
Megan sudah menunggu Victoria di lobby kantornya sejak pagi. Bukan berada di lobby ruangan kepala direktur melainkan lobby umum yang berada di lantai bawah.
Arah pandangan matanya terus menatap pada jam dinding di sampingnya. Sudah tiga jam sejak pagi saat kantor dibuka, wanita itu terus menunggu dan tidak ada tanda-tanda kemunculan sang Diva.
Ia pun beranjak dari duduknya ingin menanyakan lagi soal Victoria kalau perlu dia ingin menunggu langsung di depan ruangannya.
Bruuuk
Megan malah menabrak seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun mungkin lebih tua dari itu. Karena face seseorang tidak bisa ditebak, buktinya Tom Cruise yang sudah menginjak usia 60 tahun saja masih kelihatan sehat dan energik.
"Maaf pak," ucap Megan sedikit membungkuk.
Pria itu bertubuh tegap dan memandang Megan dengan sinis.
Duh wajahnya seram banget, batin Megan
Lantas ia pun tersenyum semanis mungkin dan meminta maaf sekali lagi. Kali ini tidak terlalu menunduk, ia menunjukkan wajahnya.
"Sekali lagi, saya minta maaf," ucap Megan karena pria itu tidak langsung beranjak dari tempatnya berdiri.
"Kau karyawan disini?" tanya pria itu
"Tidak, Saya ingin bertemu dengan Nona Victoria,"
"Ah anakku, dia ada di atas untuk apa menunggu disini," ucap pria tua itu
__ADS_1
"An-anak...," Megan membelalakkan matanya. Dia bertemu langsung dengan pemilik perusahaan. Dan juga seorang milyarder yang memiliki banyak usaha. Bisa dibilang pria ini adalah salah satu orang yang berpengaruh di New York.
Kurang ajar entah resepsionisnya atau Victoria yang tidak ingin menemui orang lain selain tamu undangan atau seseorang yang sudah membuat janji temu dengannya. Mungkin dengan cara mendekati Ayahnya, aku bisa mendekati dia, batin Megan.
"Anda Tuan... Joe Stewart?" tanya Megan
Ia telah membaca silsilah Victoria dan keluarganya sebelum bertemu dengannya, karena kita harus mengenal seseorang dan latar belakang perusahaan sebelum mengajaknya kerjasama.
"Betul, lalu Anda?"
"Oh maaf tuan, saya terlalu terpesona dengan kharisma Anda. Saya Megan, saya seorang sekretaris salah satu perusahaan yang baru berkembang," ucap Megan dan langsung mengatakan tujuannya datang ke tempat itu.
Megan rasa Joe Stewart tertarik dengannya karena buktinya pria itu masih berdiri disana, kalau tidak dia sudah pergi meninggalkan Megan sejak wanita itu meminta maaf.
"Tak perlu khawatir, ayo ke ruangannya. Dia tidak mungkin menolak tamu ku," ucap Joe.
Tangan menggerayangi pinggul Megan, wanita itu merasakan tangannya mulai semakin turun sampai menyentuh pangkal bokongnya.
"Apakah ruanganya masih jauh?" tanya Megan kemudian meraih tangan nakal itu dan merangkul lengannya.
Enak saja macam-macam batin Megan
Lebih baik Meganlah yang merangkul lengan Pria itu agar terkesan sok akrab.
"Tidak, kita tinggal naik lift ke lantai tiga dan sampai," ucap Joe dengan menatap Megan dan mengedipkan satu matanya
__ADS_1
Lift
Sebuah ruangan yang dapat terbuka dan tertutup, yang memberikan kesempatan kepada para insan yang m3ssum untuk berbuat tak senonoh dalam beberapa detik. Jika sepi menjadi pendukungnya.
Seketika Megan tidak ingin masuk dengan pria tua itu, tetapi bagaimanapun dia harus masuk agar bisa bertemu dengan Victoria.
Misi tantangan yang diberikan Dalton. Jika berhasil maka ada sebuah peluang untuk menambah penghasilannya. Tetapi bagaimana caranya Megan melewati itu. Firasatnya sudah buruk.
Ting
Pintu Lift terbuka, satu orang keluar dari ruangan itu dan kini, Lift itu kosong.
Joe masuk dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan. Megan membalasnya dengan senyum seraya melangkahkan kaki masuk ke dalam lift
Pintu Lift tertutup, tidak ada yang masuk lagi. Joe melepaskan tangan Megan yang sedari tadi mengalung di lengannya.
Kemudian tangan kiri Joe menarik pinggang Megan agar dekat dengan tubuhnya, tangan kanannya membelai pipi Megan dan berkata,
"Kau sangat cantik," puji Joe, Megan mengernyitkan dahi ia sudah tahu apa yang akan dilakukan Joe setelah ini karena wajahnya semakin dekat dengannya.
Megan terus memundurkan wajahnya, sementara Joe menarik tengkuknya agar wajah Megan mendekat.
Ting
Sebuah suara terdengar dari dalam Lift pertanda pintu terbuka. Megan membelalakkan matanya saat tahu sosok pria yang ada didepan lift itu adalah pria yang dikenalnya.
__ADS_1
Sosok pria di luar sana menatap jengah dua makhluk yang sedang ada di dalam lift dengan pose sangat dekat seakan mereka sedang melakukan sesuatu.