
"baik ayah" ucap sia an xifang yang kembali memutup matanya dan tidur bersama
beberapa menit kemudian sia an xifang pun beraba raba tapi tak ada seorang pun disebelahnya sia an xifang pun membuka matanya dan melihat memang tak ada orang
"sepertinya ayah sudah bangun" ucap sia an xifang
"pelayan masuk" ucap sia an xifang
para pelayan itu pun masuk kedalam kamar dan satu pelayan memdekat sia an xifang yang duduk dikasur dan memberikan air hangat untuk sia an xifang memcuci mukanya
"pelayan siapkan air hangat dan pewangi permen jeruk" ucap sia an xifang
"baik putri keempat" ucap dua pelayan yang bergegas pergi
beberapa menit kemudian "putri airnya sudah siap" ucap stu pelayan
"iya kalian boleh pergi" ucap sia an xifang
"tapi putri kaisar yang memyuruh kami membantu putri memgantikan baju putri" ucap satu pelayan
"tak apa nanti aku beritau keayah kalau aku memyuruh kalian pergi" ucap sia an xifang
"baik putri" ucap para pelayan yang bergegas pergi dari kediaman phoenix
sia an xifang pun membuka bajunya dan melepaskan cadarnya
sia an xifang berjalan kearah air hangat dan memasukkan tubuhnya kedalam airnya itu
"an apa yang akan kamu berikan untuk kakak sepupumu itu" ucap ke'ai
"bulu phoenix, aku dengar dengar jika siapa pun yang memdapatkan bulu itu pasti akan diberikan berkat" ucap sia an xifang
__ADS_1
"aku tak percaya kamu akan mempercayai rumor itu tidak seperti biasanya kamu memdengar rumor kamu hanya cuek saja, pasti ada sesuatu dibulu phoenix itukan" ucap ke'ai
"ke'ai kamu sangat memgenal, iya benar aku berasa bulu phienix itu pempunyai elemen api dan bisa berubah memjadi pedang" ucap sia an xifang
"....." ke'ai
"shen bisakah kamu berikan satu bulumu padaku" ucap sia an xifang
shen pun memcabut satu bulunya dan memberikan pada sia an xifang
sia an xifang pun memegang bulu itu dan memang benar bulu itu berubah memjadi pedang yang mempunyai elemen
"apa kamu yakin memberikan pedang itu" ucap ke'ai
"iya aku yakin" ucap sia an xifang
"....." ke'ai
"boleh" ucap sia an xifang
"kenapa kamu sering memakai cadar apa wajah mu rusak" ucap hong ketakutan karena jika hong salah bicara an xifang akan marah besar kepadanya
"owh itu, itu karena aku cantik😄" ucap sia an xifang sombong
"jika an cantik kenapa memakai cadar bukannya an harus memdebarkan pesona an kepara kaum laki laki" ucap kimo
"ayah dan kakak ku suka iri jadi kakakku dan ayahku menyuruhku memakai cadar jika ingin keluar" ucap sia an xifang
"emang semua pelayan dan penjaga tak pernah melihat wajah mu" ucap moyu
"bisa dibilang begitu" ucap sia an xifang
__ADS_1
"jadi penasaran dengan wajah an jadinya" ucap moyu
"kalian semua tenang kalian akan melihat wajah ku nanti" ucap sia an xifang
"..." ke'ai
"...." hong
"..." moyu
"...." kimo
"....." shen
2 jam kemudian sia an xifang keluar dari bak air dan memgambil anduk putih sia an xifang pun memgunakaan anduk itu dan berjalan kearah lemari yang penuh dengan hanfu nya
sia an xifang pun memcari hanfunya
sia an xifang pun memgambil hanfu berwarna ping dan ada biru muda
"sepertinya aku gak akan memakai cadar untuk hari ini" ucap sia an xifang yang memcari cari cadar nya yang ada didalam lemari
sia an xifang pun memgeluarkan mereka semua dari ruang dimensi "pakai ini, kalian akan ikut aku keacara ulang tahun kakak sepupuku" ucap sia an xifang memberikan baju hitam dan cadar hitam
"baik an" ucap mereka semua yang langsung memakai baju tersebut
beberapa menit kemudian "bagaimana apa kalian sudah selesai" ucap sia an xifang
"iya kami siap" ucap mereka bersamaan
__ADS_1
bersambung...