Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 22: Esir vs Freya II


__ADS_3

Esir pun berhasil keluar dari serangan Freya, membuat para penonton takjub padanya. Mereka tak menyangka Esir sanggup melewati rintangan yang bahkan bisa merenggut nyawanya dengan mudah.


“B-Bagaimana bisa dia melakukannya?! Bukankah itu hal yang mustahil? Namun, dia berhasil melakukannya, berarti hal itu tidaklah mustahil. Sesungguhnya, tiada hal yang mustahil selain berasal dari pikiran kita.” Suara Alice dari speaker yang terpasang pada setiap sudut arena.


“Gadis itu pintar merangkai kata, ya... Mengesankan!” Ucap Esir sambil berjalan ke arah Freya dengan mata yang tertutup oleh bayang-bayang, membuat kesan mengerikan terhadapnya. Selangkah lagi ia akan sampai pada tempat Freya berada. Namun tiba-tiba, Freya kembali melayangkan serangan beruntun melalui Sword of Mercy-nya, dan dengan mudah pula, Esir menghindari puluhan serangan Sword of Mercy tersebut.


“Sword of Mercy memang pedang yang luar biasa. Namun sayangnya, ia digenggam oleh sosok yang salah, sosok yang layak memegang pedang itu hanyalah Ares seorang.” Kata Esir sambil tersenyum tipis. Kemudian, ia layangkan tebasan menyamping dari perut hingga bahu Freya dengan kecepatan yang amat cepatnya. Sampai-sampai Freya tak sanggup menghindari tebasan itu.


“Sialan, tebasan itu menghampiriku dengan kecepatan yang amat cepatnya! Bahkan di dunia Voundride, aku tidak pernah menemukan kecepatan yang setara dengannya. Meskipun kecepatan ini masih tak sebanding dengan kecepatan Peace dan Hel.” Ucap Freya dengan panik, tepat sebelum tebasan Sayf Shaytan mengenainya dengan pola menyamping. Membuat rasa sakit yang tak tertahankan dari perut hingga bahunya.


Freya berjalan mundur sambil menaruh Sword of Mercy pada sarung pedangnya, yang diikat ke celana zirah pendek berwarna perak yang perlahan berubah menjadi keemasan, begitu juga dengan baju zirah Freya. Kedua sayap berwarna putih tercipta dari punggung Freya, diikuti oleh terciptanya topi keledar Korintus dari ujung kepalanya, hingga menutupi sebagian besar wajah cantik Dewi Freya.


“Inilah, transformasi terkuat yang dimiliki semua Dewa-Dewi, Absolute Divinity! Kini, kau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkan Dewi yang mulia sepertiku. Manusia mana paham!” Kata Freya sambil tersenyum tipis dan kembali mengambil Sword of Mercy yang kini nampak berkobaran api dengan tangan kanan. Kemudian, ia arahkan ujung bilah Sword of Mercy kepada Esir, memberi intimidasi yang amat mengerikan.


“Menarik, ya... Seperti yang diharapkan dari sesosok Dewi Ketidakberuntungan. Ha ha ha ha ha! Julukanmu itu konyol sekali, bagaikan tingkahmu ketika mengenggam Sword of Mercy. Ha ha ha ha ha! Maaf, maaf jika bercandaku kelewatan. Ha ha ha ha ha!” Ucap Esir sambil memegang perutnya dengan cengengesan.


“S-Sialan kau, mahkluk rendahan!” Balas Freya dengan kesal sambil mengeluarkan jurus membuat meteor dari luar angkasa terpanggil dan segera melesat ke bumi. Dalam kurun waktu 5 detik, meteor mulai nampak dengan jelas dilangit, lebarnya setara dengan setengah lantai arena, dan diperkirakan gelombang kejutnya mampu menyapu bersih arena serta isinya.

__ADS_1


“Luar biasa, lama sekali aku tak mendapatkan tantangan yang menyulitkan... Bahkan, aku tak mengingat kapan terakhir kali aku mendapatkan tantangan sesulit ini... Wahai guru, aku jadi mengingatmu, mengingat kebersamaan kita dimasa lampau. Ketika kau melatihku, membimbingku hingga dipisahkan oleh ajal... Maka dari itu, kutamatkan tantangan ini untukmu, wahai guruku!” Ucap Esir sambil menjatuhkan air matanya.


00:00’00"10


Esir pun melepaskan Sayf Shaytan-nya ke tanah, sebelum ia melesat ke meteor layaknya peluru. Kemudian, Esir melayangkan 10 tinju dalam kurun waktu 10 mikrodetik ke arah meteor, membuat serpihannya terjatuh ke arena yang menyebabkan atap kursi penonton hancur cukup parah.


00:00’00"17


“Masih belum cukup, ya? Aku perlu tenaga yang lebih kuat, dan akan kupertontonkan pula gaya tinju yang diajarkan guruku kepada mereka!” Kata Esir sambil meluncurkan 15 tinju dalam kurun waktu 7 mikrodetik kepada meteor, serpihannya terlempar ke mana-mana, membuat 3 atap rumah warga hancur akibat tertimpa oleh serpihan meteor.


“Masih belum hancur juga?! Sial! Semakin menua, semakin lemah pula kekuatanku.” Ucap Esir dengan panik, sebelum ia melepaskan 30 tinju dalam kurun waktu 4 mikrodetik ke arah meteor itu, serpihan-serpihan yang dihasilkan pun terjatuh pada lantai arena, salah satunya hampir meniban Freya yang tengah menurunkan kewaspadaannya.


00:00’00"23


“Ha! Hancurlah kau, meteor sialan!” Kata Esir sambil meluncurkan 50 tinju dalam kurun waktu 2 mikrodetik kepada meteor yang semakin melambat setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari Esir. Kini, meteor semakin menipis, sehingga beberapa tinju lagi cukup untuk menghancurkannya berkeping-keping.


00:00’00"24

__ADS_1


“Belum cukup, sekali lagi!” Ucap Esir sambil melontarkan 75 tinjunya dalam kurun waktu 1 mikrodetik kepada meteor, hingga tersisa beberapa kepingan lagi yang sanggup merusak rumah warga. Tak ingin hal buruk terjadi kepada warga tak bersalah, Esir melayangkan 100 tinjunya dalam kurun waktu 0 mikrodetik kepada meteor sampai hancur tak bersisa.


“S-Selesai, ya? Akhirnya, aku cukup lega sekarang. Kini, aku harus memenangkan pertandingan dan membalas segala perbuatannya kepada Anda, wahai guruku.” Kata Esir sambil terjun ke bawah dengan sangat cepat, dan mendarat pada lantai arena hingga rusak.


“Luar biasa, aku mengakui ketangguhanmu, wahai manusia. Namun, bersiaplah untuk serangan mendadak, sebab kekuatanku berlipat ganda setelah melakukan transformasi menuju Absolute Divinity!” Ucap Freya sambil melakukan langkah pertamanya menuju Esir.


Esir pun beranjak bangkit sambil mengeluarkan Aura yang cukup besar, sehingga mampu mencakup keseluruhan lantai arena. Intimidasinya terasa sangat mengerikan, walau tak berefek kepada sosok dewi. Sayf Shaytan melayang dan melesat kepada genggaman Esir.


“Inilah, transformasi terkuatku, Satan Mode! Transformasi murni yang berasal dari Vanaheim, tepatnya dari Sayf Shaytan. Membuat seluruh kekuatanku berlipat ganda layaknya transformasimu menuju Absolute Divinity!” Kata Esir dengan Aura yang semakin meledak-ledak.


“Oh, menarik juga! Majulah kalau berani, wahai manusia!” Ucap Freya sambil tersenyum tipis dan melakukan langkah keduanya, dibarengi oleh tebasan yang telah dilayangkan kepada Esir. Esir menanggapinya dengan santai, ia menebas tebasan Sword of Mercy menggunakan Sayf Shaytan-nya hingga terbelah menjadi 2 dan gagal mengenai dirinya.


Esir melakukan kelima langkahnya dengan siluet yang terasa mengerikan. Kemudian, ia lepaskan tebasan Sayf Shaytan yang melesat kepada Freya dengan kecepatan cahaya. Namun dengan mudah, Freya menghempaskan tebasan itu ke angkasa.


“Apa yang terjadi denganmu, huh? Padahal kau telah bertransformasi menuju Satan Mode yang seharusnya kau berubah menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Namun mengapa, serangan itu terlalu lemah untukku? Lain kali, berikanlah serangan terkuatmu kepadaku. Apa lu paham, dek?” Kata Freya dengan wajah menantang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2