Demon Lord Reborn

Demon Lord Reborn
Chapter 09: Desa Penampungan II


__ADS_3

“Aliansi...? Tidak, apa saya salah dengar? Jika mereka menjadi aliansi kita, sama saja seperti mereka menentang kelima Outsider, apa mereka gila?” Ucap penjaga gerbang yang bertengger di pundak kiri Astaroth.


“Oh, ya, aku lupa memberitahu mereka soal itu... Ya, lain kali saja kuberitahunya, untuk sekarang, bukakan gerbang kepada mereka berdua terlebih dahulu, Yin dan Yang.” Perintah Astaroth yang langsung dilaksanakan oleh Yin dan Yang.


Gerbang perlahan terbuka karena didorong ke kanan oleh Yin dan Yang, dibarengi oleh Peace dan Gram yang telah sampai di samping Astaroth. Kemudian, Peace, Astaroth dan Gram berjalan ke dalam gerbang yang langsung disambut oleh para Ular Cerdas dengan petasan.


“Berilah sambutan paling meriah kepada raja kita! Pemimpin sekaligus pahlawan kita semua!”


“Tuan Astaroth! Selamat kembali!”


“Tuan Astaroth! Lama tak jumpa! Apa Anda baik-baik saja?”


Teriak beberapa Ular Cerdas dari kerumunan, para Ular Cerdas nampak memenuhi sepanjang jalan, meski begitu, para Ular Cerdas tetap tidak menghalangi jalan Astaroth, Peace dan Gram, para Ular Cerdas mempersilahkan mereka bertiga lewat dengan leluasa. Dari dekat maupun jauh, mereka melakukan segalanya demi melihat wujud Astaroth yang mereka agungkan.


“Semuanya! Berperilakulah seperti biasanya, seperti ketika aku tidak ada di sini.” Ucap Astaroth yang secara tiba-tiba membuat para Ular Cerdas terdiam dan kembali melakukan kegiatan mereka masing-masing.

__ADS_1


“Luar biasa... Jadi tak sabar untuk menguasai mereka. He he he.” Kata Peace sambil tertawa tipis.


“Oi, apa jangan-jangan kau memiliki niat jahat lainnya? Omong-omong, mengapa kau sangat ingin menjadi Raja Iblis dan menguasai dunia Vanaheim?” Tanya Astaroth dengan penasaran.


“Aku ingin menjadi Raja Iblis dan menguasai dunia Vanaheim untuk ketenangan dan kenikmatan, bayangkan saja, jika salah satu kerajaan mencoba mengkhianatiku, aku hanya perlu menyuruh kerajaan lainnya untuk menghabisi si pengkhianat itu. Enak, 'kan?” Jawab Peace sambil membayangkan hal tersebut di kepalanya.


“Ya, kau benar. Namun, aku perlu memberitahumu sesuatu, jika kau benar-benar ingin mengambil balik kerajaan Ular Cerdas, itu sama saja seperti kau menentang kelima Outsider, sekelompok penguasa di dunia Vanaheim. Semuanya karena, pemain yang menjajah kerajaan Ular Cerdas adalah salah satu dari kelima Outsider, namanya Chronus.” Ucap Astaroth.


“Penguasa, ya? Dunia ini memang menarik, meski begitu, akulah yang akan berdiri di puncak sebagai Raja Iblis. Ingatlah perkataanku ini.” Kata Peace sambil melihat-lihat sekeliling.


Setelah mendengar itu, Astaroth dan Gram berjalan menghampiri Peace, lalu Astaroth menjawab, “Yang dimaksud dari papan sebelah kiri adalah munculnya Dewa Ular, kemunculan Dewa Ular membuat 2 pria telanjang itu terkejut tak karuan. Ya, intinya ras kami memiliki mitologi Dewa Ular, konon katanya, Dewa Ular akan muncul disaat-saat penting. Namun, aku sendiri meragukan asal-muasal kisah ini muncul, karena para leluhur berkata bahwa kisah ini akan benar-benar terjadi di masa yang akan datang dan telah ditentukan oleh Tuhan. Tetapi, bisa sajakan kalau mereka berbohong. Mungkin saja, mereka menciptakan ini untuk menenangkan para Ular Cerdas ketika sedang dalam masalah, dan rencana itu terbukti berhasil. Sekarang, dengan harapan besar, para Ular Cerdas selalu berdoa kepada Tuhan untuk segera memunculkan Dewa Ular yang konyol itu.”


“Sedangkan, papan di sebelah kanan menunjukkan ilustrasi dari tumpukan dimensi vertikal yang tak terhingga dan biasa dikenal Tower Dimensi. Pada setiap dimensinya, menciptakan dimensi lain yang berjumlah tak terbatas, dan disetiap dimensi tersebut, kembali menciptakan dimensi berjumlah tak terbatas lainnya, hal ini pun berulang sampai tak terhingga. Kemudian, semuanya ditampung oleh Expansion yang memiliki sistem dimensi sama dengan Tower Dimensi, begitu pun Expansion ditampung oleh Expansion yang lain dan berulang sampai tak terhingga. Tak sampai di situ saja, terdapat tumpukan dimensi vertikal yang memiliki sistem sama seperti sebelumnya, dan biasa dikenal dengan nama Faraway. Namun yang membedakannya, walau Expansion telah ditumpuk dengan jumlah tak terhingga, masih saja belum bisa menyamai besarnya Faraway, membuat Faraway tak lagi terakses, bahkan lebih besar dari semua himpunan kardinalitas.” Ucap Astaroth yang membuat Peace bingung serta pusing dengan apa yang dibicarakannya.


“Jadi teringat dengan perkataan Emerald tentang keberadaan Creator of All... Kalau tidak salah, Emerald berkata bahwa Creator of All telah melampaui dimensi tak terhingga yang sepertinya adalah Tower Dimensi.” Kata Peace.

__ADS_1


“Yah, kau benar. Namun kurang tepat, karena Tuhan telah melampaui segalanya. Bahkan, jika keseluruhan Faraway ditumpuk dengan jumlah tak terbatas, masih saja belum bisa menyamai besarnya Tuhan. Oh, ya, dan aku lupa memberitahumu 1 hal, bahwa papan batu seperti ini masih ada dan tersimpan di dalam istanaku. Papan batu yang berhasil kami ambil hanya 2 buah dan sisanya gagal kami ambil.” Ucap Astaroth dengan perasaan menyesal.


“Ya, tidak masalah, kita hanya perlu merebutnya kembali, 'kan? Kalau begitu, kapan kita pergi menyerang Chronus? Apakah strategi menyerangnya sudah ditentukan? Kalau belum, ayo tentukan sekarang.” Kata Peace.


“Ya... Lebih baik jangan di sini, kita menentukan strateginya di rumah sebelah kanan kita saja, itu adalah rumahku. Kalau begitu, ikuti aku.” Ucap Astaroth sambil berjalan menghampiri pintu rumahnya, diikuti oleh Peace dan Gram.


Rumah Astaroth terbuat dari kayu dan memiliki 2 lantai, setiap lantainya memiliki 2 kaca di masing-masing sisi, pintu dari kayu juga ada di bagian depan rumah yang sebelahnya terdapat semak-semak sebagai hiasan. Rumah Astaroth kurang lebih sama seperti rumah lainnya, tidak ada perbedaan yang mencolok.


Setelah sampai di depan pintu, Astaroth langsung membukanya dengan perlahan. Tiba-tiba, Astaroth disambut oleh sesosok mahkluk bertubuh kekar layaknya manusia dengan kepala ular. Ia mengenakan celana yang terbuat dari kulit dan sendal yang alasnya terbuat dari batu.


“M-Majhul?! Lama tak jumpa, apa kabarmu? Omong-omong, selama aku pergi, apakah desa di serang?” Tanya Astaroth dengan penasaran.


“Yo, saya baik-baik saja, Tuan Astaroth. Sayangnya, desa sempat di serang oleh kawanan Zombie, namun, semuanya telah melindungi desa sekuat tenaga, sehingga Zombie berhasil dibuat kabur dari desa berkat kerja sama kita semua yang sangat baik. Meski begitu, puluhan Ular Cerdas terluka akibat terkena serangan Zombie yang bertubi-tubi, sekarang, mereka sedang dirawat di rumah sakit kecil. Beruntung, tidak ada satupun dari kita yang mati. Sekian laporan dari saya, Tuan Astaroth.” Jawab Majhul sambil berlutut di hadapan Astaroth.


“Apalagi ini? Mengapa dia dan kau berbeda dari Ular Cerdas lainnya? Aku perlu penjelasannya saat ini juga!” Ucap Peace sambil menunjuk ke arah Astaroth dan Majhul.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2