
" Kertas lusuh ini, apa yang tersembunyi di dalam nya... " Ye Xiu mengamati kertas yang dia dapatkan di lelang terakhir kali dengan ekspresi serius.
Setelah puas bermain dengan Shen Qingxue, Ye Xiu memutuskan untuk mengamati kertas ini.
Setelah mencoba beberapa cara dan tanpa hasil, membuat Ye Xiu bingung karena nya.
" Lupakan saja, coba saja cara terakhir... " Ye Xiu memutuskan untuk membakar kertas lusuh, saat kertas terbakar sebuah keajaiban terjadi.
Dari abu kertas, keluar cahaya kecil yang masuk ke dalam pikiran Ye Xiu. Di dalam benak nya, ada sebuah peta benua yang asing.
" Tidak di sangka ternyata ini adalah peta sekte kuno di benua ke delapan. Seperti nya surga memang ingin aku pergi ke sana..."
Ye Xiu memutuskan untuk pergi, tapi sebelum itu dia mengabari semua wanita yang di miliki. Awal nya Ling Yue dan yang lain nya agak enggan, tapi setelah di bujuk oleh nya.
Mereka dengan berat hati setuju mengijinkan lelaki mereka pergi ke benua asing.
Ye Xiu memberikan semua harta surga bumi yang di miliki nya untuk semua wanita, berharap saat dia kembali wanita nya akan memiliki kekuatan yang lebih tinggi.
...
Hari saat dia berangkat sudah tiba, meregangkan pinggang nya yang kaku, Ye Xiu pergi dari kamar meninggalkan empat wanita yang berbaring lemas di kasur.
Karena suami mereka ingin pergi selama beberapa waktu, beberapa wanita seperti Ling Yue, Shen Qingxue, Meng Yan dan Hua Tingting memberikan perpisahan yang manis pada nya.
Kekuatan tingkat 1 Penggabungan telah sepenuh nya terkonsolidasi. Meski dia menerobos lagi tidak akan menjadi masalah seperti Fondasi yang tidak stabil atau apapun yang sama.
Sekte Istana Bunga
Ye Xiu muncul di tanah suci budidaya dan terbang di atas sekte istana bunga.
" Siapa yang berani memandang rendah sekte ku!?"
Saat ini suara marah terdengar, dan beberapa wanita keluar dari dalam sekte. Di pimpin seorang legendaris tengah, wanita wanita itu terbang dan mencapai tempat Ye Xiu.
Melihat wajah pemuda di depan mereka, para wanita itu bingung. Berbeda dengan yang lain, saat ini tubuh Hua Yue bergetar perlahan.
__ADS_1
Di bawah tatapan kaget dari wanita wanita lain, Hua Yue bergegas memeluk lelaki nya di hadapan para tetua sekte istana bunga.
" Sokka jadi apa kamu dewa Perang yang di katakan oleh Hua Yue?"
Salah satu wanita dari istana bintang maju dan bertanya, yang sedikit aneh kenapa Ye Xiu seperti melihat versi dewasa dari Hua Tingting dari nya?
" Benar sekali, kalau boleh tahu siapa kamu... Kenapa sangat mirip dengan salah satu wanita ku... "
Kata Ye Xiu terang terangan, membuat wajah wanita itu menjadi tertarik.
" Nak seharus nya wanita mu itu Ting Er kan? Tidak di sangka kalau dia akan jatuh dengan cepat... Seperti nya pesona mu sangat tinggi..
Aku Hua Ling, seperti yang kamu pikirkan aku adalah ibu dari Hua Tingting dan sekaligus patriak dari istana bunga saat ini.."
" Aku ingin tanya, kenapa kamu membiarkan Tingting hidup di kota seorang diri ? Kamu hidup nyaman di istana bunga dan anak mu menderita di kota... "
" Seperti perkiraan, kamu masih muda, meski kamu dewa perang tapi tidak akan menjamin untuk mengerti apa yang terbaik... "
" ? "
" Tidak usah terlalu peduli, yang penting Ting Er baik baik saja di sana, maka aku akan sangat bahagia untuk nya.. "
" Suami, kenapa kamu datang ke istana bunga? Apa ada masalah ?"
" Tidak ada, hanya saja aku mau pergi ke suatu tempat. Jadi ingin melihat mu untuk saat terakhir sebelum berangkat... "
" Pergi?"
Mata Hua Yue terlihat meredup mengetahui kalau suami nya datang hanya untuk pamit. Dia mencoba untuk terkuat biasa saja tapi tidak bisa.
" Tidak perlu bersedih, aku tidak pergi lama kok.. Hanya setelah menyelesaikan urusan di sana aku akan kembali.. "
Untuk meredakan kesedihan Hua Yue, Ye Xiu menghibur.
" Memang nya pergi ke mana? Sampai kamu sendiri yang harus turun tangan... "
__ADS_1
" Benua Kedelapan !"
Jawaban Ye Xiu membuat kaget Hua Yue dan yang lain. Tidak menjadi rahasia bagi mereka untuk mitos Sembilan benua dan keberadaan benua ke delapan.
Yang jadi masalah adalah gerbang yang menghubungkan antara tujuh benua dan benua ke delapan hanya akan terbuka satu kali setiap seribu tahun.
Pantas jika mereka kaget, menurut perhitungan kasar mereka gerbang penghubung itu memang akan muncul dalam beberapa bulan.
Hanya saja itu sangat singkat, jika lebih lama dan tidak sempat kembali sebelum gerbang masuk menghilang maka dia akak berada di benua ke delapan selama seribu tahun mendatang.
" Apa kamu serius ?"
Tanya Hua Yue dengan ragu, setelah melihat anggukan mantap dari Ye Xiu dia tidak melanjutkan bertanya.
" Tidak perlu khawatir, aku bisa pergi ke benua ke delapan sesuka ku.. Baik itu datang atau kembali ke dunia ini. "
Hua Yue tersenyum setelah mendengar ini, bayangan nya yang menunggu kedatangan Ye Xiu selamat seribu tahun telah runtuh saat ini.
Dia mungkin tidak akan terlaky tua nanti saat mengandung anak Ye Xiu. Ye Xiu berada di istana bunga selama satu malam, dia di jamu dengan mewah oleh para wanita anggota sekte bunga.
Seperti yang di harapkan dari nya, karena nama besar dewa Perang membuat wanita wanita dari istana bunga, sangat antusias dalam melayani nya.
Saat malam semakin larut, Ye Xiu kembali ke kamar dengan Hua Yue yang mabuk di tangan nya.
Meletakkan nya di kasur, Ye Xiu mulai melepaskan pakaian yang di pakai oleh Hua Yue.
Momen saat unboxing pakaian kuno membuat Ye Xiu merasakan tantangan, dia secara perlahan mulai menelanjangi Hua Yue dari satu persatu.
Tulang selangka putih susu mulai terlihat, di sertai dengan dua gunung yang muncul tepat di wajah nya, Membuat Ye Xiu bersemangat karena nya.
Dengan lancar, Ye Xiu membuat pakaian yang melekat di seluruh tubuh Hua Yue menghilang, musim semi bernilai seribu dolar.
Dengan ini Ye Xiu dan Hua Yue mulai bekerja sama untuk membuat anak. Setelah puas satu hari bermain, Ye Xiu pergi ke tempat segitiga Bermuda berada.
Tepat di tengah tengah segitiga Bermuda, Ye Xiu masuk ke air dan mulai mencari gua yang pernah di ceritakan oleh lelaki kurus dari jalan setan.
__ADS_1
Setelah menyelam sedalam satu kilo, Ye Xiu menatap gua yang bersinar di bawah air dengan tatapan bersemangat.
" Akhirnya setelah sekian lama benua ke delapan, aku akan datang menghampiri mu..."