
Setelah mengobrol sedikit dengan Duke Robert, Ye Xiu bermaksud untuk kembali ke Shanghai. Saat ingin kembali dia merasakan tangan yang menarik nya.
Berbalik dia melihat putri Alice yang menatap nya dengan mata berkaca kaca.
" Ye Xiu aku takut sendiri, bisakah kamu menemaniku selama beberapa saat ?" melihat tingkah nya seperti anak kecil, membuat hati Ye Xiu hampir meleleh.
Dengan anggukan, membuat hati kecil putri Alice sangat bahagia. Dia dengan cepat menarik Ye Xiu masuk ke dalam kamar nya.
Tidak peduli dengan panggilan dari Duke Robert yang berteriak lumayan keras. Ye Xiu tidak melawan dia pergi bersama putri Alice dan masuk ke dalam kamar kelas presiden yang sangat besar.
Pantas untuk hotel yang di sewa untuk seorang bangsawan semua fasilitas di dalam nya sangat mewah.
Jauh lebih mewah dari pada apapun yang pernah di lihat Ye Xiu sebelum nya.
" Alice bukan kah ini sedikit tidak pantas bagi ku untuk masuk ke dalam kamar mu? Kau tahu ? Kamu seorang putri yang bermartabat... "
Kata kata Ye Xiu membuat Alice sadar, dengan wajah sedikit memerah dia menggelengkan kepala nya dengan keras. Kemudian menatap kembali ke wajah tampan Ye Xiu dengan mata tegas.
" Aku tidak peduli bagaimana orang memandang ku saat dekat bersama mu... Lagian aku hanya mau kamu yang berada di dekat mu, jika itu lelaki lain, aku pasti akan mengusir nya dari tadi... "
Jawaban putri Alice yang sedikit ambigu membuat mata Ye Xiu berbinar. Hati nya menjadi sedikit panas, bukan kah artinya gadis ini memiliki rasa pada nya?
Sungguh ? Dia belum pernah mencoba seorang putri kamu tahu?...
" Aku... Aku akan pergi mandi terlebih dahulu... Kamu tunggu aku selesai baru gantian... "
Menyadari kalau kata kata nya terlalu jujur dengan perasaan nya, putri Alice membuat alasan untuk kabur dan pergi mandi.
Meninggalkan Ye Xiu yang tercengang di tempat tanpa punya waktu untuk bereaksi.
Menunggu wanita mandi tentu saja membuat Ye Xiu bosan. Lagian proses mandi perempuan sangat lama, mungkin lebih dari setengah jam. Berbeda dengan lelaki yang bisa mandi dengan sangat cepat hanya lima menit.
Dia melihat ada pesan masuk, ternyata pesan itu berasal dari Ling Yue. Dia sedikit tidak puas karena saat bangun tidak melihat wajah Ye Xiu di manapun.
( Benci! Kamu bajingan langsung pergi setelah selesai bermain ! Apa kamu tidak malu!?!)
__ADS_1
( Bagaimana bisa aku menjadi bajingan ? Aku harus pergi untuk menyelamatkan nyawa... Suami mu ini melakukan hal yang baik tahu? Seharusnya kamu mendukung... )
Beberapa saat setelah itu pesan balasan dari Ling Yue datang kembali....
( Heh... Paling juga urusan gadis lain, seperti aku tidak paham saja dengan sifatmu... )
(..... )
Ye Xiu tidak bisa menjawab, dia melihat ke sekeliling mencoba apa ada kamera pengintai tersembunyi di sini.
' Bagaimana gadis ini bisa tahu? Insting wanita memang sangat menakutkan!!!'
Wajah Ye Xiu terlihat takut, dia merasa kalau kehidupan nya ke depan akan sulit. Yah memang sangat senang memiliki harem, tapi jika anggota harem terbakar, dia akan kesulitan untuk mengatasi nya.
( Gimana? Apa suami kita merasa bersalah ? Sampai tidak bisa menjawab ?)
( Bagaimana aku merasa bersalah ? Aku jujur pergi untuk menyelamatkan nyawa... )
( Huh!!)
( Bagus kalau kamu jujur, demi makanan yang telah kamu siapkan... Aku akan melepaskan mu kali ini... Oh ya jangan lupa untuk membawa Putri Alice ke harem, aku sudah lama bermimpi memiliki saudari seorang putri raja... Cium. Jpg)
Suara dari kamar mandi terdengar, Putri Alice datang dengan handuk putih yang menyelimuti tubuh montok nya. Dengan handuk kecil itu terlihat kalau dua bola raksasa itu mau keluar kapan saja.
Mimisan keluar dari hidung Ye Xiu, melihat reaksi besar Ye Xiu... Ekspresi Alice terlihat puas, tubuh indah nya sama sekali tidak membuat nya malu...
Bahkan dewa Perang yang sangat kuat dan brutal di dalam pertempuran, akan tergoda sampai tidak bisa berkata kata.
" Bagaimana dengan tubuh ku? Apa itu indah? " Tanya Alice sambil mendekat kan payudara nya yang putih dan montok itu.
Ye Xiu secara reflek mengangguk, tangan nya dengan berani mengambil handuk yang menutupi tubuh indah dari Alice.
Dua kelinci besar itu bergerak naik dan turun, mata Ye Xiu mengikuti gerakan cepat dari kelinci itu. Ye Xiu mendekat kan kepala nya di depan dua buah ceri kecil milik Alice.
Setelah mengendus sedikit, Ye Xiu membuka mulut nya dan mulai memainkan ceri Itu dengan lidahnya...
__ADS_1
" Ehm.... Ahn... "
Merasakan perasaan yang aneh, membuat Alice tidak bisa menahan untuk mendesah. Tangan Ye Xiu menurun secara perlahan, mulai bermain di antara gua madu milik Alice.
Wajah yang terakhir terlihat semerah apel yang matang, saat sudah mencapai puncak Ye Xiu bermaksud untuk melanjutkan melangkah ke tahap terakhir.
Tapi tiba tiba dia merasakan sebuah mata yang mengawasi nya dari ke jauhan. Meski tidak mau, Ye Xiu harus merelakan waktu ini dan bangkit untuk mengurus tikus yang mengintip nya.
" Alice aku rasa lebih baik kalau kita lanjutkan ini nanti, kita tangkap dulu tikus yang mengintip dari tadi... "
" Tikus? Apa maksud mu Ye Xiu? "
" Aku rasa orang itu ada di sini untuk berurusan dengan mu... Aku akan kembali beberapa saat lagi...."
Ye Xiu memakaikan kembali handuk ketubuh Alice, dengan sedikit aura Yang Qi tersisa di handuk itu. Yang Qi di dalam handuk terlihat membentuk sebuah formasi kecil.
Formasi ini adalah formasi pertahanan yang akan aktif jika pemakai nya dalam bahaya. Kekuatan nya juga cukup kuat, bisa menanggung ledakan dari misil tanpa terluka sedikit pun.
Tatapan Ye Xiu berpindah ke satu tempat, di gedung yang lebih tinggi, terlihat ada orang yang memakai kamuflase untuk bersembunyi di atas gedung.
" Apa!!!"
Merasakan tatapan menakutkan dari Ye Xiu sniper itu tidak bisa menahan kaget. Merasa meski Ye Xiu berada di tempat yang jauh dapat menjangkau nya hanya dalam satu kali jangkahan.
Memang benar apa yang di pikirkan oleh sniper ini, Ye Xiu menghilang dari kamar Alice dan muncul kembali di belalang sniper.
" Boh! Lagi ngintip ya? "
Menepuk bahu sniper, terlihat kalau dia kaget sampai merasa jantung nya mau copot.
" Kamu bagaimana bisa tiba di tempat ini sangat cepat? Bukan kah barusan masih berada di sana?"
Suara Sniper itu bergetar, dia tidak menyangka kalau setelah lama dia bekerja dengan lancar, sekarang malah menendang pelat besi seperti ini...
Sungguh kehidupan yang sangat sial! Dia memutuskan jika selamat dari tempat ini maka dia akan berhenti dari pekerjaan kotor ini...
__ADS_1