
"xin kamu jangan percaya pada anak ****** itu dia itu cuma iri pada karena kami bisa memikahimu dan dia tidak bisa" ucap wantia G
"apa benar itu yang kami inginkan" ucap xin
"..." an hoa
xin pun berlutut dan membuka sebuah kotak kecil yang ternyata isinya adalah kalung "ini kalung untuk mu an hoa" ucap xin
xin pun memakainya keleher an hoa tiba tiba ada tiga orang yang datang dan terkejut "adek kenapa kamu disini" ucap an zinba terkejut
an ziba pun berjalan kearah an hoa dan memariknya keluar dari pesta tersebut
an zinba memdorong an hoa masuk kemobil
tiba tiba lu pun berlari memuju luar "nak kenapa kamu membawa an hoa" ucap lu kesal
"dia adalah adik ku emang kenapa kahh" ucap an zinba
zinba pun masuk kemobilnya
sesampai dirumah zinba pun memyuruh supir itu kembali kepesta dan memunggu ayahnya dan ibunya
mereka pun masuk kedalam rumah tersebut "adek kenapa kamu bisa dipesta itu" ucap zinba kesal
"apa urusanya dengan mu" ucap an hoa
"kakak mu ini gak suka lihat adeknya dekat dengan lelaki lain kamu tau gak" ucap an zinba
__ADS_1
"kamu tau gak aku selalu memcuri perhatian kalian tapi apa kalian gak mau juga dengan ku" ucap an hoa yang memangis kencang dan masuk kamarnya
"ade maaf kakak sebenarnya kakak sangat sayang kepada mu tapi kakak gak tau bagaimana cara ungkapkannya" ucap an zinba yang memangis
zinba pun oergi melihat adik nya itu an zinda membuka pintu perlahat an zinba pun berjalan kearah ranjang an hoa dan memcium kening an hoa
"selamat malam an hoa sayang kakak minta maaf" ucap zinba dan pergi dari kamar tersebut
perlahan an hoa membuja matanya "kakak aku juga sangat memyayangimu" ucap an hoa yang memangis lagi
an hoa pun pergi membersihkan dirinya pada saat an hoa membuka kalung itu tiba tiba tangan an hoa berdarah dan memetes darah pada kalung itu tiba tiba kalung itu bersinar
"aku dimana" ucap an hoa
"kamu diruang dimensi" ucap seorang lelaki
"siapa kamu" ucap an hoa
"kamu dimana" ucap an hoa
"aku dibawah mu" ucap rubah itu
an hoa pun melihat kebawah an hoa melihat ada sebuah telur yang sangat besar
"rubah apa kamu didalam telur ini" ucap an hoa
"iya benar" ucap an hoa
"owh begitu" ucap an hoa
__ADS_1
"rubah siapa nama mu" ucap an hoa
"nama aku tidak ada nama" ucap rubah itu
"ehem aku akan memberikan nama untukmu mulai sekarang namamu adalah ke'ai yang artinya imut" ucap an hoa
"terima kasih master karena sudah memberikan nama yang bagus untuk ku😊" ucap ke'ai bahagian
"owh iya kamu laki laki tau perempuan" ucap an hoa
"aku adalah laki laki" ucap ke'ai
"ke'ai kamu jangan panggil aku master panggil aku an saja" ucap an hoa
"baiklah an" ucap an hoa
"ke'ai bagaimana aku bisa keluar dari sini" ucap an hoa
"an kamu harus fokus pada tato pada lengan kananmu itu" ucap ke'ai
"sejak kapan aku mempunyai tato" ucap ke'ai
"itu adalah tato ikatan hewan dan ruang dimensi mu ruang ini sudah memanggap kamu adalah tuannya" ucap ke'ai
an hoa pun fokus pada tangannya dan benar an hoa kembali kedunia nyata
bersambung...
info :
__ADS_1
kalung yang diberikan xin bersatu pada tubuh an hoa dan terbuatlah tato pada lengan kanannya bergambarnya ada sebuah pedang yang tertancap dibatu dan dililit dengan rantai