadar apa jangan jangan dia buru rupa" ucap para pelayan


"ahh itu tidak apa apa, mungkin saja bukan bilang saja aku buru rupa saja😒" ucap sia an xifang bodo amat


"cucuku coba kamu buka cadarmu" ucap kaisar zu yang ingin melihat wajah cucunya itu


"kakek sebaiknya jangan😣 jika kalian melihat wajah adik kalian akan pingsan" ucap pangeran mahkota sia liang


"apa sejelek itu wajah adik" ucap pangeran pertama kai merasa kasihan


"baik kalau kalian memaksa" ucap sia an xifang


(dak dik duk) suara jantung para hadirin dan para hewan kontrak sia an xifang kecual ke'ai dan anggota kerajaan sia


sia an xifang pun membuka cadarnya "ahh kenapa kakak mimisan" ucap sia an xifang terkejut melihat semua yang hadirin mimisan


"apa!! kami mimisan" ucap para pangeran zu "dek cepat pakai cadarmu" teriak pangeran mahkota sia liang


sia an xifang langsung memakai cadarnya "beberapa menit kemudian 30 pelayan pingsan "apa aku sejelek itu" ucap sia an xifang


"gak kamu gak jelek kamu cantik, imut ya Tuhan kenapa engkau memberikan adik yang sangat imut" ucap pangeran ketiga zu fang


"Tuhan bagaimana kami main dengan adik jika kami sering mimisan saat melihat wajah adik kami" ucap pangeran kedua kang


mereka yang masih sadar cepat cepat memgelap hidung mereka


ditempat lain

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2