Denyut Cinta Dalam Do'A

Denyut Cinta Dalam Do'A
Bab 2. Menggosok?.....


__ADS_3

"Huh... MasyaAllah musibah apa ini" Ucap Hilyah setibanya di asrama.


"Hahaha... Ganteng banget ya cowo tadi, hmmm.. kira-kira siapa ya"


"Hmm... yang jelas Dia bulan pengurus sembarangan soalnya Dia bisa masuk bahkan lenggang berjalan di blok putri"


"Beh... Udah ganteng pengurus tingkat 1 mantab tu" Celoteh ke dua teman Hilyah. Hilyah yang mendengarkan pun menjadi pusing dan makin hawatir.


"Bagaimana kalau nanti aku di keluarkan dari pesantren" Batin Hilyah seakan mencekik lehernya.


"Hoy... Hilyah kamu kenapa?.. Jangan-jangan kamu terpanah ya dengan laki-laki tadi"


"Hah..??" Timbal Hilyah kikuk. "Tidak aku cuman takut terkena masalah" Lanjut Hilyah sembari *******-***** jari tangannya.


"Sudah Hilyah kita sama-sama salah jadi kalok kamu kena marah kami juga kena" Ucap Anis sembari menggaruk kepala yang tidak gatal. Lail pun nyengir mendengar kata-kata Anis.


"Jika kita kena marah aku ikhlas jika laki-laki itu yang langsung memarahi kita. sekalian lah pengen liat gantengnya lagi. hihihihi..." Ucap Lail tanpa dosa.


"Ah aku pusing, mandi yuk" Ajak Hilyah mengganti topik.


"Yok" Ucap Lail dan Anis serempak.


...****************...


09.30 WIB.


"Lail, Anis aku mau ke ndalem dulu ya, kalok mau belajar duluan aja.."


"Semangat Hilyah.. kami mau baca novel dulu sambil nunggu kamu dari pada kami belajar sendiri pusing sendiri" Ucap Lail sembari mengangkat novelnya.


"Hahah.. ya sudah tunggu aku ya"


"Okay .. " Ucap Lail dan Anis.


Hilyah pun menutup pintu asrama 27 itu yang hanya berisikan 3 orang. Dia pun berjalan melewati koridor dan menuruni anak tangga satu persatu.


"Hai Hilyah.."

__ADS_1


"Asalamualaikum Hilyah"


"Cie Hilyah"


"Bagai mana kabar sapunya Hilyah"


Sapa Teman-teman Hilyah ketika mereka bertemu. Hilyah pun tersenyum hingga Dia masuk ke ndalem.


"Asalamualaikum" Ucapnya sembari membuka pintu belakang dan masuk.


"Ndok, Hilyah" (Ndok\=Panggilan nak untuk anak perempuan) Ucap seorang wanita yang sudah berumur sembari membenarkan letak kaca matanya.


"Iya bunda" Jawab Hilyah sembari duduk berlutut dan menundukan kepalanya.


"Itu di orang pakayan banyak yang belom di gosok tadi baru di angkat sama mbak faah. tolong gosokan ya ndok" Ucap Bunda.


"Iya buk" Timbal Hilyah penuh ta'dzim.


Hilyah pun berjalan menuhu orang pakayan.


"Mbak Hilyah" Ucap anak kecil dengan suara yang imut dan lembut.


"Mau main dong mbak mau ikut" Tanya Si kecil Nidya.


"Lain kali mbak ikut cuman sekarang mbak mau ngosok dulu.. ya.." Ucap Hilyah lembut.


"Yah.. nggak seru deh.." Ucap Nidya agak kecewa.


"Emang dek Nidya mau main sama siapa" Tanya Hilyah bosa basi


"Sama mas...."


"Nidya tu udah di tunggu nak di depan" Ucap bunda lembut.


"Iya bunda.. Dada mbak Hilyah" Ucap Nidya manja.


"Da.. sayang." Balas Hilyah dengan senyum yang merekah.

__ADS_1


"Hilyah tinggal dulu ya" kata bunda.


"Iya bunda" Ucap Hilyah sembari menundukan kepala. Hilyah pun kembali berjalan menuju orang pakayan. Setibanya di sana...


"Banyak juga ya" Ucapnya ketika 3 keranjang baju yang meronta-ronta ingin di gosok. Hilyah pun memulainya dengan bismilah da memulai Menggosok satu persatu.baju-baju itu.


"Hmm... kenapa saat sepi aku justru teringat laki-laki tadi ya.." Tanya Hilyah pada dirinya sendiri.


"Hilyah ini ada satu keranjang lagi tolong gosokan ya." Ucap seorang santri putri dengan tahi lalat di atas bibir kirinya. Dari mukanya sangat tergambar jelasj bisa kepemimpinannya.


"Bail mbak lifaah." Faah pun langsung pergi meninggalkan Hilyah sendiri.


...****************...


30 menit berjalan..


"Huh.. Akhirnya tinggal satu keranjang lagi." ucap Hilyah sembari menyeka keringatnya.


Dia kembali menarik satu keranjang terakhirnya. Saat Hilyah menarik satu sorban untuk di gosok.


"Tunggu ini..." Dia teringat pada lelaki pagi tadi. spontan dia melongok melihan ke marah keranjang. Di sana ada aarung hitam lengkap dengan jas putih-hitam.


"Ini bukannya pakayan yang di kenakan lelaki tadi ya.." Ucap Hilyah berusaha mengingat-ingat.


"Ah mana mungkin.. mungkin saja ini pakayan baru abah kapel sama pengurus putra" Ujar Hilyah positif.


Dia pun melanjutkan Menggosok saat ingin Menggosok jas hitam-putih itu tiba-tiba ada yang memegang pundaknya.


"Hilyah makan lah dulu biar aku yang menyelesaikannya."


Hilyah menoleh dan mendapati faah di tepat di belakang nya.


"Mbak faah ku kira siapa." Ucap Hilyah sembari tersenyum setengah nyengir.


"Gih makan"


"Iya mbak" Ucap Hilyah sembari beranjak dari tempatnya.

__ADS_1


"Oh Iya sekalian ning Nidya nyariin kamu katanya mau di suapin juga."


"He'em" Jawab Hilyah singkat sembari keluar dari ruamg pakayan.


__ADS_2