Di Jodohkan Dengan Om Duda

Di Jodohkan Dengan Om Duda
Segera menikah


__ADS_3

"Awas saja kamu anak kecil, Akan saya balas nanti saat perjalanan pulang" ucap Arka dalam batinnya sambil melirik pada Elzia yang masih mengulum bibirnya.


"Sudah sudah, Ayo lebih baik kita ngobrol-ngobrol di dalam" ucap Aminah dan kembali melanjutkan langkahnya lagi.


"Wwleeeee" ucap Zia sambil terus mengulum bibirnya dan berlalu dari hadapan Arka yang masih mengusap kakinya.


"Awas saja kamu anak kecil, Puas-puasin saja ketawain saya, Akan saya pastikan ketawa itu akan berubah menjadi tegang" ucap Arka sambil ikut mengekor di belakang Elzia.


Tanpa terasa sore sudah berlalu, Seperti yang sudah di katakan sore tadi, Arka. dan Zia akan ikut makan malam di rumah itu bersama dengan keluarga besar Hermawan. Arka memiliki dua saudara, Kakak perempuan nya bernama Dina, Dan adik perempuan nya bernama Dita"


"Assalamu'alaikum"


Suara itu membuat Elzia mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah sumber suara"Devan, Astaga, Bagaimana bisa aku harus ada di antara orang-orang yang tak lain adalah mantan kekasihku" batin Zia sambil melirik sekilas Devan.


"Waalaikumsalam, Kamu baru pulang kemana saja, Van? " tanya mamanya pada Devan.


"Biasa lah ma, Ada urusan tadi" balas Devan dan langsung duduk begitu saja. Pria itu tak menyadari jika wanita yang ada di sebelah nya adalah Elzia. Mantan kekasihnya sekaligus calon istri dari om nya sendiri.


"Ya ampun, Kenapa Devan harus duduk di sebelahku sih." Batin Zia lagi.


Setelah Devan meletakkan ponselnya, Pria itu baru sadar jika bukan anggota keluarganya yang duduk di sebelahnya. Devan menoleh pada Zia yang sudah menoleh ke lain arah.


"Eh ada tamu ternyata. Tante sudah lama di sini?"


Tante? Devan memanggil Zia dengan sebutan tante. Panggilan Devan membuat Elzia mengerutkan keningnya, Wanita itu menatap tajam Devan sambil memperhatikan Devan tanpa berkedip.


"Iya, Keponakan. Tante sudah dari sore di sini" balas Zia pelan. Rasanya ingin sekali menjitak kepalanya Devan saat ini juga. Tapi sebagai calon menantu di keluarga ini, Zia berusaha untuk tidak menunjukkan sifat bar-barnya.

__ADS_1


Semua yang ada di meja makan itu terkekeh mendengar jawaban yang baru saja Zia katakan.


*****


"Zia belum pulang nek" tanya kakek Awi sama nenek Hanum


"Belum kek. Mungkin mereka lagi di rumahnya Arka, Soalnya tadi mamanya Zia telpon kalau Arka mau membawa Zia buat bertemu sama kedua orang tuanya" terang nenek Hanum pada kakek Awi.


"Oh begitu toh nek, Sepi juga rumah tidak ada anak itu"


"Iya kek, Rumah sangat sepi kalau tidak ada Zia. Kalau ada dia kan sudah rame jam segini. Rame minta makan di suapin, Minta uang buat beli pulsa" ucap nenek Hanum lagi.


Selama ini, Biarpun usianya sudah 18tahun, Elzia kalau makan masih suka minta di suapin sama nenek atau kakeknya. Kedua orang tua yang yang begitu mencintai Zia hanya melakukan apa yang Zia mau. Karna sejak kecil Zia memang hanya bisa bermanja pada kakek dan juga neneknya.


Sebab Elzia adalah korban broken home saat usianya masih sekitar 5tahun. Mama dan papanya memutuskan untuk berpisah karna salah satu hal.


"Entahlah kek, Nenek juga tidak tau bagaimana jika nanti Arka sudah membawa Zia pindah ke Malaysia." ucap nenek Hanum yang terdengar sangat lirih.


****


Tanpa terasa makan malam itu sudah selesai,. Zia pamit pada kedua orang tua Arka dan juga pada semua anggota keluarga Arka yang lain.


"Zia pamit dulu ya bunda, Assalamu'alaikum" ucap Zia yang terdengar sangat sopan..


"Kapan-kapan jangan lupa main ke sini lagi ya sayang"


"InsyaAllah bunda"

__ADS_1


Setelah itu, Zia dan Arka keluar dari kediaman keluarga Arka, Melewati Devan yang masih mengulum bibirnya. "Awas saja kamu Devan, Aku akan membalas apa yang sudah kamu lakukan. Astaga, Benar-benar merusak image ku saja" batin Zia sambil menatap tajam Devan.


"Awas matanya ketinggalan ya Tante" gumam Devan sambil terkekeh.


"Dasar pria menyebalkan, Awas saja nanti akan aku balas apa yang sudah kamu lakukan hari ini, Devan" ucap Zia pelan dan hanya bisa terdengar oleh Devan.


"Devan tak menjawab sepatah katapun dari perkataan itu, Devan hanya menatap Zia yang sudah masuk ke dalam mobil Arka.


" Gak nyangka, Ternyata wanita dari mas laluku malah akan menjadi calon tanteku" ucap Devan dan langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.


Sedangkan Elzia, Setelah masuk ke dalam mobil Arka, Bibirnya manyun, Menatap ke luar jendela sambil ngedumel.


"Astaga, Kenapa aku malah harus terjebak di antara pria menyebalkan. Gak om nya, Keponakannya. Semuanya menyebalkan" ucap Zia sambil menekuk wajahnya.


"Jangan ngedumel sekarang, Soalnya saya bisa mendengar apa yang kamu katakan. Ngedumel nya nanti saja saat sudah sampai di rumah ya"


"Tapi aku maunya ngedumel sekarang, Kesel, betek. Si Devan bener-bener menyebalkan ya. Sama kek om" ucap Zia kesal


Perkataan Elzia membuat Arka menepikan mobilnya. Tiba-tiba saja dia teringat akan rencananya yang ingin membalas kelakuan Elzia tadi.


"Kenapa malah berhenti sih om" tegur Zia saat Alkann menghentikan laju mobilnya.


Alkanna menatap Elzia, Mengambil nafas panjang sejenak untuk mengatakan pada Zia.


"Aku mau kita segera menikah" ucapnya tiba-tiba


"Apa! "

__ADS_1


__ADS_2