
00:00’00"06
Peace melayangkan tinju beruntun kepada Hel dari jarak semeter, sekitar 10 tinju berhasil ia layangkan dalam kurun waktu 6 mikrodetik. Meski begitu, Hel mampu membalikkan arah semua tinju Peace menggunakan Dark Nails-nya. Tinju-tinju yang dilontarkan Peace pun berbalik kembali ke arahnya. Namun dengan lihai dan cekatan, Peace mampu menghindari semua tinju yang dibalikkan itu.
00:00’00"10
Semakin kesal karena tinjunya tidak membuahkan hasil, Peace memusatkan seluruh Aura pada kedua kepalan tangannya.
“HAA! Matilah!” Ucap Peace sambil melontarkan tinju beruntunnya kepada Hel, sebanyak 20 tinju ber-Aura ia layangkan dalam kurun waktu 4 mikrodetik. Namun sayangnya, Hel masih sempat menghindar ke kanan yang membuat seluruh tinju Peace sia-sia.
00:00’00"14
“Mengapa kau menghindar? Bukankah kau bisa menggunakan kuku hitam itu? Omong-omong, aku merasa jarak kita semakin jauh, ya. Bahkan sekarang, kita berdiri sejauh 5 meter.” Kata Peace yang tersenyum seraya menerjang Hel dalam kurun waktu 2 mikrodetik. Tak lupa, Peace melayangkan sejumlah tinju ber-Aura kepadanya, kira-kira 30 tinju yang Peace lontarkan kepada Hel dalam kurun waktu yang sama.
“Aku khawatir mereka akan patah, Peace!” Balas Hel sambil melontarkan 100 tinju dalam kurun waktu yang sama. Pada akhirnya, tinju-tinju mereka saling beradu dengan sengit. Aura Peace menciptakan sebuah pertahanan yang amat kuat terhadap tinju-tinju Hel yang tak dapat dijangkau oleh Peace seorang diri.
00:00’00"15
“Sesungguhnya, aku tidak menyangka kalau Skill Adaptation akan bekerja secepat ini... Mungkin salah satu penyebabnya adalah emosi yang tak tertahankan... Kurasa alasan itu cukup masuk akal untuk dunia yang apa pun bisa terjadi ini... Ya, Vanaheim!” Ucap Peace sambil mengayunkan 50 tinju ber-Aura dalam kurun waktu 1 mikrodetik. Hel pun menanggapinya dengan santai sambil mengeluarkan jurus Membuat arena miring dalam kurun waktu yang sama.
Peace pun tersandung, membuat kelima puluh tinjunya gagal dilontarkan.
00:00’00"15
“Jurus itu lagi?! Yang benar saja! Rasanya mual ketika jurus itu diaktifkan... Huek!” Kata Peace sembari muntah. Supaya tidak langsung terjatuh ke bawah, Peace bertengger dibatu yang menempel pada lantai arena dengan erat. Untuk mengalahkan Peace yang tengah dalam kondisi terpojok, Hel terbang dengan posisi miring sambil mengeluarkan jurus yang mampu menciptakan sejumlah hujan api dari langit dalam kurun waktu 0 mikrodetik.
Tak tinggal diam, Peace menerjang Hel dengan wajah serius sambil melayangkan jurus dalam kurun waktu yang sama, yakni 0 mikrodetik. Karena terlalu mendadak, Hel terpaksa harus menerima jurus Heavy Punch yang mendarat pada wajahnya. Merubah wajah Hel sepenuhnya menjadi buruk rupa yang mengeluarkan sejumlah darah dari hidung serta mulutnya. Hel pun terlempar sejauh 10 meter ke atas.
“Luar biasa... Tak kusangka kau bisa melakukannya... Rasanya, organ dalamku hancur akibat gelombang kejut jurus itu...” Ucap Hel sambil menahan rasa sakit yang tak tertandingi.
00:00’00"14
__ADS_1
“Aku khawatir mereka akan patah, Peace!” Balas Hel sambil melontarkan 100 tinju dalam kurun waktu yang sama. Pada akhirnya, tinju-tinju mereka saling beradu dengan sengit. Aura Peace menciptakan sebuah pertahanan yang amat kuat terhadap tinju-tinju Hel yang tak dapat dijangkau oleh Peace seorang diri.
Tiba-tiba, Hel merasakan kehadiran Peace dari belakang, membuatnya memalingkan kepala ke sumber Aura. Ia terkejut setelah melihat Peace yang tengah melayangkan 1.000 tinju ber-Aura dengan wajah serius serta tatapan kosong penuh dendam tepat di belakangnya dalam kurun waktu 0 mikrodetik.
“M-Mustahil! Bagaimana bisa dia menggandakan dirinya sendiri? Omong kosong macam apa ini?” Ucap Hel dari dalam hati dengan panik sambil pasrah untuk menerima tinju beruntun dari Peace.
“Aku berjalan di luar garis waktu hingga 1 mikrodetik ke masa lalu... Aku tak pernah menyangkanya... Skill ini sungguh luar biasa... Lebih dari ekspetasiku yang terlalu rendah...” Kata Peace sambil menatap dirinya yang lain dengan seksama.
“S-Siapa kau? Tubuh... Wajah... Semuanya mirip denganku...” Tanya Peace masa lalu dengan heran, ia kebingungan akan hal ini, berharap pertanyaannya dijawab oleh Peace masa depan. Peace masa depan pun menanggapinya sambil tersenyum dan menghilang.
[Dia datang dari masa depan untuk mengubah kenyataan... Pergi ke masa lalu untuk mengubah kenyataan menjadi lebih baik. Namun ada kalanya ketika kenyataan tak bisa diubah, seakan bersifat mutlak meski bukan. Semua kenyataan bisa kita cegah, namun tak semua kenyataan bisa kita ubah. Yang bisa kita lakukan hanya diam dan menerima kenyataan mutlak itu. Ada pula masanya kenyataan itu akan datang kepada kita, kenyataan yang ditulis oleh Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik. Sesungguhnya, rencana Tuhan itu selalu baik, bahkan jika kita tak percaya dan membencinya, karena dunia bukanlah akhir dari segalanya.]
“Seandainya Tuhan itu benar-benar baik, mengapa dia belum melakukan apa-apa padaku? Dunia hanyalah pentas drama untuk menghibur sang Tuhan. Dia tidak memedulikan kita dan menggunakan kita untuk menghiburnya. Menurutmu, apakah hal itu pantas disebut baik?” Tanya Peace kepada Emerald.
[Creator of All mungkin menciptakan kita untuk hiburannya. Namun, kita tidak bisa mengabaikan segala balasannya, yakni memberi kita kebutuhan untuk terus hidup.]
“Di sisi lain, apakah yang barusan itu adalah diriku dari masa depan? Karena Aura-nya juga persis denganku.” Ucap Peace sambil melihat keadaan Hel yang tak sadarkan diri setelah menerima 1.000 tinju ber-Aura.
[Jawaban Anda tepat sekali! Omong-omong, selamat! Level meningkat menjadi 314. Selamat! Fragment bertambah menjadi 300. Selamat! Skill tingkat S, Abolition, berhasil didapatkan. Selamat! Skill tingkat A, Gravity Control, berhasil didapatkan.]
[Semuanya berkat Skill Collect. Normalnya, kita tidak akan bisa mendapatkan Skill lawan meski telah membunuhnya. Namun dengan bantuan Skill Collect, Anda bisa melakukannya.]
“Oh, baiklah, aku paham. Sekarang, aku perlu memperkuat Statistik-ku, Status!” Ucap Peace. Setelah berkata demikian, muncullah hologram Status di hadapannya.
...[Status]...
...Nama : Siyah Peace...
...Umur : 17 tahun...
...Ras : Iblis...
__ADS_1
...Skill : Collect, Blue, Ashes, Adaptation, Eternal, Grow, Abolition, Gravity Control...
...Senjata : Pedang...
...Level : 314...
...‹ ›...
...Inventaris Statistik...
...[Keluar]...
Setelahnya, Peace menekan tombol Statistik dan memutuskan untuk meningkatkan Strength, Agility, Vitality dan Mana Point-nya, masing-masing sebanyak 75 kali.
...[Statistik]...
...Fragment : 0...
...STR : 80 [+]...
...AGI : 80 [+]...
...VIT : 79 [+]...
...MP : 870 [+]...
...HP : 880...
...« ‹...
...Inventaris Status...
__ADS_1
...[Keluar]...
“Menyeimbangkan Statistik kurasa adalah pilihan yang paling tepat. Sebab, aku belajar dari Hel yang tidak menyeimbangkan Statistik-nya, sehingga aku bisa menyamai atau bahkan melampaui kecepatannya. Apalagi sebagai sesosok pria, Strength-ku terlalu rendah untuk bertarung melawan Chronus nanti. Aku tak peduli penyamaranku ketahuan, sebab bukan itulah keahlianku. Sejak awal, aku ditakdirkan untuk bertarung.” Kata Peace dengan lega akibat pertarungannya melawan Hel telah berakhir.