
“120.000 Level!” ucap seorang pria berkumis hitam dari kursi nomor 56.
“Di luar nalar. Kurasa aku tidak perlu mengambil Oro Duro, di samping harganya yang mahal dan tak akan terlalu berguna juga bagiku.” Hades dari dalam hati.
“125.000 Level, bagaimana?” kata seorang wanita dari kursi nomor 26.
Selang beberapa menit yang hening, Richard mengambil palu yang berada pada meja kayu di hadapannya dan mulai mengetuk berkali-kali.
“Ya, baiklah. Baju zirah legendaris, Oro Duro terjual dengan harga 125.000 Level kepada nomor 26, Amirat! Selamat!” wajah Richard menunjukkan ekspresi kurang puas atas kemenangan Amirat. Sementara itu, orang-orang bertepuk tangan untuk meramaikan suasana.
Tak lama berselang, dari bawah panggung keluarlah sebuah kaca tebal yang berisikan pedang dengan bilah berwarna hitam yang tampak sangat cantik. Di tengah kaca tertulis nama "Sayf Shaytan", yang menandakan nama dari pedang tersebut.
“Yah, kita kedatangan pedang legendaris yang konon katanya pernah digenggam oleh sesosok Raja Iblis kejam. Dan dengan sejarah yang begitu menakjubkan, pedang ini kita mulai dari harga 50.000 Level!” ucap Richard sambil melihat-lihat sekeliling.
“Untuk awal-awal, kurasa 51.000 Level saja.” ujar seseorang dari nomor 12 yang terdengar hingga telinga Richard. Ia terlihat seperti seorang pemuda berbaju zirah perak yang tipis, rambut serta matanya berwarna biru yang nampak cukup keren.
“52.000!” kata Hades dengan bersemangat, ia tertarik untuk mengambil Sayf Shaytan menuju genggamannya.
“Menarik, 55.000!” nomor 12 kembali mengajukan tawarannya.
“Tch, merepotkan, ya. 60.000!” Hades merasa tertantang dan mulai menunjukkan wajah seriusnya.
__ADS_1
“Sialan, kau... 61.000!” nomor 12 atau yang lebih dikenal bernama Sevilen bersandar dan mulai melipat kakinya.
“Ini tawaran terakhirku, 75.000!” ucap Hades yang membuat situasi menjadi hening untuk sementara waktu. Richard memutuskan untuk mengambil palu yang berada pada meja kayu di hadapannya dan mulai mengetuk berkali-kali.
“Selamat kepada nomor 77, Hades! Pedang legendaris, Sayf Shaytan terjual dengan harga 75.000 kepadanya!” orang-orang pun bertepuk tangan untuk sekadar meramaikan suasana dalam ruanngan. Richard terlihat puas atas kemenangan Hades yang cukup telak.
“Baru barang kedua, 75.000 Level milikku telah melayang, ha ha ha! Kuharap acara pelelangan ini berlangsung lancar hingga akhir.” Hades cukup gembira atas kemenangannya.
Beberapa jam kemudian, acara pelelangan telah mencapai puncaknya, dan para peserta mulai berjalan keluar dari ruangan, terkecuali 10 orang yang berhasil mendapatkan barang impian mereka, termasuk Hades, dan Esir yang hanya mengawasi dari jauh.
“Yah, acara pelelangan telah berakhir, dan sekarang adalah saatnya untuk membagikan apa yang kalian dapatkan, tetapi sebelum itu, terdapat sesuatu yang sangat spesial untuk kalian semua, lihat dan terimalah akan apa yang terjadi setelah ini...” Richard mulai memegang wajahnya dengan lembut, yang perlahan berubah menjadi wajah Chronus yang muda dan tampan.
“Selamat datang, ke dalam jebakanku, wahai para peserta!” palu yang digenggam oleh tangan kanan Chronus berubah menjadi palu yang lebih kokoh dan berat, palu itu mengeluarkan efek listrik hingga terlihat sangat mengerikan.
Tak sampai disitu saja, beberapa 'Hunter' mulai menunjukkan eksistensi mereka dengan keluar dari bawah setiap kursi. Mereka ditawari oleh Chronus untuk menghabisi para peserta dan boleh mengambil setiap Item bawaan mereka.
“Apa-apaan ini?! Mengapa mereka semua membawa senjata... Jangan bilang, mereka adalah para Hunter yang mengincar Item dengan membunuh Player lainnya...” Amirat terlalu panik hingga ia pingsan dan mulai terjatuh ke lantai dengan keras. Orang-orang tidak berusaha untuk membantunya sama sekali, sebab mereka juga merasa memerlukan bantuan.
“Sialan, ternyata semua ini hanya jebakan, ya. Bisa-bisanya kau membajak Valhalla, boleh juga kemampuanmu itu, anak muda, ha ha ha ha ha ha!” Hades tertawa akan kelakuan Chronus yang nekat membajak salah satu cabang dari perusahaan Valhalla.
“Aku melakukan ini semua untuk membalaskan dendam salah satu muridmu itu, Hades! Intinya, bersiaplah untuk mati ditanganku.” Tanpa diduga, Chronus melempar palu listriknya ke wajah Hades, palu itu pun melayang secepat kilat, hingga mata tak mampu melihatnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba, seonggoh pedang besi berhasil menahan palu Chronus sebelum mendarat pada wajah Hades, dan pedang itu digenggam oleh tangan kanan Esir dengan erat. Adu kekuatan pun muncul antara ketahanan pedang Esir dan kekuatan palu Chronus, yang berakhir dengan jatuhnya palu Chronus ke lantai hingga retak. Namun tak lama kemudian, pedang Esir ikut hancur berkeping-keping, hingga tak layak digunakan lagi.
Palu Chronus yang masih dalam keadaan baik pun melayang kembali ke genggaman tangan kanan penggunanya, yakni Chronus yang memanggilnya dengan hanya bermodalkan pikiran.
“Percaya diri itu baik, tetapi tidak untuk menyombongkan diri. Kau pikir akan mudah untuk mengalahkanku? Dan aku yakin kau memiliki alasan lain akan mengapa kau ingin membunuhku, karena tak mungkin orang sepertimu peduli dengan orang lain, benarkah begitu? Setelah ini, aku akan mencari Jīngrén untuk membahas apa yang terjadi, dan sebaiknya kau menyingkir dari hadapanku.” Hades sedikit kesal dengan Chronus.
“Mencari? Tidak perlu, dia berada ditempat ini, bahas saja apa yang ingin kalian bahas di hadapanku, setelah mereka semua mati oleh para Hunter.” Chronus menjawab sambil menatap para peserta dengan mengerikan.
Sesosok Hunter pun perlahan berjalan mendekati Esir dari belakang dan bersiap untuk menebas punggungnya dari atas ke bawah. Namun sebelum semuanya terjadi, Esir sempat menyadari keberadaannya dan segera berbalik badan lalu melayangkan kepalan tangan kanannya menuju wajah Hunter, membuatnya terpental hingga menabrak dinding.
“Sayang sekali, kau kalah cepat dariku, bodoh.” Esir tersenyum tipis tepat sebelum sesosok pria terlihat berjalan memasuki ruangan dari bayang-bayang yang amat gelapnya, dan pria itu adalah Jīngrén.
“S-Senior Jīngrén? Itukah, kau? Ya, tak salah lagi...” Esir terus mengawasi pergerakan Jīngrén untuk memastikan dia takkan melakukan hal yang buruk.
“Mengapa kau menatapku seserius itu, Esir? Apa kau mengharapkan aku untuk tidak berbuat macam-macam? Tch, bodoh sekali... Selagi para Hunter membunuh peserta-peserta lemah itu, apa salahnya untuk kita tidak bertarung? Cobalah serang aku, Esir!” Jīngrén pun berjalan mendekati Esir tanpa melakukan apa-apa, kini ia terlihat lebih kuat dan percaya diri dari sebelumnya.
“Baiklah jika itu maumu, aku akan mengalahkanmu, Jīngrén!” Esir menerjang Jīngrén sambil melontarkan kepalan tangan kanannya dengan tenaga terkuat yang sanggup ia berikan menuju wajah Jīngrén. Tinju keras itu pun berhasil mendarat dengan baik, menciptakan gelombang kejut yang menghancurkan kursi-kursi dan pilar-pilar yang terdapat pada ruangan.
Tiba-tiba, wajah Esir berubah menjadi sedikit ketakutan dan panik setelah melihat keadaan Jīngrén yang tak terduga...
Bersambung...
__ADS_1