
"Pak, sebentar," ucap Megan menarik lengan Dalton saat keluar
Dalton melihat tangan Megan yang berada di lengannya kemudian matanya beralih menatap wajah Megan dengan dinginnya.
"Apa aku mengijinkan mu untuk menyentuh ku?" ucap Dalton
"Maaf pak," Megan menunduk, "Karena dari tadi saya memanggil bapak tapi bapak tidak menghiraukan panggilan saya," ucap Megan
"Maaf, aku tidak mendengar," ucap Dalton seraya mengambil earphone di telinganya. Jika berbicara dengan jarak dekat Dalton masih dapat mendengar.
Hemm pantas saya batin Megan
"Begini pak, ada berkas penting yang belum bapak tanda tangani juga,"
"Aku belum menyetujuinya. Terlalu banyak memakan biaya, suruh mereka mengevaluasinya lagi," ucap Dalton enteng
Kemudian ia berlalu meninggalkan kantor.
Sementara masih ada mata yang menunggu pergerakan Dalton. Menunggu Megan untuk pergi dari sisi Dalton tetapi yang terjadi Dalton kembali lagi.
"Megan, aku ada perlu dengan mu. Ikut aku sekarang," ajak Dalton
__ADS_1
"Hemm tapi Pak, saya masih ada pekerjaan,"
"Ambil tas mu, ini perintah," ucap Dalton memaksa
Megan lantas mengiyakan dan langsung segera mengambil tasnya dengan berjalan cepat sesekali ia berlari kecil. Dalton masuk kembali dan menunggunya di Lobby
Mark sudah menunggu untuk menembak Dalton dari jarak jauh, namun sebuah tembok menghalangi.
Tak berapa lama Megan datang dan mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Megan bertanya-tanya, bos nya itu ingin mengajaknya kemana. Ada sedikit rasa ge'er . Bahkan mengira jika Dalton akan mengajaknya jalan-jalan ke suatu tempat.
Ia pun senyum-senyum sendiri. Dalton langsung melirik ke arah Megan
"Hehe tidak Pak, hanya senang saja,"
"Jangan senang dulu," ucap Dalton yang penuh misteri
Di Amerika Serikat, perusahaan besar sering berjejer di beberapa jalan utama yang terletak di kota-kota besar dan pusat bisnis. Beberapa jalan yang terkenal dengan keberadaan perusahaan besar di Amerika ada Wall Street, yang berada di New York City, Sillicon Valley yang ada di California dan lain sebagainya.
Dan saat ini Dalton sedang menuju Wall Street.
__ADS_1
Terletak di pusat keuangan Manhattan dan merupakan pusat keuangan terbesar di Amerika Serikat. Banyak bank investasi, perusahaan sekuritas, dan institusi keuangan besar yang berkantor di sini.
Ia menghentikan mobilnya di suatu tempat. Lebih tepatnya di depan sebuah gedung perusahan yang bergerak di bidang sekuritas.
Juga dikenal sebagai perusahaan pialang atau perusahaan efek, entitas yang beroperasi dalam industri jasa keuangan dengan fokus pada perdagangan efek atau instrumen keuangan. Mereka berperan sebagai perantara antara investor dan pasar keuangan, memfasilitasi transaksi jual beli efek, seperti saham, obligasi, dan derivatif, baik untuk kepentingan individu maupun institusi.
"Aku ingin kau bertemu dengan seseorang yang bernama ini," Dalton mengeluarkan sebuah kartu nama tertulis dengan nama Victoria.
"Lalu, bertemu untuk apa?"
"Bilang saja kalau aku ingin berinvestasi. Perusahaan Victoria sebagai perantara ku dengan pasar keuangan. Anggap saja aku tak mengerti soal investasi saham, obligasi dan sebagainya dan ingin bertemu dengannya sebagai pemilik. Atur sebuah pertemuan. Misimu. Kau harus menarik wanita itu untuk bertemu denganku secara langsung. Karena aku tidak ingin bertemu dengan konsultan, managernya atau bawahannya. Ingat harus Victoria. Apa kau mengerti," ucap Dalton
Victoria adalah anak dari seseorang yang bernama Joe Stewart. Pemilik sejumlah perusahaan besar dan pria yang terakhir bertemu dengan pembunuh orang tuanya. Dan dia adalah pemilik perusahaan sekuritas.
"Sekarang? Ini jam pulang pak," ucap Megan
"Besok pagi, untuk itu kau bisa membuat sebuah laporan atau informasi mengenai data perusahaan mulai dari sekarang," ucap Dalton
Dalton yang selalu mengendarai mobil tanpa sopir pribadi atau asisten, kembali mengendarai mobilnya. Ia kembali menuju perusahaanya karena Megan harus menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara Mark, yang sedari tadi telah bersiap disana, memilih pulang karena mengira Dalton telah pulang.
__ADS_1
"Aku tak mengira Megan bekerja dengan pria itu. Hemm...masih ada hari esok," gumam Mark yang sedang berjalan menuju tempat tinggalnya. Jauh dari kota dan sangat kecil. Mark berencana akan membunuh Dalton besok pagi.