
Davin langsung turun dan segera membuka pintu mobil, ingin segera menarik paksa Sevita.
"Sekarang juga aku minta kamu keluar! " bentak Davin yang sudah membuka pintu mobil, sedangkan Sevita tubuh nya mendadak gemetar.
"Aku siap menikah dengankemari? " Ucap Sevita kaget akan ucapannya sendiri langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya.
"Waaaaah... jawaban yang sempurna.. "
akhirnya kamu mengakuinya juga. " Ucap Davin sambil tepuk tangan.
"Baik lah, aku akan segera menemui kedua orang tua kamu untuk meminta restu. Kamu tidak perlu khawatir, kita menikah diam diam tanpa ada yang meliputi pernikahan kita." Ucap Davin dengan senyum puas.
Sevita menyerah demi kebahagiaan sahabatnya bisa mendapatkan Arka, Sevita rela menikah dengan Davin. Entah pengorbanan macam apa yang Sevita lakukan demi sahabatnya.
Semoga pilihanku tidak salah, aku pasrah akan nasibku kedepan. Ma... maafkan Sevita jika pada akhirnya Sevita harus menelan kenyataan pahit ini demi sahabat Sevita. Batin Sevita lesu.
"Untuk apa kamu menikahiku secara diam diam, jika kamu benar mau menikahi aku maka lakukan secara terbuka. Kamu tidak perlu khawatir akan penampilanku, karena aku bisa merubah seculun mungkin agar tidak ada yang mengenalku. " Ucap Sevita menantang.
"Apa...!" seculun mungkin, apa kamu sudah gila, aku menikah dengan wanita culun. Apa kata orang menilaiku? " jawab Davin tidak terima.
"Jika kamu tidak mau menuruti kemauan aku, aku akan pergi dan menikah dengan Arka, dan aku pastikan adik kamu akan merana melihatku bersanding dengan Arka, orang yang dicintai adik kamu. Bukankah adik kamu sedang sakit? " ucap Sevita lebih menantang. Davin sangat kaget dibuatnya, justru Davin lah yang terpojokkan dan yang harus menerima tawaran dari Sevita. Davin sendiri tidak menyangka ternyata Sevita cukup berani. Padahal Sevita sangat takut melakukannya, meski dengan gugup dan menahan gemetar Sevita mencoba menutupinya.
Deg.... jantung Davin seperti mau copot ketika mendengar penuturan dari Sevita. Mau tidak mau Davin menuruti kemauannya. Karena Davin pun tidak mau melihat adiknya tambah terluka.
"Baik lah, kamu menang. " Ucap Davin berdecak kesal.
"Davin... " suara pria memanggil Davin dan menghampirinya, Davin dengan sigap langsung menutup pintu mobilnya.
"Arka..." gerutu Sevita dengan perasaan takut.
Sevita kaget dubuatnya, jantungnya tidak bisa diajaknya kompromi, justru tambah berdegup sangat kencang. Rasa takut kini telah menghukumnya, rasanya seperti akan dimangsa hidup hidup. Sevita langsung mengumpat sebisa mungkin didalam mobil.
"Kamu sedang apa disini, " tanya Arka.
"Aku sedang lagi menunggu pesuruhanku untuk menjemputku, mobilku tadi tiba tiba mogok. Kamu sendiri ngapain berada disini," jawab Davin bohong dan bertanya balik.
"Aku sedang menunggu seseorang, aku dapat pesan, bahwa calon istriku berada di dekat sini. Tapi aku cari cari tidak aku temukan. " Jawab Arka dengan muka kesal, karena seperti dikerjain.
__ADS_1
"Calon istri? " bukannya kamu sudah mengadakan pernikahan, lalu kenapa kamu mencarinya, " ucap Davin pura pura tidak tahu.
"Calon istriku kabur begitu saja, aku sendiri tidak tahu apa salahku padanya. " Ucap Arka masih panik.
"Mungkin saja Istri kamu tidak mencintaimu. " Jadi wajarlah kalau kabur, atau bisa jadi memilih lelaki lain yang lebih tepat menurutnya. Tapi bukan berarti mengompori kamu, itu hanya pendapatku saja. " Jawab Davin.
Arka.. Arka.. kamu bodoh, sekarang Sevita sudah ada digenggamanku. Dan kupastikan akulah yang akan menjadi suaminya. Batin Davin dengan senyum yang mengembang.
"Aku pergi dulu Dav, " ucap Arka pamit.
"Semoga cepat ditemukan calon istrimu. " Ucap Davin.
Arka langsung pergi tanpa menjawabnya. Begitu juga dengan Davin, langsung masuk mobil dan melakukannya dengan kecepatan tinggi.
"Bisa pelan dikit kenapa sih.. " ucap Sevita kesal.
"Seharusnya kamu mengucapkan terimakasih denganku, karena aku sudah menyelamatkan nyawa kamu. Bayangin saja kalau kamu tertangkap Arka, aku pastikan kelar hidupmu. " Ucap Davin dengan senyum sinis.
"Iya iya iya... aku sangat berterimakasih denganmu Pak Bos, karena berkat kamu aku bisa selamat dari Arka. " Jawab Sevita kesal.
Kalau saja aku tidak mempunyai hutang budi kepada adikmu, aku tidak sudi melakukan ini. Batin Sevita dengan perasaan kesal.
"Aku rasa kamu sulit mendapatkan restu dari kedua orang tuaku. " Jawab Sevita menakuti.
"Aku rasa aku yang akan menang, kamu tahu siapa aku. Aku bisa melakukan apapun demi tujuanku." Ucap Davin sinis.
Sevita hanya diam dan terpaksa memberikan alamat orang tuanya. Dan tidak terasa telah sampai didepan pintu gerbang, tetapi sayangnya mobilnya tidak diizinkan masuk sebelum ada persetujuan dari sang pemilik rumah.
"Maaf Tuan, anda siapa dan dari mana? " tanya Pengawal.
"Katakan pada Majikan kamu, aku Davin Wangrama. " Ucapnya.
"Apa..." Tuan Muda Davin? " ucap pengawal dengan tubuh yang gemetar setelah mendengar Wangrama.
Pengawal tersebut langsung memasuki rumah dan mengadukan kepada Tuan Bramantyo.
"Permisi Tuan.. " didepan ada tamu Agung yang bernama Davin Wangrama. " Ucap pengawalnya.
__ADS_1
"Apa.... " Putra Wangrama? " mau apa dia kesini. Suruh dia Masuk, " titahnya.
"Baik Tuan.. " jawab pengawal lalu bergegas pergi.
Pengawal langsung menghampiri Davin.
"Maaf Tuan, silahkan masuk. Tuan Besar sudah menunggu didalam." Ucap Pengawal.
Davin langsung melajukan mobilnya berdecak kesal.
"Lihatlah mau melamar kamu saja sangatlah sulit, awas saja kalau kamu tidak nurut denganku. " Ancam Davin, sedangkan Sevita hanya memasang wajah cemberut.
Kini keduanya telah keluar dari mobil, pengawal pun kaget melihat sosok Sevita tiba tiba sudah berada didepan matanya, pengawal pun kaget melihat Davin menggandeng tangan Sevita. Sedangkan Arka dilarangnya. Namun pengawal hanya bisa diam tidak berani mengghibahnya.
"Selamat siang Tuan.. " sapa Davin lembut, sedangkan Sevita hanya mengumpat dibelakangnya.
"Ada perlu apa kamu datang kemari? " tanya Tuan Bram.
"Saya ingin melamar putri Tuan, Sevita. " Jawab Davin.
Ayah Sevita melihat sosok putrinya berada dibelakang Davin, sedangkan Ibu nya sedang berada dikamarnya.
"Anak macam Apa kamu, kabur dari pernikahan. Membuat malu saja, Ayah tidak merestui hubungan kalian. " Ucap Tuan Bram.
Davin langsung mengepalkan kedua tangannya serasa ingin meninju, sedangkan Sevita ada perasaan senang karena Ayah nya tidak merestui. Tapi tiba tiba Sevita teringat akan sahabatnya, jika Sevita tidak menikah dengan Davin, maka pernikahannya dengan Arka akan dilanjutkan.
"Ayah... maafkan Sevita, karena Sevita tidak mencintai Arka, tetapi mencintai Davin. Sevita mohon, restui lah hubungan kami Ayah.. " apakah Ayah tega menikahkan Sevita dengan orang yang tidak Sevita cintai. " Ucap Sevita memohon, dan tiba tiba Ibu Sevita datang dan terkejut, sosok Sevita ada dedepan nya.
Apa yang aku ucapkan barusan, pasti ini orang kepedean sampai sampai aku mengemis kepada Ayahku demi menikah dengannya. Ciiiih, batin Sevita kesal.
Rupanya ini cewek berani juga mengemis cinta demi menikah denganku. Lihat lah Arka, calon istri kamu mengemis kepada orang tuanya demi menikah denganku. Batin Davin puas.
"Sevita...." ini benar kamu sayang.. " ucap Ibu Sevita sambil mencubit pipi Sevita dengan gemas.
"Ibu apa apaan sih.. iya ini Sevita Bu.. Sevita sudah pulang, tapi kepulangan Sevita mau meminta restu sama Ayah dan Ibu, kalau Sevita mau menikah dengan Davin Bu.. " ucap Sevita dengan entengnya.
"Apa... " sama ini anak.. " tidak! Ibu tidak setuju, kamu harus menikah dengan Arka. " Ucap Ibu nya.
__ADS_1
Sedangkan Davin masih santai, tanpa mengemis juga akan tetap menikahi Sevita.