
Judas melompat mundur dengan panik sambil menjulurkan telapak tangan kanannya ke atas, dan membentuk pusaran sihir yang memancar ke langit, menimbulkan hujan deras yang tiba-tiba turun dan membasahi arena, membuat pergerakan terhenti olehnya, dan inilah jurus
“Huh? Apakah kau mampu memanipulasi cuaca? Boleh juga kemampuanmu, Judas. Aku tak menyangkanya, kukira kau lebih buruk dari ini. Namun, pengaktifan jurus itu memang berdasarkan pikiran dan tentunya secara instan, tetapi pembentukan pusaran sihir itu jelas memerlukan sedikit waktu, inilah kekurangannya. Aku akan mengujimu, apakah kau bisa mengatasi kekurangan dari jurus-jurus serupa?” ucap Neutron sambil memusatkan seluruh Aura terbagi menuju kedua tangannya.
“Kita lihat saja, nanti. Aku telah menebak segalanya, aku telah melihat sedikit dari masa depan, kau takkan bisa mengelak darinya. Apa pun yang kau rencanakan, telah terjadi dimasa depan, dan aku telah melihatnya dengan jelas, membuatku bisa mengatasinya dengan mudah.” balas Judas sambil menjulurkan kedua telapak tangannya ke depan dan menunggu waktu yang tepat.
“Merepotkan, ya... Kira-kira, apa yang ia rencanakan dengan menjulurkan kedua telapak tangannya ke depan? Seharusnya, ia akan mengeluarkan suatu jurus, tetapi apa? Apa itu berbahaya? Atau hanya pancingan? Benar-benar sulit untuk melawan seseorang yang sanggup melihat masa depan. Kalau begitu, akan kuuji kau, Judas!” pikir Neutron sambil mengeluarkan jurus sehingga waktu pada arena serta sekitarnya berhenti.
Tanpa pikir panjang, Neutron segera berlari menghampiri Judas dan kemudian melayangkan sebuah pukulan tangan kanan yang telah dilapisi oleh Aura menuju wajahnya, sehingga sanggup mengabaikan yang mungkin saja masih aktif, walau dalam waktu berhenti.
Sesuai dugaan, masih aktif karena belum diberhentikan, sehingga pukulan mentah Neutron tak mampu menembusnya dan berhenti pada dinding penghalang yang tercipta oleh jurus tersebut. Namun sama seperti sebelumnya, Aura tetap sanggup mengabaikan dan melesat menuju wajah Judas dengan mudah.
Namun tiba-tiba, Neutron terpental setelah menerima ratusan pukulan yang dilapisi oleh Aura dari Judas, membuat organ dalam Neutron rusak hingga ia merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa. Rasanya ia lebih memilih kematian dibanding harus merasakan rasa sakit ini lebih lama.
“Ah! Sialan, kau! Apakah barusan hanyalah ilusi? Namun, mengapa Asisten-ku tak membantuku, atau setidaknya memberi peringatan? Apa yang terjadi?” tanya Neutron sambil mulai beradaptasi dengan rasa sakit, dan mulai beranjak bangkit dan berdiri dengan kesulitan.
__ADS_1
“Jawabannya mudah, aku hanya memanipulasinya. Bukankah dia hanyalah sebuah konsep informasi belaka? Tentu mudah untuk dimanipulasi jika memiliki Skill yang mendukung. Namun, tentu tak semua konsep bisa dimanipulasi, terdapat beberapa konsep yang tak mungkin dimanipulasi oleh Player, seperti konsep alur cerita.” jawab Judas sambil bersiap-siap untuk melanjutkan pertarungan.
“Kukira Asisten akan sulit untuk dimanipulasi, tapi ternyata semudah itu, ya.” gumam Neutron dengan heran.
[Mudah atau tidaknya Asisten dimanipulasi tergantung oleh kedekatan antara Asisten dengan Player, jika tingkat kedekatannya tinggi, maka terjadilah evolusi yang biasa disebut Evolution secara tak sadar, membuat Asisten sulit diakses oleh Skill-Skill tingkat rata-rata.]
“Oh, baiklah, berarti aku harus lebih sering memakaimu, ya? Sesuai harapan, aku akan melaksanakannya dalam pertarungan ini, akan kupakai kau lebih sering dari biasanya, Wahid!” ucap Neutron dari dalam hati sambil mengalirkan Aura menuju kedua tangan untuk kedua kalinya.
“Wahid, menurutmu strategi apa yang cocok digunakan untuk situasi seperti ini, dengan tujuan menyerang tubuh fisiknya yang terjaga oleh segala macam trik bodohnya.” tanya Neutron, ia membutuhkan referensi yang tepat dan disatukan bersama strateginya.
“Kurang lebih sama dengan strategiku, tetapi yang menjadi permasalahan adalah penglihatan masa depan miliknya, aku masih tidak bisa menanggapinya, sialan!” gumam Neutron sambil mulai menerjang Judas dengan kecepatan yang tak terukur cepatnya, ia pun berlaga selayaknya ingin melayangkan pukulan berlapis Aura menuju wajah Judas, berpikir bisa mengecohnya.
Judas menanggapinya dengan menjulurkan telapak tangan kanan ke depan yang mulai menciptakan sebuah boneka bermata hitam dari kain, boneka itu pun ia tangkap sebelum terjatuh ke tanah, dan kemudian ia tekan perutnya keras-keras menggunakan ibu jari.
Membuat Neutron terhenti karena merasa perutnya tengah ditekan oleh sesuatu, bahkan organ dalamnya perlahan gepeng yang menimbulkan kerusakan padanya. Dengan kesakitan, ia memegang perutnya menggunakan kedua tangan sambil perlahan mundur dan terjatuh ke lantai.
__ADS_1
“Baiklah, bonekaku berhasil dengan sempurna. Kini, kau berada di bawah kuasaku, kau takkan bisa melepas benang yang telah tertancap pada dirimu itu. Hanya terdapat satu-satunya cara untuk melepaskannya, yakni bunuh diri.” ucap Judas sambil tersenyum lebar.
[Benang yang dimaksud adalah air hujan yang tercipta dari jurusnya itu, selama Anda terkena air hujan tersebut, Anda akan tetap berada di bawah pengaruhnya. Jadi, Anda harus mencari cara untuk terlepas dari air hujan ciptaannya itu, mungkin dengan menciptakan suatu penghalang hingga air hujan tak sanggup turun, dan membalikkan lantai arena ke bagian yang masih kering.]
“Ah, begitu, ya...” gumam Neutron tepat sebelum Judas melepas ibu jarinya dari perut boneka, membuat rasa sakit yang dialami Neutron mengecil. Namun tiba-tiba, Judas merobek perut boneka menggunakan kuku ibu jarinya, sehingga hal itu ikut berdampak kepada Neutron, membuat perutnya robek.
Judas pun mengambil sebuah bola kapas yang terlihat mirip dengan ginjal, membuat salah satu ginjal Neutron hilang secara tiba-tiba dari posisinya, entah ke mana ginjalnya pergi, ia merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa, bahkan lebih sakit dari sebelumnya. Namun entah bagaimana, kini ia merasa lebih cepat beradaptasi dengan rasa sakit, berbeda dengan sebelumnya yang memerlukan waktu lama.
“Eh, rasa sakitnya sudah hilang saja, ya. Cepatnya, aku harus berterima kasih denganmu, karena telah membantu meningkatkan kualitas Skill Adaptation Awakening milikku.” ucap Neutron sambil tersenyum, ia pun berteleportasi berdasarkan pikirannya menuju bagian belakang Judas berdiri, yakni titik butanya.
Kemudian, dengan kesal dan amarah yang tak tertahankan, Neutron melayangkan pukulan berlapis Aura-nya menuju punggung Judas, dan dengan mudah mendarat pada penghalang lalu mengirim Aura masuk ke dalam tubuhnya, membuat paru-parunya mengalami kerusakan hingga ia sulit bernapas dan mulai kehilangan kesadaran lalu terjatuh ke lantai.
“Ada apa? Mengapa kau tidak bisa menebak seranganku barusan, hah? Apa jangan-jangan kau hanya beromong kosong soal melihat masa depan? Dan sebenarnya, yang kau lakukan hanyalah menciptakan ilusi. Namun, kuakui jurusmu barusan sangatlah kuat, aku tak menyangkanya, Judas.” Neutron tersenyum tipis dan merasa ucapan Judas soal melihat masa depan hanyalah omong kosong belaka.
Bersambung...
__ADS_1