Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 25: Esir vs Freya III


__ADS_3

Dan sampailah pada halaman terakhir dari buku ini, halaman kelima. Tertulis kalau, “Sound of Darkness telah melampaui True Void beserta seluruh cabang dan penampungnya. Bahkan, jika keseluruhan True Void ditumpuk dengan jumlah tak terbatas, masih saja belum bisa menyamai besarnya Sound of Darkness. Meski sekilas keberadaan mereka terdengar sama tingkatnya, Creator of All tak dapat diraih oleh Sound of Darkness, meski dia telah melampaui dirinya sendiri sampai tak terhingga. Keberadaannya berada di mana-mana, bahkan dimasa lalu dan masa depan sekalipun. Dialah ciptaan tercerdas, mampu mengetahui segala hal, entah itu dimasa lalu maupun masa depan.”


“Dan... Berakhirlah. Singkat, namun menarik! Aku jadi semakin penasaran dengan sejarah lain dari ras Ular Cerdas, pastinya banyak hal menarik yang menunggu. Ha ha! Omong-omong, apakah semua hal yang ditulis pada buku berdasarkan fakta?” Tanya Jīngrén dengan penasaran.


“Ha ha! Dasar anak muda yang kurang wawasan! Tuhan tidak memerlukan kebohongan demi membuktikan bahwa keberadaan-Nya nyata, dasar bodoh! Ha ha ha ha ha!” Jawab Nisroch sambil cengegesan, diikuti oleh Jīngrén serta gurunya.


“Kurasa, ceritanya sampai sini saja, intinya mustahil jika sosok yang hampir setara dengan Creator of All muncul tanpa kehendak-Nya. Dan sepertinya, selain Sound of Darkness, masih ada ciptaan-ciptaan lain dari Creator of All yang belum diketahui. Yang pasti, ras Ular Cerdas mengetahui segala rahasia dari semesta.” Ucap Jīngrén kepada Esir.


“Ular Cerdas, ya... Menarik juga! Dimasa depan nanti, kuharap aku bisa bertemu dengan mereka, ras Ular Cerdas. Dan akan kucari rahasia dari semesta sebanyak-banyaknya, dan... Sekali lagi, bukankah kau ingin merasakan kekalahan? Jika iya, aku siap menjadi sosok yang mengalahkanmu, ha ha!” Kata Esir sambil tersenyum.


“Sudah kuduga, aku menunggumu mengatakan hal itu. Kuharap kau mampu dan tidak mengingkari janjimu itu, kita mulai pertarungannya seminggu lagi. Jika kau kalah, kita coba dilain hari. Aku siap menunggumu mengalahkanku, entah berapa lama lagi.” Balas Jīngrén dengan penasaran.


“Terima kasih atas dukungannya, aku sangat terbantu, Senior Jīngrén. Oh, iya, apakah senior tahu akan sistem Job? Aku baru saja mendapatkannya, lho. Akan kuperlihatkan padamu.” Esir pun membuka halaman melalui pikirannya.


...[Status]...


...Nama : Esir...


...Umur : 18 tahun...

__ADS_1


...Ras : Manusia...


...Skill : Fly, Ashes, Blue...


...Senjata : Sayf Shaytan...


...Job : Swordman...


...Level : 8...


...‹ ›...


...[Keluar]...


“Job? Swordman? Apa-apaan? Mengapa kau bisa mendapatkannya? Sedangkan aku tidak. Ketidakadilan macam apa ini? Aku sungguh tak terima.” Jīngrén melotot keheranan pada halaman milik Esir, ia tak menyangka jika Esir mampu mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan.


“Sepengetahuanku, Job Swordman mampu meningkatkan keterampilan berpedang serta mampu meningkatkan Strength dan Agility secara signifikan. Namun, efeknya tak selalu aktif, dan memerlukan versi Awakening untuk membuat efeknya selalu aktif.” Ucap Esir, tepat sebelum ia menghilangkan kilas balik kehidupannya, dan mulai kembali pada masa kini.


[Peringatan! Kekuatan Anda jauh meningkat, setelah efek dari Job Swordman telah sepenuhnya bangkit. Diprediksi, efek dari Job Swordman mampu menghancurkan tubuh Anda sedikit demi sedikit, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan tubuh Anda dengan menenangkan diri dari emosi.]

__ADS_1


“Freya, kusarankan kau untuk segera menyerah, sebelum aku mengalahkanmu... Kini, aku merasa semakin kuat, hingga Sistem menyarankanku untuk berhenti...” Angin bertiup kencang menerpa Esir dan Freya, hujan turun kian deras menggenangi lapangan. Menimbulkan suara gemericik yang menggema. Menggambarkan suasana emosi Esir yang kian tak jelas.


Esir menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya, menciptakan portal kegelapan di hadapan Freya layaknya lubang hitam melalui jurus , portal kegelapan itu menghubungkan bagian atas arena dengan jurang sepanjang 100 kilometer di bawah arena.


“Hah? Apa coba? Prft... Lucu sekali, kau menciptakan sesuatu yang tak berguna. Apakah kau mulai gila, setelah kesulitan melawanku?” Freya cengengesan tanpa sadar, kalau tubuhnya terhisap oleh dengan lambat, sehingga Freya sulit untuk menyadarinya.


“Sadarilah kondisimu, dasar bodoh! Bukankah pengalamanmu sudah banyak? Oh, iya, aku baru mengingatnya, pengalaman kalahmu lebih banyak dari kemenangan, ya? Ha ha ha ha ha ha! Namun, kekalahanlah yang membuat seseorang menjadi lebih kuat, tanpa kekalahan? Pencapaian yang luar biasa, meski masih seumur jagung.” Saut Esir, membuat Freya sadar akan keberadaannya yang dalam bahaya.


“Kya! Bisa-bisanya aku melakukan kesalahan, tidak seharusnya aku berbicara ketika pertarungan masih berlangsung.” Freya berpaling ke belakang dan berlari dengan bersusah payah demi menghindar dari lahapan Terasa layaknya sesosok Iblis yang tengah lapar dan memburunya.


“Kelebihan dan kekurangan adalah hal yang saling bertentangan. Walau pada akhirnya, mereka akan tetap ada dan berdampingan, disebut dualitas. Saat ini, konsep dualitas itu hinggap pada perpaduan Satan Mode dengan efek dari Job Swordman. Namun apa daya, aku tak bisa menghindarinya. Berbeda dengan Tuhan yang telah melampaui dualitas, bahkan Tuhan berada dalam sistem logika yang berbeda, dan tidak bisa dipahami oleh akal normal manusia. "Jika dualitas adalah angka 1 dan melampauinya adalah angka 2, maka Tuhan berada pada angka 3 sampai tak terhingga. Kehidupan, kematian dan Tuhan adalah 3 hal yang saling bertentangan. Tentunya Tuhan tak mungkin hidup dan mati, meski keberadaan-Nya nyata. Dan Creator of All telah melampaui ketiganya." Begitu penggambaran serta penjelasan yang dikutip dari papan batu.” Ucap Esir sambil menjatuhkan Sayf Shaytan dari genggamannya dan mulai menerjang dengan mengulurkan kepalan tangan kanannya kepada Freya yang masih sibuk untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


“Aku tidak peduli dengan omong kosong itu! Kini, keselamatanku lebih penting, dibanding mendengarkan dongeng konyol yang diciptakan oleh ras Ular Cerdas itu!” Freya semakin panik, ia merasa dilema dan harus memilih mana rasa sakit yang akan ia rasakan. Antara tertinju oleh Esir atau tertelan oleh hingga harus menerima kekalahan.


“Kau takkan lolos dari keduanya, apa pun pilihanmu, Freya!” Ujar Esir dengan kepalan tangan yang mulai membentuk bola kegelapan, hasil dari perpaduan antara Aura Esir yang berperan sebagai penghubung, Aura Sayf Shaytan yang berperan besar sebagai sumber Damage dan Critical Damage, Skill tingkat A, yang berperan sebagai sumber sihir. Dan terbentuklah, jurus Ultimate .


gagal mengenai Freya, setelah seonggoh daun terhempas dan malah mengenai yang diarahkan pada wajah Freya. Esir menanggapi, “Kebetulan sekali, ya... Namun, teknik ini cukup kuno dan terkenal dikalangan sesepuh Vanaheim, dengan menggabungkan 3 hal dalam 1 jurus, teknik ini mampu menghasilkan True Damage. Damage terbesar dalam dunia Vanaheim.”


Daun mulai retak layaknya kaca, menimbulkan suara kencang yang mampu menghancurkan gendang telinga untuk siapa pun yang mendengarnya. Judas mulai menutup kuping menggunakan sihirnya, Neutron pun ikut serta dengan menutup kuping sekuat tenaganya, dan Peace hanya berdiam diri tanpa merasakan apa-apa di hadapan orang-orang yang tengah menderita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2