
Sevita telah melakukan perawatan yang dibantu oleh pelayan pelayan yang sudah diutus oleh Davin, meski sebenarnya Sevita sendiri menolaknya. Tetapi Davin tetap memaksanya, karena Davin tidak ingin orang lain memandangnya buruk.
"Nona, semua sudah selesai. Dan cobalah Nona Muda untuk bercermin, apakah Nona menyukainya?" tanya Pelayan.
"Tentu saja, mau tidak mau saya harus smenyukainya. Kamu tahu sendiri, kan? Bos kamu itu tidak pernah salah." Jawab Sevita sambil bercermin. Sedangkan Pelayannya hanya tersenyum melihat ekspresi Sevita.
Pa.. malam ini Sevita akan menikah. Dengan berat hati Sevita masuk dalam penjara buaya ini, Pa.. Batin Sevita bersedih.
"Nona, mari ikut saya untuk turun kebawah. Karena dibawah ada seseorang yang ingin bertemu dengan Nona, Tuan Muda hanya memberi waktu hanya 10 menit." Ucap pelayan.
"Seseorang? siapa?" tanya Sevita penasaran.
"Mari saya antar, Nona.." jawab pelayan.
Sevita pun nurut saja, apa yang diperintahkan Davin. Sevita tidak berani menolak maupun banyak bertanya.
Denga pelan Sevita menuruni anak tangga, dan dibawa sudah ada seorang laki laki paruh baya berpawakan dengan tubuh besar dan tinggi. Sevita sembari menuruni anak tangga dan juga menerka nerka seseorang yang sedang berada dibawah.
"Papa.." ucap Sevita lirih.
"Maafkan Papa, kala itu Papa egois. Dan Papa sudah tahu semuanya, Papa akan menyamar menjadi orang lain. Davin memberi kesempatan untuk Papa untuk mendampingi dihari pernikahan kamu." Ucap Tuan Bram, dan memeluk putrinya. Sevita pun merasa lega, meski tidak ada Ibu disampingnya. Setidaknya seorang Ayah berada disampingnya sudah sangat cukup bagi Sevita.
"Apakah penampilan Papa ini adalah rancangan Davin, Pa?" tanya Sevita sembari berjalan menuju mobil yang akan ditumpanginya.
Tuan Bram dan Sevita kini masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Sevita tidak ada henti hentinya mengajak Ayahnya untuk mengobrol.
__ADS_1
"Jadi Papa melakukan penyamaran, agar keluarga Davin tidak mengetahui siapa Papa?" tanya Sevita.
"Seperti yang kamu kira, Papa hanya bisa berpesan. Jaga dirimu baik baik setelah menikah, Papa tidak bisa menjagamu seperti masa kecilmu dan masa remaja kamu. Papa berjanji akan selalu membantumu sesuai dengan rangkaian kata kata mutiara kamu." Jawab Ayahnya sambil mengingatkan Sevita tentang ungkapannya didalam buku rahasianya.
Sevita sengaja menulis untuk dijadikan bukti, karena Sevita tidak ingin akan ada kesalah pahaman dalam keluarga.
Kini Sevita telah sampai di rumah orang tua Davin. Dilihatnya para tamu sudah mulai berdatangan. Sevita sedikit gugup menghadapi keramaian.
Semoga tidak akan terjadi pertumpahan darah. Batin Sevita asal.
Semua para tamu berdecak kagum melihat kecantikan Sevita yang begitu mempesona. Tidak hanya para tamu, namun rupanya tamu yang tidak di undang kini telah hadir dimalam pernikahan Sevita dan Davin.
Davin pun segera menuruni anak tangga dengan langkah yang tegap, terlihatlah sosok yang sangat tampan dan berwibawa. Kini yang sebentar lagi akan sah menjadi Suami Sevita. Sedangkan Sevita sendiri tidak pernah membayangkan akan menikah dengan pria yang tidak pernah dicintainya.
Tampan sih, tapi aku tidak tertarik. Sifat kejamnya yang begitu tersirat disorot mata tajamnya seperti elang, beralis tebal, hidung mancung dan Sedikit berewok tipis. Cih... kenapa aku menilainya, Dia kan Mafia. Batin Sevita mengutuki dirinya sendiri.
"Rara..." ucap Sevita lirih.
"Hei.. rupanya kamu yang akan menikah dengan Kakak tampan ku, rupanya dunia sangatlah sempit. Sampai sampai kamu akan menjadi kakak iparku." Ucap Rara tersenyum. Sedangkan Sevita terdiam, raut wajahnya berubah menjadi pucat.
Davin melihatnya sangar geram, kedua tangannya pun mengepal dengan kuat. Rahangnya pun berubah menjadi keras, namun Davin berusaha meredamkan emosinya.
Sevita masih terdiam, sedangkan Rara bingung dibuatnya.
"Sev, kenapa kamu diam. Mari aku antar duduk didekat Kak Davin, sebentar lagi acaranya akan segera dimulai." Ucap Rara sambil menggandeng tangan Sevita mendekati Davin.
__ADS_1
Kini Sevita sudah duduk bersanding dengan Davin, dan juga Ayahnya yang sedari tadi sudah duduk berhadapan dengan Davin.
Rara sangat senang, karena sahabatnya kini telah menikah dengan Kakaknya sendiri. Rara dan Sevita bersahabat sudah lama, sejak mulai duduk di dibangku SMA. Namun Rara tidak mengetahui asal usul Sevita, Rara mengenal Sevita hanya gadis biasa. Sampai sekarang Sevita masih menyembunyikan identitasnya, pernikahan yang dibatalkannya pun Rara tidak mengetahui, bahwa pengantin wanitanya adalah Sevita. Rara sejak duduk dibangku Perkuliahan sudah menaksir Arka, namun Sevita tidak begitu mengenalnya. Karena Sevita lebih fokus sama dunia pendidikannya. Padahal Arka pun satu Kampus dengannya dan juga Davin, maupun kakak Sevita sendiri yaitu Edwin.
"Sah..." ucap penghulu.
"Sah..." jawab para saksi.
"Alhamdulillah, ucap semuanya serempak.
Sevita menangis, entah harus bahagia atau bersedih. Karena Sevita menikah bukan berlandaskan rasa cinta, justru karena dendam dari seorang Davin. Sevita pun juga lah sama, menikah karena ingin mencari kebenaran tentang siapa pembunuh Kakaknya. Sevita sudah siap menanggung resikonya, setidaknya dalang pembunuhan segera terungkap.
Sevita pun sudah menjelaskannya kepada orang tuanya melalui tulisan dibuku hariannya, Sevita bercerita panjang lebar akan rencananya untuk pergi meninggalkan pernikahan atas perjodohan dari orang tuanya. Sevita rela kabur, karena Sevita masih ragu untuk menikah dengan Arka. Sevita takut jika sudah menikah, Sevita tidak bisa menguak dalang pembunuhan.
Kini Sevita sudah resmi menjadi Istri sah nya Davin, perasaan Sevita berubah bercampur aduk.
Lihat lah, sekarang kamu sudah menjadi milikku, dan aku akan segera menyiksamu sebisa mungkin. Karena ulah kamu adikku hampir saja tiada, sekarang giliran kamu yang akan aku siksa. Batin Davin dengan senyum penuh kemenangan.
Lelaki macam apa dia, kenapa sikapnya berubah drastis. Setidaknya sedikit manis kek, dihari pernikahan. Lah ini langsung terkunci mulutnya, menyebalkan. Lihat saja nanti, aku balas. Batin Sevita kesal.
"Semua orang mengucapkan selamat untuk kedua mempelai, Davin hanya tersenyum paksa. Sedangkan Sevita pun tersenyum datar."
Rara pun segera menghampiri Sevita dan juga Kakaknya bersama Arka. Entah ada angin apa, Arka kini mendekati Rara. Dan Davin pun geram dibuatnya, ingin rasanya menonjok Arka sekuat mungkin, Namun Davin segera menepisnya. Karena tidak ingin terlihat buruk dihari pernikahannya.
"Selamat ya, Sev.. aku turut bahagia atas pernikahanmu dengan Kak Davin. Dan do'akan aku agar cepat menyusul kamu." Ucap Rara.
__ADS_1
"Terimakasih Ra, semoga kamu juga segera menyusulku." Jawab Sevita.
"Selamat ya, Dav.. semoga aku segera menyusulmu juga. Karena waktu itu aku pernah gagal, maka yang kedua kalinya ini, aku jamin akan berhasil. Karena wanita yang aku dapatkan sekarang sepertinya lebih tergila gila padaku dari pada yang dulu." Ucap Arka sambil berbisik ditelinga Davin, lalu melirik ke arah Sevita. Namun Sevita tidak meresponnya, karena akan menambah masalah saja. Fikir Sevita.