
"Hilyah.."
Panggil seseorang di samping Hilyah. Hilyah pun terbangun dari tidurnya dan menoleh ke sumber suara.
"Pulang yuk." Ajak Anis sembari membenahi jarum pentul yang ada di jilbabnya.
"Pulang..?? Emang jam berapa.?" Tanya Hilyah sembari melongok ke arah jam dinding. "Astagfirullah, jadi dari tadi aku tidur." Hilyah tersentak melihat jam menunjukan pukul 12.25.
"Kau dari awal pelajaran tidur Hilyah. Tadi kami sempat ingin membangunkan mu, tapi di cegah oleh Gus Fatir jadi nggak jadi." jelas Lail.
"Gus Fatir.?" Tanya Hilyah tak masuk akal. "Kita bukannya pelajarannya buk Ningsih ya.?" Hilyah kembali bertanya.
"Iya tapi hari kemarin kan hari pertama gus Fatir di pondok, jadi hari ini dia berkeliling katanya. Mau liat-liat perkembangan pondok."
Hilyah yang mendengar penjelasan dari Anis pun geleng-geleng sendiri dia masih tak percaya dia tertidur sampai tak ingat dunia.
"Ya sudah yok pulang, atau mau lanjut tidur di sini.?" Tanya Rahma yang sudah menguap.
"Eh, ayok pulang aku juga ngantuk." Ucap Anis sembari mengucak-ngucak matanya.
Hilyah pun berdiri dan merapikan mejanya. Selesai mereka langsung berjalan menuju pintu dan menutupnya.
'Yang bener ini dah waktu pulang, tapi sepi si tapi masak iya aku tidur selama itu tanpa ku rasa.' tanya Hilyah pada dirinya sendiri dalam hati.
Saat menuruni tangga tak ada yang memulai pembicaraan hingga jalan mereka terasa bagaikan di gendrungi keheningan, hingga hanya suara derap langkah yang terdengar.
__ADS_1
Keheningan pun terus berlanjut sampai Rahma akan masuk ke asramanya yang bernama Zahratun Nisa, yang letaknya berada di samping kanan dari asrama Hilyah.
"Assalamualaikum, aku masuk dulu ya." ucapnya lembut.
"Waalaikumsalam, sampai bertemu lagi Rahma, Rohima." Ucap Hilyah serentak bersama Anis. Sedangkan Lail yang super ngantuk hanya mangangguk-nganggukan kepalanya.
"Aduh.." Ucap Hilyah tak nyaman.
"Kenapa Hilyah nggak enak badan apa gimana." Tanya Anis khawatir.
"Kayaknya si..." Ucap Hilyah menggantung.
"Apa..?" Tanya Lail penasaran.
"Aku seperti udzur.." Ucap Hilyah semringah.
"Titip ini ya," Ucap Hilyah sembari memberikan buku-bukunya pada Anis.
Hilyah pun langsung berlari menuju ke kamar mandi asrama tanpa mengganti pakayan. Anis dan Lail yang mendengarnya pun ikut senang.
"Bisa dong minta pencet jempolnya." Ucap Lail sembari nyengir kuda. Anis dan Lail pun tertawa bersama dan ngobrol ringan sampai akhirnya sampai di depan pintu asrama 27.
"Assalamualaikum." Ucap keduanya serentak.
"Waalaikumsalam." jawab Hilyah sembari tersenyum.
__ADS_1
"Gimana..?" Tanya Anis.
"Udzur dong." ucap Hilyah kembali tersenyum.
"Wah bisa ni.." Ucap Anis sembari menyodorkan kedua ibu jarinya ke tempat Hilyah.
Hilyah pun menekan ibu jari Anis dengan agak keras.
"Mau juga " Ucap Lail iri.
"Sucimu berapa ku rasa baru seminggu yang lalu kamu dapet." Tolak Hilyah sembari mencibir.
"Nanti aku sendiri gitu." Ucap Lail cemberut. Mereka pun tertawa bersama menghilangkan mengantikan ngantuk mereka beberapa menit yang lalu.
"Dah siap-siap lah kalian sebentar lagi adzan." Hilyah mengingatkan kedua temannya.
"Iya yang dapet." Cibir Lail sembari berdiri dari tempat duduknya.
Anis dan Lail pun mulai siap-siap ke kamar mandi. Sedang Hilyah yang sedang berhari istimewa duduk manis menyantab buku pelajaran di tangannya.
Saat kedua temannya pergi ke masjid Hilyah masih tak berkutik dari tampatnya. Sibuk dengan urusan penahwuannya. Hingga dia melirik ke jam dinding kamarnya 13.12
'Ke kamar mandi ah..' Bantin nya dia pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan melewati koridor yang kosong.
'Tumben kemana yang pada udzur kok nggak keliatan' batinnya.
__ADS_1
Saat sampai di Kamar mandi dia pun langsung mengerjakan pekerjaannya dan langsung pulang ke asrama untuk siap-siap mengaji.