
“Hades, lupakan mereka dan marilah bertarung denganku. Biarkan mereka menentukan pemenangnya sendiri.” Chronus pun menjulurkan tangan kanannya seakan menantang Hades untuk maju menyerangnya.
“Baiklah jika itu memang maumu...” ucap Hades sambil sedikit merunduk lalu menjulurkan tangan kanannya ke depan selayaknya mencengkeram. Tak lama berselang, muncul bayang-bayang naga hijau di belakangnya yang terasa begitu menakutkan, membuat beberapa Hunter tak tahan dan pingsan sebelum misi mereka tuntas.
“Naga, ya? Cukup menakjubkan, mari kita lihat seberapa kuatnya, Hades!” Hades pun melesat layaknya peluru dengan kecepatan yang bahkan tak tertangkap oleh mata, ia menyiapkan cengkeramannya sebagai ujung tombak dari serangan, membuat Chronus heran akan rencana Hades.
“Bagaimana ia akan menggunakan cengkeraman itu dengan baik? Apa mungkin ia akan mendaratkannya kepada wajahku?” Gumam Chronus dengan penasaran, maka dari itu ia mencoba membiarkan dirinya untuk terkena serangan aneh tersebut.
“Jangan membiarkan lawanmu mengetahui langkah selanjutmu, Draco Digitus!” Hades menaruh cengkeramannya tepat pada wajah Chronus lalu menariknya kembali hingga jiwa Chronus ikut tertarik oleh cengkeraman Hades. Membuat Chronus tergeletak ditempat.
Pada lain sisi, ruangan terasa lebih hancur, kacau dan berantakan dari sebelumnya, itu semua disebabkan oleh yang menciptakan getaran hingga menimbulkan gempa bumi pada ruangan. Namun tiba-tiba, Chronus muncul dengan posisi jongkok di atas pagar pembatas pada lantai kedua ruangan pelelangan.
Ia tersenyum dengan kedua mata yang tertutup oleh bayang-bayang sambil berkata, “Padahal aku tidak semena-mena membiarkan seranganmu itu masuk ke tubuhku, aku sempat menciptakan penghalang dari energi untuk menahan serangan tersebut, tapi anehnya serangan itu sanggup mengabaikan penghalang yang baru saja kuciptakan, omong kosong macam apa ini?”
“Ketahuilah langkah lawanmu selanjutnya, dan cobalah untuk menangkalnya.” ucap Hades hingga Chronus kesal karena ia selalu memberikan saran kepadanya.
“Bagaimana bisa dia sadar kembali dengan tubuh lain, tetapi sama persis? Apa jangan-jangan dia bangkit dari kematiannya? Atau... Sebenarnya tubuh itu bukanlah tubuh asli, melainkan tubuh yang dikendalikan oleh Chronus yang berada disuatu tempat.” Gumam Esir yang tengah bertarung bersama Jīngrén dengan keringat yang mulai menetes berjatuhan.
__ADS_1
“Tepat sekali, jawabanmu yang kedua. Hades, muridmu cepat menganalisa dengan baik, ya. Kau memang guru yang luar biasa, meski bukan sama sekali tandinganku.” ucap Chronus dengan lantang, Esir semakin heran karena tidak seharusnya Chronus sanggup mendengar gumamnya.
“Berisik sekali, kau! Jangan pernah meremehkanku, bodoh!” ujar Hades dengan amarah yang meluap-luap sambil melompat lalu melesat menerjang Chronus yang masih santai sambil melontarkan salah satu teknik tinju terkuat, yakni dengan kepalan tangan kanannya menuju wajah Chronus.
Ketika mulai dekat dengan wajah Chronus, secara tiba-tiba tinju Hades berbalik arah menuju wajahnya sendiri, hingga akhirnya Hades harus menerima Damage yang ditimbulkan oleh miliknya sendiri dan terkena gelombang kejut kuat yang membuatnya terpental hingga menabrak pilar yang seketika runtuh.
“Apakah itu Skill tingkat A... Ricochet? Skill yang memungkinkan penggunanya untuk membalikkan setiap serangan lawan mereka?” tanya Hades sambil beranjak bangun dengan sedikit kesulitan.
“Ya, kau benar! Meski kau mampu mengabaikan penghalangku, kau tetap takkan mampu mengabaikan Skill Ricochet-ku ini, Hades!” balas Chronus sambil berteleportasi menuju posisi yang dekat dengan keberadaan Hades hanya melalui pikirannya.
Tanpa berlama-lama, Chronus pun langsung melempar palu listriknya menuju wajah Hades hingga kepalanya hancur, dan perlahan tubuhnya ikut lenyap dari ujung kaki hingga leher.
“Hmm... Kurasa perjanjian kita telah selesai, Jīngrén. Uruslah sisanya, aku tak lagi memiliki kepentingan di sini, akan kubawa lari beberapa barang, selamat tinggal!” Chronus pun berteleportasi menuju panggung dan mulai mengangkat beberapa barang lalu terbang entah ke mana, tetapi salah satu barang terjatuh dari genggamannya, dan barang itu adalah Sayf Shaytan.
“J-jadi... Kau membuat perjanjian dengannya, ya...? Berani-beraninya, kau...” Esir sedikit merunduk sambil membuka lebar tangan kanannya, entah mengapa membuat Sayf Shaytan yang berada pada kotak kaca bergetar dan mulai menghancurkan kotak kaca tersebut. Sayf Shaytan yang tengah bebas pun terbang menuju genggaman Esir secara tiba-tiba, membuat Jīngrén heran kebingungan.
“Apa yang terjadi? Mengapa pedang itu terbang kepadanya? Bukankah itu telekinesis?” tanya Jīngrén dengan wajah heran setelah melihat wujud Esir yang nampak dipenuhi kegelapan dan Aura-nya menciptakan sesosok iblis dari belakang tubuhnya.
__ADS_1
“Kau akan menerima akibatnya, Jīngrén! Entah apa alasanmu berniat seperti itu kepada guru Hades, akan kubunuh kau ditempat ini! Majulah!” balas Esir sambil menodongkan Sayf Shaytan mengarah ke dada Jīngrén.
“Seperti yang kau mau, Esir!” Jīngrén langsung berlari, mencoba menghampiri Esir yang belum menanggapi percobaan menyerangnya.
Di tengah jalan, Jīngrén menyiapkan kepalan tangan kanannya yang segera menciptakan bola getaran, diikuti oleh Aura yang tersalurkan menuju tempat yang sama. Tak lama berselang, Jīngrén juga mengeluarkan jurus pada waktu yang sama ke kepalan tangan kanannya, menghasilkan True Damage yang memang diincar olehnya, dan inilah .
“True Damage, ya? Itu takkan berpengaruh kepadaku... Akan kugunakan kemampuan yang sama seperti dia, yang membunuh guru Hades barusan...” ucap Esir sambil menunggu mendarat pada tubuhnya.
pun berhasil dilayangkan menuju wajah Esir, tapi anehnya kepalan tangan kanan Jīngrén tidak bisa menyentuh wajahnya, seakan terdapat sebuah pelindung tak terlihat yang melindungi sekujur tubuhnya. Membuat meledak pada waktu yang salah.
Angin terdistorsi, menciptakan angin ribut yang melayangkan banyak bongkahan bangunan. Getaran yang dihasilkan pun menghancurkan berbagai dinding bangunan, hingga Valhalla hampir runtuh seketika. Gelombang kejutnya pun menciptakan rasa takut berlebih, hingga yang terkena bisa pingsan atau bahkan mati.
Sementara itu, Jīngrén nampak mampu bertahan dari segala kekacauan yang telah diperbuatnya, ia melihat dengan jelas keberadaan Esir yang tengah berdiri dengan kondisi baik-baik saja tanpa luka sedikit pun di hadapannya.
“Inilah akhirnya, Jīngrén!” Esir pun melayangkan tebasan Sayf Shaytan pada leher Jīngrén, hingga kepala dan badannya terpisah dengan mengeluarkan banyak darah.
“U-uh...? Apa yang terjadi barusan...? Apa aku harus benar-benar mati sekarang...? Mengingat tebasan Sayf Shaytan mampu melenyapkan tubuh, jiwa serta sejarah Player... Namun, mengapa tubuhku masih bisa bertahan? Apakah ini semua perbuatanmu, Esir...? Baiklah kalau begitu, selamat atas kemenangannya... Setidaknya, aku sempat merasa bangga sebagai senior... Berhasil membuat juniornya mengalahkan dirinya sendiri... Luar biasa... Kurasa, aku tak lagi memiliki kepentingan di sini, saatnya untukku beristirahat... Dah!” ucap Jīngrén dengan lirih.
__ADS_1
“Semuanya berakhir dengan singkat, ya... Padahal aku berharap cerita kita berlangsung lebih panjang, tapi mengapa semuanya berlangsung sangat cepat? Tuhan terlalu terburu-buru, padahal aku menerima jika cerita kita diperpanjang... Tapi, tak ada gunanya lagi untuk bersedih, hidupku masih berlangsung, masih banyak cerita menarik yang menantiku...” Esir merunduk sambil menancapkan bilah Sayf Shaytan menuju lantai sebagai penghormatan terakhir kepada Hades dan Jīngrén.
Bersambung...