Daughter Of Word Ruler

Daughter Of Word Ruler
ruang dimensi dan rubah


__ADS_3

"xin kamu jangan percaya pada anak ****** itu dia itu cuma iri pada karena kami bisa memikahimu dan dia tidak bisa" ucap wantia G


"apa benar itu yang kami inginkan" ucap xin


"..." an hoa


xin pun berlutut dan membuka sebuah kotak kecil yang ternyata isinya adalah kalung "ini kalung untuk mu an hoa" ucap xin



xin pun memakainya keleher an hoa tiba tiba ada tiga orang yang datang dan terkejut "adek kenapa kamu disini" ucap an zinba terkejut


an ziba pun berjalan kearah an hoa dan memariknya keluar dari pesta tersebut


an zinba memdorong an hoa masuk kemobil


tiba tiba lu pun berlari memuju luar "nak kenapa kamu membawa an hoa" ucap lu kesal


"dia adalah adik ku emang kenapa kahh" ucap an zinba


zinba pun masuk kemobilnya


sesampai dirumah zinba pun memyuruh supir itu kembali kepesta dan memunggu ayahnya dan ibunya


mereka pun masuk kedalam rumah tersebut "adek kenapa kamu bisa dipesta itu" ucap zinba kesal


"apa urusanya dengan mu" ucap an hoa


"kakak mu ini gak suka lihat adeknya dekat dengan lelaki lain kamu tau gak" ucap an zinba

__ADS_1


"kamu tau gak aku selalu memcuri perhatian kalian tapi apa kalian gak mau juga dengan ku" ucap an hoa yang memangis kencang dan masuk kamarnya


"ade maaf kakak sebenarnya kakak sangat sayang kepada mu tapi kakak gak tau bagaimana cara ungkapkannya" ucap an zinba yang memangis


zinba pun oergi melihat adik nya itu an zinda membuka pintu perlahat an zinba pun berjalan kearah ranjang an hoa dan memcium kening an hoa


"selamat malam an hoa sayang kakak minta maaf" ucap zinba dan pergi dari kamar tersebut


perlahan an hoa membuja matanya "kakak aku juga sangat memyayangimu" ucap an hoa yang memangis lagi


an hoa pun pergi membersihkan dirinya pada saat an hoa membuka kalung itu tiba tiba tangan an hoa berdarah dan memetes darah pada kalung itu tiba tiba kalung itu bersinar


"aku dimana" ucap an hoa


"kamu diruang dimensi" ucap seorang lelaki


"siapa kamu" ucap an hoa


"kamu dimana" ucap an hoa


"aku dibawah mu" ucap rubah itu


an hoa pun melihat kebawah an hoa melihat ada sebuah telur yang sangat besar


"rubah apa kamu didalam telur ini" ucap an hoa


"iya benar" ucap an hoa


"owh begitu" ucap an hoa

__ADS_1


"rubah siapa nama mu" ucap an hoa


"nama aku tidak ada nama" ucap rubah itu


"ehem aku akan memberikan nama untukmu mulai sekarang namamu adalah ke'ai yang artinya imut" ucap an hoa


"terima kasih master karena sudah memberikan nama yang bagus untuk ku😊" ucap ke'ai bahagian


"owh iya kamu laki laki tau perempuan" ucap an hoa


"aku adalah laki laki" ucap ke'ai


"ke'ai kamu jangan panggil aku master panggil aku an saja" ucap an hoa


"baiklah an" ucap an hoa


"ke'ai bagaimana aku bisa keluar dari sini" ucap an hoa


"an kamu harus fokus pada tato pada lengan kananmu itu" ucap ke'ai


"sejak kapan aku mempunyai tato" ucap ke'ai


"itu adalah tato ikatan hewan dan ruang dimensi mu ruang ini sudah memanggap kamu adalah tuannya" ucap ke'ai


an hoa pun fokus pada tangannya dan benar an hoa kembali kedunia nyata


bersambung...


info :

__ADS_1


kalung yang diberikan xin bersatu pada tubuh an hoa dan terbuatlah tato pada lengan kanannya bergambarnya ada sebuah pedang yang tertancap dibatu dan dililit dengan rantai


__ADS_2