Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 07: Gram


__ADS_3

Sambil berjalan dengan santai, mereka terus memperhatikan sekitar dengan seksama. Merasa telah aman, mereka memalingkan fokusnya kembali ke perjalanan. Namun tiba-tiba, di tengah kesunyian dan ketenangan, muncullah sesosok Zombie berukuran normal yang sedang berlari dengan tergesa-gesa dari pepohonan ke arah Peace dan Astaroth.


“Sial! Apa kita harus melawannya lagi? Yang jadi masalah, Mana-ku masih sedikit dan tidak cukup untuk digunakan dalam pertarungan.” Ucap Astaroth dengan sedikit panik dan wajah yang nampak ketakutan.


“Tidak, tunggu sebentar... Lihatlah ke langit, aku melihat ada seorang pria berambut pirang dengan mata tajam yang sedang terbang mengikuti Zombie itu. Mungkin saja, Zombie itu lari darinya.” Kata Peace sambil menunjukkan jari telunjuk tangan kirinya ke langit, tempat di mana ia melihat pria berambut pirang, mata tajam berwarna biru, kaus abu-abu, celana hitam dan sepatu boots berwarna hitam itu.


“Ya, kau benar. Nampaknya pria itu sedang mengincar Zombie. Namun berdasarkan reaksi Zombie yang ketakutan, dia bukanlah pemain biasa.” Ucap Astaroth dengan sedikit ketakutan.


[Sekedar informasi. Namanya Gram, levelnya 77, dia adalah iblis dengan berbagai Skill yang kuat, dan akan berbahaya jika Anda membuat masalah dengannya. Maka dari itu, pilihan yang paling tepat adalah pergi dari tempat ini.]


“Terima kasih atas informasinya. Aku akan mengikuti saranmu, Emerald.” Ujar Peace dari dalam hati lalu berkata kepada Astaroth, “Astaroth! Ayo kita pergi dari sini. Akan sangat berbahaya jika dia menyadari keberadaan ki-”


Tiba-tiba, Gram turun tepat di hadapan Peace dan Astaroth, gelombang kejutnya membuat tanah yang dipijaknya retak. Setelahnya, Gram terus menatapi wajah Peace menggunakan mata tajamnya dengan heran.


“P-Peace... Nampaknya, sudah tidak ada lagi waktu untuk kabur... Kita harus terus mewaspadainya...” Ucap Astaroth dengan panik, takut dan gemeteran.


“Ya... Tanpa kau berkata demikian, aku juga pasti akan melakukan itu... Namun sayangnya, Emerald tidak bisa digunakan untuk mengetahui data diri pemain lain lebih lanjut... Sialan, batasan ini memang sangat merugikan. Namun, aku merasa ada yang aneh darinya, dan hal inilah yang membuatku tidak bisa takut kepadanya.” Kata Peace dengan wajah datar beserta sikap yang tenang.


“Apanya yang aneh? Oh, ya. Lihatlah ke kanan, Zombie nampak sedang berlari tanpa memperhatikan arah depan. Mungkin saja, ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk kita melarikan diri. Ketika ia masih fokus dengan Zombie, kita akan langsung kabur ke arah depan.” Tutur Astaroth dengan lirih.


Tiba-tiba, Gram mengeluarkan shuriken es dari saku celananya menggunakan tangan kanan. Seketika, ia lemparkan shuriken es itu ke arah leher Zombie. Setelah shuriken es itu berhasil mengenai leher Zombie, Zombie seketika membeku dengan pose yang masih berlari dan wajah yang ketakutan.


Selepas Zombie membeku, Gram langsung menghampiri tubuh Zombie untuk dihancurkan. Namun sebelum semuanya terjadi, Peace mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Zombie. Ia mengeluarkan jurus pamungkas untuk menghancurkan Zombie terlebih dahulu. Dari telapak tangan kirinya, muncullah sebuah pusaran air yang menciptakan air lainnya tanpa henti dari dalam sana.


Air-air tersebut mengarah langsung ke tubuh Zombie yang membuat Gram terkejut seraya berkata dari dalam hati, “Jangan bilang?! Sial, apa aku harus gagal lagi? Aku hanya perlu Skill-nya, lho. Aku harus mempercepat setiap langkahku, jika aku gagal, aku harus mengulanginya lagi. Masalahnya, Zombie sudah sangat langka di hutan Yorba. Kali ini, aku tidak boleh gagal.”


Gram dan Blue Beam pada akhirnya berbalapan. Namun anehnya, Blue Beam terasa semakin cepat di setiap waktunya. Gram yang kecepatannya lebih dari cahaya merasa heran dan berkata, “Mengapa jurus itu semakin cepat? Apa jurus itu memiliki pasif yang semakin lama semakin cepat? Tapi, hal itu sangat memungkinkan, sih. Skill yang bisa memunculkan pasif pada jurusnya minimal tingkat A, dan Skill Blue memenuhi syarat itu.”


Dengan perbedaan jarak sebanyak 2 meter antara Blue Beam dan Gram, balapanpun dimenangkan oleh Blue Beam dengan telak. Blue Beam berhasil mengenai tubuh Zombie yang membuat Zombie seketika hancur tanpa sisa. Air yang tumpah, membolongi banyak batang pohon yang membuat beberapa pohon langsung tumbang.

__ADS_1


[Selamat! Level meningkat menjadi 14. Selamat! Fragment bertambah menjadi 7. Selamat! Skill tingkat B, Adaptation, berhasil didapatkan. Selamat! Skill tingkat B, Eternal, berhasil didapatkan. Selamat! Skill tingkat B, Grow, berhasil didapatkan.]


“Kau!! Siapa namamu?! Berani-beraninya kau mencuri mangsaku! Akan kuberi pelajaran kepadamu!” Ucap Gram dengan kesal sambil berjalan mendekati Peace.


“Namaku Siyah Peace, Raja Iblis di dunia sebelumnya dan adalah calon Raja Iblis di dunia Vanaheim. Selain itu, aku juga akan menguasai dunia ini, bagaimanapun caranya.” Kata Peace sambil berjalan mendekati Gram dengan wajah datar.


“S-Siyah... Peace? Rasanya familiar mendengar nama itu. Kalau begitu, saya minta maaf atas kelancangan saya barusan. Saya juga mohon kepada Anda untuk menerima saya menjadi pelayan Anda.” Ucap Gram secara tiba-tiba lalu berlutut di hadapan Peace.


“Hah?! Apa maksudmu? Kenapa tiba-tiba kau bilang begitu? Ya, kalau seorang pemain kuat menjadi pelayanku tidak masalah, sih. Tapi, jangan berharap aku akan sepenuhnya percaya kepadamu.” Kata Peace yang membuat Gram senang dan tersenyum.


“Mungkin saja, karena dia adalah iblis, dia ingin menjadi pelayanku karena terpincut oleh aura Raja Iblis yang bertebaran dari tubuhku.” Ucap Peace dari dalam hati.


“Baiklah, saya mengerti. Saya berjanji untuk tidak mengkhianati Anda dan membuat Anda sepenuhnya percaya kepada saya, itulah janji saya kepada Anda, Raja Iblis sesungguhnya, Tuan Peace.” Kata Gram sambil beranjak berdiri.


“Baiklah, aku terima sumpah setiamu. Status!” Ucap Peace. Setelah berkata demikian, muncullah hologram Status di hadapannya.


...[Status]...


...Umur : 17 tahun...


...Ras : Iblis...


...Skill : Collect, Blue, Ashes, Adaptation, Eternal, Grow...


...Senjata : Pedang...


...Level : 14...


...‹ ›...

__ADS_1


...Inventaris Statistik...


...[Keluar]...


Setelahnya, Peace menekan tombol Statistik dan memutuskan untuk meningkatkan Strength, Agility, Vitality dan Mana Point-nya.


...[Statistik]...


...Fragment : 0...


...STR : 5 [+]...


...AGI : 5 [+]...


...VIT : 4 [+]...


...MP : 120 [+]...


...HP : 130...


...« ‹...


...Inventaris Status...


...[Keluar]...


“Sejak pertarungan melawan Zombie, aku merasa Vitality dan Mana Point juga perlu ditingkatkan. Bahkan sekali pukulan saja, aku langsung tumbang, benar-benar memalukan. Sementara itu, jumlah Mana Point-ku yang sedikit, membuat banyak kerugian kepadaku. Namun, mengapa ketika aku meningkatkan Mana Point sebanyak 2 kali, bertambahnya malah 20? Dan mengapa ketika aku meningkatkan Vitality sebanyak 3 kali, HP yang bertambah malah 30?” Tanya Peace dari dalam hati kepada Emerald sambil menekan tombol keluar.


[Berbeda dengan yang lainnya, Tuhan mempermudah kehidupan para pemain dengan menciptakan hukum yang di mana, HP dan Mana Point akan bertambah 10 setiap 1 kali ditingkatkan. Maka dari itu, ketika Anda menekan tombol plus 3 kali kepada Vitality dan 2 kali kepada Mana Point, bertambahnya malah jadi lebih banyak.]

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2