
Tanpa basa-basi, Peace langsung berlari ke arah Hel. Di bawah sedetik, Peace sampai di hadapan Hel dan dengan penuh amarah, Peace melancarkan jurus ke kepala Hel. Anehnya, Hel menanggapi Heavy Punch dengan santai dan sama sekali tidak panik akan jurus itu, seakan Hel meremehkan kemampuan Peace. Dengan kecepatan yang lebih cepat dari suara, Peace mengarahkan Heavy Punch-nya dengan amarah yang semakin meluap-luap.
Jarak Heavy Punch dengan kepala Hel sudah sangat dekat, bahkan kurang dari sedetik saja, jurus itu akan mengenai kepala Hel dengan keras. Namun tiba-tiba, Hel membungkuk hingga jurus itu tak berhasil mengenai kepalanya. Heavy Punch milik Peace membuat gelombang kejut yang mengakibatkan angin berhembus kencang ke mana-mana.
"Sial, tidak kena! Sekarang, aku harus bersiap untuk mengantisipasi serangan darinya." Ucap Peace dari dalam hati.
“Apa? Kau kira aku akan menyerangmu? Tentu saja tidak! 1 serangan saja cukup untuk membunuhmu, aku masih ingin bermain lebih lama denganmu, lho. Siyah Peace. Memangnya, untuk apa aku serius melawan keroco sepertimu?” Tanya Hel dengan nada merendahkan.
“Sialan! Kubunuh kau saat ini juga!” Jawab Peace dengan amarah yang telah mencapai puncaknya saat ini. Tiba-tiba, mata Peace memerah disertai dengan auranya yang semakin besar. Aura Peace menghasilkan kengerian yang luar biasa, bahkan bisa membunuh beberapa penonton dengan waktu singkat. Kematian yang dihasilkan Aura Peace dianggap tak masuk akal, sebab para penonton mati secara tiba-tiba dan tidak melalui proses terlebih dahulu. Aura Peace juga dianggap bisa mengabaikan sebab dan langsung menghasilkan akibat. Dan inilah diri Peace yang sesungguhnya. Selama ini, Peace tidak menunjukkan sifat aslinya karena dibatasi oleh kekuatan yang kembali lemah, ia merasa keterlaluan jika mengeluarkan sifat aslinya diwaktu ia lebih lemah dari musuhnya.
“Sialan kau! Tidak seharusnya aku seperti ini... Amarah adalah kelemahan terbesarku. Bahkan karenanya, aku melanggar janji yang telah kubuat sendiri... Akibatnya, semua rencanaku akan gagal... Tch, apa itu manipulasi? Aku bukanlah tipe yang cocok untuk melakukan itu...” Ucap Peace dengan jubah yang perlahan tersobek-sobek akibat Aura-nya sendiri. Pada akhirnya, Peace melepas jubah Astaroth dan membiarkan angin membawanya terbang.
__ADS_1
“Sialan! Dia tampan sekali... Bahkan melebihi ekspetasiku...” Di sisi lain, Alice yang melihat tampang Peace dari jauh terkagum-kagum dan berkata demikian. Para penonton berjenis kelamin perempuan yang menonton dari jauh juga kagum akan ketampanan Peace yang membuat beberapa dari mereka pingsan hingga jatuh ke tanah.
“Hel! Bertarunglah dengan serius, supaya kau tidak menyesal nantinya, dasar sialan!” Ucap Peace sambil menjauh dari Hel lalu berlari melingkarinya sekuat tenaga. Peace terus berlari memutari Hel sampai ia rasa cukup dan pada akhirnya kembali melanjutkan pertarungan.
“Apa yang kau lakukan, dasar bodoh? Kau ini gila atau gimana? Mengapa kau berlari memutariku? Apa kau stres karena bingung untuk mengalahkanku? Terlalu awal untukmu menjadi gila, Peace! Aku masih ingin bermain lebih lama denganmu, mengapa kau sudah menyerah saja? Menurutku, berjuang hingga akhir lebih baik dari menyerah ketika tahu dirimu takkan bisa melakukan sesuatu.” Ujar Hel dengan kecewa.
“Ah, aku paham maksudnya, dia pasti memiliki Skill yang dianggap remeh kebanyakan Pemain kuat. Dia berlari memutari Hel supaya efek dari Skill Adaptation aktif lebih cepat dari biasanya, dia berharap untuk bisa menerjang Hel sebelum disadari. Untuk melakukan hal itu, dia perlu kecepatan yang lebih cepat dari cahaya. Siyah Peace, kau pemain yang menarik, walaupun Level-nya jauh lebih rendah dari Hel, dia tidak panik dan masih bisa berpikir jernih, memanfaatkan kebodohan Hel yang tak kunjung berubah. aku cukup takjub kepadamu, Peace.” Ucap Neutron dari kursi penonton.
Disaat Hel lengah, Peace langsung menerjang Hel dengan kecepatan yang lebih cepat dari cahaya. Dan diwaktu yang sama pula, Peace melancarkan jurus menggunakan tangan kirinya ke bagian belakang kepala Hel. Tiba-tiba, Aura Peace juga ikut mengecil dan malah berpusat kepada tangan kiri Peace. Kini, tangan kiri Peace menjadi sangat menakutkan akibat keseluruhan Aura-nya berpindah di sana. Aura Peace yang telah terkumpul disatu tempat malah semakin menjadi-jadi hingga lantai arena menjadi retak.
“HAA!! Mati kau sialan!! Pergilah ke neraka!!” Teriak Peace dengan penuh amarah.
__ADS_1
Kepalan tangan kiri Peace pun mendarat ke bagian belakang kepala Hel dengan sempurna, membuat angin terdistorsi hingga menciptakan gelombang kejut serta angin ribut yang menghancurkan arena. Sementara itu, para penonton dan para peserta yang masih sadar berusaha untuk bertahan dari segala macam bencana yang tercipta dari Heavy Punch milik Peace. Kejadian barusan, membuat kepala Hel hancur serta mengeluarkan darah yang tak kunjung berhenti. Namun tak sampai di situ saja, Aura Peace menyebar ke sekujur tubuh Hel yang mampu menghentikan Skill Grow dari regenerasinya. Organ-organ Hel juga lenyap diwaktu yang sama, membuat keberadaan Hel seketika musnah.
“Selesai...? Tidak, mana mungkin semudah itu...” Ucap Peace sambil memalingkan tubuhnya ke belakang, untuk memastikan kalau Hel tidak membokonginya. Namun tiba-tiba, kesadaran Peace hilang yang membuatnya seketika pingsan.
“Mind Master...” Ternyata, kejadian Peace memukul Hel hanyalah ilusi yang diciptakan Aka Manah. Hal yang terjadi sebenarnya, Peace masih berlari. Namun yang membedakan, Hel sudah mengetahui rencana Peace sehingga Hel langsung mengikuti Peace dari belakang supaya kecepatan mereka berdua saling berkembang.
“Aka Manah, mengapa kau malah berbuat curang seperti itu? Temanmu memang kesulitan, namun pertandingan ini dilakukan oleh Peace dan Hel, bukan dirimu. Perbuatanmu ini malah menunjukkan kalau kau dan temanmu itu pengecut. Kan kuberi pelajaran kepada orang menjengkelkan sepertimu, Manah!” Ucap Neutron dengan kesal, ia langsung berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati Aka Manah.
Seketika, Manah langsung panik seraya mengeluarkan jurus Mind Master namun jurus itu tidak berhasil memengaruhi Neutron, karena Neutron memiliki kekebalan akan manipulasi pikiran. Kekebalan itu ia dapat setelah membangkitkan kemampuan asli Skill tingkat A, Mind Master.
Tanpa basa-basi, Neutron mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Manah yang tengah panik. Telapak tangan kanan Neutron memunculkan api yang semakin lama membesar, Neutron mengeluarkan jurus dengan memusatkan seluruh api yang dimilikinya ke telapak tangan kanannya. Dengan api yang tak terbatas dan Mana yang terbatas, Heitari sudah sebesar tubuh bola. Neutron pun langsung melepaskan Heitari dengan kecepatan yang 100 kali lebih cepat dari cahaya ke arah Manah dengan jarak yang sangat dekat.
__ADS_1
Bersambung...