
Ponsel milik Tng Huo berbunyi, dan benar saja ketakutan nya terjadi. Melihat nama orang yang memanggil nya, tubuh Tang Huo bergetar ringan. Nama Zhou Tian terlihat sangat mencolok di dalam layar ponsel.
Dengan tangan gemetar, dia menerima panggilan itu...
( Halo... )
Tang Hao mengangguk terus menerus saat mendengarkan suara yang keluar dari dalam ponsel. Wajah sombong nya telah sepenuhnya hilang di gantikan ekspresi pasrah.
" Ayah ada apa dengan mu, jangan sampai tertipu oleh anak ini... Dia pasti hanya bersandiwara... " Tang Lin melihat ekspresi ayah nya yang berubah ubah tidak tahan untuk menambah api.
Menyingkirkan ponsel nya, lain dari bayangan Tang Lin, Tang Huo menampar nya hingga membuat nya terpental...
" Jaga mulut mu!! Apa kamu tidak tahu siapa tuan muda di depan ? Dia adalah dewa Perang !!!"
Kata dewa Perang meledak di benak Tang Lin, nama ini telah menyabar di kalangan atas seperti api yang tidak bisa padam. Hal hal besar yang di lakukan nya membuat semua orang merasa kedinginan.
Menekan kekuatan dari tanah suci, bahkan yang terakhir terjadi adalah pemusnahan Sekte Iblis yang berada di tanah suci beberapa waktu yang lalu. Meski insiden itu telah dicoba sembunyikan oleh beberapa pihak, tapi tidak bisa menghindari kebocoran informasi.
Identitas dewa Perang ini menjadi impian bagi Tang Lin yang mendengar nya dari ayah nya. Tapi tidak di sangka kalau dia akan bertemu dengan dewa Perang dengan cara ini.
Bukan pertemuan yang damai karena dia mengusik teman wanita dewa Perang ini. Lutut nya terkulai lemas, dia tidak mampu menahan beban tubuh nya dan jatuh berlutut.
Tang Huo juga tidak jauh lebih baik, dia berlutut dengan cara yang sama, hanya saja dia perlahan menurunkan tubuh nya dan jatuh bersujud di depan Ye Xiu.
" Anjing tidak bisa melihat ketinggian langit, Dewa Perang jika kamu marah tolong selesaikan dengan berurusan dengan kami ayah dan anak... Tolong jangan mengusik keluarga kami yang lain... "
Ye Xiu tidak menjawab hanya menatao Tang Huo dengan tanpa ekspresi. Yang terakhir merasa kalau saran nya tidak di dengar menjadi lebih putus asa... Dia bangkit dan menampar diri nya sendiri, kemudian menyuruh anak nya untuk melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Tang Lin yang menyadari situasi ini tidak memiliki pilihan lain, meski dengan pipi yang telah membengkak dia tetap menampar diri nya sendiri.
" Melihat cara kalian berdua yang begitu tulus, aku akan melepaskan kalian kali ini... Tapi perlu di ingat... Tidak ada kesempatan lain di masa depan, dan juga perihal mengenai Feng Xue dan Tang Lin akan berhenti di sini... "
Kata kata Ye Xiu membuat Tang Huo merasa kalau dia melihat cahaya yang cerah dia mengangguk seperti boneka yang rusak.
" Terima kasih dewa Perang! Aku dan anak ku berjanji tidak akan membuat masalah dengan orang lain lagi.. "
Sambil mengatakan hal ini, Tang Huo bangkit dan menarik anak nya untuk pergi dari tempat ini. Feng Xue dan direktur film melihat pembalikan yang tiba tiba ini dengan tidak percaya.
Direktur yang polos tidak tahu arti dari percakapan ke dua belah pihak ini, dia dewa Perang ? Seperti dalam Novel saja. Beda dengan Feng Xue yang menatap Ye Xiu dengan penuh kejutan.
" Ye Xiu aku tidak menyangka kalau kamu akan menjadi dewa Perang yang tengah viral itu... Sungguh sebuah kebetulan.... "
Ye Xiu tersenyum mendengar pujian dari Feng Xue dia menatap nya dengan tatapan main main. Kemudian menjawab...
" He he... Seperti yang di harapkan dari dewa Perang, bisa menebak hal ini... Kamu tahu? Kakek nya terus saja mengatakan hal baik tentang mu... Seperti nya dia ingin menjodohkan aku dengan mu... "
" Heh... Bukan kah itu hal yang bagus? Mendapatkan bintang favorit ku menjadi istri, itu adalah mimpi ku... "
Melihat senyuman buruk Ye Xiu, Feng Xue memunculkan tanda pagar di dahi nya. Dia menatap nya dengan buruk dan kemudian mendengus pelan.
" Huh! Siapa yang mau menjadi istri mu!? Kamu masih jauh untuk bisa membawa ku menjadi istri mu... "
Jawab Feng Xue dengan senyum nakal, dengan senyum ini di tambah temperamen bintang yang biasa dia tunjukkan sungguh perbedaan yang mencolok.
" Baiklah bintang ku, bukan kah aku sudah membantu mu menyelesaikan masalah ? Apa ada hadiah untuk ku?"
__ADS_1
Feng Xue berfikir sebentar baru kemudian dia mengangguk, dan menarik nya kemobil milik nya. Karena kepergian Tang Lin selaku orang yang mendanai syuting film kali ini.. Membuat pembuatan film ini di batalkan, jadi Feng Xue yang bebas berniat untuk jalan jalan sebentar sebelum kembali memulai urusan nya sebagai seorang bintang lini pertama.
Di dalam mobil, melihat dekorasi merah muda yang sangga cocok dengan hati gadis membuat Ye Xiu tidak terbiasa. Dia merasa sedikit tidak nyaman karena nya.
" Kita mau kemana?"
" Makan.... "
" Hah.. ?"
" Saat berpisah dulu bukan kah aku pernah bilang akan mengundang mu makan jika bertemu lagi? Ini adalah kesempatan yang bagus... Jangan kita lewatkan... "
Perasaan baik Ye Xiu hilang seketika karena nya, sebelum nya dia berharap lebih tapi tidak di sangka kalau mereka pergi hanya untuk makan. Tapi tidak apa, diner bersama dengan bintang, ini adalah pertama kali nya...
Berkendara setengah jam baru mereka melihat sebuah restoran yang layak, karena masih siang tidak banyak orang yang berada di sini. Kebanyakan orang orang yang tinggal di daerah sini memanfaatkan waktu siang untuk bekerja jadi tidak heran kalau tempat ini sepi.
" Bagaimana kalau di sini, menurut ulasan di internet tempat ini lumayan loh... " Feng Xue meminta pendapat Ye Xiu, sebagai pihak yang mentraktir tentu saja dia harus mengutamakan Ye Xiu.
" Aku tidak peduli dimana kita makan, yang terpenting makan bersama bintang seperti mu, bahkan di lesehan akan terasa makan di hotel bintang lima. "
" Bah! Mulut manis, pasti banyak wanita yang jatuh di pelukan mu di masa depan!"
Jawab Feng Xue dengan malu malu, Ye Xiu dan Feng Xue masuk ke dalam restoran di bawah tatapan beberapa sosok di dalam restoran. Lelaki tampan dan wanita cantik, tentu saja sangat menarik perhatian dimana pun mereka berada.
Untung Feng Xue memakai kacamata dan masker untuk menutupi wajah nya, jika tidak mungkin akan lebih menarik perhatian orang orang di sini. Menempati tempat duduk yang tidak mencolok, Feng Xue mulai memanggil pelayan.
Ye Xiu saat ini fokus ke arah tertentu dengan tatapan tertarik, di sana dia melihat seorang kenalan. Orang itu tidak lain adalah Jian Ling, mantan tunangan Zhou Wenwen.
__ADS_1
Dia terlihat sedang menunggu sesuatu, Ye Xiu tidak menyapa nya, hanya ingin melihat apa yang orang penting seperti nya di lakukan di tempat seperti ini.